CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 108 Tidak Bisa Memberikan Yang Kamu Inginkan


__ADS_3

Salah bicara sedikit langsung ditembak 2 kali?


Kenzie menggelengkan kepalanya heran, lalu ia melihat mata Reyhan, jantungnya seperti berdetak kencang.


Dengan menghindari tatapan matanya, Kenzie menaikkan kepalanya dan berkata: “Benarkah? Awalnya aku masih mengira kau bukan anaknnya, kalau dilihat sekarang, sepertinya kau benar-benar anak kandungnya.”


“Kenzie, apa maksudmu?!” Reyhan menaikkan alisnya.


“Karena kalian, ayah dan anak sama-sama moody.”


Reyhan sekejap menggertakkan giginya berkata: “Kenzie!”


Menyaksikan Reyhan seperti tersindir, hati Kenzie tidak terasa lebih nyaman.


“Makan apel ini.” katanya sambil menyodorkan apel ke Reyhan.


Melihat wanita kecil ini dengan wajahnya yang putih dan senyum di bibirnya, membuat Reyhan tak bisa memindahkan matanya.


Reyhan tidak mengambil apelnya. Kenzie menatapnya dengan tatapan aneh dan melihat tatapannya yang bergairah.


Wajah kecil itu tiba-tiba berubah menjadi merah.


“Kenzie kemarilah.”


Kenzie mengira Reyhan menyuruhnya menaruh apel di tangannya dan berjalan ke arah samping kasur.


Tapi, Reyhan tidak menggerakkan tanganya, ia membuka mulutnya, memberi kode untuk menyuruh Kenzie menyuapinya.


Melihat dada Reyhan yang dibalut perban putih, Kenzie hanya menghela nafas dan membawa apel itu ke mulutnya.


“Hei……” Reyhan tidak mengigit apel itu, malah ia mengigit jari tangan Kenzie.


Kenzie berteriak kaget. Kali ini dia mau apa lagi?


Kenzie perlahan menatap Reyhan.


Di dalam otak Kenzie seperti ada suara yang mengingatkan bahwa Reyhan sepertinya ingin mempermainkannya.


Kenzie membuang apel itu ke tong sampah di sebelahnya.


“Kenzie! apa-apaan kamu! Aku belum memakannya!” teriak Reyhan.


“Sepertinya kamu tidak ingin memakan apel, ya sudah lebih baik aku buang saja apel itu.” jawab Kenzie melihat sinis Reyhan.


Dengan kondisi terbaring di kasur rumah sakit, ia tak tahan bisa menarik Kenzie, Reyhan menggertakkan giginya dan membuka mulutnya: “Kenzie! Kemarilah, cium aku!”


Apa sebenarnya mau pria ini?!


Kenzie berdiri menjauh darinya, dan menatap Reyhan dengan serius: “Reyhan, hari ini saat aku ditodong 2 pistol, apakah kamu takut?”


Tidak disangka Kenzie bertanya hal ini, Reyhan binggung menjawab dengan canggung: “Jangan ikut campur urusanku!”


Mengetahui Reyhan tidak menjawabnya, Kenzie menyahut: “Aku sudah melihat tatapan matamu, kamu sangat gugup, sangat sakit hati. Kamu benar-benar takut kalau aku dibunuh mereka, ya kan?”

__ADS_1


Dengan wajahnya yang berantakan Reyhan menyela perkataan Kenzie: “Kenaaa kamu hari ini begitu aneh?Apa maksudnya sebenarnya?”


Kenzie berdiri di sebelah kasur Reyhan, dengan muka yang polos, mata yang menatapnya tajam, bibir tipis itu berkata: “Reyhan, apa kau menyukaiku? Atau kau sudah jatuh cinta padaku?”


Kenzie bertanya tanpa basa-basi .


Reyhan tidak menyangka bahwa wanita ini akan bertanya hal ini kepadanya. Ia tertegun.


Jantungnya berdetak kencang seketika……


Reyhan mengangkat dagunya dan bertanya kembali ke Kenzie: “Bagimana denganmu Kenzie ?”


Kenzie dari awal selalu mengatakan bahwa dirinya tidak mencintai Reyhan, tetapi Reyhan tidak percaya. Di dunia ini mana mungkin ada wanita yang tidak menginginkannya?


Ini tidak mungkin.


Kenzie menatap Reyhan.


“Bagimana denganmu Kenzie ?” Kenapa dia harus bertanya seperti ini? Mengapa ia tidak membatah pertanyaan Kenzie? Mengapa Reyhan tidak tertawa dan menganggapnya berlebihan?Mengapa tidak menyindirnya?


Dengan bertanya hal seperti ini, berarti Reyhan mengakui ini benar. Reyhan, mengaku bahwa ia mencintai Kenzie


Menggosok mata sebentar, Kenzie tertawa kecil: “Reyhan, aku tidak mencintaimu.” Kenzie mengangkat kembali matanya dan menatapnya jauh ke dalam matanya, berbicara serius: “Jadi…… kamu jangan sampai mencintaiku.”


Jangan sampai mencintainya.


Cinta Reyhan tak bisa ia gapai. Kenzie hanya wanita biasa yang ingin melewatkan hari-hari yang biasa. Ia dan Reyhan tak mungkin bisa bersama.


