
Hari ini bagaimana bisa seperti ini? Mengapa semua perempuan memperingati dia, menyuruh dia menjauhi lelaki mereka?
Kenzie menahan amarahnya, memutarkan badannya, memberikan tatapan dingin kepada Hermosa: “Nona Hermosa, sebenarnya aku sangat ingin meninggalkan Reyhan, tetapi Reyhan tidak membiarkan aku meninggalkan dia. Kalau anda bisa memikirkan cara agar dia bisa meninggalkan aku, maka aku akan merasa sangat berterima kasih!”
Setelah selesai berbicara, Kenzie menegapkankan badan, mengangkat kepala berjalan pergi meninggalkan toilet.
Muka Hermosa memerah, dengan penuh amarah, ia memegang pot tanaman yang ada didalam toilet dan menghempaskannya ketanah. Ucapan yang barusan saja dikeluarkan oleh Kenzie, sama saja sedang menyatakan perang dengannya! Reyhan hanya sedikit saja peduli dengannya saja, ia sudah sampai lupa diri! Sepertinya wanita itu harus benar-benar harus diberi pelajaran berat!
Hermosa mengambil hp nya, mengetik beberapa angka, tidak lama kemudian terdengar suara rendah yang mengucapkan beberapa kalimat dari sana.
Di ujung telepon ada orang yang menjawab: “kalau kami yang mengurus ini, anda bisa tenang, kami jamin tidak akan ada orang yang tau.” Hermosa menutup teleponnya, raut wajahya memancarkan senyum jahat penuh dengan kemenangan.
Kenzie setelah keluar dari toilet, berencana berjalan ke halaman mencari angin.
Orang didalam aula terlalu banyak, semua dipenuhi oleh kepalsuan, Kenzie merasa sangat bosan. Baru saja dia ingin berjalan keluar, tiba tiba ia bertemu dengan Reyhan. Disebelah Reyhan berdiri beberapa orang, ada pria dan juga ada wanita.
“Kenzie, kemari.” Reyhan berteriak memanggil. Nada bicaranya sangat lembut, tetapi terlihat seperti sedang memanggil pembantunya.
Semua pria dan wanita disamping Reyhan tersenyum menertawakan kedatangan Kenzie.
Didalam hati Kenzie merasa dirinya sangatlah sial! Tetapi juga tidak ada pilihan lain, hanya bisa pasrah berjalan kesana.
Disebelah Reyhan berdiri seorang wanita, bibir merahnya menampilkan senyum penuh arti, mata nya seperti sedang menerawang sesuatu, dan bertanya kepada Kenzie: “Anda adalah nona Kenzie? Barusan saja Reyhan ada menyebut nama anda, kamu ada kekasih Reyhan bukan?”
Kekasih? Kenzie mendengarnya merasa sedikit…..aneh.
Ini adalah kata yang dipenuhi oleh berbagai akhir yang indah, tidak seperti terdengar seperti pergi ketempat yang tidak ada mataharinya.
Tetapi sayangnya, kata ini tidak bisa Kenzie keluarkan dari mulutnya.
Kenzie hanya berdiri menatap dan memberikan senyuman kepada Reyhan, tidak menjawab iya ataupun tidak. Hanya diam diam memperhatikan.
Melihat Kenzie tidak menjawab pertanyaanyanya, wanita dengan bibir merah itu merasa canggung, sebaiknya ia mencari topik pembicaraan lain.
Senyuman diwajah Reyhan menghilang sepenuhnya, berganti dengan raut wajah yang seperti ditutupi awa tebal.
Dengan beberapa kata yang keluar dari Reyhan, semua orang yang ada disana pergi, menyisahkan Kenzie dan Reyhan berdua.
Kenzie diam seribu bahasa, dan bahkan tidak ingin menatap Reyhan, dia hanya melihat halaman. Melihat angin yang meniup daun dan bunga sehingga berjatuhan, pemandangan yang sangat indah, keindahan yang membuat orang merasa sedih.
Reyhan menggengam keras pergelangan tangan Kenzie, memaksanya memutarkan badannya, berhadap hadapan dengan Reyhan, “Tadi mengapa tidak menjawab?!” Suara yang dingin diiringi dengan wajah tanpa ekspresi.
“Apa yang harus dikatakan? Maaf saja sebelumnya, aku bukanlah wanita yang bisa dikatakan benar benar kekasih mu? Bisa dibilang bukankah aku hanya seorang simpanan?” Kenzie menatap Reyhan dan memberikan Reyhan senyuman kecil.
__ADS_1
Tetapi senyuman ini malah semakin menyulut amarah Reyhan: “Kenapa? Menjadi simpanan Reyhan apakah sangat memalukan?” dia menambahkan tenaga di cengkramannya, Kenzie merasa pergelangan tanganya hampir putus, namun dia enggan meminta belas kasihan, ia membiarkan Reyhan mencengkram tangannya dengan keras.
