
Hello! Im an artic!
Saat subuh, Kenzie tiba-tiba terbangun, dan menyadari dirinya sudah tertidur diatas ranjang, Reyhan sedang tertidur di sampingnya, tangannya memeluk erat pinggangnya.
Kenzie menepuk-nepuk kepalanya, kemarin malam dia merasa sangat lelah, dia sebenarnya hanya berbaring sebentar di atas sofa, tapi akhirnya dia ketiduran hingga sekarang.
Hello! Im an artic!
Kenzie membelokkan kepalanya kesamping, melihat kearah Ken, Ken sedang tidur sangat nyenyak, perban putih panjang menutupi matanya, hatinya benar-benar sakit saat melihat Ken seperti ini
Kenzie menatap Ken sambil terdiam, air matanya lagi-lagi mengalir.
Apakah Ken benar-benar anaknya? Setelah merasakan rasa sakit ribuan kali, rasa kecewa, dan ternyata, anaknya sama sekali tidak pernah pergi meninggalkannya, dan diam-diam tubuh menjadi malaikat kecil yang tampan?
Reyhan juga sudah terbangun dari tidurnya, melihat Kenzie yang menangis, ia mencium kedua mata Kenzie, “Apa lagi yang kamu tangisi? Bukankah kemarin dokter sudah memberitahu bahwa Ken sudah baik-baik saja.”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Kenzie mengangguk-anggukan kepalanya, menatap ragu Reyhan dan bertanya, “Kapan hasil DNA akan keluar? Apakah Ken benar-benar anakku?”
“Lusa sudah akan keluar.” Reyhan dengan teliti melihat kearah mata Kenzie, dan kembali lagi melihat kearah Ken, benar-benar terlihat sangat mirip.
Tidak usah sampai menunggu hasil hingga keluar, dia sudah sangat yakin bahwa Kenzie adalah ibu kandung dari Ken.
Pada saat dua orang tersebut sedang berbincang, Ken terbangun. Kaki kecilnya bergerak-gerak, berusaha membuka matanya, tetapi ia tetap tidak bisa melihat jelas pemandangan sekitar. Ia terdiam beberapa saat, lalu tiba-tiba mengeluarkan suara jeritan.
Kenzie dan Reyhan segera menghampirinya, “Ken, sayangku, kamu kenapa?”
Anak polos itu menangis dengan kencang, hati Kenzie seakan sedang ditusuk oleh benda tajam. Anak yang polos ini masih tidak tahu bahwa untuk sementara dia tidak akan bisa melihat, ia mengira jika ia tidak bisa melihat karena lampu di ruangan itu dimatikan.
Melihat Ken yang sangat ketakutan, Reyhan menatap Kenzie, meminta bantuannya.
__ADS_1
Kenzie memeluk Ken, dengan ringan menepuk-nepuk punggungnya, dan memberikan penjelasan, “Ken, anak baik, ini kita tidak menyalakan lampu, tetapi karena matamu untuk sementara tidak bisa melihat, tunggu beberapa hari lagi, mataku akan kembali seperti seperti semula, kamu akan bisa melihat lagi seperti biasa.”
Reyhan tidak menyangka bahwa Kenzie akan langsung memberi tahukan kebenarannya. Dia menjelaskan dengan suara lembut, benar-benar seakan mengangangap bahwa Ken sudah tumbuh dewasa.
Mendengar suara Kenzie, Ken seperti mendapat rasa nyaman yang begitu besar, seketika ia menjadi lebih tenang. Ia dengan erat memegang gaun Kenzie, dan membuat dirinya masuk lebih dalam kedalam pelukan Kenzie, “Tante Kenzie, karena aku sekarang tidak bisa melihat, apakah tante akan terus menemani aku?”
“Iya, tante akan terus menemanimu, aku akan membacakan buku untukmu, bernyanyi untukmu, membuat makanan enak untukmu. Bagaimana?” Kenzie dengan lembut membelai kepala Ken, hatinya seakan dipenuhi dengan gula yang manis.
Kepala Ken berbelok, menunjukkan senyum khas seorang anak kecil, “Jika Tante Kenzie bisa terus menemaniku, aku rela tidak bisa melihat selamanya…”
“Tidak boleh berbicara seperti itu! Ken akan bisa melihat lagi dalam waktu singkat!” Kenzie dengan cepat memutuskan ucapan Ken yang tidak baik itu, karena takut Ken merasa lapar, ia dengan cepat menyuruh Reyhan memesan makanan.
Sarapan pagi yang disajikan sangat sederhana, satu mangkuk bubur, satu buah telur rebus, beberapa sayur dan buah-buahan. Nutrisinya yang sangat terjaga. Kenzie membantu Ken untuk mengambil meja makannya, menyusun sarapannya, dan mulai membantu Ken mengupas kulit telurnya.
Reyhan juga mengambil sendok, dengan sangat berhati-hati menyuapkan bubur untuk Ken, Ken yang duduk diantara mereka penuh dengan canda tawa, terlihat sangatlah bahagia dan bersemangat. Suasana nya terlihat sangatlah hangat, Kenzie akhirnya bisa merasakan bagaimana rasa hangatnya memiliki sebuah keluarga yang utuh.
__ADS_1
Sangat disayangkan, kebahagiaan itu tidak bisa berlangsung lama, dan dengan cepat dirusak oleh orang yang tak diundang. Tania mengetuk pintu dan masuk.
Dia menggunakan gaun berwarna hijau gelap, produk keluaran terbaru dari Dior, membubuhkan riasan yang tipis, tapi ia terlihat sangat anggun, bermatabat dan lemah lembut.