
Setelah melewati perdebatan yang tak kunjung usai, Reyhan akhirnya menyetujui permintaan Kenzie untuk pergi bekerja, tetapi persyaratannya adalah : Kenzie harus bekerja di Group Realtech, menjadi sekretarisnya. Reyhan ingin mengontrol Kenzie lebih ketat lagi di dalam lindungannya.
Hari ini adalah hari pertama Kenzie bekerja. Kenzie sangat bersemangat.
Ia mengenakan jas hitam dan atasan merah yang berhasil membuatnya menarik mata orang-orang.
“Hai! Maaf, kamu Kenzie ya?” inspektur perusahaan langsung membawanya ke kantor presdir perusahaan.
Di ruang sekretaris ada dua perempuan yang sedang menatap komputer.
“Saya perkenalkan kepada kalian semua, ini partner kerja kalian yang baru, namanya Kenzie.” Saat perkenalan singkat dari inspektur perusahaan, semua orang mengira-ngira dalam hati mereka sendiri, Kenzie ini sebenarnya datang darimana, sampai-sampai presdir perusahaan langsung menyuruhnya untuk mendampinginya bekerja.
“Ehem!” terdengar suara dari wanita yang mengenakan kemeja sutra warna biru, ia berdiri, wajahnya sangat kaget: “Kenzie! Kamu!”
Kenzie pun ikut terkejut melihatnya: “Nindi! Kenapa kamu juga disini?”
Wanita berbaju biru ini adalah teman baik Kenzie saat bekerja di restoran, Nindi.
Nindi menghampirinya dan menjabat tangan Kenzie: “Kenzie, kenapa kamu hilang selama ini? Nomor ponselmu juga tidak bisa dihubungi, aku menelponmu berkali-kali tapi tidak bisa…”
“Ehem, ehem…” inspektur perusahaan di sudut sana batuk dua kali, sepasang matanya memancarkan tatapan tajam
Kenzie dan Nindi pun saling menatap, lalu menjulurkan lidah mereka. Barusan mereka terlalu bersemangat sampai lupa bahwa mereka saat ini seharusnya sedang bekerja.
Inspektur perusahaan pun menutup pintu dan meninggalkan mereka. Ruangan kantor yang kecil ini menjadi dunia tersendiri untuk tiga wanita disana.
“Kenzie, ini Vera.” Nindi mengenalkan teman kerjanya di ruangan itu.
Kenzie mengulurkan tangannya dengan hangat: “Hallo! Aku Kenzie.”
Vera sangat cantik, kulitnya putih, ditambah sepasang mata yang indah, bulu matanya lebat dan panjang, ia sangat mirip dengan boneka, seperti boneka porcelin yang indah.
Vera berpura-pura tak melihat uluran tangan Kenzie, dari wajahnya tersirat senyum terpaksa: “hai!”
Gadis macam apa Kenzie ini, berani-beraninya ingin berjabat tangan dengannya. Teman Nindi ini sepertinya adalah seorang gadis dengan latar belakang miskin dan bodoh. Kenzie tidak seharusnya bergaul dengannya.
Wajah Nindi memerah. Hubungannya dengan Vera memang tidak baik, tidak ia tidak menyangka bahwa Vera akan se-tidak sopan ini dengan Kenzie.
Kenzie melihat Nindi dengan penuh kebingungan, ia sepertinya tak berbuat salah pada Vera, kenapa dia begitu tidak sopan.
“Ayo, aku bawa kamu pergi ke tempat kerjamu.” Nindi menarik Kenzie ke tempat duduk di sebelahnya.
Komputer dan segala peralatannya sudah dipersiapkan disana. Kenzie baru pertama kali memasuki dunia kerja.
Baru saja ingin masuk ke akun perusahaan, Nindi berbisik kepadanya: “Kenzie, ayah Vera adalah manager disini, jadi ia sangat sombong dan menyebalkan, kamu tidak perlu menghiraukan dia.”
“Ok, aku paham. Yang penting aku bekerja dengan baik disini.” Kenzie tersenyum kepada Nindi.
Ini hal yang baik, tak disangka-sangka ia bisa bertemu dengan Nindi di kantor ini. Kenzie merasa hidupnya menjadi sedikit lebih berwarna.
Ini merupakan perubahanyang sangat baik, semenjak dirinya bersama dengan Reyhan, hidupnya selalu terasa tidak normal.
