CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 128 Aktivitas Karyawan


__ADS_3

Didalam rumah sakit, Kenzie terbaring diatas kasur pasien, ditangannya terdapat suntikan jarum infus yang sedang mengalirkan cairan kedalam tubuhnya, wajahnya yang pucat, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa khawatir.


Nindi menangis sampai matanya memerah, dengan wajah marah ia melototi Reyhan, “Bos Reyhan, aku mohon, lepaskan Kenzie! Jangan memaksanya lagi!”


Sebenarnya ia sangat mendukung hubungan Kenzie dengan Reyhan, tapi ia tidak menyangka Kenzie ternyata menolak Reyhan sampai seperti ini!


Tadi malam Reyhan tidak tidur semalaman , matanya juga terlihat merah.


Mendengar perkataan Nindi, ia menyipitkan mata merahnya itu dan ingin menghajar seseorang. Kalau bukan karena Ethan dan Nindi memergoki mereka tadi malam, Kenzie tidak mungkin melakukan hal bodoh semacam ini.


Ethan membaca situasi yang kurang bersahabat ini, ia pun segera menghampiri mereka dan berkata, “Sudah sudah, syukurlah Kenzie tidak apa-apa. Dokter berkata untung kita memberikan pertolongan pada waktu yang tepat.


Reyhan tidak menemukan tempat yang tepat untuk melampiaskan amarahnya, tepat sekali Ethan bisa menjadi tabung untuk melampiaskan amarahnya.


Dengan sekuat tenaga, Reyhan menonjok wajah Ethan! Ethan memahami perasaan Reyhan dan ia pun tidak membalasnya, dia hanya menghindarinya.


Setelah melihat Reyhan memukuli Ethan, Nindi langsung naik darah dan menerobos kedepan Reyhan dan memukulinya, “Apa-apaan kamu ini! Ini semua gara-gara kamu! Kenzie menjadi seperti ini semua karena kamu! Kamu masih berani melampiaskan emosimu pada orang lain!”


Rasa simpatik Nindi terhadap Ethan bertambah berkali-kali lipat, setelah membandingkan Ethan dengan Reyhan, Nindi menyadari bahwa Ethan jauh lebih baik.


Suster dengan tergesa-gesa berlari kearah mereka, “Jangan bertengkar lagi, pasiennya sudah sadar!”


Reyhan mendorong Ethan kesamping dan segera menerobos ke ruang pasien. Jantungnya berdebar sangat kencang.


Kenzie terbaring diatas kasur dengan wajahnya yang pucat seperti kertas putih. Matanya yang besar menatap langit-langit kamarnya. Dia tidak memberikan respon apa-apa terhadap mereka bertiga.


“Kenzie, kamu sudah sadar!” Nindi menerobos kesampingnya dan menatap Kenzie dengan penuh pehatian.


Kenzie berusaha memberikan sebuah senyuman lembut kepada Nindi. Matanya tertuju pada Reyhan yang berdiri disamping, dengan perlahan ia memutarkan kepalanya.


Wajah Reyhan tampak lesu dan kurang tidur, membuat dia terlihat seperti kehilangan setengah jiwanya.


Berdiri didepan kasur pasien, Reyhan tidak tahu harus bicara apa kepada Kenzie.


Bicara apapun sepertinya tidak pantas, Kenzie hampir kehilangan nyawa karenanya,apa yang bisa ia katakan? Memang bukan Reyhan yang menyayat tangannya, tapi dialah yang menyebabkan Kenzie melakukan hal tersebut.


Seandainya Reyhan membiarkannya pergi mencari Nindi, seandainya Reyhan tidak menghalanginya…


Tapi, semuanya sudah terjadi…


Reyhan menundukkan kepalanya, dari dalam kantongnya dia mengeluarkan berlian kartun itu, dengan perlahan ia meletakkannya disamping bantal Kenzie.


Batu berlian kartun yang kecil, dengan sepasang mata yang besar, memancarkan cahaya yang terang.


Membuatnya teringat pada saat pertama kali ia bertemu dengan Kenzie di malam yang hujan, mobilnya menabrak Kenzie, lampu mobil yang terang tersorot di wajahnya, dua mata yang besar itu memancarkan cahaya yang sama seperti berlian ini.


“Kamu pergi saja, aku tidak ingin melihatmu lagi.” Kenzie yang terbaring diatas kasur berkata dengan nada cuek. Suaranya sedikit serak.


Pupil mata Reyhan tertuju pada wajah Kenzie.


Kata-kata dingin yang diutarakannya membuat hati Reyhan hancur berkeping-keping. Mungkin, ini sudah waktunya untuk melepaskannya…

__ADS_1


Untuk terakhir, kalinya ia menatap wajah Kenzie dengan sungguh-sungguh. Mulut kecilnya tertutup rapat. Wajahnya yang indah itu tidak menunjukkan ekspresi apapun, tapi kesedihan di dalam dirinya dapat dirasakan dengan jelas.


