CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 160 Anak Besar Tidak Mengandalkan Ayah Lagi


__ADS_3

Setelah bersiap-siap, Reyhan dan Kenzie membawa Ken pergi berangkat.


Reyhan mengendarai mobil, Kenzie duduk di belakang, menemani Ken yang duduk di kursi khusus anak.


Ken malu, tak peduli bagaimanapun Kenzie menggodanya, dia hanya menggelengkan kepala atau menganggukan kepala.


Tapi perlahan dia mulai membuka dirinya, kedua bola mata yang besar dan gelap terus menatap wajah Kenzie, seolah-olah ingin mengingatnya sampai sedalam-dalamnya.


Anak kecil sangat sensitif, mereka secara alami dapat merasakan apakah orang lain menyukai dirinya atau tidak.


Mobil terus berjalan, Ken-pun sudah masuk ke dalam kisah yang diceritakan Kenzie.


Kenzie berusaha memikirkan cerita apa akan diceritakannya selanjutnya.


Ken mendengarkan dengan senang, dia mengangkat kepalanya, kedua matanya yang besar, berbinar menatap ke Kenzie yang tersenyum.


Reyhan melihat ke belakang melalui kaca spion, melihat mereka bercengkrama, bibirnya terseyum.


“Ken,tante Kenzie sudah menceritakan begitu banyak hal, ia pasti lelah, biarkan tante Kenzie istirahan sebentar.”


Kenzie baru ingin berkata, “Aku tidak lelah.”, tapi Ken sudah menganggukan kepala, menandakan ia mengerti. Dia tersenyum kepada Kenzie dan berkata, “Tante Kenzie, kamu haus tidak, di botolku ada air.”


Kenzie merasa senang, dia menggelengkan kepala. “Aku tidak haus, Ken minum saja!”


Keaddan hening sejenak, Ken tiba-tiba merengek ingin turun, tidak mau duduk di kursi anak.


Reyhan mengkerutkan alisnya, “Mana boleh! Anak kecil harus duduk di kursi anak!”


Ken cemberut, wajahnya yang kecil penuh dengan sedih,”Aku ingin duduk dengan tante Kenzie!”


Air matanya mulai memenuhi matanya, ini membuat Kenzie merasa kasihan, langsung membantunya dan berkata, “Sudah mau sampai ke aquarium, jika kamu ingin turun juga tidak apa-apa.”


Reyhan hanya pasrah dan menghela napas, “Kenzie, Ken nanti menjadi kebiasaan dimanja kamu!”


Ken menjadi kebiasaan dimanja dia? Kenapa kalimat ini membuatnya merasa nyaman? Kenzie tidak dapat menahan tersenyum, ini adalah hal yang membuatnya senang!


Mengurusi Ken, menyayangi Ken, membuat dia senang, membuat dia bahagia, melihat mata anak itu seakan melihat bulan sabit, dua baris gigi putih kecilnya yang tersenyum, benar-benar indah!

__ADS_1


Ken keluar dari tempat duduk anak dan duduk di kursi mobil, awalnya dia duduk dengan baik di samping Kenzie, mereka hanya berjarak sejengkal saja.


Tak lama, dia mulai pelan-pelan bergeser ke samping Kenzie.


Kenzie melihatnya, hatinya merasa sangat senang dan sedih juga.


Ken ingin mendekatinya, tapi takut di tolak oleh Kenzie, jadi hanya berani mencoba sedikit-sedikit.


Dia baru berumur 5 tahun! Anak orang lain, semuanya selalu berada di pelukan orang tuanya, bisa bermanja-manja sesuka hati mereka. Tapi ini anak ini, hanya berani mengungkapkan perasaannya dengan malu-malu sepert ini.


Kenzie menahan air matanya, dia tersenyum menghadap ke Ken dan merantangkan kedua tangannya. “Sayang, apa boleh tante memelukmu?”


Ken kegirangan, tanpa ragu sedikitpun, ia menyambar ke pelukan Kenzie!


Tubuh kecilnya lembut dan wangi, wanginya seperti susu. Ken tidak ingin lepas pelukan Kenzie, tangan kecilnya melingkar erat di leher Kenzie, seketika, Kenzie mengeluarkan air mata.


“Tante, kenapa kamu menangis?” Ken bertanya, sambil menjulurkan tangannya yang berisi untuk menghapus air matanya.


Kenzie menarik napas. “Mata tante kemasukan pasir…”


Di kursi di depan, Reyhan melihat Kenzie dan Ken, dia juga hampir menangis, tapi dalam hatinya penuh dengan rasa puas dan bahagia.


