
Kamar gelap terlihat sunyi, melewati 1 detik terasa seperti 1 hari. Kenzie tidak berani bermain dengan ponselnya, takut baterainya habis.
Mata besarnya memandang dalam kegelapan, terbayang jelas paras muka Steven, kakak senior Kenzie.
Steven, bagaimana dia sekarang? Apakah ia bahagia? Kelihatannya Betty sangat mencintainya. Mereka pasangan yang cocok dan serasi. Tidak terasa, seperti ada sesuatu yang berjalan di pipinya, ia menyentuh wajahnya, ternyata air mata sudah jatuh di pipi.
Steven… kamu ada dimana? Apakah kamu tahu bahwa aku sangat merindukan kamu?
Di apartemen Rena, di ranjang Rena, terlihat ada 2 sosok tubuh yang sedang bermesraan dengan penuh hasrat dan nafsu.
Rena yang dalam pelukan Agus, meraba-raba dada Agus, mulai merayu: “Gus, aku butuh bantuanmu.”
“Bantuan apa?
“Adikku, namanya Kenzie, sekarang bersama Reyhan. Tadi sore dia menghubungi aku, katanya dia dikurung di kamar gelap.”
Agus dengan mata terbuka lebar bertanya: “Kenzie itu adik kamu? Bagaimana mungkin?”
Rena sambil menyalakan rokok: “Dia itu adik tiriku, ayahnya menikah dengan ibuku.”
“Oh! begitu ya. Malam itu kamu menyuruh aku menghubungi seseorang untuk menjemput kamu di hotel, orang itu Kenzie?”
“Benar, itu dia. Dan setelah malam itu, dia hamil!”
Agus tambah terkejut setelah mendengarnya, ” Pantas, aku agak curiga pada masa kehamilannya, ternyata dia sudah mengandung setelah malam itu. Tetapi Presiden Reyhan tidak tahu menahu kalau anak di kandungan Kenzie itu ternyata hasil hubungan dia dengan Kenzie itu malam, itu darah daging nya, maka itu dia selalu mengutuk bayinya anak haram.”
Rena tertawa dengan kejinya: “Kenzie sendiri juga tidak tahu kalau yang di kandungan itu adalah darah daging Reyhan! Ini kesempatan untuk kita berdua mendapat banyak uang.”
Rena menjelaskan rencana besarnya kepada Agus. Agus menepuk pahanya: “Rena, kamu sungguh jenius! Bisa-bisanya kamu terpikir cara untuk mendapatkan uang seperti, kamu sangat pintar.”
Tiba-tiba telepon Kenzie berbunyi. Dari Rena
“Halo Kak, apakah operasi ayah berhasil?”Kenzie merasa khawatir.
“Berhasil, dengan dokter dan peralatan terbaik, mana mungkin tidak berhasil?” Rena menyambung, “Kenzie, aku sekarang ada di rumah Reyhan dengan Agus. Dia sudah berhasil mendapatkan kunci pintu nya, nanti siangwaktunya para pembantu makan siang, kita akan menjemputmu!”
“Oh ya?”Kenzie berdiam sejenak karena kurang yakin. Bisa dia bayangkan, kalau Reyhan sampai mengetahui dia kabur, Reyhan pasti marah besar.
Buat apa Kenzie peduli, yang penting operasi ayah berhasil, dan simpanannya masih lebih dari cukup untuk biaya pengobatan ayah sampai pulih. Tanpa ragu dia menjawab: “Ok, aku akan menunggu kalian disini.”
Setelah penantian yang sangat lama, yang serasa sudah satu abad lamanya, akhirnya terdengar suara-suara benturan bes,i yang seharusnya merupakan suara kunci membuka pintu.
Itu Rena! Kenzie segera berdiri dan menghampiri pintu. Cahaya yang menusuk mata secara tiba-tiba membuat Kenzie sesaat tidak bisa membuka matanya.
__ADS_1
Kenzie menghilang! Pembantu buru-buru melaporkan ini kepada tuan muda.
“Pang” dengan keras Reyhan memukul meja, saking marahnya, matanya merah membara seolah-olah bisa meledak: “Pergi cari dia sampai ketemu, kalau tidak ketemu,jangan kembali !”
