CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 118 Ini Tidak Adil


__ADS_3

Aturan permainannya adalah menebak angka, ada empat kartu, setiap orang mengambil satu kartu, yang mendapat hakim, dia yang akan memimpin semua permainan.


Ethan sedang beruntung, saat putaran pertama langsung, ia langsung mendapatkan kartu hakim.


“Sekarang aku akan mengetik angka di bawah 10 pada ponselku, semuanya harus menebak , yang benar tebaknya akan kena hukuman. Hukumannya akan ditentukan olehku.” Ethan tersenyum licik sambil melihat mereka bertiga. Entah mengapa, Nindi merasa waktu terasa berhenti sesaat, membuatnya menjadi sedikit takut.


Ethan mengetik angka di ponselnya, orang yang pertama menebak adalah Reyhan.


“5.” Reyhan mencoba menebak.


“Salah. Lebih besar dari 5.” Ethan menggoyangkan kepalanya, lalu menoleh ke arah Kenzie, “Kenzie, sekarang kamu hanya bisa memilih angka di antara 5-10.”


Kenzie pun menebak,”7″.


“Salah juga, lebih besar dari 7. Nindi, sekarang giliran mu, kamu hanya bisa memilih angka di antara 7 sampai 10.” senyum Ethan semakin lebar.


Nindi mulai gugup. Di antara 7 dan 10 hanya ada 8 dan 9, yang artinya, kemungkinan dia benar 50%. Kalau tebakannya benar, dia harus melakukan truth or dare, ia masih tidak tahu hukuman apa yang akan diberikan Ethan.


Nindi menggigit bibirnya, jantungnya berdebar-debar, “8.” Matanya menatap ponsel di tangan Ethan.


“Salah. Kamu beruntung!” wajah Ethan terlihat kesal. Tidak menyangka Nindi bisa beruntung seperti ini.


“Reyhan, giliran kamu sekarang, kamu hanya bisa memilih angka di antara 8 dan 10.” Ethan senyum-senyum melihat Reyhan. Reyhan pasti kalah! Angka di ponsel itu adalah angka 9.


“Oke, aku mengaku kalah!” Reyhan pun menatap ke arah Ethan.


Ethan mengumumkan kepada Reyhan: “Aku ingin kamu mencium Kenzie!”


Tangan Reyhan diangkat dari paha Kenzie, Kenzie pun sedikit lega. Tapi Ethan malah menyuruh Reyhan mencium dia!


“Saya menolak! Hakim yang mulia, hukuman anda tidak adil!” Kenzie memohon pada Ethan.


“Penolakan tidak diterima. Aku adalah hakim, aku yang membuat peraturan permainan .” Ethan tidak peduli dengan penolakan Kenzie, tentu saja ia akan membantu Reyhan.


Reyhan melirik ke Ethan, diam-diam ia mengacungkan jempolnya ke Ethan.


Musik di bar pun sangat keras, Nindi pun berteriak, menghasut Kenzie: “Kenzie, ayo dong! Ini hanya sekedar permainan saja! Jangan seperti itu dong…”


“Oke, hanya boleh cium pipi saja ya!” Kenzie pun berdiri. Dalam permainan, harus terima kekalahan. Di depan umum seperti ini, Reyhan tiak mungkin berani macam-macam.


Kenzie berdiri, Reyhan juga berdiri, menghadap ke arah Kenzie.


Lampu di bar sedikit redup, nafsuReyhan pun sudah mulai bangkit karena efek alkohol, tangannya langsung mengcengkram pinggang Kenzie. Kenzie menghindar sedikit, lalu menatap Nindi sekilas. Dia sangat takut teman baiknya itu melihat sesuatu.


“Ayo mulai! Tunggu apa lagi!” Ethan pun tidak sabar.


Nindi juga teriak dari samping: “Cepat! Cepat!”

__ADS_1


Kenzie melihat Nindi dengan tatapan kesal, dia ini benar-benar teman yang jahat! Tadi bertengkar dengan Reyhan, sekarang malah mendukung Reyhan untuk menciumnya! Benar-benar jahat!


