CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 125 Menginginkan Lebih Banyak Lagi


__ADS_3

Ke rumahnya untuk mengambil barang? Mendengar omongan Kenzie, dada Reyhan sesak.


Apa Kenzie benar-benar tidak sabar untuk memutuskan hubungan antara mereka berdua? Kemarahan Reyhan bisa terlihat dari matanya, wajahnya pun berubah menjadi dingin, ia diam dan tidak bicara apa-apa.


Kenzie melirik Reyhan dengan hati-hati, melihat ekspresi wajahnya, Kenzie pun semakin takut.


Sebenarnya dia juga tidak mau ke rumah Reyhan lagi, dengan keadaan seperti sekarang, dia akan merasa canggung saat menghadapi Reyhan. Tapi itu barang-barang dari ayahnya, tidak peduli bagaimanapun, dia harus mengambilnya.


“Hmm.. Kalau kamu tidak berkenan…” Kenzie belum selesai bicara, Reyhan sudah jawab dengan dingin, “ambil saja besok malam.” suaranya keras.


“Oke, terima kasih.” balas Kenzie dengan pelan. Matanya cepat-cepat melihat ke luar jendela, tidak berani menatap Reyhan lagi.


Reyhan tambah marah, apa dirinya itu hantu? Kenapa Kenzie melihatnya penuh rasa takut, seakan-akan dia itu hantu?


Tapi Kenzie bisa tertawa saat bicara dengan Ethan.


Untuk melampiaskan marahnya, Reyhan langsung menancapkan gas mobilnya dalam-dalam! Mobilnya yang tadinya stabil tiba-tiba langsung mengebut, tiga orang lainnya pun kaget.


Nindi baru mau menanyakan tentang benefit dari kantor Ethan, karena ulah Reyhan ini, dia pun langsung terjatuh ke pelukan Ethan.


Ethan pun langsung mencium wangi Nindi dalam-dalam, wangi Nindi sangat spesial, dia sangat menyukainya.


Ethan bertanya, “Nindi, kamu tidak apa-apa kan?”


“Ya, tidak apa-apa…” Nindi yang berada di pelukan Ethan menjawab. Tubuh mereka berdua bersentuhan, Nindi pun merasakan otot Ethan yang keras. Wajahnya pun memerah.


Reyhan melirik kaca spion belakang dan melihat Nindi dan Ethan sedang bermesraan di kursi belakang, lalu ia menatap Kenzie.


Kenzie juga terlihat kaget.Tubuhnnya pun miring ke arah Reyhan, tapi dia memegang pegangan di pintu mobil erat-erat, jari-jarinyanya pun berubah menjadi putih, dan ia tidak mau mendekat ke arah Reyhan.


Seperti takut bersentuhan dengan Reyhan.


Reyhan pun mendengus dingin, ia lalu langsung membanting setir, mobilnya pun langsung berbelok tajam ke kiri.


Kenzie pun tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya, dalam sekejap tubuhnyanya terjatuh ke arah tubuh Reyhan.


Karena tidak mau bersentuhan dengan Reyhan, Kenzie pun berusaha memiringkan tubuhnyannya, tapi hidungnya malah membentur bahu Reyhan!


“Ahh…sakit sekali!” Kenzie memegang hidungnya.


“Reyhan kamu apa-apaan?!” teriak Ethan kepada Reyhan, tapi hatinya merasa senang, diam-diam berterima kasih ke Reyhan, karena membuat Nindi jatuh ke pelukannya.


Mendengar Kenzie kesakitan, Reyhan pun bingung, lalu dia injak rem dan mobilnya berhenti.


“Sini, biar aku lihat!” Reyhan menarik wajah Kenzie dengan kasar, dia menyalakan lampu mobil untuk melihat wajah Kenzie.


“Tidak apa-apa, hanya terbentur saja…” ucap Kenzie pelan-pelan, hendak mendorong tangan Reyhan, takut Reyhan malah berbuat yang aneh-aneh.

__ADS_1


Hidung Kenzie memerah, tapi tidak terlihat serius. Reyhan menatap Kenzie, “Dasar wanita bodoh!”


Wanita bodoh, tidak bisakah kamu jatuh saja ke pelukanku? Malah lebih memilih membenturkan hidungmu sendiri daripada ke pelukan aku?


Mata Reyhan yang tajam menatap mata Kenzie, seperti ingin melihat sampai ke hatinya.


Detak jantung Kenzie bertambah cepat, ia sulit bernapas. Dia ingin mengalihkan tatapan matanya, tapi tidak tahu kenapa, pandangannya seperti terpaku dengan Reyhan, mau tidak mau mereka saling berpandangan.


Mata Kenzie terus bergerak, kebingungan dalam matanya terlihat jelas. Kenzie tidak menyadari ekspresinya yang kebingungan itu sangat menarik bagi Reyhan.


Reyhan tiba-tiba ingin mencium Kenzie.


Tangannya memegang pinggang Kenzie, manariknya semakin dekat, hidung mereka hampir bersentuhan, hawa panas dari nafas Reyhan pun terasa di wajah Kenzie.


Nindi yang duduk di belakang pun melihat keadaan di depan dengan penuh ketertarikan. Wah…Reyhan dan Kenzie terlihat sangat romantis!


Dia sangat mendukung hubungan Kenzie dan Reyhan!


“Presdir Reyhan! Cium Kenzie! Cium Kenzie! Jangan ragu!” ucap Nindi dengan senangnya.


Kenzie yang seperti masuk ke alam mimpi, akhirnya sadar karena suara Nindi. Setelah sadar, dia baru menyadari kalau dia dan Reyhan saling pandang dengan posisi seperti itu.


Kenzie dengan cepat mendorong Reyhan. Wajahnya pun memerah seperti tomat! Jantungnya juga berdebar kencang!


