
Setelah Kenzie terbaring di ranjang selama satu bulan, kondisinya baru lumayan membaik.
Rena dan Agus meninggalkan sedikit uang untuknya dan berangkat jalan-jalan ke Prancis. Begini juga baik, Kenzie memang tidak ingin melihat mereka lagi.
Meski tahu Kakaknya melakukan itu semua demi kebaikannya, tetapi bayi yang baru ia lahirkan,belum sempat dilihatnya, sudah dikuburkan begitu saja, Kenzie tentu saja tidak bisa terima.
Cuaca diluar sangat bagus. Kenzie ingin jakan-jalan keluar. Semenjak datang ke Chicago, dia belum pernah jalan-jalan.
Ia tak bisa lagi mengenakan pakaian ibu hamil, untungnya Rena meninggalkan banyak baju bekas. Setelah memilih, akhirnya Kenzie menemukan sehelai gaun hitam yang layak dipakai.
Ia mengenakan gaun hitam itu, rambutnya dikepang, dan ia melingkarkan sebuah syal di lehernya, Kenzie langsung mengambil tas dan berjalan keluar.
Langit sangat verah, banyak orang berjalan diluar sana, semuanya adalah orang asing, Kenzie tiba-tiba merasakan dirinya merindukan kampung halamannya. Di musim ini, adalah saat dimana bunga-bunga di kota C bermekaran, udaranya pun harum.
Apa kabar Ayah? Apakah kesehatannya sudah pulih total?
Steven, apakah dia baik-baik saja? Harusnya ia sudah menikah kan?
Dan juga, Reyhan, bagaimana dengan dia? Dia juga pasti sudah lupa kalau di dunia ini ada Kenzie kan? Beberapa bulan adalah waktu yang cukup untuk melupakan semuanya.
Seorang perempuan manis berjalan sendirian, dalam wajahnya terlihat pucat dan luka dalam hatinya terlihat jelas, ia terlihat bercahaya di bawah pancaran sinar matahari sore, penampilan seperti itu membuat perhatian orang Barat disana tertuju padanya. Ciri khas perempuan Timur…
Kebetulan, tim yang sedang membawa kamera dan mencari pasangan untuk Reyhan juga melihat Kenzie. Tidak perlu terlalu cantik, yang penting berwibawa saja, dan harus terlihat suci… perempuan di depan ini, sangat memenuhi syarat sebagai calon pasangan yang diminta Kakek Reyhan untuk Reyhan!
“Kecek, kecek” lensa kamera berkedip berkali-kali, Kenzie yang sedang duduk di sudut cafe sama sekali tidak menyadarinya. Dia larut dalam lamunan, di bawah pancaran sinar matahari, luka dan sakitnya seolah perlahan pulih. Bulu mata yang panjang dan lentik, ekspresi yang tenang dan lembut, terlihat indah seperti sebuah lukisan!
“Tuan, coba lihat yang ini bagaimana?” Sesampainya Reyhan di rumah, bawahannya menyodorkan setumpuk foto.
Reyhan melihat sekilas, dalam hati merasa kesal,”Tidak memenuhi syarat! Cari lagi!”
“Tuan Muda,” anak buahnya berkata dengan rasa bersalah, “Kamu coba lihat dulu! Kata Eric kualitas kali ini cukup baik, semuanya kriteria yang Tuan Muda suka. Coba anda lihat lagi Tuan!”
Reyhan melepaskan dasi dan duduk di atas sofa. Mengambil foto dan melihatnya satu persatu, tetapi masih ogah-ogahan.
Di dalam foto adalah berbagai perempuan cantik di jalan, di toko, dan di cafe, jika memang cocok dengan dia, pasti akan langsung dicari informasi lengkapnya oleh keluarga Reyhan.. Chicago, adalah daerah kekuasaan keluarga Reyhan.
Ini adalah ide Kakek Reyhan. Reyhan mengerutkan alis, kakeknya sungguh merepotkan.
Dia masih melihat foto-foto itu, lalu spontan melempar foto-foto itu di depan sofa. Selembar foto tiba-tiba jatuh ke kakinya.
__ADS_1
Dia membungkukkan badan dan mengambilnya, Reyhan seketika terdiam di sana. Di dalam foto, adaseorang perempuan yang sedang mengenakan syal, menutup mata, menikmati sinar matahari, dan wajahnya putih bening, ini Kenzie!
“Paman Lee! Tolong cari informasi seseorang untuk saya!” Reyhan berkata dengan suara rendah sambil bergetar.
Kenzie! Pantas saja mencari seisi kota C tidak menemukan kamu, ternyata kamu sembunyi di Chicago!
Dalam apartemen, Kenzie sedang membereskan barang-barangnya. Dia ingin pulang ke kampung halamannya, sekarang anaknya pun sudah tidak ada, dia tidak perlu lagi bersembunyi dari Reyhan lagi. Dia ingin pulang menemani Sang Ayah.
“Kak, tolong beritahu aku, Ayah tinggal di rumah sakit mana! Aku ingin pergi menemaninya.” Kenzie menelepon Rena.
Rena dan Agus sedang ‘olahraga’ di ranjang, dan tiba-tiba diganggu oleh telpon dari Kenzie. Dalam hati, mereka sungguh marah, dan berkata dengan tidak sabar,”Apanya yang perlu ditemani! Ayah kamu sudah meninggal?!”
Setelah Rena mengatakan ini, ia melihat Agus sedang menatap matanya, barulah sadar bahwa dia telah salah bicara!
Sudahlah, sudah terlanjur juga, lebih baik mengatakan yang sebenarnya! Lagipula 1 juta dollar sudah di tangannya, Kenzie sudah sepenuhnya tidak berguna lagi!