Reyhan terlalu tidak masuk akal, terlalu egois, terlalu sombong. Sedangkan Kenzie tidak bisa menerima pria seperti ini.


Lagi-lagi kalimat ini,


“Kenzie tak mencintainya.”


Kalimat ini omong kosong. Tidak mencintainya? Tetapi mengapa ia masih membantunya dan melawan Ayahnya?


Tidak mencintainya? Tidak mencintainya tetapi mengapa ia bahagia bersamanya? Reyhan tidak percaya!


Reyhan terdiam dan terus menatap Kenzie.


Waktu seperti berhenti berputar, bahkan udara seperti lenyap dari bumi.


Dilihat Reyhan seperti itu, hati Kenzie terasa aneh, ia tak berhenti mengedipkan mata: “aku akan mengambilkanmu segelas air.”


Ia membalikkan tubuhnya meninggalkan Reyhan.


Hatinya terasa campur aduk, sampai ia tidak hati-hati saat menuangkan air, tangannya pun tersiram air panas.


“Eh!” karena terkejut, ia melempar cangkir itu dan menjerit kesakitan.


“Prank!” suara cangkir pecah itu memekakkan telinga.


Kenzie mengambil tong sampah untuk membereskannya. At Sekali ia berbalik , tiba-tiba ia berada dalam dekapan pelukan yang hangat.

__ADS_1


Menengadah ke atas, ia melihat Reyhan sedang berdiri di depan pintu, sepasang mata itu terus menatap Kenzie.


“Reyhan, kamu sudah gila! untuk apa kamu turun dari kasur?”, Kenzie mengerutkan alisnya dan mendorong lengan Reyhan: “Cepat kembali ke kasur! Dokter berpesan bahwa kamu harus banyak istirahat!”


“Kenzie, kamu berbohong!”, Reyhan berkata dengan suara kasarnya, energi dari kedua tangannya memeluk erat Kenzie, menahan rasa sakit di dadanya, dan ia memaksa Kenzie berkata: “Kenzie, katakan bahwa kau mencintaiku!”


Kenzie masih bertahan dalam pelukan Reyhan. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan dengan pada Reyhan.


Mata Reyhan menatap ke belakang, melihat ke tempat yang dalam dan jauh.


Tidak, Reyhan, aku tidak mencintaimu.


Aku mencintai Steven, dulu, sekarang, dan selamanya akan tetap begitu.


Yang aku cintai bukanlah kamu, dari awal pun bukan kamu.


Jadi, janganlah mencintaiku, karena aku tidak bisa memberikan apa yang kamu inginkan.


“Reyhan, jangan bertingkah. Cepat kembali ke kasur dan istirahat.”Kenzie berusaha menasihatinya dengan lembut, dan menjulurkan tangan, berusaha melepaskan pelukannya.


“Kenzie!”, Reyhan tidak menghiraukannya, lengan itu semakin memeluknya erat, seperti seorang anak kecil, dan berkata: “ayo katakan bahwa kamu mencintaiku! Kamu mencintaiku!”


Kenzie mengerutkan alisnya, gigi putihnya menggigit bibir tipisnya.


Mengapa pria ini begitu tidak masuk akal? Siapa yang membuat aturan bahwa Kenzie harus mencintai Reyhan?


Ia tidak mencintai Reyhan, tidak cinta ya artinya tidak cinta!


Apakah ada orang yang bisa memaksakan diri untuk mencintai seseorang yang tidak mereka cintai? Reyhan tidak mengerti apa arti cinta yang sebenarnya. Dia tidak mengerti apa itu cinta, apa itu bertahan.


“Reyhan, jangan bertingkah, ok?”, Kenzie tidak bisa berkata-kata lagi.


“Kenzie, cepat katakan!”Reyhan mengatakannya dengan agresif.


Apa dia harus se-agresif ini?


Reyhan tidak mengerti, apa yang Reyhan lakukan sekarang sangatlah agresif dan bodoh, bagaimana ia bisa memikat hati perempuan dengan cara seperti ini.


Kenzie berusaha untuk sabar. Ia mengantarkan Reyhan kembali ke kasur: “Reyhan, mau kau katakan 100 kali pun tetap sama! Aku tidak mencintaimu, aku tidak mencintaimu, aku tidak mencintaimu! Apakah kamu puas?”


Lengan Reyhan menegang, tubuhnya menghadap Kenzie, tidak ada celah sedikitpun untuk kabur, Kenzie tiba-tiba sulit bernapas!


Dalam waktu sesaat, Reyhan menundukkan kepalanya, mencium bibir Kenize dengan penuh gairah!


“Hmmmm……”, Kenzie mengerutkan keningnya, tetapi tidak berani mendorongnya, karena takut menyentuh lukanya.


Reyhan saat itu sama sekali tidak menyadari kalau tulang rusuknya patah. Seakan tidak merasakan sakit sama sekali, ia memeluk Kenzie seerat mungkin, menciumnya dalam!


Ciuman membuat udara di ruangan itu seakan memanas!


“Maaf…… mengganggu sebentar.”


Suara wanita yang lembut itu tiba-tiba ada di sebelah mereka, mengganggu momen Reyhan dan Kenzie.

__ADS_1


“Sial!”mendengar suara itu membuat Reyhan segera melepaskan ciumannya, ia mengumpat, dan melepaskan Kenzie.


__ADS_2