
Kenzie berbaring ditempat tidur, terus menerus membolak-balikkan tubuhnya, tidak bisa tidur.
Ia mengeluarkan ponsel dan menatap foto Ken, rasa senang dan sedih bercampur aduk, hatinya terasa begitu sakit.
“Maaf Ken, tante tidak bisa menepati janji, Tante Kenzie tidak akan bisa menemanimu bermain lagi. Ken, maaf..” Kenzie bergumam menahan tangis.
Bukan maksud hatinya ingin membohongi Ken. Tapi, cara satu-satunya untuk memperjelas hubungannya dengan Reyhan yaitu dengan menjauhi Ken.
Ken adalah putra Reyhan.
Hari berikutnya, Kenzie terbangun dengan lingkar mata menghitam dan wajah yang pucat seperti hantu.
Wanita yang sudah berumur, benar-benar tidak bisa bermain-main dengan insomnia. Kenzie menatap dirinya dicermin dan tertawa, dia berdandan seperti biasanya untuk menutupi lingkar matanya.
Sesampainya dikantor, dia berpapasan dengan Gunadi yang baru sampai.
“Kenzie! Apakah waktu hari itu kamu sakit? Aku tidak bisa menelponmu, aku sangat khawatir.” Gunadi mengatakannya dengan khawatir sambil membenarkan letak kaca matanya.
Gerak-gerik Gunadi mirip seperti Steven, jantung Kenzie berdetak kencang, dengan cepat menutup matanya dan memaksakan tawanya “Hmmm iya..”
Dia tidak sakit! Dia berkencan dengan laki-laki yang tidak seharusnya ditemuinya, bukankah gila?!
“Kalau masih belum benar-benar sehat, kamu boleh pulang dan beristirahat, aku akan memberimu izin sehari.” Gunadi benar-benar baik, dalam situasi yang seperti ini malah memberikan izin beristirahat untuk Kenzie.
“Hmm tidak perlu, aku masih bisa menahannya.” Kenzie mengalihkan tatapannya, tidak berani menatap Gunadi.
Setiap berhadapan dengan Gunadi, Kenzie selalu merasa tidak enak hati, dia benar-benar tidak pantas menerima kebaikan Gunadi.
Lift tiba, Kenzie dan Gunadi masuk kedalam lift bersama, Kenzie berdiri disamping Gunadi, Gunadi dapat mencium aroma samar dan lembut parfum dari tubuh Kenzie.
Diam-diam Gunadi menghirup nafas dalam, membiarkan harum itu menyeruak masuk, memenuhi paru-parunya, perasaan dalam hatinya berubah menjadi lebih baik.
Saat keluar dari lift, terlihat segerombolan karyawan perusahaan yang berkumpul didepan papan pengumuman, melihat pengumuman sambil berbisik-bisik.
“Ya Tuhan, benar-benar tidak disangka, Kenzie adalah wanita seperti itu, awalnya kupikir sifatnya sangat baik dan cantik, tidak disangka ia malah menjadi wanita simpanan!”
__ADS_1
“Ini juga keterlaluan, memperlihatkan kabar seperti ini degan huruf besar yang sangat jelas. Sepertinya memang sengaja ada orang yang diperintahkan untuk mengikutinya dan mengungkap semuanya dengan sangat jelas.”
“Kenapa? Kamu membelanya? Tidak ada baik yang menjadi seorang simpanan, dia memang pantas mendapatkannya!”
Gunadi dengan ragu melihat berita yang tertera di papan, menengokkan kepala untuk melihat Kenzie. Raut wajah Kenzie berubah pucat, ia menerobos untuk melihat.
Kerumunan itu melihat Kenzie datang dan memberi jalan untuknya, melihatnya dengan tatapan jijik, menghina dan tidak percaya.
Di dinding putih itu terpampang berita dengan kertas hitam dan huruf merah yang jelas dan menarik perhatian.
“KENZIE, SI WANITA MISKIN, PEREBUT KEKASIH ORANG! RELA MENJADI SIMPANAN HANYA DEMI UANG…ORANG KETIGA, PERUSAK KEBAHAGIAAN ORANG…MATREALISTIS…”
Setiap kata itu seperti pisau tajam yang menusuk hati Kenzie, dia menggigit bibirnya, menahan airmata, melangkah dan hendak merobek semua tulisan itu.
Pengumuman itu ditempel sangat tinggi, tubuhnya kecil dan pendek, ia mencoba merobeknya beberapa kali namun tetap tidak berhasil.
