CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 163 Tidak Sebanding Dengan Anak Kecil


__ADS_3

Sesampainya di restoran, pelayan yang mengantarkan mereka ketempat duduk, Reyhan sudah memesan ruangan yang tenang.


Melihat Kenzie masih menggendong anak kecil dipelukannya, pelayan membawakan sebuah tempat tidur anak.


Kenzie dengan perlahan meletakan Ken ke tempat tidur itu, melepaskan mantel yang dipakainya dan menyelimutinya, takut Ken kedinginan.


Melihat hal yang dilakukan Kenzie, Reyhan merasa tersentuh.


Bukankah seorang ibu kandung juga akan melakukan hal yang sama?


Kenzie merasa tidak nyaman ditatap seperti itu oleh Reyhan. Ken tertidur, tidak akan ada yang berbicara lagi diantara mereka, rasanya sangat canggung berada disatu ruangan dengan Reyhan seperti ini.


“Kenzie, malam ini ikutlah pulang denganku!” Reyhan memperhatikan sisi lembut Kenzie, dan tidak tahan untuk memintanya untuk pulang bersamanya.


Pulang dengannya? Dengan status apa? Kekasih simpanan?


Kenzie mengalihkan pandangannya dengan tatapan tajam, “Reyhan, apakah kamu lupa kamu sudah memiliki kekasih? Apakah kamu tidak malu berbicara seperti ini terhadapku?”


Reyhan menggenggam tangan Kenzie, “Kenzie, aku tau kamu sangat menyukai Ken, aku memiliki villa di daerah timur, kamu boleh tinggal disana, biarkan Ken menemanimu setiap hari, ya?”


Dia memanfaatkan putranya sendiri untuk meyakinkan Kenzie, untuk menahan Kenzie agar tetap disisinya, menjadi simpanannya!

__ADS_1


Pria ini Benar-benar keterlaluan!


Hati Kenzie membeku, dia merasa dirinya seperti sebuah bahan olokkan.


Kenzie perlahan menarik tangannya dari Reyhan, dengan dingin mengatakan, “Reyhan, sudah bertahun-tahun berlalu, kamu masih belum berubah. Egois, kejam, tidak bisa menghargai orang, kamu sedikitpun tidak berubah!”


Reyhan tidak menyangka Kenzie akan menolak dengan cara seperti ini, terdiam sesaat, “Apa salahnya menjadi milikku? Aku bisa memberikanmu apapun yang ada di muka bumi ini! Kekayaan, reputasi, kedudukan, anak, semuanya, bisa aku berikan kepadamu! Hanya dengan bersabar 1 tahun, aku bahkan bisa memberikanmu status! Apa lagi yang kamu mau?”


Kenzie menggelengkan kepala, dengan suara setenang air, “Maaf, aku tidak menginginkan itu semua.”


Yang dia inginkan, pria yang mencintainya, menghargainya, yang bisa dengan berani dan tegas menggandeng tangannya.


Amarah Reyhan memuncak, ”apa kamu tau ada berapa banyak wanita yang ingin bersamaku? Bisakah kamu bersikap seperti wanita pada umumnya, bisakah kamu tidak keras kepala, tidak mencari masalah, dan tahu cara bersyukur?”


Kenzie menahan emosi sambil tertawa, dia tidak tahu cara bersyukur? Berdasarkan logika Reyhan, Reyhan merendahkannya dengan menjadikannya simpanan, dan dia harus bersyukur, berlutut dan mencium kaki Reyhan?


“Reyhan, sepertinya pembicaraan kita tidak akan menemukan jalan keluar. Sudahlah, aku pergi dulu.”


Kenzie berdiri, mengambil tas dan bersiap pergi. Ketika menengok, dia melihan Ken sudah bangun dan duduk di tempat tidur, melihat dia dan Reyhan dengan tatapan kosong.


“Tante Kenzie, kamu bertengkar dengan ayahku?” Ken memegang tangan Kenzie, dengan nada memohon “Tante Kenzie, bisakah kamu tidak marah terhadap ayah, bisakah kamu tidak pergi?”

__ADS_1


Kenzie menunduk dan mengelus kepala Ken, tidak tahu harus berkata apa.


Air mata sudah siap jatuh dari mata besar Ken, “Tante Kenzie, ayah memang terlihat galak, tapi sebenarnya dia sangat baik! Ayah juga sangat menyukai bibi! Tante Kenzie, salah satu laci di rumah kami berisi fotomu, ayah sangat sering diam diam mengeluarkannya dan menatap foto itu!”


Rahasianya di bongkar oleh anaknya, ketidak nyamanan terlihat di raut wajah Reyhan. Anak kecil ini kenapa bisa tahu kalau di laci mejanya ada banyak foto Kenzie? Laci itu selalu terkunci!


Dada Kenzie bergemuruh, belakangan ini dia tidak pernah berfoto! Apa foto yang dilihat oleh Reyhan adalah foto lima tahun lalu?


Perasaan dihatinya bercampur aduk, tidak tahu harus berkata apa, Ken sudah memanjat ke pelukannya “Tante Kenzie, jangan pergi, Ken sangat bahagia saat bersama tante dan ayah! Tente,maukah kamu menjadi ibuku?”


Kata “ibu” membuat Kenzie dan Reyhan terdiam.


“Ehmmm…” melihat Ken sedang menunggu jawaban, Kenzie tidak tahu harus berkata apa. Yang terbaik adalah menghindar dari pembicaraan ini “Tente juga sangat menyukai Ken, nanti kalau Ken rindu pada tante, hubungi tante, tante pasti akan datang dan menemani Ken bermain, ya?”


Perhatian anak kecil memang mudah dialihkan, Ken senang dan menganggukkan kepalanya “Baik!”


Ia memeluk erat leher Kenzie, “Tante Kenzie, jangan pergi ya? Ken ingin makan bersama tante.”


Anak kecil ini dengan lembut memeluk lehernya, perasaan keterikatan dan kepercayaan itu, membuat Kenzie tanpa ragu menggendong dan mendudukan Ken kepangkuannya, “Baiklah, tante akan memani kamu makan.”


Reyhan melihat kelembutan Kenzie terhadap Ken, dalam hati merasa sedikit tertekan, dia, seorang laki-laki yang penuh dengan pesona, ternyata tidak bisa menang melawan seorang anak kecil.

__ADS_1


__ADS_2