
Wajah Reyhan tanpa ekspresi, ia hanya menatap Vera dingin.
Vera khawatir dan berkata: “Presdir, ini tidak seperti yang kamu bayangkan!” mukanya penuh kepanikan, tidak percaya kalau karena hal sepele ini, Reyhan bisa-bisa memecatnya.
Mereka pernah melewati malam bersama! Dan ayah Vera adalah manajer disana!
Melihat wajah Vera yang cemberut, Reyhan mengerutkan keningnya dan berkata dengan suara keras: “Cepat bereskan barangmu dan pergi dari sini!”
Air mata Vera tiba-tiba menetes: “Presdir, saya mengaku salah! Saya tidak akan berani berbuat seperti itu lagi!” ia sekejap berlutut di bawah kaki Reyhan.
“Keluar! Pergi!” Reyhan sangat benci wanita yang selalu membuat onar, nada bicaranya sangatlah dingin.
Vera tahu tidak mungkin ada lagi kesempatan untuknya disana, air matanya mengalir deras, matanya yang seperti mengeluarkan kilat kemarahan, menatap Reyhan tajam dan ia mengepalkan tangannya yang gemetar: “Apakah bagimu Kenzie sangat begitu penting?”
“Keluar!” suara dingin itu menjawabnya.
Tatapan penuh emosi dari Vera menusuk wajah Kenzie, membuatnya gemetar ketakutan!
Ini hanya luka ringan, kalau pun Vera memang sengaja melakukannya, tetap saja hukuman ini terlalu berat untuknya.
Apa Reyhan melakukan ini semua untuk membalas perbuatan Vera padanya? Tetapi ia tidak ingin pembalasan yang seperti ini.
Kenzie menengadah kepalanya untuk melihat Reyhan sebentar, mata Reyhan terlihat rumit.
Tiga hari kemudian, Kenzie sedang duduk di mejanya,mengurus file, file-nya sangat banyak, setengahnya saja belum selesai, tiba-tiba Nindi memanggilnya: “Kenzie! Kamu sedang dimabuk asmara ya?”
Kenzie menengok: “Apa?”
Muka Nindi dipenuhi dengan senyum, ia berjalan ke depan Kenzie dan gaya yang misterius: “Kenzie, beritahu aku, sebenarnya orang kaya yang mana yang sedang kamu dekati?”
“Apa maksudmu?” dalam hati Kenzie berpikir, apa hubungannya dengan Reyhan sudah diketahui oleh Nindi?
Tidak mungkin lah, ia selalu berhati-hati, tak mungkin hubungannya diketahui oleh Nindi.
Nindi mengeluarkan sebuket bunga mawar darii belakang punggungnya: “Tadi ada pegawai dari toko bunga yang datang! Pada kartu ucapannyanya tertulis namamu!”
Siapa yang mengirimkan ini? Kenzie merasa binggung.
Ia berdiri, mengambil bunga itu. Aroma bunganya sangat semerbak, di kartu pink itu tertulis satu kalimat : Kenzie, apa kamu terkejut ?
Tulisan berwarna perak itu terlihat tegas dan lugas. Pasti ini tulisan Reyhan.
Terkejut? Terkejut kepalamu! Reyhan memang kekanak-kanakan!
Kenzie bukanlah seorang remaja, mana mungkin sebuket bunga mawar bisa membuatnya terkejut?
“Ah, ah, ah, ah…”
“Wow, wow, wow, wow …”
Para karyawati lainnya sedang menjerit dengan suara keras.
Telinga Kenzie sampai hampir tuli dibuatnya, ia mengerutkan kening dan melihat ke pintu, ia tercengang, ada orang berseragam dari toko bunga yang membawa buket bunga mawar berbentuk hati.
Buket mawar ini benar-benar besar, mungkin tingginya sekitar 2 meter, lebarnya membuat isi ruangan kantor seakan penuh.
“WOW! Adegan romantis di televisi ternyata benar-benar ada dan nyata! Aku tidak bisa membayangkan, berapa uang yang harus dihabiskan untuk membeli buket bunga sebesar ini!” Nindi berdiri di sebelah Kenzie, wajahnya dipenuhi dengan rasa iri.
Kenzie tak bisa berkata-kata.
“Nona, totalnya semuanya ada 9999 batang mawar, silahkan tanda tangan disini.” Pegawai toko bunga itu memberikan tanda terima untuk ditandatangani Kenzie.
__ADS_1
“Mohon maaf, saya menolak untuk menandatangani ini.” Kenzie juga mengembalikan buket mawar yang ada di tangannya: “silahkan bawa mawar-mawar ini kembali.”
Sebenarnya apa mau Reyhan? Bukankah ia ada urusan keluar kota? Mengapa masih ada waktu untuk mengiriminya bunga mawar?