“Tante jangan nangis, Ken bantu tante meniup mata tante…” Ken memajukan bibirnya, dengan hati-hati meniup matanya.


Kenzie tidak dapat menahan lagi, dipeluknya Ken dengan erat, lalu mencium wajahnya berkali-kali . “Sayang, kenapa kamu pintar sekali? Kamu ini malaikat dari mana? Tante benar-benar menyukaimu.”


Ken di cium oleh Kenzie hingga menggeliat, mengeluar suara tawa, “Hihihi.”


Suasana di dalam mobil terasahangat dan indah.


Setelah bermain, Ken duduk dipangkuan Kenzie, tangan kecilnya mengelus rambutnya, “Ini rambut tante…”,mengelus matanya dan berkata, “Ini mata tante…” lali mengelus hidungnya,”Ini hidung tante…” , juga bibirnya. “Ini bibir tante…”


Matanya penuh senyum, dan penuh rasa cinta anak terhadap ibunya.


Kenzie hampir menangis lagi. Anak ini, kenapa selalu bisa membangkitkan rasa lembutnya?


Reyhan memotong. “Ken, tante Kenzie cantik tidak?”

__ADS_1


Ken dengan mantap, menganggukan kepalanya. “Cantik. Tante Kenzie paling cantik sedunia!”


Reyhan berpura-pura terasa terluka. “Kalau ayah? Ayah cantik tidak?”


Ken memeluk erat leher Kenzie, badan kecilnya bersembunyi di dalam pelukan Kenzie. “Ayah tidak secantik tante Kenzie!”


Haha! Kenzie terbahak, dia mencium wajah Ken. “Ken sangat hebat! Langsung bisa melihat tante lebih cantik daripada ayahmu!”


Reyhan menghela napas. “Ei! Anak ini bahkan tidak mempedulikan ayahnya lagi! Baru lewat beberapa menit, langsung menempel dengan tante yang cantik, bahkan tidak menginginkan ayahnya sendiri lagi!”


Selesai bicara, ia merasa dirinya sendiri konyol, dia tertawa juga.


Walaupun Ken tidak mengerti apa yang orang dewasa tertawakan, tapi ia juga ikut tertawa bahagia.


Di ingatannya, ayah sudah lama tidak pernah tertawa sebahagia ini.


Dia benar-benar menyukai tante Kenzie, aroma tante Kenzie harum, membuatnya merasa nyaman, tidak takut lagi.


Lengan kecilnya, semakin erat memeluk leher Kenzoe.


Kenzie mengelus kepalanya, memijat ubun-ubunnya perlahan, rambutnya lembut dan tipis, tidak seperti anak laki-laki, lebih mirip anak perempuan. Hampir mirip dengan rambutnya.


Kenzie dengan penuh kasih sayang mengelusnya, membuat Ken sedikit mengantuk, dipelukan Kenzie, dia mencari posisi yang nyaman, memejamkan matanya, mulutnya dengan pelan bergumam.


Ia ingin bermanja-manja.


Kenzie mengerti maksud terselubungnya, ia tidak merasa terbebani, malah justru merasa bahagia, dia dengan berhati-hati mengangkat lengannya, supaya Ken tidurnya lebih nyaman. Melihat bulu matanya yang panjang, Kenzie tidak dapat menahan diri, lalu membungkukkan tubuhnya, mencium kening Ken.


Dalam tidurnya, tangan Ken masih tetap menarik ujung baju Kenzie, seakan takut KEnzie akan meninggalkannya lagi.


Menggendong Ken membuat Kenzie merasa hidupnya penuh maknaa. Seperti sebuah lubang dalam hatinya , terisi penuhsecara ajaib.


“Kenzie, tidak menyesal berkencan denganku kan?” Reyhan melihat wajah Kenzie yang puas, dalam hatinya merasa sombong.


Tidak mungkin ia tidak bisa meluluhkan Kenzie dengan karismanya dan anaknya!


“Ehm. Aku senang. Ken sangat lucu dan imut, sesuai dengan yang aku bayanngkan.” Kenzie tersenyum menganggukan kepalanya, setelah selesai bicara, dia merasa masih tidak puas, dengan cepat menambah kalimat lagi. “Tidak, Ken 100 kali lebih imut dari yang aku bayangkan.”

__ADS_1


Mata Reyhan berbinar. “Kalau begitu, bagaimana jika kita berkencan sekali setiap minggu?”


__ADS_2