Semua pembantu gemetaran, mencari ke seluruh sudut rumah, dan hanya menemukan sebagian rantai kaki yang terputus. Bibi Dewi membawakan rantai ke hadapan nya, emosi Reyhan sudah diluar kendali, matanya dan teriakannya seperti harimau yang siap membunuh mangsanya.
Dengan kasar Reyhan menarik baju bibi Dewi: “Bukankah aku sudah berpesan bahwa kamu harus mengawasinya? Mengapa dia bisa kabur?”
Bibi Dewi adalah pengasuh Reyhan dari kecil, biasanya Reyhan juga sangat menghormatinya. Ini pertama kalinya dia kasar dan mempermalukan bibi Dewi didepan umum.
“Aku… Pintu besi itu dibuka menggunakan kunci. Tuan muda, pasti ada orang dalam yang membantu Nonan Kenzie kabur.” Bibi Dewi berusaha membela diri.
Di rumah Reyhan, semua orang sibuk mencari Kenzie dan saling menyalahkan. Di satu sisi Rena membawa Kenzie ke sebuah apartemen yang aman.
“Kak, ayah baik-baik saja kan? Apakah kamu sudah membawa ayah ke tempat aman? Reyhan tidak mungkin bisa menemukan ayah kan? ” Kenzie bertanya dengan tidak sabar.
“Tenang saja, ayah sudah berada di tempat yang aman. Reyhan sampai mati juga tidak mungkin tahu dimana tempat itu.” Rena menjawab dengan santai, hanya berbasa basi untuk membohongi Kenzie, Ayah Kenzie bukan ayah kandungnya, buat apa dia peduli keadaan ayah Kenzie? mati hidup nya juga tidak urusan dengan Rena.
Biar saja ayah Kenzie berbaring di rumah sakit, setelah Kenzie kabur, pasti Reyhan mencari ayahnya yang berada di rumah sakit. Tunggu saj,a kejadian selanjutnya yang lebih heboh lagi! Rena tersenyum dengan licik dan keji, hanya saja Kenzie yang lugu tidak memperhatikannya.
“Kenzie, cepat matikan ponselmu.” Rena teringat sesuatu.
Dengan bantuan GPS, Reyhan bisa mudah mencari tahu dimana keberadaan Kenzie, kalau Reyhan sampai menemukan Kenzie, sia-sia saja kerja keras Rena dan Agus.
Hari ini adalah jadwal kontrol kehamilannya. Kenzie harus ke dokter, bagaimanapun caranya. Dengan sengaja, ia mengenakan wig warna kuning keemasan, berdandan setebal-tebalnya, sampai Renasendiri juga tidak bisa mengenalinya.
Klinik dokter tidak jauh dari tempat tinggal Kenzie yang baru. Cuaca juga cukup bersahabat, Kenzie berjalan dengan santai, menikmati kebebasannya bisa berjalan di jalan umum tanpa sembunyi-sembunyi.
Terlihat ada layar reklame yang besar terpasang di jalan. Sedang menyiarkan berita dalam negeri.
“Presiden Reyhan dari Group Realtech menyatakan, dalam waktu dekat akan menarik diri dari usaha properti. Ada masalah di internal group tersebut yang menyebabkan harga sahamnya menurun drastis dalam waktu 3 minggu terakhir ini, dan hari ini jatuh ke level terpuruk dan di berhentikan sementara. Menurut berita, Presiden Reyhan terluka parah dalam perseteruan keluarga, sehingga akhir-akhir ini jarang mengurus perusahaannya, dan sementara proyek-proyeknya di tangani oleh staff-staff kepercayaannya, dan Presiden Reyhan sepertinya akan mengundurkan diri dari perusahaan ini.”
Kenzie menyaksikan layar dan terlihat Reyhan yang sedang berdiskusi di sesuatu forum business.
Dia kelihatan kurus. Dia masih terlihat gagah dengan poster tubuhnya yang tinggi besar tetapi di matanya yang paling dalam tersembunyi kesedihan dan kekosongan
Reyhan yang dulu tampil seperti pangeran yang posisinya tinggi tak terjangkau, begitu berkuasa dan istimewa, tetapi semangat Reyhan saat ini seperti hanya tersisa 30 persen.
