CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 187 Membuatmu Bangkrut


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kenzie sampai menabrak tembok karena kaget ketika melihat sumber suaranya.


Hampir saja ia menjerit!


Hello! Im an artic!


Dibelakang kursi, ada seekor ular hitam besar yang mendesis, tubuh bagian atasnya berdiri, dan merayap mendekatinya!


Kepalanya berbentuk segitiga, terlihat sangat ganas, lehernya mengembang dan menonjol.


Kobra!


Itu ternyata adalah seekor Kobra!


Hello! Im an artic!


Kenzie tidak berani bergerak karena takut pergerakkannya akan menyebabkan kobra menjadi semakin ganas!


Untungnya, Kenzie berada di dekat dengan pintu keluar, Kenzie perlahan mendekati pintu keluar.


Bagus, ular itu tidak mengikuti, tetapi tubuh bagian atasnya tetap menjulang ke atas, dan menatap Kenzie dengan mata yang dingin.


Bagus, bagus sekali.


Kenzie menahan napas sambil perlahan-lahan mencapai pintu itu.


Begitu tangannnya menyentuh gagang pintu, ia menggunakan semua tenaganya untuk membuka pintu itu.


Tapi pintu itu tidak terbuka dan tidak ada orang yang lewat dekat situ! Pintu itu dikunci dari luar, jadi pintu itu tidak bisa membuka pintu sama sekali!Kenzie berusaha sekuat tenaga hingga putus asa!


Keringat dingin mulai mengalir di pipi dan dahinya, lalu turun ke dari leher ke dada, membuat kulitnya terasa lengket.


Gerakan Kenzie benar-benar membuat kobra marah, yang akhirnya mempercepat gerakannya, dan pola yang menonjol di lehernya menjadi lebih jelas, dan pergelangan kaki Kenzie lemas.


“AH!” Kenzie berteriak, ini adalah ular besar, panjangnya lebih dari satu meter.


Pada saat ini, ular itu sudah berada di kaki Kenzie, tubuhnya yang dingin dan licin merayap di betisnya. Taringnya menggigit kulit halus Kenzie d bagiani pergelangan kaki dan memberinya rasa sakit yang uar biasa.


Tiba-tiba, seseorang berbicara di luar pintu, dan kemudian, suara pintu dibuka.


Ia terselamatkan! Tingkat ketakutan Kenzie sudah mencapai puncak.

__ADS_1


Tiba-tiba saja otak Kenzie yang tegang berubah menjadi santai, seluruh tubuhnya lemas dan Kenzie pingsan.


Reyhan membuka pintu bersama seorang pria, dan melihat ular Kobra itu didekat Kenzie.


Mereka semua tercengang.


Reyhan langsung melihat kearah Kenzie.


Kenzie berbaring dengan di tanah, matanya tertutup, tidak ada darah yang mengalir, tapi wajah Kenzie pucat.


Dengan hati cemas, Reyhan langsung bergegas menuju pintu.


“Tuan! Itu ular beracun! Kami akan memberitahu penjaga keamanan!” Staf hotel berusaha menahan Reyhan agar tidak masuk ke dalam.


“Minggir!” Reyhan memaksa masuk, ia mendorong staf itu menjauh, meraih kembang api untuk acara pernikahan dan berusaha meledakkannya di dekat pintu agar ular itu menjauh dari Kenzie.Kobra itu merayap bergegas kearah Reyhan, dan semua orang yang melihat ketakutan dan balas berteriak.


Reyhan melambai-lambaikan kembang api tersebut dengan seluruh tenaga yang dimilikinya.


Kobra itu tampaknya takut dengan hal yang dilakukan oleh Reyhan. Setelah beberapa kali menghindar, Reyhan berhasil memukul kepala konra itu, darah ular itu mengucur ke tanah.


Ya Tuhan! Para penonton yang berkerumun di luar pintu ketakutan sebelum akhirnya mereka bereaksi, bersiap untuk mengangkat Kenzie untuk dibawa ke ambulans.


“Lepaskan!” Reyhan berkata sambil melemparkan kembang api tersebut, asap dan darah yang ada di ruangan itu, membuat banyak orang tidak berani untuk mengangkat Kenzie.


Seseorang telah memanggil ambulance, petugas medis di hotel juga sudah mengikat luka Kenzie untuk mencegah penyebaran racun.


Nindi dan Ethan juga mendengar tentang berita itu, mereka langsung berlari menemui Reyhan, para tamu undanganpun di abaikan begitu saja di aula.


Dan akhirnya Tania juga datang.


“Reyhan, Bagaimana keadaan Kenzie?” Nindi sangat cemas sampai air matanya keluar.


