CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 84 Terluka dan Tergerak oleh Wanita


__ADS_3

Mata elang berdarah Reyhan sudah tidak lagi ia tunjukkan, ia tersenyum dingin berjalan ke sebelah Kenzie.


Kenzie dikagetkan oleh tatapan mata Reyhan, ingin melepaskan tangan Reyhan: “Kamu ingin berbuat apa?!”


Reyhan tersenyum dingin: “Melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh wanita dan pria! ” suara rendahnya seperti iblis yang berasal dari neraka: “Kenzie, bukankah kamu berkata kalau aku ini brengsek? Har ini, aku akan menunjukan kepadamu apa arti dari kata Brengsek yang sesungguhnya! ”


“Jangan menyentuh aku! kamu iblis! ” Kenzie bereaksi, tatapan mata Reyhan yang seperti kalajengking yang haus darah, membuat badannya bergetar, Kenzie seperti domba yang sudah akan disembelih!


Reyhan berjalan kedepannya, kekuatan Kenzie tidak ada apa-apanya di banding dia


Pada akhirnya Kenzie tidak lagi melawan, tidak berbicara, dan tidak melihatnya, seperti sebuah es, sangat dingin, tanpa perlawanan, dirinya dibawa Reyhan menuju lantai atas. Tidak terdapat ekspresi apapun pada wajah pucatnya. Hanya tersisa tatapan hampa!


Baru kali ini Reyhan menjumpai sosok Kenzie yang begitu dingin, amarah di hatinya menjadi lebih buruk.


Dua tiga langkah lagi mereka sudah akan sampai dikamar, Reyhan seketika melempar Kenzie keatas ranjang, meskipun tempat tidur Reyhan sangat lembut dan fleksibel, tetapi Kenzie secara alamiah melindungi perutnya.


Kenzie tiba-tiba merasa takut karena teringat bahwa didalam perutnya ada seorang anak. Dia takut jika anaknya tidak bisa bertahan dalam siksaan Reyhan!


Tidak bisa! Aku tidak bisa membantah reyhan, jika aku membantahnya, maka akan membuat lelah bayi yang ada diperutku.


Dengan penuh keraguan dia membuka matanya, dan dengan sekuat tenaga menampilkan senyuman, berkata dengan penuh nada memohon dan meminta belas kasihan: “Reyhan, aku benar benar tidak melakukan sesuatu yang mengecewakanmu. Bisakah kamu tidak begitu kejam?”


Reyhan mengeluarkan senyum dinginnya, berjalan menuju Kenzie, wajahnya yang menghadap wajah Kenzie, berkata: “Kenzie, bukankah kamu sangat kuat? Bukankah kamu suka berpura pura seperti orang mati? Mengapa sekarang kamu minta diperlakukan secara lembut?”


“Aku…aku bersalah, aku minta maaf, aku tidak seharusnya tinggal diluar, aku seharusnya segera menghubungi setelah bebas dari penculik itu…”


Lebih baik jika dia tidak mengatakan hal ini, ketika dia mengatakan hal ini, wajah Reyhan berubah menjadi lebih menyeramkan. Mata elangnya menatap tajam Kenzie.


Sial! Setelah dia diculik, sebenarnya tidak terpikir meminta bantuan Reyhan! Sebenarnya tidak terpikir di benaknya untuk meneleponnya pertama kali!


Reyhan menggigit keras bibirnya dan berkata: “Kamu adalah perempuan yang tidak memiliki hati dan otak! Kamu tidak usah berpura pura memperlakukanku dengan baik! Jika bukan karena anak didalam perutmu, kamu mungkin akan jauh lebih menderita lagi!”

__ADS_1


Terlepas dari perlawanan Kenzie, Reyhan membalikkan tangan Kenzie kebelakang dengan menggunakan satu tangan dan tangan lainnya mengelus lembut perut Kenzie yang sudah sedikit membesar.


Gerakan Reyhan sangat lembut, dan masih membawa senyumannya, tetapi Kenzie merasa itu merupakan suatu hal yang menyeramkan!


Pria ini, sebenarnya mau melakukan apa?


Kenzie melebarkan matanya, menatap takut Reyhan: “Reyhan, kamu sebenarnya sedang apa?!”


Reyhan menggepalkan jari jarinya, mendekatnya kearah perut Kenzie. Wajahnya menampilkan senyuman menyeramkan, dan berkata dengan ringan kepada Kenzie, “Kenzie jika aku meninju perutmu, kira kira bayi didalam perutmu akan bagaimana?


Kenzie merasa terkejut hingga air matanya mengalir dengan deras.


