
Di atas altar yang mewah, pastor sudah bersiap membacakan sumpah janji.
“Sekarang di hadapan altar Tuhan yang suci, aku akan menanyakan kedua belah pihak pertanyaan yang sama. Mohon di jawab setelah aku selesai.”
“Steven, apakah kamu bersedia menikah dengan Betty. Dan setuju menuruti perintah Tuhan, disatukan oleh Tuhan, mencintai, melindungi, menghibur, menghormati dia seperti mencintai dirimu sendiri. Di waktu dia sakit atau sehat, kaya atau miskin, sampai akhir hidupmu?”
1 menit…2 menit…3 menit… Steven tetap membisu. Suasana mulai menegang. Undangan yang di depan mulai berbisik-bisik.
Betty masih tetap berusaha tersenyum, tetapi tangannya mulai berkeringat.
Mata Steven memang memandangi Betty tetapi sesungguhnya pikirannya sedang terfokus ke Kenzie. Walaupun yang berdiri di hadapan dia itu adalah Betty, tetapi Steven seperti hanya bisa melihat Kenzie yang keberadaannya jauh di suatu tempat di hatinya dan selamanya Betty tidak mungkin bisa mencapai tempat itu.
Steven tidak pernah mencintai Betty.
Yang selalu dia cintai adalah Kenzie.
Betty tidak pernah menyadari kalau cinta sejati Steven hanya Kenzie seorang saja.
Disaat suasana tegang kian dirasakan. Steven mengucapkan sesuatu dengan suara yang sangat lemah,”Aku bersedia”, janji sakral ini di ucapkan tanpa perasaan bahagia.
Betty menahan emosinya, diwajahnya juga terlihat senyum kaku.
Di hari pernikahan, setiap wanita ingin tampil paling cantik dan menjadikan hari ini sebagai hari terindah dalam hidupnya. Tetapi, hari ini dia dapat penghinaan besar dari suaminya. Sikap ragu-ragu saat mengucapkan janji di altar adalah penghinaan yang tidak bisa dilupakan.
Sesungguhnya Steven ingin menikah dengan Kenzie bukan Betty.
Kenzie! Kenzie! Wanita itu adalah sumber musibah bagi hidup nya.
Kenzie, ini nama yang sekarang menjadi duri dalam daging Betty, tetapi dia terlihat masih tetap bersenyum lebar. Dia mengepal tangannya dengan sekuat tenaga sehingga kuku panjangnya menusuk ke telapak tangannya, sakitnya seolah-olah menunjukkan pisau yang tertancap di hatinya.
“Betty, apakah kamu bersedia menikah dengan Steven, dan setuju menuruti perintah Tuhan, disatukan oleh Tuhan, mencintai, melindungi, menghibur, menghormati dia seperti mencintai dirimu sendiri, di waktu dia sakit atau sehat, kaya atau miskin sampai akhir hidupmu?”
“Aku bersedia.” Ucap Betty tanpa ragu. Walaupun Steven tidak mencintai dia sekarang, tetapi kalau Kenzie tidak ada lagi, dengan seiring berjalannya waktu, Steven pasti bisa jatuh cinta padanya.
Reyhan dan Ethan duduk di ruang eksekutif. Dari sudut ini bisa terlihat jelas apa yang sedang terjadi di altar.
Steven tidak mencintai Betty. Reyhan bisa merasakan itu hanya dengan sekedar memandang ke dalam matanya. Timbullah keraguan di hati Reyhan, Apakah Steven mencintai Kenzie? Teringat waktu di butik Steven memberikan cek untuk mengganti baju yang menurut pelayan dicuri oleh Kenzie, dan saat Kenzie di culik, Steven-lah yang menyelamatkannya. Dan akhirnya mereka melewati satu malam berdua.
__ADS_1
Terpancing lagi badai kemarahan Reyhan! Matanya penuh dengan kebencian yang siap meledak! Kenzie sudah menipu dia! Katanya hanya hubungan sebatas tetangga. Steven hanya menganggap dia seperti adik, tapi semuanya bohong belaka! Ternyata Kenzie hanya wanita pembohong, kata-katanya tidak ada yang tulus.
Hubungan dia dan Steven, pasti juga tidak sesederhana yang dia nyatakan! Memang waktu itu tidak ada tanda-tanda bekas ciuman yang mencurigakan, tetapi itu juga tidak bisa membuktikan kalau mereka tidak melakukan apapun!
Reyhan merasa dulu dirinya sudah salah karena mempercayai Kenzie!
Kepercayaan yang dia berikan pada Kenzie ternyata dibalas dengan pengkhianatan!
Hatinya yang sudah dikuasai kebencian dan kemarahan, terpancar di mata merahnya. Kenzie, jangan aku menemukanmu, kalau tidak, pasti hidupmu akan mengalami penderitaan yang tidak pernah kamu bayangkan..
Diatas altar, pastor sedang menyiapkan acara tukar cincin pasangan.
“Saat nya menukar cincin pasangan sebagai tanda cinta.” Pastor memandangi pasangan yang di hadapan ini dengan senyuman tulus, pengantin pria yang tampan dan pengantin wanita yang jelita, sungguh pasangan yang sempurna.
Steven mengeluarkan kotak hitam yang dibungkus kain bludru. Dibukanya kotak itu perlahan-lahan. Cahaya permata langsung memancarkan sinar yang luar biasa, membuat Reyhan hampir menutup matanya.