Kemarahan Kenzie dilihat oleh Reyhan, hatinya tergerak lagi, Kenzie terlihat sangat cantik di bawah paparan sinar lampu..


Kenzie mengangkat kepalanya, lalu mencondongkan pipi kanannya ke Reyhan: “Hanya boleh cium pipi ya!”


Reyhan tidak peduli dengan permintaan Kenzie, langsung memegang pinggang Kenzie, memeluknya, lalu bibirnya panas langsung ditempel ke bibir Kenzie!


“Wahh!” Nindi dan Ethan tepuk tangan.


Nindi berpikir dalam hati, nanti ia harus bertanya pada Kenzie. Sepertinya hubungan mereka berdua tidak sesederhana yang ia bayangkan. Terlihat jelas, presiden mereka ini menyukai Kenzie.


Kalau Kenzie bisa mendapatkan Reyhan, entah berapa banyak orang yang iri dibuatnya! Haha, semoga saja ini juga bisa membuat semua perempuan yang hobi bergosip di kantor menjadi iri!


Nindi bahkan sudah mulai memikirkan tanggal pernikahan untuk Kenzie.


Lidahnya yang panas hendak masuk ke dalam mulut Kenzie, tangannya pun ditempel erat-erat di punggung Kenzie, lidahnya terus berputar di dalam mulut Kenzie, sama sekali tidak berhenti.


Kenzie pun merasa malu, berusaha melepaskan diri dari pelukan Reyhan, matanya pun melirik ke arah Ethan dan Nindi, melihat mereka berdua menikmati tontonan yang ada di hadapan mereka ini, Kenzie pun semakin marah.


Reyhan ini, kenapa tidak lihat waktu dan tidak lihat tempat, sembarangan menciumnya seperti ini!


Reyhan pun merasakan perlawanan Kenzie, ini membuat nafsunya semakin meningkat.


Reyhan pun memeluk Kenzie lebih erat lagi, bibirnya juga pindah ke bagian telinga, lalu bicara pelan-pelan: “Jangan bergerak, aku sudah sangat bergairah! Jangan sampai aku melakukannya denganmu disini!” Kata-kata itu membuat wajah Kenzie semakin memanas!


Dirinya bisa merasakan bahwa Reyhan tidak berbohong. Karena takut nafsu Reyhan semakin meningkat, dan malah melakukan hal yang aneh-aneh, Kenzie pun berhenti melawan.


Walaupun dia cara bicaranya blak-blakkan, penampilannya juga sedikit menggoda, tapi sebenarnya ia sangat pandai menjaga diri, dan dirinya masih perawan.


Karena merasa tidak nyaman melihat adegan di hadapannya, Nindipun mengalihkan pandangannya, tapi Nindi tidak tahu harus melihat ke arah mana.


“Nindi, kalau kamu tidak tahu harus melihat kemana, lebih baik tatap saja aku.” canda Ethan.


Dua matanya pun menatap Nindi.


“Gila, orang ini benar-benar tidak tau malu.” pikir Nindi, tapi ia tidak boleh kelihatan lemah: “Siapa bilang aku takut?!”


Nindi mengangkat kepalanya lalu saling bertatapan dengan Ethan. Mata Ethan terasa romantis, tatapannya penuh senyuman, tidak tajam seperti Reyhan. Ethan kelihatannya sangat rileks, duduk dengan malas di sofa, kedua matanya menatap Nindi.


Wajahnya tampan, matanya bergairah, garis bibirnya sangat indah, apabila menciumnya…Nindi tiba-tiba sadar! Ya tuhan! Apa yang sedang ia pikirkan!


Cepat-cepat ia menatap ke arah semula, dia merasa wajahnya terbakar!


“Haha….” melihat Nindi yang wajahnya merah, Ethan merasa senang, sambil tersenyum ia bicara kepada Nindi: “Nindi, kamu kalah!”


“Ha?” Nindi tidak mengerti sampai mengangkat kepala

__ADS_1


“Barusan bukannya kita sedang bermain permainan ‘siapa yang pertama menundukkan kepalanya dia yang kalah’?” Ethan menggoda Nindi.