“Kak, apa maksudmu?!” Kenzie tidak percaya dengan apa yang didengar telinganya. Meski Rena suka berbicara sembarangan, tetapi kalimat-kalimat ini tidak mungkin diucapkan tanpa berpikir!
“Aku bilang, Ayah kamu, Michael, sudah meninggal!” Rena mengatakannya dengan santai dan senang, “Dengar-dengar saat kamu kabur, Reyhan pun langsung mengendalikan keadaan Ayahmu, tidak lagi memberikan dana untuk perawatan berlanjut, dan membiarkan Ayahmu meninggal begitu saja!”
Hati Kenzie seketika terasa sakit, seperti dicekik oleh sebuah tangan besar, suaranya pun terdengar serak,”Maksud kamu, Reyhan mengendalikan semua keadaan Ayah dan tidak memberinya pengobatan?”
“Kalau begitu…. Kalau begitu kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal?” Suara Kenzie terdengar terpatah-patah.
“Waktu itu kamu sedang hamil, kalau aku beritahu kamu, kamu akan panik dan bisa-bisa keguguran!” Rena selalu punya alasan.
Krakk, hatinya terasa retak. Semua harapan Kenzie hilang! Mulai sekarang, dia benar-benar tidak memiliki siapapun, di hidupnya hanya tersisa dia sendiri! Hidup sendiri di dunia yang sepi ini, tanpa siapapun!
Ponselnya terjatuh dari genggamannya, Kenzie merasa sesuatu tersangkut di tenggorokannya, ia menutup mulut dengan tangan dan terbatuk, lalu saat ia melihat tanganyan, terlihat darah segar pada telapak tangannya.
Dengan muka yang pucat dan badan kurus , Kenzie membereskan pakaian dan menyusunnya ke dalam koper, melihat sejenak apartemen yang meninggalkan banyak kenanangan pahit itu, dan kemudian naik mobil menuju ke bandara.
Suasana bandara selalu ramai, Kenzie melihat keramaian di sekitarnya, dalam hati merasa semakin sedih. Tidak seorangpun mengantarnya, tidak seorangpun menantikan kedatangannya. Di dunia ini, tidak ada lagi keluarga yang mencemaskannya.
Kenzie mendorong koper dan masuk ke ruang tunggu.
“Nona, tunggu sebentar!” Dari sudut ruang depan, dua lelaki berbadan besar yang memakai kacamata dan mantel hitam menghentikannya.
“Kalian siapa ya?” Melihat wujud mereka yang seperti gangster itu, Kenzie sedikit waspada.
__ADS_1
“Kami diutus oleh Tuan Rey kemari. Tolong ikut kami untuk menemuinya.” Kata salah satu lelaki yang bekulit putih.
“Tuan Rey?” Kenzie tiba-tiba memiliki firasat buruk.
“Reyhan.” Kata salah satu lelaki yang berkulit hitam.
Seperti seember air es ditumpahkan dari atas kepala, Kenzie terdiam ditempat! Reyhan! Dia mencarinya hingga ke Chicago!
Lari! Setelah sadar, Kenzie langsung berlari! Sambil mendorong koper, Kenzie berlari masuk ke ruang tunggu!
Kedua laki-laki di samping sudah memperkirakan hal ini. Dua lengan yang kuat itu, mereka dengan sigap menahan lengan Kenzie. Sebelum Kenzie sempat berteriak, salah satu laki-laki sudah menutupi mulutnya dengan tangan.
Ada sehelai kain di tangannya, yang diatasnya sudah diberi obat bius. Dalam dua detik, Kenzie pun pingsan.
Saat itu mereka berada di sudut ruangan, tempatnya cukup tertutup, tidak terpantau oleh kamera, dan gerakan dua lelaki berbadan besar ini, tidak diketahui siapapun.
Reyhan sedang mondar mandir di ruang tamu.
Meski kekuatan keluarga Reyhan di Chicago sangat besar dan sangat mudah mendapatkan orang yang dicari, tapi semua ini belum pasti. Sudah selang beberapa hari dari hari dimana foto itu diambil, bagaimana kalau Kenzie hanya datang untuk berlibur? Bagaimana kalau dia sudah meninggalkan Chicago?
“Tuan muda! Mereka sudah kembali!” Anak buah memberi laporan dengan hormat.
“Cepat suruh mereka kemari!” Reyhan yang biasa selalu dengan tatapan mata yang dingin, kali ini tiba-tiba menjadi semangat dan berapi-api.
Lelaki berbaju hitam menggendong Kenzie yang masih pingsan, ketika mata tertuju pada badan perempuan itu, Reyhan dengan marah berkata,”Turunkan dia!”
Laki-laki berbaju hitam pun kaget karena dibentak Reyhan, dengan cepat ia membaringkan Kenzie di sofa.
Sial, kenapa saat dia melihat lelaki lain menyentuh Kenzie, dia merasa tidak tahan!
Reyhan berjalan ke samping sofa, melihat perempuan itu dari atas ke bawah. Alis matanya mengerut.
Kenzie, kenapa menjadi sekurus ini?! Tadinya ia bermuka tembem seperti bayi, sekarang pipi tembemnya itu hilang, tersisa pipi dan dagu yang kurus. Sekujur kurus, tulang belikatnya seolah hampir menusuk dan merobek jaket yang dikenakan.
Seperti bisa merasakan dirinya sedang dipandangi Reyhan, Kenzie merintih, dan membuka matanya dengan pelan.
Mata yang kabur pelan-pelan mulai fokus, dan tertuju pada laki-laki di depannya.
Kenzie melihat.
__ADS_1