Wajahnya memerah karena niatnya terbongkar oleh Nindi, ia langsung menatap Nindi tajam melalui kaca spion.


“Kenzie, aku rasa Presdir Reyhan benar-benar mencintaimu! Kamu terima saja perasaannya, jadi kekasihnya!” sesampainya di rumah Nindi langsung berbicara hal-hal yang baik tentang Reyhan.


Kenzie malah masih termenung, ekspresinya pun seperti seseorang yang sedang memikirkan sesuatu dalam-dalam.


Hari ini dirinya memang sedikit aneh, kenapa saat melihat matanya Reyhan, hatinya merasa sakit? Kenapa dia merasa aneh melihat Reyhan yang bersikap baik dan lembut.


Dan di dalam pandangan mata Reyhan, seperti ada sihir yang aneh, yang bisa dengan mudahnya menghisap Kenzie…


Dia menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha membuang semua pemikiran yang kacau ini. Lalu bicara dengan datar, “Nindi, tidur sana, aku sedang tidak ingin membicarakan hal ini.”


“Kenzie, aku tidak tahu apa yang sedang kamu hindari, Presdir Reyhan jelas-jelas mencintaimu! Apa kamu tidak menyadarinya?” ucap Nindi dengan nada marah.


“Dia mencintaku, apa berarti aku harus menerimanya?” Kenzie merasa logika Nindi tidak masuk akal.


Sekarang giliran Nindi yang kaget, “Jangan-jangan, kamu tidak mencintainya?”


Reyhan adalah seorang pria yang luar biasa, diluar sifatnya yang memang sedikit keras, dia dalah orang yang sempurna, yang bisa memikat hati semua wanita, apa mungkin Kenzie tidak memiliki sedikit pun perasaan terhadapnya?


“Iya, aku tidak mencintainya. Aku tidak cocok dengannya. Aku tidak menyukai dan tidak bisa menerima sifatnya.” ucap Kenzie dengan lelah.


Makan malam hari ini terasa sangat melelahkan, sepanjang waktu, Kenzie selalu merasa takut, takut Reyhan akan berbuat yang aneh-aneh terhadapnya.

__ADS_1


Tapi ia tidak menyangka Reyhan malah diam seperti itu, ini membuat Kenzie tidak tenang. Reyhan sama sekali tidak banyak bicara, dan Kenzie juga tidak percaya Reyhan bisa melepaskannya semudah itu.


Ia merasa seperti ada pedang yang digantung di atas kepalanya, kapanpun pedang ini bisa saja jatuh ke kepalanya.


Perasaan ini benar-benar membuatnya lelah.


“Tut tut tut…” ponsel Nindi berbunyi.


“Halo, ibu…” Nindi membawa ponselnya ke balkon. Kenzie pun bersandar di sofa, baru hendak menutup mata, tiba-tiba ponselnya berbunyi “ting”, menandakan adanya pesan masuk.


Dia melihat ponselnya, ada satu pesan masuk.


“Turun, aku menunggumu di mobil.” pesan dari Reyhan berisi kalimat pendek ini.


Kenzie tanpa ragu-ragu langsung balas, “Sudah malam, aku sudah mau tidur. Kalau ada apa-apa, besok saja baru dibahas.”


“Tidak mau mengambil kardusmu?”


Lagi-lagi ancaman! Kapan pria ini bisa belajar caranya berbicara dengan baik-baik?


Setelah berpikir sesaat, Kenzie akhirnya memutuskan turun. Lagipula Nindi juga sedang menelepon di balkon, gedung tua ini hanya memiliki 5 lantai, kalau Reyhan macam-macam, dia hanya perlu berteriak, Nindi pasti bisa mendengarnya.


Kenzie turun sambil membawa ponsel, dan melihat bahwa mobil Reyhan ternyata benar-benar terparkir di bawah. Bugatti hitam Reyhan, terlihat mencolok di malam hari.


Kenzie baru saja keluar dari pintu, pintu belakang mobil pun terbuka. Kenzie menarik nafas dalam-dalam, menyemangati dirinya, lalu perlahan ia berjalan ke mobil.


Aneh, kenapa Reyhan duduk di kursi belakang?


Kenzie baru saja menginjakkan kakinya di depan pintu belakang, tiba-tiba Kenzie langsung di tarik ke dalam mobil. Pintu mobil pun tertutup!


“Reyhan kamu…” Kenzie baru saja hendak berteriak, tubuhnya sudah terjatuh di kursi belakang, nafas panas pun berhembus ke wajahnya, tangan yang kuat memegang dagunya, sesaat kemudian Reyhan langsung memasukkan lidahnya ke mulut Kenzie!


Kenzie baru sadar bahwa ia sudah dijebak! Reyhan menciumnya dengan kuat, Kenzie sama sekali tidak bisa meminta bantuan!


Setelah menderita selama beberapa hari, Reyhan akhirnya bisa mencium Kenzie lagi malam ini.


Manis, rasanya manis sekali. Puas, ia merasa puas sekali.


Perasaan Reyhan saat ini seperti seseorang yang sudah hampir mati kehausan di tengah gurun, tiba-tiba menemukan air, mati-matian berlari ke arah air itu, lalu minum air sebanyak-banyaknya, benar-benar bahagia.


Ciuman yang penuh rasa haus ini, membuat hati siapapun tergerak, walau hati orang itu terbuat dari batu.


Kenzie pelan-pelan ditaklukkan, mabuk di dalam ciuman ini.


Menyadari bahwa Kenzie sudah menalah, Reyhan menjadi semakin semangat.


Dia tidak puas hanya dengan satu ciuman, dia ingin lebih…

__ADS_1


__ADS_2