“Nona, tolong ditandatangani! Pihak terkait sudah membayar ini semua.” kata pegawai toko bunga yang berpikir bahwa Kenzie tidak ingin membayar ini semua.
“Saya tidak peduli, bawa semua mawar ini!” Kenzie menjawabnya dengan wajah dingin.
Sebenarnya Reyhan menganggapnya apa?
Ia pasti dengan sengaja membuatnya tidak bisa bertahan di kantor
Hal ini pasti membuat seisi kantor membicarakannya!
Kenzie tidak ingin seperti ini! Dia hanya ingin bekerja dengan tenang, hidup layaknya orang biasa ! Apakah Reyhan tidak mengerti?!
“Kenzie! kamu bodoh ya? Mawar sebanyak ini diletakkan di kantor, akan membuat suasana kantor menjadi lebih berwarna!” Nindi dengan antusias mengomel, dan Nindi mengambil pulpen dan menandatanganinya: “Saya mewakilinya untuk menandatangani ini! Kalian pergi saja! Cepat!”
Pegawai toko bunga keluar dengan cepat, takut mereka disuruh membawa mawar itu kembali.
“Nindi!” Kenzie memarahinya.
Nindi adalah sahabat baiknya, ia mengerti jelas perbedaan nada bicara Kenzie ketika ia mau atau tidak mau sesuatu, tidak disangka Nindi masih berani menerima bunganya!
“Aiyaaa…jangan marah! Kalau kamu tidak suka, letakkan saja di tempatku!” Nindi berkata kepada Kenzie.
Dengan penuh rasa penasaran, ia melirik Kenzie dengan penuh tanya: “Ayo beritahu aku! Siapa yang memberikan bunga-bunga ini? Dan kenapa kamu tidak menerimanya?”
Kenapa tidak menerimanya?
Kenzie menunjukkan senyum terpaksa, andai Nindi tahu siapa yang mengirim ini, pasti ia tidak mungkin akan bertanya seperti ini.
Kenzie sebagai karyawati baru, sudah mengetahui gosip bahwa dalam mata para karyawan, Reyhan adalah malaikat dan iblis yang bergabung menjadi satu.
Ia disebut iblis, karena cara kerjanya yang egois dan dingin. Mungkin tidak ada orang yang bisa bertahan dengan kebiasaan anehnya itu, sekretarisnya sering kali berganti, hanya Nindi yang bertahan paling lama.
“Kenzie, siapa yang mengirim ini! Cepat beritahu aku, aku janji tidak akan memberitahu siapapun!” Nindi masih berusaha untuk mendapat jawaban dari Kenzie.
“Seorang laki-laki yang sudah tua, pendek, botak, pemabuk, yang walau menggunakan parfum pun tidak bisa mengalahi aroma busuknya!” Kenzie menjawab.
Lalu ia membalikkan kepalanya dan tersenyum ke Nindi: “Kamu sepertinya ingin sekali bunga mawar, bagaimana jika aku memberikan nomor ponselmu kepadanya?”
“Eh! Aku masih ada urusan, bye-bye!” Nindi pun kabur, berpura-pura sibuk.
“Haha…” Kenzie tertawa melihat ia berhasil mengelabui Nindi.
Kenzie duduk di sebelah meja dan berpikir sesaat, lalu bawa ponsel ke ruang istirahat dan menelepon Reyhan.
Hatinya masih tidak tenang, tiba-tiba dari ponselnya keluar suara wanita yang asing: “Hallo! Dari mana?”
“…”
Kenzie tiba-tiba terbengong dan ia merasakan perasaan yang aneh.
Seperti sebaskom air dingin disiram dari kepala hingga kakinya, dan ia menjadi kedinginan, itulah yang membuatnya tak bicara apa-apa.
Reyhan baru keluar kota untuk beberapa hari, secepat itu ia sudah memiliki wanita lain?
Ia bahkan sengaja mengirimi Kenzie bunga mawar? Membuatnya menjadi bahan omongan di kantor?
Kenzie kini mengerti, pria seperti Reyhan ini tidak peduli pada wanita manapun, dan tidak peduli pada hubungan apapun. Wanita yang pernah bersamanya terlalu banyak, dan Kenzie, hanyalah sebuah boneka yang dimainkan Reyhan ketika dirinya bosan.
__ADS_1
Konyol, dia malah mengyangka bahwa hubungan mereka sangat serius.
Kenzie menatap ponselnya, tak bisa menjawab apa-apa, ia hendak mematikan panggilan, tapi wanita di ponsel itu kembali mengatakan sesuatu, suara itu sangat berwibawa: “Kenzie ya? Presdir sedang rapat, jadi ia tidak bisa mengangkat telepon, apa perlu aku memberitahunya untuk meneleponmu kembali?”