“Bagaimana mungkin menjadi simpanan dari presiden Reyhan memalukan? Itu merupakan suatu kehormatan yang tidak bisa ditandingi. Tidak tau seberapa banyak perempuan yang bersaing untuk menjadi simpananmu!” Kenzie berbicara dengan suara datar.
“Kalau kamu sudah tau, mengapa kamu masih menampilkan ekspresi malu-malu?” tenaga Reyhan di pergelangan tangannya sudah berkurang sedikit, memegang wajahnya, membuat wajah mereka saling berhadapan.
“Ah…” Kenzie merasa ini sangat lucu. Ini seperti sebuah hinaan baginya, presiden Reyhan-ku, kamu ternyata seseorang yang polos! Polos hingga tidak bisa mendengar hinaan orang yang diberikan ke dirimu!
Melihat Kenzie tersenyum, amarah Reyhan perlahan-lahan berkurang. Tetapi tatapannya masih sama tajamnya, berkata kepada Kenzie “Jawab aku. Kenapa kamu tadi memberikan ekspresi malu seperti itu.”
Kenzie menaikkan alisnya: “presiden Reyhan, apakah pertanyaan ini ada artinya? Kalau kamu merasa bosan, kamu bisa pergi mencari Hermosa. Dia pasti akan sangat bersedia untuk menemani kamu.”
Reyhan merasa terpancing amarahnya, dengan lekat menatap Kenzie, suaranya masih membawa suasana hangat: “kamu bilang Hermosa?”
Pancaran api di mata Reyhan terlalu panas, Kenzie dipandangi hingga merasa tubuhnya sudah bukan miliknya lagi. Dia menghindari tatapan Reyhan: “Tadi di kamar hotel, bukankah kalian sudah melakukan komunikasi yang mendalam, dan lagi, bukankah komunikasi kalian itu sangat menyenangkan?”
“Hahahahaha…..” Tiba tiba Reyhan tertawa keras. Kenzie merasa terkejut menggigit bibir bawahnya. Apa-apaan? Mengapa ia berkata seperti ini?
Akhirnya, Reyhan menundukan kepalanya melihat Kenzie, wajahnya menampilkan senyuman, matanya memancarkan cahaya bahagia: “Kenzie, apakah kamu sedang cemburu?”
Dia berkata di sebelah telinga Kenzie, menyalurkan kehangatan kepada Kenzie, suaranya yang membawa aura penuh kepuasan, dan terasa sangat menggoda. Dan sekarang terlihat bahwa suasana hatinya sedang sangat baik.
Kenzie mendongakkan wajahnya, suaranya tenang seperti air, wajahnya menampilkan senyuman manis: “Tidak. Jika Hermosa bisa membuat kamu senang, maka itu merupakan suatu hal yang baik.”
Kenzie masih belum menjawab, Reyhan tiba-tiba mendekat, mendekap kenzie kedalam pelukannya, dengan panas menciumnya, menggigit bibirnya untuk menghukumnya.
Pria ini, bagaimana bisa tidak tau waktu dan tempat seenaknya, dan menebar kemesraan?!
Kenzie melakukan penolakan dengan mendorong pria itu jauh-jauh darinya, tetapi pria itu bahkan semakin memperrat pelukanya, menenggelamkan kenzie kedalam pelukannya, sama sekali tidak membiarkan Kenzie lepas darinya.
Kenzie hanya bisa pasrah menerima ciuman panas darinya.
Tetapi saat memikirkan bahwa tadi Reyhan dan Hermosa bermesraan, bibir reyhan, yang barusan sekarang berada di atas bibirnya, tadi berada diatas bibir merah Hermosa, dan dari aroma tubuhnya yang juga tercampur dengan aroma tubuh wanta lain, Kenzie tiba tiba merasa jijik, sangat jijik.
Lalu ia berusaha untuk menggerakkan wajahnya, menghindari ciuman reyhan.
Dan itu merupakan penolakan yang sangat jelas.
Beberapa ciuman Reyhan pun mendarat wajah kenzie, Kenzie seperti sedang menghindari kuman, alisnya mengernyit menjadi satu, seperti sedang menerima siksaan.
Reyhan menghentikan gerakannya, wajahnya merah padam, dan dengan paksa melepaskan Kenzie dari pelukannya, berteriak marah: “pergi!”
Suara bentakan Reyhan yang begitu besar, berhasil menarik perhatian orang orang di sekitar mereka.
__ADS_1
Kenzie merasa sangat malu, karena ia bersama dengan Reyhan, Kenzie menjadi pusat perhatian, ia sangat benci menjadi pusat perhatia!