“Kenzie, aku akan membiarkanmu bebas.” Reyhan berkata dengan suara yang kecil, selesai mengatakannya, ia pun membalikkan tubuhnya dan meninggalkan ruangan itu tanpa ragu,


Matahari bersinar kearah Kenzie, Reyhan pergi membelakangi sinar matahari, tubuh yang tangguh itu terlihat sangat kesepian.


Tidak terasa tiga bulan pun sudah berlalu.


Hari ini hujan turun , air hujan yang dingin disertai angin, berhembus masuk kedalam ruangan melalui jendela yang terbuka. Kenzie pun langsung bergegas ke teras untuk menyimpan pakaiannya yang dijemur.


Beberapa bulan terakhir ini, ia terus mengurung dirinya di dalam rumah. Bergantung pada penghasilan yang ia dapatkan dari menulis artikel di weibo untuk kebutuhan sehari-hari. Nindi tidak meminta uang sewa rumah padanya, dan Kenzie sangat berterima kasih pada Nindi untuk hal ini. Kenzie berdiri diteras, melihat kejauh sana, ia baru menyadari, ternyata musim dingin telah datang…


Daun-daun dipohon sudah habis. Angin dingin yang disertai dengan air hujan berhembus ke tubuhnya, Kenzie pun menggigil kedinginan.


“Kenzie…aku pulang!” Nindi berjalan masuk sambil membawa barang belanjaanya, hari ini Nindi keluar untuk bertemu dengan klien, jadi ia bisa pulang lebih awal, ternyata perasaan ada orang yang sedang menunggu dirimu pulang ke rumah itu sangat nyaman dan menenangkan. Melihat bayangan Kenzie dirumah, Nindi merasa sangat nyaman.


Kenzie sudah menyiapkan sup ayam di dapur, aroma sup ayam itu memenuhi seluruh ruangan rumah.


“Kenzie, kamu baik sekali! Siapapun yang menikahimu pasti akan sangat beruntung!” Nindi berkata dengan nada terharu.


Kenzie tersenyum, “Aku akan mengambilkan sup untukmu! Hari ini dingin sekali, minum sup bisa membantumu menghangatkan tubuhmu.”


Mereka berdua duduk dimeja makan, cahaya lampu yang hangat memancar di atas makanan yang sangat lezat, membuat semua orang yang melihatnya pasti ingin memakannya.


“Kenzie, minggu ini perusahaan kita akan mengadakan wisata ke pemandian air panas,kami boleh mengajak keluarga, apa kamu mau pergi denganku?” Nindi berkata sambil menguyah ayam dimulutnya.


“Pemandian air panas?” Kenzie tertarik untuk pergi.


Sudah beberapa bulan terakhir ia tidak keluar rumah. Rasanya dirinya sudah hampir berjamur. Saat cuaca dingin seperti ini, pergi ke pemandian air panas terdengar menarik.


Beberapa bulan terakhir ini, Kenzie terus mengurung dirinya dirumah, wajah Kenzie yang dasarnya sudah putih, sekarang lebih putih lagi. Sifatnya juga menjadi pendiam. Mungkin jalan-jalan dan berkenalan dengan beberapa teman baru, bisa membantunya menjadi lebih baik.


Dengar-dengar presdir baru perusahaan masih lajang, orangnya juga lumayan tampan, sepertinya bisa dijodohkan dengan Kenzie. Nindi berpikir dalam hati.


“Oke deh. Laagi pula aku sudah lama sekali tidak keluar rumah.” Kenzie menganggukan kepalanya.


Nindi bahagia sekali, ia langsung mengambil ponselnya dan menghubungi departemen administrasi, “Kak Mei, keluargaku akan ikut dalam acara perusahaan ke pemandian air panas besok.”


“Nama dan nomor KTPnya?”


“Kenzie. Nomor KTP XXXXXXXXXX” Nindi sudah mendaftarkan nama dan nomor KTP Kenzie.


Didalam kantor direktur, Ethan dan Reyhan sedang membahas tentang kerja sama perusahaan mereka belakangan ini.


Sekertaris departemen administrasi mengetok pintu dan membawakan sebuah daftar nama.


“Presdir Ethan, ini adalah daftar nama orang yang ikut ke pemandian air panas besok, harap Presdir mengeceknya sebentar.” sekertarisnya berkata dengan nada yang sangat sopan.


Ethan mengeceknya sekilas dan ia tercengang saat melihat nama Kenzie didaftar nama itu. Ternyata ia mendaftar sebagai kerabat Nindi.


Saat Nindi baru berkerja selama dua hari di perusahaan ini, Ethan dijadwalkan untuk berdinas selama sebulan di London. Setelah pulang dari London ia juga terus dijadwalkan untuk berdinas didalam negeri, ia belum memiliki waktu untuk bertemu dengan Nindi.