__ADS_1
Kenzie melihat ke luar jendela, ke arah langit biru yang tinggi, ia menarik nafas dalam-dalam, ini adalah kota C yang ia kenali, ia akhirnya kembali lagi.
Ia sudah menelepon pengurus makam, memesan rangkaian bunga, dan uang-uangan kertas dan sebagainya untuk memperingati kematan ayahnya. Besok ia akan ke makam untuk melihat ayahnya.
Ayah, apakah kamu baik-baik saja di surga? Apakah kamu bahagia bersama ibu?
Ayah, aku disini baik saja.
Kenzie membuka note di komputernya, mencatat apa yang ada dalam hatinya.
“Ding…” loudspeaker di ruangan sekretaris berbunyi.
Suara Reyhan keluar dari situ berkata: “Sebentar lagi akan ada rapat penting. Sekretaris Vera diharapkan untuk membawa sekretaris Kenzie untuk ikut.”
Vera menatap aneh Kenzie.
Biasanya hanya sekretaris senior yang bisa menghadiri rapat umum seperti ini, Kenzie hari ini baru masuk, presdir perusahaan sudah ingin mengajaknya untuk ikut?
Kenzie sangat antusias, akhirnya bisa bertemu dengan para petinggi perusahaan, ia memang bukan siapa-siapa, tapi ia berharap bisa belajar banyak hal.
Saat tiba waktunya, Vera berteriak dengan tatapan dingin: “Kenzie, ayo rapat.”
Kenzie memeluk laptop lalu pergi bersama Vera ke ruang rapat, melihat Nindi dari jauh memberinya isyarat untuk semangat, hatinya sangat nyaman.
Vera berjalan di depan Kenzie untuk menunjukkannya jalan, sudah hampir tiba di ruang rapat, Kenzie tiba-tiba ingin ke toilet karena sepertinya karena tadi ia minum terlalu air .
“Vera, apakah kamu boleh menunggu Sebentar? Aku mau ke toilet dulu.” Kenzie sedikit tidak enak bertanya tentang hal itu.
Vera menunjuk ke ruang rapat: “Kamu nanti pergi sendiri saja, aku duluan.”
Setelah keluar dari toilet, Kenzie pun berlari kesana, di dalam ruang rapat ada banyak petinggi dari setiap departemen, semua manager juga sudah tiba. Kenzie berdiri di depan pintu sambil memeluk laptopnya dengan sedikit tak tenang, semua orang di dalam menatapnya dengan rasa ingin tahu.
Gadis ini terlihat asing, semuanya sedang menebak-nebak siapakah dia.
Dari arah pintu terdengar ada suara langkah kaki, Kenzie yang berdiri di balik pintu melihat semua orang berdiri dari tempat duduk mereka, lalu memberi salam secara bersamaan: “Presdir.”
Kenzie menengok ke belakang, Reyhan dan beberapa petinggi perusahaan masuk ke dalam.
Kenzie buru-buru masuk untuk memberi mereka jalan.
Saat Reyhan dan yang lainnya duduk, Kenzie baru menyadari, di ruang rapat itu sudah tidak ada lagi kursi kosong, satu-satunya kursi kosong ada di sebelah Reyhan!
Semua orang di dalam ruang rapat menatap wanita itu seperti sedang menatap makhluk aneh, Kenzie melihat tatapan Vera dari jauh seperti menyalahkannya.
Vera kesal setengah mati, mengapa wanita ini begitu bodoh, menjadi seorang sekretaris harusnya datang lebih awal, mencari tempat duduk di sudut, tapi ia malah datang terlambat dan berdiri disana layaknya pohon.
Presdir perusahaan yang menyuruhnya untukmembawa Kenzie menghadiri rapat, wanita ini adalah tanggung jawabnya Vera!
“Sekretaris Kenzie, duduk!” Reyhan yang sedang menunduk melihat file memanggilnya.
“Eh?” Kenzie sedikit kaget, tetapi akhirnya duduk di sebelahnya.
__ADS_1
“Mari kita mulai!” Reyhan menaruh kedua tangannya di atas meja, jari-jarinya saling melipat, ia mengerutkan alisnya, menunggu setiap departemen mulai melaporkan hasil mereka.
Kenzie duduk di sebelahnya, matanya melihat Reyhan yang serius mendengar laporan para bawahannya.
Tatapannya begitu dalam dan bijaksana, di jari-jarinya seperti ada kekuatan, kulit gandumnya terlihat sangat bersih dan cerah di siang hari, wajahnya dingin dan ketampanannya membuat orang tak berani menatapnya langsung.