Kenzie melihat Reyhan, dan kebetulan Reyhan juga sedang menatapi dirinya, raut wajah Reyhan terlihat sangat menakutkan, mulutnya tertutup rapat, tatapannya seperti ingin membunuh orang, seperti ingin memakan Kenzie hingga mati.
Kenzie menggerutkan alisnya, pria ini setiap marah selalu sangat aneh .Apa lagi kesalahan yang ia lakukan terhadap Reyhan? Dia senang bermesraan dengan wanita lain, Kenzie dengan senyuman memberikan persetujuannya, kenapa pria ini malah marah?!
Tidak habis pikir, juga tidak ingin berpikir lagi, Kenzie berkata dengan datar: “Baiklah aku mengerti, aku akan pergi.”
Kenzie ingin beristirahat lebih awal. Hari ini dia sudah cukup lelah. Biarkanlah Reyhan dengan wanita lain melanjutkan kemesraan mereka! Semoga dia bisa bermesraan dengan bahagia!
Dia tanpa sedikit keraguan pun memutar badan bersiap untuk pergi. Sesaat setelah dia keluar dari aula, dia baru menyadari diluar berangin, angin malam bertiup hingga merasuki tubuhnya, menusuk hingga ketulangnya.
Kenzie yang takut kedinginan, memeluk erat kedua lengannya, berjalan keluar dari pintu utama. Tempat ini berada di area komplek villa, sama sekali tidak ada taxi disini.
Barusan di teras, dia melihat di bagian belakang, sepertinya ada jalan kecil menuju jalan utama, seharusnya ada taxi disana. Kenzie berbalik berjalan ke jalan kecil itu.
Melihat kenzie yang tidak akan kembali lagi, Reyhan merasakan api amarah terbakar hebat didadanya. Wanita ini bahkan jika dia meminta belas kasihan dia tidak akan memberikannya!
Apa dia sama sekali tidak tau alasan kenapa Reyhan marah?!
Kalau bukan karena Hermosa memprovokasinya, kalau bukan karena dia ingin menguji sikap Kenzie…dia sama sekali tidak tau sudah beberapa hari, Kenzie sama sekali tidak memperhatikan Reyhan.
Kenzie terhadap Reyhan, dari awal hingga sekarang sama sekali tidak ada perasaan.
Walau Kenzie dan Reyhan bertengkar, setelah itu berbaikan bergandengan tangan bersama sama mengelilingi toko, walau Reyhan tidak memperdulikan permasalahan perusahaan baik yang besar maupun yang kecil, dan meluangkan satu hari 24 jam untuk bersama Kenzie, untuk menemani wanita itu, Kenzie masih saja tidak peduli pada Reyhan.
Kenzie, tidak pernah peduli [adanya.
Tangannya menggepal, sampai berubah menjadi putih. Reyhan menatap punggung Kenzie, matanya berapi api. Kenzie, kamu ini benar-benar!
Dengan cepat dia pergi meninggalkan aula. Benar, didunia ini mempunyai banyak perempuan, Kenzie hanyalah salah satu dari simpanannya!
Pada saat itu, matanya menemukan Kenzie, tapi di sisi Kenzie ada orang lain.
Steven.
Ketika tadi Reyhan berteriak marah, Steven memutarkan kepalanya, dia melihat figur tubuh yang dikenalnya sebagai Kenzie. Di bawah sinar cahaya minim pun Kenzie masih terlihat sangat cantik, gaun putih yang dikenakannya membuat dia seperti seorang dewi yang polos. Hiasan rambut, iris biru yang dia kenakan, membuatnya tampak lebih elegan dan lembut.
Ketika dia melihat Kenzie dan Reyhan bertengkar lalu berpisah, Kaki Steven pun sangat ingin mengejar Kenzie. Tetapi disebelahnya masih ada wali kota Liang, yang sedari tadi tidak berhenti menceritakan pencapaiannya, tidak sopan memotong pembicaraan orang lain. Pada akhirnya Steven hanya bisa bersabar, berusaha terlihat serius mendengarkan apa yang diucapkan walikota.
Melihat Kenzie yang semakin berjalan menjauh, melihatnya yang sudah hampir menghilang dibelakang pepohonan, Steven menjadi sangat tidak sabar, terburu-buru berkata kepada Walikota Holt: “paman, aku ada urusan mendadak, harus pergi sebentar.” setelah selesai berkata, dia pun menghilang dari pemandangan orang-orang disana, berlari menuju jalan kecil.
Dia harus bisa mengejar Kenzie, melihat Reyhan tadi dengan begitu jahat berteriak kepadanya, Kenzie kecil pasti akan merasa sangat sakit hati. Dia ingin menenangkan Kenzie.Ia tidak ingin melihat Kenzie menangis.
__ADS_1