
.
Hello! Im an artic!
Keberadaan anaknya? Seluruh tubuh Kenzie pun bergetar, dia menutup mulutnya dengan tangan, suaranya pun berubah, “Keberadaan anakku? Reyhan, apa maksudmu? Anakku masih hidup?”
Mendengar suara Kenzie yang panik itu, hati Reyhan sakit. Kebenaran hampir saja keluar dari mulutnya, tapi ia berhasil menekannya kembali.
Hello! Im an artic!
“Benar, dia masih hidup. Kalau kamu datang ke acara pertunanganku, aku akan memberitahumu tentang keberadaannya.”
Anaknya masih hidup! Kenzie pun kaget sampai tidak bisa bernafas, dia pun berteriak dengan keras, “Dia dimana? Reyhan, cepat beri tahu dia ada dimana?”
“Dia baik-baik saja. Ia sangat bahagia, dan juga sangat imut. Kalau kamu bertemu dengannya, kamu juga akan tahu.” Reyhan pun berjanji, “asal kamu datang ke acara pertunanganku, aku pasti akan memberitahumu semua tentang dia.”
__ADS_1
Kenzie memegang ponselnya dengan erat, ia pun menjadi sangat bersemangat karena perkataan Reyhan. Anaknya masih hidup! Ternyata, Tuhan tidak sekejam itu padanya!
Hello! Im an artic!
Air mata bahagianya pun memburamkan pandangannya. Kenzie menganggukkan kepalanya, “Reyhan, aku berjanji, aku pasti akan datang ke acara pertunanganmu.”
Reyhan tidak pernah berbohong, jika Reyhan mengatakan anaknya masih hidup, anaknya pasti masih hidup.
Kenzie sudah memutuskan teleponnya, tapi Reyhan masih memegangi ponselnya, berbicara sendiri, “Kenzie, aku akan memberimu sebuah kejutan. Tunggulah beberapa hari ini! Aku janji, mulai hari itu, setiap harinya kamu akan menjadi orang yang paling bahagia di bumi ini!
Setiap harinya, ia berkeliling ke mal di sekitar rumahnya, membeli rok anak, topi anak, boneka, buku anak-anak dan berbagai jenis mainan. Dia berhutang kasih sayang ibu selama 5 tahun kepada anaknya, yang bagaimanapun tak bisa terbayarkan.
Barang-barang anak-anak berwarna pink pun memenuhi kamar tidurnya, setiap malam sebelum tidur, Kenzie melihat barang-barang ini, hatinya pun bahagia. Membayangkan anaknya yang cantik dan manis, hatinya yang sedang menunggu itu semakin tidak sabar.
Nindi datang ke rumah Kenzie dengan perutnya yang sudah membesar, dia pun saat melihat kamarnya yang penuh dengan barang anak-anak, “Kenzie, aku tahu kamu merasa berhutang banyak pada anakmu, tapi ini terlalu banyak! Kamu sekarang bahkan tidak tahu bagaimana bentuk tubuhnya dan apa hobinya, bagaimana jika dia tidak menyukai semua ini?”
__ADS_1
Kenzie menggunakan jarinya menyisir rambut pirang boneka barbie, senyumannya itu penuh dengan harapan, “Kalau dia tidak suka, aku akan membeli barang lain yang ia sukai.”
Nindi mencubit wajah Kenzie, “Rasa keibuanmu memang lebih kuat dariku! Janinku sudah mau 5 bulan, tapi sampai sekarang, aku masih belum membeli apa-apa!”
Kenzie menatap dia, “Sudah sudah, jangan pamer padaku, mungkin saja Ethan sudah menyiapkan semuanya. Mertuamu juga memanjakanmu bak seorang ratu, seharusnya aku memanggilmu dengansebuta ‘ratu’!”
Nindi sama sekali tidak tersinggung dengan ucapan Kenzie, ia merangkul Kenzie dan berkata, “Mau bagaimana lagi? Takdirku memang seperti ini!”
Kenzie tertawa menatap teman baiknya itu, lalu bicara dengan tulus, “Nindi, hargailah semua kebahagiaanmu dengan baik.”
Nindi menganggukkan kepalanya, “Ya. Kenzie, aku rasa kisahmu dan Reyhan juga tidak mungkin berakhir seperti ini, Kenzie, kamu pasti juga akan bahagia.”
Mata Kenzie menjadi gelap, “Aku sudah tidak memikirkan tentang Reyhan. Sekarang aku hanya memikirkan tentang anakku, aku akan membesarkannya, membuatnya bahagia.”
Nindi memeluknya, “Kenzie, tenang saja, semuanya pasti akan membaik. Orang yang baik pasti akan mendapat balasan yang baik.”
__ADS_1
Kenzie tertawa, “Ya. Besok pasti akan lebih baik dari hari ini. Mulai besok dan setiap harinya, pasti akan lebih baik dari sekarang.”