“Siapa yang mengatakan ingin bermain permainan ini? Aku hanya menatapmu saja kok!”


“Hanya menatao? Tidak memikirkan hal lain? Lalu kenapa wajahmu memerah, Nindi?” Ethan tidak buang-buang kesempatan untuk terus menggoda Nindi.


Ciuman Reyhan membuat sekujur tubuh Kenzie lemas, dunianya seakan berputar. Ciuman mereka benar-benar panas, sampai-sampai orang dari meja sebelah pun bersorak-sorai!


Kenzie pun menjadi malu dan marah, dua tangannya menahan dada Reyhan, untuk memberi jarak di antara mereka: “cukup! Lepaskan aku!”


Reyhan sudah seperti terbakar api, suaranya serak, ia memohon ke telinga Kenzie: “Ayo kita pergi ke ruang pribadi yang ada di belakang”


Kenzie menjadi semakin marah. Dengan kesalnya dia menginjak kaki Reyhan, berharap Reyhan kesakitan dan melepaskannya, agar ia bisa kembali ke tempat duduknya. Tapi tubuhnya malah ditahan erat-erat oleh Reyhan.


Wanita ini berani! Berani sekali dia! Malam ini Reyhan akan memberinya pelajaran!


Reyhan marah, tapi juga tidak berani melakukan apapun, *********** juga masih menegang, apabila orang lain melihatnya, harga dirinya bisa terlukai.


“Kenzie, kamu jalan di depan aku, jangan jauh-jauh dariku, untuk menghalangi pandangan orang lain.” ucap Reyhan ke Kenzie pelan-pelan.


“Kamu mau apa?” Kenzie senang Reyhan akhirnya mau melepaskannya, tapi Kenzie bingung dengan permintaannya tadi.


“Bodoh! Aku seperti ini, bagaimana aku bisa kembali ke tempat dudukku!”


Dengan dihalangi oleh Kenzie, Reyhan akhirnya kembali ke tempat duduknya. Tapi ia masih tidak mau melepaskan Kenzie, dia menundukkan badannya bicara di telinga Kenzie: “nanti saat pulang, aku akan memberimu pelajaran!”


Kedua tangannya yang nakal, menyentuh paha Kenzie.


Sial! Semakin Kenzie berusaha menghindar, tangan itu malah semakin menjadi!


“Nindi, aku kepanasan disini, bolehkah kamu bertukar tempat duduk denganku?” Kenzie merasa, kalau ia terus diganggu Reyhan seperti ini, lama-lama dia bisa jadi gila!


“Boleh!” Nindi dengan senangnya menyetujui sama permintaan Kenzie.


“Ndi jangan pergi! Duduk di sebelahku.” Ethan menahan Nindi, bibirnya dihiasi senyuman yang ambigu, lalu ia bermain mata dengan Reyhan.


Nindi melotot ke arah Ethan, “Kamu barusan memanggilku Ndi? Presdir Ethan, sejak kapan kita sedekat itu?”


Ethan tersenyum, matanya menatap lurus wajah Nindi: “waktu tadi wajah kamu merah.”


…..


Reyhan juga menatap Kenzie: “Kenzie!” perempuan ini, bisa-bisanya mau lari dari sisinya?!


Selama ia diluar kota, Reyhan memikirkan Kenzie setiap hari, tapi dia malah diam-diam pergi ke pesta perjodohan, dan sekarang bahkan ia mau kabur darinya! Sangat bagus!


Melihat Reyhan yang galak pada Kenzie, Nindi mulai membantu Kenzie: “Presdir Reyhan, aku memperhatikan, sepertinya ada sesuatu antara kamu dan Kenzie! Apa jangan-jangan kamu tertarik pada Kenzie?!”

__ADS_1


“Tertarik?” Reyhan merasa kata ini sangat menarik.


“Iya! Apa kamu menyukai Kenzie? Apa kamu perlu bantuanku untuk mengejarnya?” canda Nindi.


__ADS_2