CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 236 Membayar Hutang Kepadaku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kenzie mengambil buku cerita yang di letakkan di lantai dan duduk di sisi Ken, matanya dipenuhi air mata dan ia bercerita dengan lembut, “Di dalam hutan, ada sebuah rumah kayu, di dalam rumah kayu itu tinggal seorang…”


Ceritanya tiba-tiba terputus, Ken memeluk lengannya, si kecil yang matanya di tutup dengan penutup mata itu berdiri menghadap Kenzie, tangan kecil itu meraba-raba, berusaha mencari wajah Kenzie, saat ia berhasil menemukannya, dengan lembut ia meletakkan telapak tangannya di pipi Kenzie. “Tante Kenzie, apa ini kamu? Aku merindukanmu! Kenapa kamu sudah lama tidak datang menemuiku?!”


Hello! Im an artic!


Air mata Kenzie meledak, dia memeluk Ken dengan erat, menelan ludah dan mengangguk, “Ken pintar! Benar, ini Tante Kenzie, Tante Kenzie datang untuk mengunjungi Ken …”


Ken melompat dan memeluk lehernya, wajah kecilnya menempel di wajah Kenzie, “Tante Kenzie! Akhirnya Tante Kenzie datang! Ken sangat senang!”


Kenzie memeluk anak kecil itu, tenggorokannya tercekat. Ini adalah putranya, darah dagingnya, bayi yang dikandungnya selama 9 bulan, bayi kecil yang ia lahirkan, kini telah tumbuh menjadi anak laki-laki tampan. Kenzie menggendong Ken, merasa hidupnya tidak pernah sebahagia seperti saat ini.


Kebahagiaan terbesar memenuhi hatinya. Dia mencium wajah Ken berulang-ulang, air mata membasahi pipinya.


Hello! Im an artic!


Reyhan memandangi ibu dan anak yang saling berpelukan itu dan matanya juga mulai merah.


Dia berjalan menghampiri mereka dan berjongkok, mengelus rambut Ken, “Ken, bolehkah Tante Kenzie menjadi ibumu?”


Ken mengangkat kepalanya dengan terkejut, “Boleh! Tentu saja boleh! Apa ayah serius?”

__ADS_1


Sambil berkata, Ken menoleh ke Kenzie perlahan, “Tante Kenzie, apakah kamu bersedia menjadi ibuku, maukah kamu menemaniku setiap hari?” suaranya lembut penuh dengan permohonan dan harapanm, membuat Kenzie merasa tersentuh. Putranya sangat pengertian!


Reyhan mendukung Kenzie dan menatapnya, “Kenzie, Ken sedang menunggu jawabanmu …”


Kenzie berusaha menangkan dirinya dan dengan lembut mencium dahi Ken, “Sayang, Tante sangat bersedia! Sangat, sangat bersedia!”


“Yes! Aku punya ibu! Aku punya ibu! Akhirnya aku punya ibu!” Ken melompat gembira, ia menunjukkan senyum paling cerah, secerah mentari pagi.


Reyhan dan Kenzie saling memandang, lalu mereka saling mencium.


Ken sudah begitu lama tidak sebahagia ini, Reyhan, “Ken, kenapa masih belum memanggilnya ibu?”


Hati Kenzie tersentuh dan dia menunggu Ken, panggilan ini, telah ia tunggu selama lima tahun …


Air mata yang baru saja berhenti, kembali mengalir keluar, dan Kenzie berusaha menahan sumbatan di tenggorokannya, “Ken pintar! sayang! Kesayanganku! Ibu mencintaimu!”


Reyhan membuka lebar tangannya dan menarik sang ibu dan anak ke dalam pelukannya dan memeluk mereka dengan erat.


Keluarga yang telah terpisah selama lima tahun, akhirnya bersatu kembali. Dia akan menjadi pohon besar yang berdiri menghadang langit, melindungi ibu dan anak ini dari angin dan hujan, sehingga tidak ada angin dan badai yang dapat menerpa mereka, mereka akan selalu merasa hangat dan aman.


Setelah membantu Ken untuk mandi, menceritakan dongeng pengantar tidur untuknya, dan mengawasinya tidur dengan nyenyak, Kenzie sama sekali tidak merasa lelah, dan kegembiraan di hatinya tidak bisa memudar, dia menatap wajah Ken, mau dilihat berapa lama pun, rasanya tidak cukup.


Reyhan baru selesai mandi, rambutnya masih basah, ia keluar dengan jubah mandi yang menutupi tubuhnya, “Gadis bodoh, masih menatapnya? Kedepannya kamu bisa melihatnya setiap hari, apa yang kamu lakukan? Sana mandi. Aku sudah lama menunggumu.”

__ADS_1


“Menungguku? Untuk apa menungguku?” Kenzie bertanya dengan santai sambil menatap wajah kecil Ken.


Reyhan tersenyum, berjalan mendekat dan menghela nafas di telinganya, “Saatnya kamu memenuhi kewajibanmu sebagai istri …”


Melihat senyumnya yang penuh maksud tersembunyi, Kenzie baru tersadar, wajahnya memerah, “Reyhan, apakah kamu tidak malu? Anak kita masih di sini! Benar-benar tidak tau malu!”


Reyhan memandangi Ken yang sedang tertidur, tangannya meraba paha Kenzie, “Tidak apa, melihat orangtuanya begitu mesra, Ken pasti akan merasa lebih bahagia!”


“Minggir! Dasar mesum!” Kenzie menepis tangannya.


Karena takut Reyhan dan dirinya akan membangunkan Ken, Kenzie menariknya keluar dan perlahan menutup pintu kamar Ken.


Begitu pintu ditutup, Reyhan menggendong Kenzie dan berjalan menuju ke kamar tidur utama.


“Hei, lepaskan aku!” Kenzie juga sudah mandi dan mengenakan gaun tidur, di gendong seperti itu, bagian bawah roknya terbuka.


Reyhan mengangkat tinggi tangannya, “Aku tidak akan mlepaskanmu, kamu berhutang padaku, bayar semuanya malam ini!”


Kenzie menendangnya, “Aku berhutang apa padamu?”


Reyhan tersenyum jahat, “Kamu akan tahu nanti!”


Setibanya di kamar tidur, Reyhan membantingnya ke ranjang yang besar dan lembut, lalu seperti serigala yang kelaparan, ia pun naik ke atas ranjang.

__ADS_1


__ADS_2