__ADS_1


Biasanya Ethan tidak akan hadir dalam acara acara seperti ini karena ia takut karyawan lain akan canggung dengan kehadirannya. Tapi kali ini, Nindi ikut serta, jadi situasinya berbeda…


Ethan melemparkan sebuah senyuman. Saat Ethan hendak mengembalikan daftar nama itu kepada sekertasinya, Reyhan tiba-tiba bertanya, “Ethan, apa ada yang aneh di daftar nama itu? Kenapa kamu tersenyum seperti itu?”


Dalam sesaat bibir Ethan terasa kaku. Dasar Reyhan ini, sangat berterus-terang, disampingnya masih sekretarisnya!


“Tidak apa-apa, hanya daftar nama karyawan yang ikut acara minggu ini.” Ethan membalas sambil memberikan daftar nama itu kepada sekertarisnya.


Saat sekertarisnya hendak mengambilnya, Reyhan langsung merampas daftar nama itu dari tangan Ethan.


Daftar nama ini sama sekali tidak ada hubungan dengan Reyhan. Karena sifatnya yang angkuh, biasanya Reyhan tidak akan peduli dengan hal sepele seperti ini, tapi kali ini, ia sedikit berbeda, dia bahkan menjulurkan tangannya dan mengambil daftar nama itu, tidak tahu kenapa dia langsung melihatnya dengan cepat.


Hanya dengan melihat sekilas, nama Kenzie langsung berhasil menghentikan pandangannya.


Lalu ia melihat nama karyawan didepan Kenzie adalah Nindi, ia semakin yakin Kenzie yang ada didaftar nama ini adalah Kenzie yang ia kenal.


Tangan Reyhan langsung tersentak seperti tersetrum dan segera membalikkan daftar nama itu kepada sekertarisnya.


Setelah sekertarisnya menutup pintu, Ethan bertanya dengan suara kecil, “Kamu sudah tahu?”


“Belakangan ini, apa kamu bertemu dengannya?” Reyhan tidak dapat mengerti perasaan hatinya saat ini. Apakah ia seharusnya berharap atau takut? Ia berpikir dalam hati. Keadaan ini membuat perasannya menjadi sangat kacau.


“Aku tidak bertemu dengannya, belakangan ini aku sibuk dinas.” Ethan berkata sambil melihat kearah Reyhan. Ia sedikit merasa khawatir, jangan-jangan Reyhan sedang berpikir untuk memperbaiki hubungannya dengan Kenzie?


Sudah lewat tiga bulan, tiga bulan yang paling sulit itu sudah berhasil dilaluainya. Seharusnya Reyhan dan Kenzie sudah putus hubungan kan?


“Untuk acara besok, tambahkan namaku.” Reyhan berkata sambil mengeluarkan sebatang rokok dari kotak perak milik Ethan.


Semenjak putus dengan Kenzie, kebiasaan merokoknya semakin parah, ia juga semakin sering mabuk. Wajahnya yang awalnya tampan, sekarang berubah menjadi semakin dingin dan tidak berwarna.


“Untuk apa kamu ikut? Ini acara pribadi perusahaan kita.” Ethan berusaha untukmenghentikannya. Ethan merasa Reyhan memang tidak cocok untuk Kenzie.


Laki-laki yang keras dan angkuh seperti Reyhan lebih cocok dengan perempuan yang lemah lembut, bukannya dengan perempuan seperti Kenzie yang ketus dan terus terang.


“Kamu masih mau bekerjasama dengan aku atau tidak?” Reyhan berkata sambil mengayun-ayunkan surat kerjasama mereka yang ada diatas meja.


“…”


Sekarang Ethan sedikit mengerti, mengapa Kenzie begitu membenci Reyhan. Perasaan diancam seperti ini pasti sangat sulit diterimanya.


“Oke! Besok aku akan datang dan ikut berkumpul di kantormu.” Reyhan berkata sambil melemparkan kontrak mereka, lalu mengambil jasnya yang ada di sofa dan berjalan keluar.


“Reyhan! Tunggu bentar!” Ethan berteriak dengan perasaannya yang tidak tenang.


“Ya?”


“Bukannya kamu sudah pernah berkata pada Kenzie kalau kamu sudah melepaskannya?


Tapi sekarang kamu masih saja ingin bertemu dengannya, maksudmu apa?”


“Aku hanya…ingin melihat seperti apa dia sekarang. Tenang saja, aku juga akan membawa Mary.” Reyhan menjawab sambil menaikkan alis matanya. Pacarnya yang baru bernama Mary, model muda berusia 17 tahun. Baru saja memulai karinya, tapi sudah sangat terkenal.

__ADS_1


Ethan mengeleng-gelengkan kepalanya, apa yang sedang Reyhan pikirkan? Jelas-jelas akan bertemu dengan Kenzie, tapi kenapa malah membawa kekasih barunya?


Kemarin Ethan baru kembali dari luar negeri, tapi ia sudah mendengar semua gosip-gosip tentang Reyhan. Dengar-dengar Reyhan sangat memanjakan kekasih barunya itu, ia rela menghambur-hamburkan uangnya demi kekasih barunya ini.


__ADS_2