
Riyani memeluk pria yang tadi ia panggil "Kakak". Pria itu bernama Rama Putra Pratama, Ia adalah kakak pertama Riyani. Dulu saat kecil, Rama akan selalu menjaga Riyani dimanapun Riyani berada. Bahkan Riyani sedang bermain dengan tetangga sebelah Rama akan terus membuntuti Riyani dengan membawa buku tentang perusahaan.
" Kakak udah pulang? kenapa gak bilang bilang sih" Riyani melepas pelukannya Dengan kakaknya Rama.
" Kalau kakak bilang, bukan kejutan dong" Ucap Rama.
Saat Rama memandangi tubuh adiknya itu matanya langsung melotot dan alisnya menaik.
" Kamu hamil!!!? Kenapa tidak bilang sama kakak?!! Udah kakak bilangin sama kamukan, kamu boleh menikah muda. Tapi kamu jangan hamil dulu! Kamu harus kuliah! bukankah ini semester akhirmu!!! kenapa kamu berhenti hah?! Kamu tuh kalau dibilangin tuh gak pernah deng..." Omelan Rama terpotong.
" Udahlah mas toh udah terjadi... udah mas jangan marah marah gak bagus mas..." Ucap seorang wanita dari belakang Rama.
" Kamu tuh selalu belain dia, Untung yah ada mba kamu" Rama pun berjalan memasuki rumah.
" Mbaaa makasih" Riyani dengan wajah memelas.
" Kamunya sih udah tau masih muda, udah hamil aja. Makanya dengerin apa kata kakak kamu biar gak dimara..." Ucapan wanita itu terpotong oleh Riyani.
" Sini sayang sama tante yah" Riyani mengalihkan pembicaraan dengan membawa anak yang di gendong wanita itu.
" Dasar kamu yah selalu aja mengalihkan pembicaraan" Ucap Mba Desti.
***
Desti Ananda Putri~
Desti adalah istri dari Rama kakak pertama Riyani. Dari pernikahaan Desti dan Rama mereka dikaruniai seorang putri bernama Alethea Khairunnisa, Yang kini usaianya masih 6 tahun.
***
POV Reza
'Kantor'
Reza memandang Jendela besar yang ada disebelah meja kerjanya. Ia mengambil ponsel disakunya dan menelepon seseorang.
Telepon
" Kamu sudah tau apa yang harus dilakukan?" Tanya dingin Reza.
" Ya" Ucap lelaki misterius dari dalam ponsel.
" Lakukan dengan rapih, jangan meninggalkan noda sedikit pun. Jika Riyani mengetahuinya, kamu mati ditangan saya" Aura diruangan itu seketika menjadi sangat dingin.
__ADS_1
" Aku mengerti" Telepon berhenti.
" Heh" Reza tertawa kecut.
***
'Rumah'
" Ria kamu sendiri dirumah?" Tanya mama Citra.
" Iya mah, eh nggak berempat" Riyani duduk disebelah mama Citra sambil menduduki Alethea dipangkuannya.
" Tea... sini sama nenek yah kasian tante Rianya. perutnya lagi gede tuh" Mama Citra berusaha mengambil Alethea.
" Gak mau!" Alethea langsung berdiri dipangkuan Riyani dan memeluk erat Riyani.
" Sayang gak boleh gitu, Sini sama mamah yah sayang" Desti berusaha mengambil Anaknya.
" Udah mah, mba biar aku aja yang gendong" Ucap Riyani memeluk Alethea.
" Suami kamu mana" Tanya Rama.
" Belum pulang kak, bentar lagi juga pulang" Jawab Riyani.
" Emang ada apa kak?" Tanya Riyani.
" Nggak papa pengen bicara aja ama dia" Rama berjalan kedapur.
" Kakak mau kemana?"
" Dapur, laper tuan rumahnya gak nawarin makan" Rama berjalan dengan santai.
" Cih" Riyani menatap tajam Rama.
***
Pukul 18:30 WIB
" Assalamualikum, Sayang..." Teriak Reza.
" Waalaikumsalam" Ucap mama Citra.
" Eh mah, dikirain aku Riyani" Reza mengambil tangan mertuanya dan mencium punggung tangan mertuanya.
__ADS_1
" Riyaninya ada didapur lagi nemenin Alethea makan" Mama Citra memberitahu keberadaan Riyani.
" Oh iya mah" Reza berjalan kearah dapur dan menghampiri Riyani.
" Assalamualaikum" Ucap Reza kembali.
" Waalaikumsalam, mas udah pulang" Riyani berusaha bangkit.
" Udah duduk aja sayang" Reza memegang bahu Riyani, agar Riyani duduk saja.
Tiba tiba mendarat pukulan sendok makan pelan ditangan Reza yang sedang memegang bahu Riyani.
" Jangan pegang tante!" Teriak Alethea dengan mulut yang penuh.
" Gak boleh gitu tea" Riyani mengelap noda di tangan Reza.
" Abisnya om megang tante! kan tante punya tea doang" Ucap lucu Alethea dengan memajukan bibirnya.
Riyani melihat Reza yang menjadi aura marah.
" Mas..?" Riyani merasa ngeri.
Reza langsung mendekatkan wajahnya ke alethea dan mengkelitik alethea.
" Hyooo bandel sih" Ucap Reza.
" Ehem... Za, ada yang mas mau omongin tentang kantor" Ucao Rama tersenyum.
" Iya mas diruang kerjaku saja" Reza berjalan dengan wajah dinginnya.
'Ruang Kerja'
" Kenapa kamu ngelakuin itu?" Rama duduk di sofa yang ada di ruang kerja itu...
(Author🎃)
" Hah? Rama tau apa yang terjadi?!!!"
***
Maaf ya wak updatenya lama:)
Selamat Memasuki bulan Ramdhan yang penuh berkah😊 Maaf jika author ada salah salah kata♥
__ADS_1
Gak Vote gak papa Yang Penting LIKE and KOMEN Sebanyak banyaknya! Jadikan FAVORIT+❤! Ayo ayo! Sekarang jangan nanti nanti! Aku hitung 1,2,3! Makasih♥