Semua orang menatapnya, tidak ada satupun orang yang membantunya.
Kenzie karyawan baru di kantor ini, masih belum mengenal baik semua orang, dan lagi melihat seorang wanita cantik yang di idolakan semua orang, mendapatkan masalah dan kesusahan, semua orang pasti senang.
“Semuanya bubar, kabar yang tidak jelas, yang sengaja dibuat dengan cara memerintahkan orang mengintai orang lain, untuk mempermalukannya seperti ini tidak pantas dilihat, semuanya kembali bekerja!”
Gunadi berdiri didepan Kenzie, menghalangi semua tatapan orang terhadapnya.
“Bahkan direktur diperusahaan ini pun membantunya, keterlaluan, bahkan direktur…” ditengah kerumunan, seorang wanita dengan raut wajah jahat berbisik dan mengalihkan perhatian seluruh orang sekitar.
“Ayo!” Sebenarnya, Gunadi ingin menarik tangan Kenzie. Melihat wajah pucatnya, dan tampangnya yang menahan tangis, dalam hatinya tumbuh rasa kasihan yang tak terucapkan.
Dalam waktu setengah bulan bersama Kenzie, dia mengenal jelas orang seperti apa Kenzie ini.
Sesampainya di meja kerja, Gunadi menepuk pundak Kenzie, “Bekerjalah, jangan terlalu dipikirkan.”
Kenzie mengangguk, padahal dalam hatinya sangat kacau.
Kenzie, kamu pantas mendapatkannya! Penjahat! Tidak tahu malu! Berita ini akan membuatmu malu seumur hidup!
__ADS_1
Kenzie menggigit bibirnya dalam dalam hingga bertanda, dalam hati memaki diri sendiri, hanya dengan cara ini, dia bisa mengurangi sedikit rasa sakit itu!
Setengah hari duduk ditempatnya, Kenzie masih tidak bisa berkonsentrasi kerja, disampingnya ada seorang wanita yang sedari tadi mondar-mandir, berpura-pura pergi mengisi minum, tapi tatapannya tidak berpaling dari Kenzie.
Seharian semua karyawan tetap memperhatikan gerak-gerik si wanita simpanan ini.
“Itu, yang mengenakan pakaian hijau, yang duduk disamping jendela adalah Kenzie..”
Teman kantor yang “baik hati” sedang menyindir.
Kenzie memaksakan diri untuk tidak perduli, tapi pada akhirnya ia tidak tahan. Setelah kejadian ini, dia menjadi sangat terkenal di Cavern Co.! Ia benar-benar tidak bisa tetap disini! Berhenti dari tempat ini adalah jalan satu-satunya.
Di depan pintu ruangan Gunadi, Kenzie mengetuk pintu.
“Silahkan masuk.” Pintu ruangan Gunadi terbuka, Kenzie masuk ke dalam ruangan, baru ingin bicara mengenai pengunduran diri, dari luar terdengar suara berisik, “Nona, anda tidak boleh masuk! Ini adalah area kerja kami, yang bukan karyawan dilarang masuk!”
Terdengar suara seorang wanita dengan sangat keras dan penuh pemaksaan “Aku kesini untuk mencari Kenzie! Tidak ada hubungannya dengan kalian! Minggir!”
Suara ini seperti tidak asing.
Kenzie membalikkan tubuhnya, seorang wanita memaksa menerobos masuk, menghampiri tempat duduknya.
Hidung yang mancung, tatapan yang tajam, ucapan yang tidak kalah sombong seperti Reyhan, wanita ini adalah Nayra.
Jantung Kenzie berhanti sejenak. Ternyata tulisan-tulisan itu, bukan Tania yang menempelkannya tapi Nayra?
Gunadi juga melihat situasi diluar, menghampiri Kenzie, ada keraguan ditatapannya, “Kenzie, apakah kamu mengenal wanita itu?”
Kenzie mengangguk, “Ya kenal, dia adalah..”
Ia tidak melanjutkan perkataannya, dia tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya. Adik dari mantan kekasih? Dari dulu Reyhan bukanlah kekasihnya, jadi ia tidak bisa menjelaskan apapun.
Gunadi melihat Kenzie yang gelagapan, dalam hatinya muncul prasangka.
Tadinya ia mengira ada orang yang ingin balas dendam dan menempelkan tulisan tulisan itu, tapi sekarang sepertinya, berita itu kenyataan.
__ADS_1