CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Perlakuan Aneh


__ADS_3

"Kenapa?" tanya Agus dengan nada meledek.


"Ahh, apa sih? Awas ah!" jawab Ayu kesal.


"Eh, kenapa kamu kesal. Mereka kan suami istri, wajar kalo ciuman. Kamu pengen ya?" canda Agus lagi.


"Ih, nggak ya! Mana ada aku pengen!" Ayu melirik tak suka.


"Ohhh, ya udah kalo nggak pengen. Kalo pengen sini aku kasih!" canda Agus lagi seraya memegang kedua pipi Ayu, hendak mencium gadis ini.


Kini gantian mereka berdua yang jadi perhatian, bahkan oleh semua orang yang ada di pesta itu.


"Ayu, Agus... kalian apa-apaan?" tegur Yoga.


Spontan Ayu dan Agus pun terkejut.


"Eh, Bos. Anu... kami cuma becanda!" jawab Agus gugup. Pun dengan Ayu, wajah Ayu memerah, gadis ini langsung malu. Karena semua mata tertuju padanya.


"Udah ngaku aja, kalian pacaran?" tanya Yoga.


"Tidak tidak kami tidak pacaran, Pak!" jawab Ayu.


"Iya kami pacaran. Bahkan ini tadi lagi ngomongin rencana pernikahan. Lalu aku gemas padanya, makanya kucandaain dia!" jawab Agus sembari menatap Ayu dengan senyuman manisnya. Sedangkan Ayu menatapnya dengan tatapan kesal. Ayu tak suka mereka terciduk ditambah kebohongan Agus.


"Ohh, baiklah kalo begitu. Selamat untuk kalian. Niat baik, semoga disegerakan," jawab Yoga dengan senyum bangganya.


Tak ingin kesalahpahaman ini berlarut, Yoga pun segera mengajak semua orang untuk kembali ke acara.


Sedangkan Ayu masih menatap marah pada Agus.

__ADS_1


"Apa maksudmu menjawab demikian?" tanya Ayu kesal.


"Dari pada kita dituduh zina!" jawab Agus enteng.


"Salahmu, ngapain genit? Kalo mereka menganggap ucapan kamu serius gimana?" tanya Ayu.


"Ya nggak apa! Kan doa!" Lagi-lagi Agus menjawab pertanyaan itu dengan candaan. Membuat Ayu semakin kesal dan memutuskan untuk meninggalkan pria itu.


Sedangkan Agus malah tersenyum menahan tawa. Baginya kekesalan Ayu ternyata sangat menyenangkan.


Ayu dan Agus berpisah karena acara dimulai. Namun perpisahan itu nyatanya tidak menghalangi Agus untuk menggoda Ayu. Agus suka sekali menatap Ayu, hingga gadis itu salah tingkah.


Apa yang Agus lakukan tenryata tak luput dari pantauan Yoga. Pria berperawakan gagah ini pun langsung menegur asisten sekaligus sahabatnya.


"Beneran Gus, lu ama Ayu pacaran?" tanya Yoga, karena ia tak serta merta pecaya pada jawaban Agus tadi. Yoga sangat tahu bagaimana Agus.


"Jangan gitu, nanti kalo dia baper gimana?" larang Yoga.


"Ya nggak lah, mana ada baper. Kan aku cuma becanda!" jawab Agus.


"Iya, niatnya bercanda. Nanti lama-lama suka. Emang nggak repot kalo begitu?" tanya Yoga.


"Kalo suka tinggal dinikahi, apa susahnya?" jawab Agus, lagi-lagi tanpa berpikir.


"Astaga ni orang, serah elu lah, Gus. Moga aja pas lu sadar kalo lu suka sama Ayu, gadis itu lagi ga berhubungan dengan pria lain. Kalo kek gitu kisahnya, Siap-siap aja lu patah hati," ucap Yoga, serius.


Agus terdiam. Memikirkan apa yang sahabatnya sampaikan. Agus tidak memungkiri itu. Namun percaya tak percaya, Agus memang nyaman berdekatan, bercengkrama dan menggoda gadis itu. Entahlah, Agus gemas saja.


"Jangan biarkan dia dimiliki pria lain kalo memang menurutmu dia baik. Ingat Gus, wanita baik itu berlian, jangan kamu sia-siakan. Ini kan yang selalu kami ingatkan ke aku. Aku dan Vina, kami memang disatukan karena perjodohan, tapi kami berjanji saling menjaga rasa satu sama lain. Aku harap, kalo kamu udah ada rasa ama dia, sebaiknya jangan ditunda lagi," ucap Yoga, mengingatkan.

__ADS_1


"Ya, akan ku coba pikirkan," jawab Agus, santai.


Malam semakin larut, semua undangan udah pulang. Hanya tinggal Agus, Arsen dan dua wanita kakak beradik itu.


"Kamu mau pulang bereng suamimu?" tanya Ayu pada adiknya.


"Iya, Kak. Kakak bareng kita aja," jawab Jasmine.


"Tidak, ah. Kakak nggak mau ganggu kalian. Kakak naik taksi aja," tolak Ayu lembut.


"Ihh, ngapain naik taksi. Kamu bareng Pak Agus aja. Kan rumah klean searah!" saut Vina.


"Iya, rumah kami emang serah. Tapi duluan rumah Pak Agus. Nanti aku turun depan rumah dia, terus jalan kaki gitu?" jawab Ayu sembari terkekeh.


"Ya nggak, masa ya Pak Agus tega, ya kan Pak?" saut Vina.


Agus hanya tersenyum. Namun ragu ingin mengajak Ayu. Ia takut Ayu menolak.


"Ish, aku nggak pa-pa. Aku fine, kok. Sebentar aku pesan taksi dulu," ucap Ayu sembari mengambil ponselnya. Hendak mencari taksi online. Namun, tanpa disangka oleh siapapun, Agus mengambil ponsel Ayu dan melarang gadis itu mencari taksi.


"Udah malem, nggak baik buat gadis pulang naik taksi. Sudah aku antar!" jawab Agus seraya mematikan ponsel Ayu.


Ayu tak mampu menjawab iya atupun tidak sebab semua mata tertuju padanya. Ayu bingung dengan perlakuan Agus terhadapnya.


Bersambung...


Sambil nunggu mak update, yuk kepoin karya temen emakšŸ˜


__ADS_1


__ADS_2