Reyhan menatap wajah Kenzie dan berbalik kearah Nindi dan Ethan, “Seharusnya tidak ada masalah. Aku akan membawanya kerumah sakit sebentar lagi. Nindi lanjutkan pesta pernikahanmu. Jangan menunda waktu lagi.”


Ibu Ethan yang tadi juga mengikuti mereka dan mengangguk-angguk mendengar kata-kata Reyhan, mendorong Nindi dan Ethan untuk kembali, “Yang Reyhan katakan benar, ada Reyhan yang menemani pendamping wanita ini disini, ia pasti akan baik-baik saja, kalian berdua kembalilah ke aula, semua orang menunggu!”


Tania memegang tangan Nindi, “Nindi, aku juga akan tinggal untuk menjaga Kenzie, cincin dan bunganya sudah aku berikan pada Jessica.”


Nindi memandangi Kenzie dengan cemas, dan menatap wajah ibu Ethan yang terlihat tidak senang, ia berpikir, ada Reyhan dan Tania yang menjaganya, Kenzie pasti baik-baik saja, jadi Nindi memutuskan untuk kembali.


Reyhan berjalan cepat smabil menggendong Kenzie, dan diikuti Tania dibelakangnya.


“Ya Tuhan, bisakah kamu berjalan lebih pelan sedikit, aku tidak bisa menyusul!” Teriak Tania.

__ADS_1


“Semakin pelan Reyhan berjalan, racunnya akan semakin cepat menyebar!” Tania berkata dalam hatinya.


Reyhan dengan cepat berbalik menatap Tania dengan dingin, suaranya serak, sengit dan seperti orang yang haus darah.


“Tania! Apakah kamu tidak lelah terus berpura-pura?”


Reyhan berkata dengan suara jijik dan dengan kebencian yang sangat jelas.


Apa? Tania berhenti sambil menatap Reyhan dengan tidak percaya.


“Ya Tuhan, apa yang kamu bicarakan?”


“Kamu tahu jelas apa maksudku, Tania! Jangan mainkan trik seperti ini padaku! Aku ingatkan padamu, jika sesuatu terjadi pada Kenzie hari ini, aku akan menguburmu hidup-hidup!”


Reyhan menekankan setiap katanya sambil melotot ke arah Tania.


“Ya Tuhan, Apa kamu salah paham? Kenzie digigit ular, apa hubungannya ini denganku? Dimana aku bisa mendapatkan ular berbisa? Selain itu, bukan aku yang mengunci pintu itu, kamu malah menyalahkan semua ini padaku. Benar-benar tidak adil!”


Tania masih berdebat.


“Plak!” Reyhan dengan cepat menampar wajah Tania saat itu juga!


“Aku menggantikan Kenzie untuk memberikan tamparan ini! Kamu berkali-kali mencoba untuk menyakitinya, ini adalah balasan untuk semua yang kamu lakukan!” Kata Reyhan dengan dingin.


Tania menutupi bekas tamparan Reyhan dengan tangannya, Tania terkejut karena Reyhan berani menamparnya.


Mata Tania penuh dengan keputusasaan, “Reyhan, kamu berani memukulku? Demi Kenzie, kamu berani memukulku?”


Suaranya setajam potongan besi yang menembus kaca, menusuk telinga.


Reyhan sudah terlalu malas untuk membalas kata-kata Tania, ia berbalik, menggendong Kenzie erat dan melangkah maju.


“Reyhan, berhenti kamu! Dasar tidak tahu terima kasih! Tanah Hongkou… Jika bukan karena ayahku, dapatkah kamu membeli dengan mudah dan murah? 220.000.000 yuan! Kamu mendapatkan banyak keuntungan sebanyak itu karenaku! Hari ini, karena wanita itu, kamu bisa-bisanya memukulku! Aku ingatkan, jika kamu tidak meminta maaf sekarang, aku akan membuatmu tidak bisa lagi melanjutkan bisnismu di bidang real estate! Aku akan membuatmu bangkrut! Aku akan membuatmu tinggal di bawah kolong jembatan!”


Tania menangis, wajah cantiknya penuh dengan kebencian.


Reyhan kembali berbalik, matanya seperti sepasang kalajengking tajam menatap Tania, “Baiklah, kita lihat saja.”


Setelah itu, Reyhan tanpa ragu melangkah maju sambil menggendong Kenzie.


Kenzie harus baik-baik saja…Reyhan benar-benar takut, saat itu, saat ia mengantar Kenzie yang pingsan karena keracunan gas, ia sudah takut setengah mati, saat ini pun ia ketakutan setengah mati, Kenzie-nya harus baik0baik


Real estate, Tania, kekayaan, jabatan, kekuatan semuanya tidak penting dibanding Kenzie!

__ADS_1


__ADS_2