Kenzie dari dulu tidaak pernah melihat Reyhan yang seperti ini, professional, tenang, serius dan bijaksana, sangat berbeda dengan Reyhan yang ada di benaknya!
Kenzie mencuri-curi kesempatan untuk meliriknya, hatinya berteriak : apa jangan-jangan semua pria berubah menjadi berkarisma saat bekerja!
Kelihatannya bibir Reyhan perlahan tersenyum ke arah Kenzie.
Ia tersenyum kecil, sampai-sampai tidak dapat dirasakan oleh orang lain.
Tetapi Kenzie dapat merasakannya.
Mukanya memerah, ia buru-buru menarik pandangannya, sepertinya, ia mulai jatuh cinta kepada Reyhan!
Kenzie berpikir sepertinya otaknya sedang konslet.
Ia segera dengan serius mendengar laporan setiap departemen.
Tiba-tiba laporan dari salah satu departemen mencuri perhatiannya. Manager departemen bisnis mengumpulkan proposal. Tadi pagi Kenzie sudah melihat proposal ini.
Data yang disebutkan manager itu dengan apa yang aia baca di proposal itu tidaklah sama.
Kenzie mengerutkan alisnya yang indah. Ia dengan serius mendengarkan statistik yang dibacakan manager itu, semakin ia dengar semakin ia yakin kalau manager itu membual, apa yang ia laporkan ke Reyhan itu tidak benar!
Tetapi Reyhan tidak merasa bahwa itu tidak benar. ia bahkan meminta manager itu untuk melaporkan hasil hitungan yang paling rinci.
Kenzie mulai merasa tidak nyaman. Ia tahu kalau departemen bisnis adalah departemen yang paling penting dan paling hebat untuk Group Realtech.
Dirinya terus berdebat dalam hati, ia orang baru dan ini hari pertamanya bekerja, ada manager yang sembarang bicara, Reyhan pun tidak menyadarinya, kenapa ia harus panik? Masih belum saatnya ia menjelaskan kesalahan manager itu!
Tetapi suara hatinya berkata lain, karena ia sudah masuk Group Realtech, ia juga adalah karyawan Group Realtech, ia ingin mungkin mengerjakan setiap hal semaksimal demi keuntungan untuk Group Realtech.
Selesai manager itu menjelaskan laporannya, ia duduk. Proyektor mulai menampilkan laporan departemen yang lain. Kalau ia tak bicara sekarang, ia tidak akan memiliki kesempatan lagi.
Kenzie mengumpulkan seluruh keberaniannya, ia berdiri dan berkata dengan sedikit gemetar: “Dalam laporan dari departemen bisnis tadi, ada data yang tidak benar.”
Omongan Kenzie tiba-tiba membangkitkan kericuhan sesaat.
Semua orang terkejut menatapnya, sekretaris baru ini bisa-bisanya langsung mengungkapkan kesalahan manager departemen bisnis di rapat sepenting ini!
Semua orang mulai bisik-bisik. Wajah manager departemen bisnis mulai memerah dan ia menjawab dengan suara yang tidak ingin kalah: “Sekretaris Kenzie, kamu berkata aku salah, memang kamu memiliki bukti?”
Kenzie mengangkat kepalanya dengan sedikit tersenyum, berharap dengan senyum itu, ia bisa menghilangkan rasa kegugupannya.
Dia menetapkan pikirannya, berpikir keras tentang data yang ia lihat tadi pagi, dengan suara yang stabil ia berkata: “Pagi ini saya kebetulan melihat laporan yang departemen ini. Sesuai dengan data, Group Realtech tahun lalu menggunakan uang sebanyak 20 juta yuan untuk iklan di televisi dan media koran yang menghabiskan , saya sejujurnya tidak tahu, bagaimana hasil keuntungan perusahaan yang di dapatkan dari berbagai iklan 20 juta yuan ini, tetapi seharusnya jika kalian melihat laporan tahunan perusahaan lalu, keuntungannya bisa dilihat sendiri. Tetapi kali ini, departemen bisnis hanya menggunakan media sosial dan media surat kabar online, tanpa iklan di stasiun televisi, kenapa pengeluaran iklan bisa sampai mencapai 40 juta yuan?”
Setelah berbicara, Kenzie sedikit lebih tenang. Pada pertanyaan terakhir, ia dengan senyum menutupi ketidakpercayaan dirinya, melihat setiap orang dan menunggu respon mereka.
__ADS_1