CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 168 Tidak Bisa Mengutarakan Dengan Baik


__ADS_3

Mendengar perkataan pelayan itu, Kenzie dengan sigap menjawab, “Terimakasih, tolong menelepon ke 110.”


Pelayan starbucks terkejut, dan dengan sedikit tidak enak hati memandang Reyhan, kedua orang ini kelihatan seperti sepasang kekasih, sepasang kekasih bertengkar sampai harus lapor polisi, bukankah ini terlalu berlebihan?


Didalam starbucks itu sudah sangat banyak pelanggan lainnya yang melihat kearah mereka sambil berbisik.


Reyhan melepas Kenzie, mengeluarkan dompet dari sakunya dan memberikan kartu atmnya kepada pelayan, “20.000 Yuan ini untukmu dan tolong kosongkan ruangan ini! Usir semua pelanggan yang ada disini!”


Pelayan dengan cepat melapor ke atasannya dan mereka dengan cepat membujuk semua pelanggan untuk datang di lain waktu.


Sekarang, di starbucks itu hanya tersisa mereka berdua, Reyhan dan Kenzie.


Bahkan atasan dan pelayan starbucks itu pun keluar dari ruangan itu dan berjemur di bawah teriknya matahari sambil ngobrol.


Kenzie tertegun, setelah tinggal di negeri selama lima tahun, dia sudah tidak mengikuti perkembangan dalam negaranya.


Yang kaya bisa dengan bebas memamerkan kekuasaannya, hal ini masih belum berubah sejak lima tahun yang lalu.


“Reyhan, selain menggunakan uang untuk memerintah orang lain, kamu bisa apa?” Melihat ruangan yang kosong itu, nada bicara Kenzie menjauh jauh lebih dingin.


Reyhan berdiri didepannya dan memandangnya dengan tatapan yang tidak rela,


“Kenzie, kamu duduk dulu, kita bicarakan baik baik.” Reyhan melepas semua sifat arogan dan kesombongannya, mencoba untuk menenangkan Kenzie.


Kenzie duduk dan berkata, “Reyhan, aku hanya ingin menyampaikan satu kalimat… Tolong kamu pergi jauh dari kehidupanku. Jangan terus mencoba untuk mengontrolku.”

__ADS_1


Yang dia katakan begitu jelas dan mudah, dia tidak percaya Reyhan masih tidak mengerti.


Reyhan memancarkan tatapan yang rapuh, tapi dengan cepat menutup itu dengan ketegarannya, dia menyalakan rokok, kemudian membuat gumpalan asap, “Kenzie, kamu benar-benar membenciku y?”


Kenzie menjawab tanpa ragu, “Iya!”


Reyhan sangat tidak berdaya, dia mematikan rokoknya dan kedua matanya menatap tajam ke arah Kenzie dengan amarah, “Kamu begitu membenciku tapi kamu masih bisa lembut denganku? benci padaku tapi memanggil namaku disaat kamu tertidur lelap? Benci padaku tapi masih memandangiku dari lantai 18? Jangan bilang kamu tidak tau lantai 18 di gedung RealTech itu adalah ruangan presiden direktur!”


Kenzie membisu. Dia pernah memanggil nama Reyhan saat tidur? Bagaimana Reyhan bisa tahu ia menatap ke lantai 18?


“Sembarangan! Aku tidak melakukannya!” Kenzie membantahnya, tapi mukanya sedikit memerah.


“Tidak melakukannya?” Reyhan memegang dagunya dan tersenyum kecil, “Aku lupa memberitahuku, kalau di ruanganku ada sebuah teropong yang mengarah tepat ke ruanganmu.”


Reyhan memegang dagunya dan menatap wajah kecilnya yang semakin merah, dia sangat malu.


Reyhan melihat wajahnya dengan tatapan tajam, dan merasa tidak bisa kasar dengan wanita satu ini.


Reyhan merasa benci tapi juga sayang, “Kenzie, kamu pengecut!”


“Aku pengecut?” Kenzie tidak mengerti


Reyhan, “Kamu pengecut, kamu tidak berani mengaku kalau kamu sudah jatuh cinta padaku! Tidak berani mengakui kalau kamu sangat bahagia setiap bersamaku, kamu mengejekku karna menurutmu dengan uang aku bisa mendapatkan wanita-wanita murahan lainnya, tapi kamu tidak sebanding dengan mereka! Karena setidaknya mereka memiliki tujuan yang mereka kejar, sedangkan kamu? Kamu seperti kura kura yang hanya bisa sembunyi di dalam cangkang.”


Hahahaa! Kenzie tertawa, “Aku seperti kura kura? Tidak terbalik? Kalimat ini harusnya untukmu! kamu hanya bisa memanfaatkan Tania! Jangan mengira hanya karena kamu memiliki jabatan dan kekayaan, kamu bisa menggoda siapapun! Jika kamu ingin mendekatiku atau mengejarku, itu boleh saja, asalkan kamu mengubah statusmu menjadi single!”

__ADS_1


Dengan perkataannya yang begitu tajam, Kenzie mengira Reyhan akan sangat marah, ternyata, amarah diwajahnya malah menghilang, dengan sedikit tersenyum dia menatap Kenzie dan berkata, “Kenzie, kamu cemburu?”


Kenzie sangat kesal,”Cemburu? Percaya diri sekali kamu! Aku sama sekali tidak memiliki perasaan padamu! Aku memanggil namamu saat tertidur? Kamu pasti salah dengar! Aku memandangimu dari kantorku? Mimpi kamu! Aku hanya beristirahat dan melihat keluar sebentar karna terlalu lama menatap layar komputerku.”


Kenzie menunjuk Reyhan, “Setiap kali kamu memaksaku melakukan hal ‘itu’, aku selalu merasa jijik!”


Melihat senyuman Reyhan mulai menghilang, dalam hatinya sangat puas!


Tapi kepuasan itu cuma bertahan setengah menit, Kenzie merasa ada yang aneh.


Reyhan berdiri dan berjalan mendekatinya, tatapannya sangat mengerikan, “Kenzie, kamu merasa jijik? Kamu tidak pernah menikmatinya?”


Kenzie sedikit gugup, ia sangat mengenal tatapan Reyhan yang seperti ini!


Dia mendorong Reyhan dan berkata, “Reyhan, kamu mau apa?!”


Ini cafe umum yang di kelilingi kaca transparan, di luar ada pelayan cafe dan banyak orang yang berlalu lalang disekitar cafe itu.


Tidak mungkin Reyhan berani melakukan hal tidak senonoh padanya disini bukan?


“Kamu pasti sudah tahu jelas apa yang aku inginkan, Kenzie!” Reyhan memegang tangannya dan menariknya ke belakang.


Disana ada toilet.


Kenzie tiba tiba memukul dan menendang Reyhan, baru saja ingin berteriak,Reyhan menutup mulutnya!

__ADS_1


__ADS_2