
Hello! Im an artic!
“Bukankah kamu ingin berterima kasih kepadaku? Tunjukkanlah dengan tindakan!” Reyhan menunjuk bibirnya, anak berumur tiga tahun saja bahkan terihat lebih dewasa dari dirinya.
Kenzie merasa Reyhan sangat imut, ia berpaling sebentar untuk melihat keadaan sekitar, dan dengan cepat mengecup bibir Reyhan.
Hello! Im an artic!
Tangan Reyhan mencubit hidung Kenzie, membuat Kenzie menjadi lebih dekat dengannya, “Terlalu asal-asalan! Lakukan sekali lagi!
“Sakit tahu!” Kenzie dibuat marah lagi oleh Reyhan, dengan kesal ia memelototi Reyhan.
“Siapa yang menyuruhmu begitu asal-asalan, cepat, lakukan sekali lagi, jika tidak, aku tidak menjamin apa yang akan aku lakukan terhadap dirimu nanti!”
Pria ini sekali lagi menggila!
Hello! Im an artic!
Takut jika Reyhan benar-benar melakukan hal tak senonoh didepan orang banyak, Kenzie dengan cepat memeluk lehernya, dan menciumnya dalam.
Setelah itu, ia mendorong Reyhan menjauh, menghapus sisa air liur yang ada di bibirnya, dan bertanya dengan nada seperti bos besar yang ada di dalam permainan, “Bagaimana, sudah puas?”
Pertama dia mengira bahwa Reyhan akan marah kepadanya, tetapi Reyhan justru mengeluarkan senyuman,matanya penuh dengan tatapan kemenangan, “Gadis nakal, aku akan memaafkanmu kali ini! Lihat bagaimana aku membereskanmu nanti!”
Bioskop yang mereka kunjungi, ternyata seperti bioskop pribadi, sangat private.
Dibawah arahan petugas, mereka berjalan diatas karpet yang tebal menuju auditorium, Kenzie tertegun.
__ADS_1
Layar kebar sedang menampilkan iklan, ruangan itu begitu besar, bagaimana bisa tidak ada satu orangpun didalamnya.
“Aku sudah menyewanya. Hanya ada kita berdua.” Reyhan berkata kepada Kenzie sembari menatapnya, “Nanti kamu bisa menonton film sambil duduk diatas pangkuanku.”
Alaram tanda bahaya yang ada di tubuh Kenzie berbunyi, seketika ia menatap Reyhan, merasa bahwa sikap pria ini sedikit tidak wajar, pastinya dia sedang memikirkan hal yang kotor.
Reyhan dengan bersenandung ria duduk di kursinya, lalu menepuk-nepuk kakinya, “ayo, duduk, jangan sungkan.”
Kenzie merasa sangat khawatir, “Tidak perlu tidak perlu, kamu kemarin kerja lembur, pasti kamu sangat lelah, aku tidak tega duduk diatas kakimu.”
Reyhan tersenyum, menarik Kenzie duduk disampingnya, “Baiklah, aku tidak akan memaksamu. Tontonlah film ini baik-baik.”
Cahaya di dalam bioskop itu di redupkan. Filmnya sudah dimulai.
Ini adalah film yang sangat menegangkan, terdapat ******* kecil di awal plot yang sangat membuat orang merasa tertarik.
Ketika plotnya sudah menjadi lebih ringan, Kenzie menoleh ke samping… Reyhan sudah tertidur!
Reyhan masih duduk dengan tegap, tubuhnya yang tinggi selalu saja tegap, tetapi matanya tertutup!
Kenzie mendekatkan wajahnya kearah wajah Reyhan, awalnya ia ingin meneriaki Reyhan tepat di kupingnya dan membuat Reyhan terkejut, tetapi ketika wajah mereka sudah lebih dekat, tiba-tiba dia mendengar suara Reyhan yang sedang mendengkur halus.
Suaranya terdengar tidak tenang, bahkan terdengar sedikit beban di suara itu.
Senyuman diwajah Kenzie perlahan memudar.
Kenzie tahu Reyhan hanya mendengkur di saat dirinya benar-benar kelelahan.
__ADS_1
Bekerja lembur semalaman, lalu langsung mengambil penerbangan paling pagi, dia pasti sangat kelelahan bukan?
Kenzie menatap wajah Reyhan dengan tidak tega. Matanya tertutup rapat, alis matanya tebal, di dalam tidurnya Reyhan bahkan mengeluarkan suara erangan kecil, terlihat kecemasan di dalam wajahnya.
Apa yang terjadi perusahaan di kota H sampai bisa membuat dia begitu kelelahan dan menganggunya hingga seperti ini? Apakah ayah Tania sudah mulai bertindak?
Perasaan Kenzie kacau balau, dia sudah tak tertarik lagi untuk menonton film itu. Dengan perlahan Kenzie menarik kepala Reyhan untuk bersandar diatas bahunya, membuat Reyhan merasa nyaman, sedangkan Kenzie sendiri…dipenuhi oleh kabut gelap.
Ketika sedang berpikir, tiba-tiba terdengar suara nafas dan ******* dari layar.
Kenzie melihatnya sekilas, ternyata pemain di dalam film itu sedang melakukan adegan ranjang. Pemeran utama pria dan wanitanya yang awalnya adalah musuh, berubah menjadi sepasang kekasih.
Gambaran itu sangat indah, sebagian besar terfokus pada bagian punggung wanita yang telanjang, garis pinggang dan pinggulnya begitu indah, membuat Kenzie tidak bisa mengalihkan perhatiannya.
Pada saat Kenzie sedang menghayati filmnya, terdengar suara tawa di sebelah telinganya.
Kenzie merasa terkejut, menolehkan kepalanya dan melihat Reyhan sudah terbangun dari tidurnya, sedang bersandar di bahu Kenzie dan menertawakannya.
“Apa yang kamu tertawakan?” Kenzie mendorong Reyhan menjauh. Kepala reyhan sangat berat, membuat bahu Kenzie terasa sakit.
Reyhan meregangkan pinggangya, “Kenzie kamu benar-benar mesum! Lihatlah air liurmu sudah mengalir kemana-mana!”
Wajah Kenzie memerah, dengan cepat menyangkal, “Jangan bicara sembarangan ! Aku sama sekali tidak merasakan apapun.”
Reyhan menarik Kenzie masuk kedalam pelukannya, “Tidak merasakan apapun? Kemarilah, aku akan membuatmu merasakan sesuatu!”
Belum sempat Kenzie menjawab, bibir Reyhan sudah berada diatas bibirnya…
__ADS_1