Betty mengangkat tangannya yang mengenakan sarung tangan, Steven menyematkan cincin ke jari nya ….
Reyhan terperanjat dari tempat duduknya, dengan sinar matanya yang tajam!
“Tunggu!” terdengar suaranya yang cukup menggelegar memecahkan suasa keheningan. Tubuh Reyhan yang tinggi gagah melangkah maju melewati para undangan menuju ke altar.
Betty dan Steven juga terkejut dan belum sempat respon atas sikap Reyhan.
Para wartawan dan paparazzi langsung mencium adanya peristiwa besar yang mungkin akan menghebohkan! Apakah tujuan Reyhan menghentikan acara pertukaran cincin ini? Apakah Reyhan memiliki hubungan asmara dengan putri walikota, sehingga dia ingin pernikahan ini di berhentikan? apakah…
Dengan seribu pertanyaan di hati masing-masing yang sedang menunggu jawaban.
Hati semua orang bertanya-tanya.
Diantara paparazzi terdengar berbisikan,”Aku taruhan 100 dollar, ada sesuatu di antara Reyhan dan Betty”
Lebih konyolnya ada yang berbisik,”Aku taruhan 200 dollar. Reyhan dan Steven sesungguhnya memiliki hubungan asmara!”
Entah sejak kapan, Reyhan sudah berdiri di hadapan mereka. Dia menarik tangan Betty dan mengeluarkan cincin dari jari manisnya dengan paksa, Betty menjerit karena merasa sakit.
Reyhan memandangi cincinnya dengan dahi mengkerut. Wajahnya yang tadinya dingin sekarang menjadi es. Suasana resepsi menjadi hening seperti ruang kosong tanpa seorang pun.
__ADS_1
Ribuan pasang mata sedang menatap Reyhan, semua orang penasaran, ingin mengetahui apa yang diinginkan atau dilakukan Reyhan selanjutnya.
Hanya melihat sekejap, dia langsung mengenali cincin ini namanya “Jantung Laut” yang dia hadiahkan kepada Kenzie, bukankah cincin ini dibawa Kenzie waktu dia kabur? Mengapa ada di tangan Betty sekarang?
“Dari mana kamu dapatkan cincin in?i!” Reyhan menggertak dengan suara nada tinggi. Betty masih belum sadar dari syoknya, terlihat terperangah dan berdiam di tempat.
“Bicaralah yang sopan dengan istriku!” Steven membalas sambil berdiri di depan Betty. Dari dulu Steven tidak pernah bersimpatik terhadap orang ini.
Seandainya bukan dia yang mengurung Kenzie, pasti Kenzie juga tidak akan kabur dan menghilang!
“Minggir!” Reyhan mendorong Steven.
Steven tidak mengira Reyhan akan mendorongnya, sehingga Steven nyaris terjatuh.
Walikota Holt merespon dengan cepat, memanggil penjaga keamanan,”penjaga keamanan! Presiden Reyhan mabuk! cepat turunkan dia dari altar dan bawa ke dalam!”
Para penjaga keamanan yang masih asyik menyaksikan kejadian dadakan ini, sedikit memperlambat gerakannya supaya bisa ikut menonton pertunjukan heboh ini. Presdir dari Group Realtech berani-berani nya membuat onardi pesta resepsi putri walikota? Merampas cincin pernikahan dari putri walikota? Ada cerita apa tentang cincin ini?
Mendengar perintah walikota menurunkan Reyhan. Ethan bergegas ke altar supaya penjaga keamanan tidak menarik turun Reyhan dengan paksa “Reyhan, hari ini pernikahan Steven dan Betty, kamu mau ucapkan selamat, tidak perlu sampai ke altar, ayo, kita turun saja.”
Reyhan sama sekali tidak peduli teguran Ethan. Dia menatap tajam ke Steven,”Cincin ini aku hadiahkan kepada kekasihku. Mengapa bisa ada di kamu? Jawab!”
Steven mendengar kata kekasih, ia langsung mengetahui kalau yang dimaksud Reyhan itu pasti Kenzie. Jadi cincin ini milik Kenzie?
Steven lupa dengan keributan yang Reyhan buat, buru-buru bertanya,”Apakah kekasih yang kamu maksud itu adalah Kenzie?”
Reyhan mengangguk, dengan nada yang masih dingin ia bertanya sekali lagi,”Bagaimana kamu dapatkan cincin ini? Dimana Kenzie? Apa yang telah kamu perbuat pada nya?”
Reyhan mendapat firasat buruk. Kenzie tidak mungkin memberikan Steven cincin ini sebagai kado pernikahan. Lalu apa yang sudah terjadi padanya sehingga cincin ini bisa jatuh ke tangan orang lain? Apakah ada sesuatu yang buruk terjadi pada Kenzie?
Memikirkan kemungkinan ini, membuat ketegangan di hatinya kian bertambah. Reyhan menarik baju Steven dan mereka bertatapan, yang satu kelihatan terkejut, dan yang satu kelihatan tegang.
Para penjaga keamanan terpanah di tempat, menyaksikan keseruan ini.
Hal ini terjadi di tengah-tengah berlangsungnya pesta pernikahan putri wali kota, ini pasti akan menjadi berita terpanas sepanjang tahun ini!
Suara batuk walikota mengingatkan mereka dengan tugas mereka, mereka bergegas memisahkan Reyhan dan Steven.
__ADS_1
Tapi Reyhan menyiku dan meninju mereka.