Wanita ini…mengetahui tentang dirinya?
Dan bahkan masih berbaik hati ingin membantunya untuk memberitahu Reyhan bahwa dirinya menelepon?
Kenzie bertanya: “Kamu siapa ya?”
“Saya adalah sekretaris presdir Reyhan di Shanghai.” kata wanita di telpon itu menjawab dengan sedikit tertawa, dan ia menjelaskan dengan sopan: “baterai ponsel Presdir habis, jadi tadi beliau menyuruhku untuk men-charge ponselnya, mohon nona Kenzie jangan salah paham.”
Penjelasan yang benar-benar masuk akal…bicaranya juga sangat lancar, mungkin sebelumnya ia sudah berkali-kali menjelaskan hal ini ke orang lain.
Tiba-tiba ia teringat candaan Nindi: “Reyhan punya banyak cara untuk memiliki seorang wanita.”
Kenzie terdiam …
“Kenzie!” Nindi berlari sambil membawa cangkir ke ruang istirahat. “Cepat! Kamu jadi ikut atau tidak?! Malam ini aku dan kantor S.T akan mengadakan kencan buta yang besar! kamu juga harus ikut ya!”
Selesai mengucapkan itu, ia berlari seperti angin bertiup, memberitahu karyawan yang lain.
Nindi pernah berkata, mimpi terbesaranya adalah menikah sebelum berusia 25 tahun. Jadi, ia tak pernah ketinggalan semua acara kencan buta.
Kenzie terdiam dan bertanya ke orang yang di ponsel: “Presdir sedang rapat ya? Nanti aku akan menelponnya kembali.”
Gedung kantor Group Realtach di Shanghai terletak di tepi sungai Huangpu. Kantor presdir terletak di lantai paling atas, jika tirai jendela dibuka, pemandangan kota yang indah akan terlihat.
Saat ia selesai membaca seluruh file yang ada di mejanya, waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore.
Reyhan membuka lacinya, di dalam laci itu ada berlian berbentuk karakter kartun, rambut hitam, wajah putih, dagu kecil, sepasang mata yang dalam yang dibuat dari dua buah kristal yang bersinar.
Ini adalah perhiasaan Swarovski berbentuk Kenzie versi kartun yang dirancang khusus oleh Reyhan. Boneka itu berdiri di atas meja, tak selaras dengan dinginnya ruang kantor itu…
Ia pertama kali melihat perhiasan seperti ini di Chicago, ia pun langsung memikirkan Kenzie, asemua perempuan menyukai perhiasan berkilauan seperti ini, Kenzie pasti juga suka.
Betul, lain kali ia juga akan membuat versi dirinya sendiri, supaya Kenzie bisa membawanya kemana saja!
Bibir seksi Reyhan Melengkungkan sebuah senyuman.
“Tok tok!”
Pintu kantor diketuk dua kali.
“Silahkan masuk.” Reyhan dengan acuh tak acuh menjawabnya.
Wanita berusia sekitar 30 tahun berjalan masuk, ia adalah sekretaris Lestari, sekretaris kantor di Shanghai.
“Presdir, ini kopinya.” sekretaris Lestari meletakkan kopi itu di meja Reyhan dan sekaligus memberikan laporan: “Malam ini jam 9 akan ada pertemuan makan malam bersama beberapa manager departemen real estate, saya sudah memesan hotel Jun Yang yang ada di Ring Barat.”
“Ok.” Reyhan meminum kopinya.
“Masih ada…Nona Zina, Nona Eunice, Nona Kenzie, Nona Megawati, meminta Presdir untuk menelepon mereka kembali jika Presdir punya waktu.” sekretaris itu membetulkan letak kacamatanya saat memberikan laporan.
Reyhan adalah presdir Group Realtach bagian Asia Pasifik, masih muda, sangat tampan, tidak pernah kekurangan wanita disisinya.
Sekretaris Lestari terkadang merasa dirinya bukan seorang sekretaris, melainkan seorang pengasuh dan penatuahnya, ia masih harus mewakilinya mengurus hubungan asmaranya.
Reyhan meminum kopinya dan bertanya: “Nona Kenzie?”
“Iya, sekretaris Kenzie.” sekretaris Lestari menatap Reyhan aneh, dari 4 wanita yang menelepon ia hanya bertanya sekretaris Kenzie? Sepertinya Presdir sangat menyukai nona Kenzie…
__ADS_1
Kenzie?
Reyhan menjadi sangat rileks, Kenzie bisa berinisiatif untuk meneleponnya, sepertinya mawar-mawar itu ada gunanya, jadi, mawar merupakan sesuatu yang bisa menarik wanita, Kenzie saja luluh.