Menjerit dengan keras, berusaha menghindari Reyhan, menangis meminta belas kasihan: “Jangan! Jangan menyentuh anakku! Jika kamu ingin marah, lampiaskan saja kepadaku! Jangan menyakiti anakku! Aku mohon!”


Sebutir demi sebutir air matanya jatuh ke tanah, wajahnya sepucat patung.


Reyhan sudah sedari tadi melepaskan dasi dilehernya, dan mengikat erat tangan Kenzie, dan kemudian mengambil dua dasi lain dari lemari dan mengikat kaki Kenzie keujung tempat tidur.


Bagaimana caranya Reyhan memperkosanya, dia sudah tidak ingat dengan jelas, karena dia pada saat itu sudah setengah pingsan.


Setengah sadar, dia merasa Reyhan menggendongnya dan memandikannya, gerakannya sangat lembut seperti sedang melindungi. Memperlakukannya seperti boneka yang mudah hancur.


Tetapi Kenzie merasa bahwa semua itu hanyalah imjinasinya saja.


Reyhan begitu benci hingga mau membunuhnya, bagaimana mungkin memperlakukannya dengan begitu lembut?


Sinar matahari pagi masuk kearah jendela kamarnya. Begitu Kenzie membuka matanya, dia sudah melihat Reyhan sedang menatap dirinya.


Kenzie dengan segera memegang erat erat selimut, dan dengan diam-diam menggeserkan badannya ke pinggir Kasur, tidak ingin membuat tubuhnya bersentuhan dengan Reyhan.


Kaki Reyhan dengan cepat mengait kaki Kenzie,membuat Kenzie terkurung erat dalam dekapannya.

__ADS_1


Kenzie hanya bisa memberikan senyuman palsunya, dan berkata dengan hati-hati: “itu, aku ingin pergi ketoilet.”


“Tidak boleh pergi, temani aku.” kedua mata Reyhan tertutup, tidak memberikan ekspresi apapun.


Benar-benar, bagaimana bisa ada orang yang begitu egois! Bahkan tidak sampai mengizinkan pergi ke toilet! Sangat tidak masuk akal! Orang yang ada dipenjara saja, diizinkan pergi ke toilet!


Didalam hati Kenzie berteriak, tetapi tetap tidak berani mengeluarkan kata apapun.


Baiklah, sebenarnya dia juga masih bisa menahannya, jadi Kenzi akan menemani dia sebentar lagi diatas Kasur! Nanti jika dia benar benar tidak bisa menahannya lagi, dan ia akan buang air di kasur yang bagus ini, membuat Reyhan merasa jijik! Lebih bagus lagi jika membuatnya merasa jijik hingga tidak berani menyentuhnya lagi!


Kenzie membuat senyuman tipis pada wajahnya.


Senyuman ini membuat Reyhan salah paham. Dia kira Kenzie senang diminta menemani dia. Senyuman dinginnya berubah menjadi lebih lembut.


Kedua manusia itu begitu saja berbaring dalam diam. Mendengar suara burung yang sedang berkicau diluar jendela. Kenzie merasakan suatu perasaan yang aneh, ia mengingat masa kecilnya dahulu.


Pada saat itu, dia diam-diam berbaring diatas ranjang. Menunggu hingga ibunya membangunkannya. Dia sangat suka perasaan ketika mamanya memasukkan kedua tangannya kedalam selimut dan membangunkannya. Dia menyukai ekspresi ibunya yang terlihat begitu menyayangi dia. Pada saat itu, dia masih merupakan seorang putri…..


Didalam kesunyian, suara Reyhan tiba tiba memecahkan kesunyian.


“Kenzie, aku ingin menanyakan sesuatu.” suara reyhan terdengar begitu datar, Kenzie sama sekali tidak bisa mendengar nada gugup reyhan.


“Iya?” Kenzie menjawabnya dengan malas.


“Kenzie, apakah kamu mencintai aku?” Reyhan bertanya sembari menutup matanya.


Hanya sambil menutup matanya dia baru bisa mengeluarkan pertanyaan ini. Pertanyaan semacam ini, jika didengarnya beberapa bulan yang lalu, dia akan merasa jijik dan merinding. Beberapa bulan yang lalu, dia sama sekali tidak bisa membayangkan jika suatu saat nanti, dia akan menanyakan pertanyaan seperti ini kepada seorang gadis!


Perempuan, dimatanya hanya seperti baju yang bisa dibuang kapan saja, bahkan tidak bisa dibandingkan dengan hewan peliharaan. Menyakiti hati wanita baginya adalah suatu hal yang biasa!


Tetapi hari ini, dia tiba-tiba menanyakan pertanyaan seperti ini kepada Kenzie.

__ADS_1


__ADS_2