
Reyhan hampir gila dibuat wanita ini! Dia benar-benar ingin menghukum wanita ini!
Kenzie menatapnya dengan dingin, dan bibirnya mengeluarkan senyuman sinis.
Lucu, dia benar-benar percaya dengan ucapan laki-laki ini, ia mengira Reyhan benar-benar mencintainya, mengira Reyhan benar-benar mau meninggalkan Tania dan menikahinya.
Melihat senyuman licik dari Kenzie, amarah Reyhan semakin naik,ia memegang dagu Kenzie dan menatap tajam kepadanya, “Kenzie, kamu menertawaiku?”
“Iya.” kata Kenzie dengan cepat.
Reyhan tiba-tiba terhenti.
Saat itu, dia meyadari, bahwa selama ini, dirinya tidak pernah mengerti Kenzie.
Keras kepalanya, kenakalannya, kekanak kanakkannya, kemandiriannya dan kecerdasannya, hanya tampilan semata, dia sama sekali tidak mengerti Kenzie yang sebenarnya.
Dan Kenzie tidak pernah benar benar mencintainya…
Reyhan pun lelah, ia selalu mengejar, selalu mencari, selalu mencoba,sampai sejauh ini.
__ADS_1
Suhu ac di kamar tidak terlalu rendah, tapi Reyhan merasa dingin sampai ketulang tulangnya, seperti sedang musim dingin.
Ia berdiri disana sambil mengancingkannya bajunya, tanpa sepatah katapun.
Reyhan dengan suara kecil dan halus berkata, “Kenzie, mulai sekarang, kamu tidak perlu lagi membohongiku, tidak perlu lagi bersembunyi dariku dan tidak perlu lagi mengejekku. Hubungan kita sampai disini saja. Siapapun yang kamu sukai, siapapun yang kamu benci, semuanya bukan urusanku lagi.”
Di dalam kamar , suaranya terdengar sedikit lelah dan sakit.
Tubuhnya yang tinggi, meninggalkan ruangan itu dengan langkah gontai.
Kenzie bangun dari kasurnya, mengambil handuknya, membungkus tubuhnya seperti bayi kecil, dan menutup wajahnya dengan handuk, dia pun menangis kencang.
Tapi kenapa…Kenapa hatinya begitu hancur…
Bab selanjutnya Bab 175 Rasa Suka Yang Kosong
Kehidupannya akhirnya kembali tenang, tenang seperti laut mati.
Nindi yang mengetahui Kenzie dan Reyhan sudah benar-benar putus, berkata, “Kenzie! Ini sangat bagus, sifat kalian berdua terlalu keras, kalau kalian bersama, pasti akan bertengkar terus, lebih baik seperti ini. Mau tidak besok aku atur pertemuan dengan Mario?”
__ADS_1
Kenzie sedang berbaring lelah di atas sofa, memandang kosong ke luar jendela, “Tidak perlu. Aku sekarang sudah tidak tertarik lagi pada laki-laki.”
Nindi berteriak dengan kencang, “Tidak mungkin! Kamu ingin menjadi lesbian ya? Aku beritahu, jangan sampai menyukaiku! Kalau tidak kamu akan sengsara! Aku hanya menyukai laki-laki!”
Kenzie tersenyum dan menatapnya sebentar, “Tenang, bahkan jika kamu telanjang di depan mataku, aku juga tidak akan tertarik padamu.”
“Waaaaa! Kamu ini mesum sekali! Otakmu penuh dengan pikiran kotor! Pasti pengaruh dari Reyhan kan!” Nindi mengoceh dengan ekspresi kagetnya.
Reyhan… Kenzie terdiam sejenak dan mengganti topik lain, “Minggu depan kamu sudah mau nikah, apa semuanya sudah siap?”
Nindi mengangguk, “Semuanya sudah siap. Yang aku khawatirkan pengapit pria dan wanitanya tiba-tiba kabur.”
Nindi memiliki empat orang pengapit pengantin wanita, Kenzie dan Tania adalah salah satunya.
Reyhan adalah salah satu pendamping Ethan.
Kenzie menundukkan wajahnya ke sofa dan tidak bersuara.
Nindi cemas dan berkata, “Hei! Kamu benar-benar tidak akan meninggalkanku kan? Kamu dan Reyhan benar-benar mirip, sekali marah langsung mencampakkan orang lain begitu saja!”
__ADS_1