CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Khawatir


__ADS_3

Keresahan yang dialami oleh Yoga, di alami pula oleh Vina. Wanita ini sedari tadi gelisah. Gelisah memikirkan suami tercintanya. Karena Yoga berangkat kerja dengan kondisi mood yang kurang baik.


Tak ingin tenggelam dalam kegelisahan, Vina pun berinisiatif menghubungi Agus. Ingin bertanya pada pria itu, apakah suaminya saat ini sedang baik-baik saja.


"Maaf, Bu. Saat ini saya sendanh ada meeting di luar. Pak Yoga ada di ruangan, silakan anda naik ke atas saja," jawab Agus.


"Oh, Bapak sedang meeting ya. Maaf menganggu. Tapi saya mana berani naik ke atas sendirian. Yang ada nanti saya diusir sama satpam. Sama Sekertaris Pak Bos juga," ucap Vina takut.


"Ibu bawa berkas atau apa gitu, bilang sama satpam saya yang suruh. Nanti pasti di kasih masuk. Tunjukkan chat saya pada mereka," jawab Yoga lagi.


"Baiklah kalo begitu, makasih banyak ya, Pak, atas bantuannya," ucap Vina.


"Siap, Bu. Selama saya bisa membantu," jawab Agus.


Tak lama berselang, percakapannya mereka pun berakhir.


Vina langsung mengambil beberapa berkas secara acak. Membawanya naik untuk berpura-pura membawa berkas yang disuruh oleh Agus.


Beruntung satpam mengizinkan Vina naik ke atas tanpa banyak bertanya. Sebab wanita itu menyebut nama Agus yang memberi perintah.


Lima menit berlalu, akhirnya ia pun sampai di depan ruangan suaminya. Dengan sopan ia meminta izin pada sekertariat Yoga yang berjaga di depan.


Selepas mendapatkan izin, Vina pun masuk keruangan itu.


Vina tercengang. Sebab sang suami tidak ada di ruangan. Dengan cepat ia pun mengambil ponsel dan menghubungi Yoga.


"Beliau ada di kantor kok, Bu. Coba Ibu masuk ke kamarnya. Beliau pasti ada," jawab Yoga.

__ADS_1


"Benarkah? Baiklah, Pak. Terima kasih," balas Vina.


Tak ada perbincangan lagi, Vina pun masuk ke dalam ruangan yang disebutkan oleh asisten pribadi suaminya.


Betapa terkejutnya Vina ketika melihat sang suami terlentang tak berdaya di ranjang mewah itu.


Bukan hanya itu yang membuat Vina tercengang. Keadaan Yoga yang acak-acakan juga membuat Vina bingung.


(Apa yang telah terjadi? Kenapa seperti ini?) tanya Vina dalam hati.


"Mas... Mas...as Yoga... " ucap Vina sembari menepuk pipi suamiminya.


Tak ada jawaban. Lalu Vina kembali memeriksa kondisi suhu tubuh pria itu.


"Panas," gumama Vina.


Tak ingin sang suami semakin menderita, Vina pun berinisiatif memanggil ambulance. Vina tak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.


Tak peduli statusnya sebagai istri Pimpinan di perusahaan ini terbongkar, Vina tetap melanjutkan niatnya untuk membawa sang suami ke rumah sakit.


***


Di lain pihak..


Jasmin menerima paket dengan perasaan aneh. Sebab selama ini ia tak pernah memesan apapun.


Jangankan untuk memesan makanan, untuk membeli pulsa saja dia harus membantu sang kakak menyelesaikan pekerjaannya atau bekerja sebagai asisten kakaknya. Mengurus baju sang kakak dan merapikan kos-kosan mereka.

__ADS_1


"Siapa yang mengirim paket makanan ini? Kenapa setiap hari dia kirim. Bahkan setiap jam makan," ucap Jasmine.


Penasaran dengan sang pengiriman, Jasmine pun bertanya pada kurir yang mengantar untuknya. Sebab bukan hanya makanan yang ia Terima. Tetapi terkadang juga amplop berisi uang. Karena sangking takutnya, Jasmine sampai belum berani membuka amplop tersebut.


"Maaf, Mas... boleh tahu siapa yang mengirim paket ini ya?" tanya Jasmine.


"Sebentar, Mbak. Coba saya cari di aplikasi." pria tersebut langsung mencari tahu siapa yang mengorder makan ini untuknya.


"Bapak Arsen, Mbak," ucap kurir itu.


Jasmine tersenyum sekilas. Lalu mempersilahkan kurir itu pergi.


Jasmin masuk ke dalam kamar. Lalu membuka isi paket makanan itu.


Ada dua pakek makanan, mungkin Arsen sengaja mengirim makanan itu untuk siang dan malam. Seperti biasa, Arsen juga menyelipkan satu amplop untuknya.


Kali ini bukan hanya amplop, tapi juga secarik kertas. Bertuliskan ucapan selamat makan dan memberitahu Jasmine bahwa uang yang ia kirim adalah uang nafkah untuknya. Arsen berharap, Jasmine mau menerima dan menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari.


Selain ketiga hal tersebut, Arsen juga memberikan nomer ponselnya. Berharap Jasmine mau menghubunginya.


Namun, Jasmine masih ragu untuk menghubungi ponsel pria tersebut. Karena sesuai maksud dan tujuan mereka menikah, Jasmine hanya menginginkan status tidak lebih.


Bersambung...


Sambil nunggu Emak update, yuk kepoin karya Emak yang baru...


__ADS_1


__ADS_2