Tiba-tiba, wajah Reyhan muncul di layar besar waktu di sorot kamera tv, matanya seolah-olah sedang menatai Kenzie. Kenzie terperanjat, melihat sorotan matanya yang tajam seperti pisau. Pria ini memang istimewa, walaupun di dalam layar, tetapi wibawanya terpancar sampai diluar layar.
Sepertinya bayi di kandungan merasa kaget juga. Kenzie mencoba menenangkannya.
Ia meraba-raba perutnya, “Anakku, jangan takut, ada ibu disini yang menjaga kamu.”
__ADS_1
Sudah waktunya makan siang. Kenzie melihat ada rumah makan yang masakaannya terlihat lumayan, perlu juga sekali-kali memanjakan diri dan juga bayinya dengan makanan yang enak dan bergizi
Kenzie melihat uang yang tersisa, seharusnya cukup untuk makan. Dengan santai dia berjalan menuju ke arah rumah makan.
Ini ternyata rumah makan itu cukup berkelas. Tamu-tamunya semua berdandan rapi, modis dan juga sedikit sombong.
Pegawai restoran melihat penampilan Kenzie dengan wig berwarna emas, dandanannya sedikit berantakan. Sama sekali tidak berkelas, tetapi melihat seorang ibu hamil, bagaimanapun harus bersikap sopan dan mempersilahkan Kenzie masuk kedalam restoran.
Makanan yang lezat, tempatnya bagus dan nyaman. Diantara meja-meja ada partisi yang di hiasi tanaman, sehingga bisa menikmati privasi tanpa dilihat orang. Selesai makan, Kenzie ingin bersantai dulu sebentar sebelum ke klinik.
Pintu masuktiba-tiba terbuka dan langsung terdengar bisikan beberapa wanita.
“Wah! tampan sekali!”
“iya, lebih tampan orang aslinya daripada di tv! Ini baru namanya bos besar! Beda dengan para orang kaya baru!”
Kenzie tersenyum sendiri, pasti baru saja ada pria tampan yang masuk, sehingga para wanita menjadi heboh.
Dengan perasaan ingin tahu, Kenzie menatap ke arah pintu, ia langsung terdiam, menatap tanpa bersuara.
Reyhan dan Ethan? Reyhan dengan jas hitam model santai, hidungnya yang mancung dan rupanya yang nyaris sempurna, bibirnya yang tipis tertutup rapat, wajah tampan itu terlihat dingin, dan dari penampilan kelihatan jelas bahwa ia berasal dari keluarga terpandang dan berpendidikan tinggi, auranya yang memang berbeda.
Ethan yang berdiri disampingnya memberi kesan sederhana dan lembut, wajah tampannya selalu tersenyum dengan manis sa,mbil mencari meja yang paling nyaman.
Kenzie menjadi gugup dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi kejutan ini. Dia berusaha menundukkan kepalanya dan bersembunyi di antara tanaman-tanaman. Jantungnya berdebar kencang seperti bisa berhenti kapan saja.
Pertama kali keluar, ia langsung bertemu dengan musuh terbesarnya.
Kalau sampai Reyhan mengenalinya, tamat lah riwayatnya!
Mereka terus maju menuju arah meja Kenzie. 2 meter, 1 meter… semakin lama semakin mendekat, Kenzie Semakin lama semakin menunduk.
Pelayan mengantar mereka ke meja yang berada tepat di samping kanan Kenzie.
Reyhan memantau suasana sekitarnya, disebelah kanan ada jendela dan sebelah kiri ada seorang wanita berdandan aneh yang agak merusak pemandangan.
Ethan melihat wajah Reyhan yang tanpa senyum, terlihat jelas bahwa dia kurang nyaman. Ethan sedikit berbisik: “Ini bukan restoranmu, tidak boleh sembarangan mengusir orang.”
Reyhan menjawab dengan suara datar: “Ya, memang, tetapi makan dekat wanita kampungan seperti dia, membuat nafsu makan hilang.”
Kenzie memegang gelas, berpura-pura minum untuk menutupi wajah nya.
Wanita kampungan? Ap kah Reyhan sedang membicarakan diri?
__ADS_1
Kenzie melihat sekitarnya, memang hanya dirinya yang berdandan kampungan. Berarti Reyhan sudah melihat keberadaannya.