
Ponsel yang berada di ruang tamu berbunyi. Ada panggilan masuk.
Kenzie sekuat tenaga berontak, berusaha lepas dari Reyhan. “Ponselku berbunyi. Ini akhir pekan dan masih pagi, mungkin Nindi yang menelepon. Aku jawab sebentar.”
Reyhan merangkul pinggangnya, tidak membiarkan dia pergi, menciumnya dalam.
“Kenzie, bisa fokus tidak? Setelah selesai, kamu bisa meneleponnya kembali kan?”
Kenzie mendengar suaranya yang marah , ia hanya bisa berkata dengan nada lembut, “Reyhan, jangan seperti ini, aku hanya takut ada sesuatu yang penting yang ingin Nindi katakan.”
Mendengar kata “Reyhan” dengan nada yang manja, ditambah wajahnya yang memelas, Reyhan langsung menyerah, lalu berinsiatif untuk menggendong Kenzie ke pintu masuk, di samping pintu masuk ada tas yang ditaruh di atas rak, didalamnya ada ponsel.
Kenzie mengambil ponselnya dan terdiam sejenak, telepon dari Gunadi.
Gunadi menelpon dia sepagi ini, apakah muncul masalah pada proyek perencanaan mereka?
Kenzie langsung menunjuk jari telunjuk ke arah Reyhan, memintanya untuk tidak bersuara, lalu mengangkat telepon.
Untungnya, Reyhan bisa diajak kerja sama, dia menurunkan Kenzie di samping rak, gerakanya sangat lembut.
Kenzie dengan tenang mengangkat telepon. “Halo, Direktur Gunadi…”
Mendengar nama Direktur Gunadi, wajah Reyhan langsung berubah, dan gerakannya mulai bertenaga.
Kenzie melototinya, dia tidak tertahan dengan gerakan liarnya dan hampir mencapai puncaknya lagi, dia berusaha menstabilkan pikirannya, sedikit menyesal sudah mengangkat telepon.
__ADS_1
“Pagi, Kenzie!” Suara Gunadi terdengar sangat senang.
Kenzie mengigit bibirnya, berusaha menahan gairah di tubuhnya, suaranya sedikit bergetar. “Pagi…”
Gunadi bisa merasakan suaranya sedikit aneh, dengan prihatin bertanya, “Kenzie, kamu kenapa, kedengarannya kamu tidak enak badan?”
“Iya… aku…” Kenzie baru berbicara setengah, tidak dapat berkata-kata lagi. Reyhan mulai menyiksanya lagi.
Ketika permainan keduanya semakin panas, Gunadi dengan cepat memotong dan berkata, “Kenzie, apa siang hari kamu sibuk? Apa boleh menemaniku makan siang? Aku ingat kamu mengatakan bahwa hari ini kamu tidak ada kegiatan.”
Reyhan yang berasa di samping, mendengar kata-kata Gunadi dengan sangat jelas. Matanya langsung penuh dengan amarah.
Rak disampingnya mengeluarkan suara karena permainan mereka berdua, Kenzie menggigit bibirnya sambil memegang ponsel, ia tidak berani mengeluarkan suara, dia sendiri sadar, jika dia bersuara, pasti suara yang keluar adalah suara yang tidak senonoh.
“Kenzie, apa kamu mendengarku? Suara apa itu? Di tempatmu ada suara aneh.” Gunadi mulai merasa binggung.
Dengan cepat Kenzie menutup telepon, kepalanya pusing.
Reyhan dengan keras menahannya ke dinding, suaranya penuh dengan amarah. “Kenzie! Berani-beraninya kamu berhubungan dengan Gunadi dibelakangku! kamu berbohong!”
Dia sangat marah, wanita tidak berperasaan ini, ternyata melupakan janji mereka hari ini, masih berani mengatakan “Tidak ada kegiatan.” pada laki-laki lain.
Sangat jelas Gunadi sedang mengejar dia, dengan dia berbicara seperti itu, bukankah berarti dia mendukung Gunadi?
Reyhan dinas keluar kota tiga hari, setiap hari lembur, malam hari hanya tidur 3 jam, secepat mungkin menyelesaikan pekerjaannya, ia bahkan sampai lupa makan.
__ADS_1
Dan ini adalah balasan untuknya?
Dia mempermainkan dua pria sekaligus!
Di luar negeri selama 5 tahun, dia ternyata sudah bisa melakukan hal seperti ini!
Di luar negeri selama 5 tahun, sudah berapa pria yang bersamanya?!
Semakin memikirkannya Reyhan semakin marah, dia ia pun menyiksanya semakin kuat.
Kenzie berusaha melepaskan diri, tapi Reyhan menekannya sangat kuat, dia sama sekali tidak bisa pergi!
Kenzie menangis dan berteriak, “Reyhan! kamu gila! kamu monster!”
Dia salah, ia tadi mengira bahwa Reyhan benar-benar menyukainya.
Pikiran itu benar-benar salah!
Bagaimana dia bisa melupakan bahwa sikap Reyhan yang selalu kasAr pada manita?
Wanita yang diinginkannya, adalah wanita yang seperti sebuah peliharaan, setia padanya, menggoyangkan ekor untuknya.
Reyhan menggigit bibir Kenzie lalu berkata, “Kenzie! Aku tidak mau kamu berkencan dengan pria lain! Kamu dengar baik-baik! Aku tidak mengizinkan kamu berkencan dengan pria lain!”
Bahagia dan juga tersiksa, seperti es dan api bercampur jadi satu, Kenzie hampir pingsan dibuatnya. Akal sehatnya pelan-pelan menghilang, semua fokusnya diambil oleh tubuhnya.
__ADS_1
Dia merintih dan mendesah, kukunya menancap di pinggung Reyhan yang kuat.