CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Kekepoan Vina


__ADS_3

Penasaran dengan kenyataan yang saat ini menampar mata Vina, wanita ini pun memantapkan hati untuk bertanya pada sang suami. Apa yang sebenarnya terjadi? atau lebih tepatnya, rahasia apa yang sedang disembunyikan oleh sang suami.


Selesai makan malam...


Yoga mengambil ponselnya dan membalas pesan yang ia terima. Sedangkan Vina terus memerhatikan apa yang suaminya lakukan serta mempelajari ekpresi pria tersebut.


Sayangnya apa yang dilakukan Vina, terciduk oleh Yoga. Membuat pria ini pun bertanya, "Ada apa, Sayang? Kenapa melihatku seperti itu? Ada yang ingin kamu tanyakan?" ucap Yoga sembari meletakkan ponselnya dan meminta sang istri mendekatinya.


Dengan lembut, Vina pun mendekati sang suami.


"Emmm, apa Mas akan marah jika Vina bertanya sesuatu?" tanya Vina takut.


"Tentu saja tidak, Honey! Masak Marah. Tanya kan saja, apa yang ingin kamu tahu," jawab Yoga lembut.


"Sebelumnya Vina minta maaf, Mas. Tadi Vina nggak sengaja lihat ada foto seseorang di ponsel Mas. Tapi Vina nggak sampai buka. Hanya sengaja lihat saja, demi Allah. Vina nggak bohong," ucap Vina sembari mengacungkan dia jari pada sang suami.


"Foto seseorang? Siapa?" tanya Yoga sembari meraih kembali ponselnya.


"Ada tadi Vina lihat. Foto dia loh... pria yang pernah kita bahas hari itu!" jawab Vina.


"Pria yang kita bahas hari itu. Siapa ya?" jawab Yoga, langsung membuka ponselnya dan mencari foto seseorang yang di maksud istrinya.


"Ada tadi Vina lihat. Dia pakek kemeja biru," jawab Vina sembari menunjuk layar ponsel suaminya.


Yoga tersenyum gemas menatap sang istri. Menurutnya sang istri begitu penakut. Atau lebih tepatnya terlalu menghargainya. Bahkan memengang ponselnya saja tidak berani.

__ADS_1


"Nah, cari sendiri. Emang ada foto siapa sih di ponselku! Seperti dia lebih menarik perhatianmu dibanding denganku!" ucap Yoga, berniat bercanda.


"Ih nggak begitu, Sayang. Cuma aku penasaran dengan hubungan kalian. Apa kalian berteman?" tanya Vina penasaran.


"Berteman? Tidak... aku hanya punya kamu dan Yoga. Selebihnya aku nggak kenal. Meski mereka kenal aku," jawab Yoga sok iyes.


"Astaga, narsis sekali. Apakah orang kaya itu circle nya seminim ini. Sampai teman saja nggak punya?" tanya Vina penasaran.


"Cicle masmu ini hanya sebatas kenal, Sayang. Aku memang tidak suka terlalu banyak bergaul. Pada dasarnya aku susah bergaul. Aku terlalu introvert. Makanya nggak punya pacar," jawab Yoga jujur.


"Pantas, kamu kaku. Bener kalo nggak gaul. Eh, tapi jangan mengalihkan pembicaraan. Please jawab pertanyaan Vina dengan jujur, apa Mas deket dengan seseorang yang ada di ponsel Mas tadi?" tanya Vina berusaha mengembalikan topik apa yang seharusnya mereka bahas di sini.


"Maksudmu pria ini?" tanya Yoga sembari menunjukkan foto Arsen pada sang istri.


"Ya. Apa Mas marah jika Vina menanyakan dia?" balas Vina, Lagi-lagi dengan tatapan takut.


"Mas, aku sangat percaya padamu. Apa kamu juga percaya padaku?" tanya Vina.


"Tentu saja, Sayang. Kalo aku nggak percaya, mana mungkin kita bisa sejauh ini," jawab Yoga serius.


"Makasih banyak, Masku. Tapi Vina masih penasaran, bagaimana Mas bisa kenal pria itu, maksud di mana ketemu? atau... pokoknya gimana ceritanya bisa kenal. Seperti itu!" ucap Vina, belibet.


Yoga tersenyum mendapati istrinya gugup hanya karena seseorang dari masa lalunya. Sebenarnya Yoga tahu dan paham jika Vina hanya tak nyaman dengan keterlibatan Arsen dalam hubungan mereka. Terlebih pria itu pernah menjadi seseorang dalam hidupnya. Yoga paham itu.


"Oke kalo kamu ingin tahu. Mas jelaskan. Jadi gini... " Yoga menatap Vina, lalu tersenyum. Lucu saja menatap ekpresi tegang sang istri. Entahlah, mungkin apa yang dikatakan Agus adalah benar, jika dirinya sudah termakan hasutan virus Cinta berwujud BuCin.

__ADS_1


"Kenapa malah senyum-senyum. Ayolah jelaskan!" pinta Vina, kali ini ia serius.


"Oke, jadi gini... Arsen adalah sahabat Agus. Kami bertemu di tempat Agus waktu papanya Agus meninggal. Awalnya Mas nggak tahu kenapa pria itu begitu tertarik pada Mas. Agus sendiri juga bingung, kenapa Arsen selalu bertanya tentang Mas bahkan sampai dia nanya Mas ini udah nikah apa belum. Mas pikir dia gay soalnya nanyanya privasi sekali. Eh, pas pertemuan kedua Mas inget pernah lihat foto dia nikahan sama kamu. Dan ternyata benar, pas dipertemukan itu juga dia nyerang Mas dengan berbagai argumen yang mungkin sudah dia siapkan," ucap Yoga, jujur.


"Ohhh, begitu. Pantas saja malam itu Mas langsung tanya Vina. Untung papi udah kasih tahu semua ke Mas ya. Kalo nggak matilah Vina. Mas kan tahu Vina lelet berpikir. Yang ada Vina bakalan gugup dan nggak tahu mesti gimana?" jawab Vina tak kalah jujur.


"Ya, Mas paham soal itu. Lagian mami papi kan nggak mungkin nyariin Mas istri yang statusnya nggak jelas. Cuma jujur, pertama kali Mas dikasih tahu kalo udah dijodohin, mas marah. Apa lagi cewek yang mau dijodohin sama Mas adalah janda. Ehhh, nggak taunya janda cute. Ih gemas. Sini tium!" ucap Yoga manja. Tak menunggu izin, Yoga pun langsung menarik tengkuk sang istri dan memberikan ciuman terdalam dan termesra yang mereka punya.


"Makasih banyak, Mas. Kamu udah mau menerima ku," jawab Vina, sedih.


"Iya, Sayang. Harusnya aku yang makasih sama kamu. Kamu udah mau bertahan nemenin aku. Maaf kalo awalnya aku nggak suka sama kamu. Maaf kalo aku pernah nyakitin kamu, Yang. Tapi Mas janji, Mas nggak akan kek gitu lagi. Kamu udah bikin Mas mati kutu, Honey. Entah virus apa yang udah kamu kasih ke aku. Sampai aku gila begini!" ucap Yoga sembari menyatukan bibirnya dengan bibir kekasih hatinya ini.


Vina menerima ciuman panas itu dengan keikhlasan hatinya. Vina pasrah. Pasrah dengan apa yang diberikan oleh Yoga padanya.


Saat mereka sedang asik berciuman, tiba-tiba ponsel Vina berdering.


Vina menerima panggilan telpon dari Ayu. Tak ingin membuat sang sahabat khawatir, Vina pun langsung menyambut panggilan itu.


"Iya, Yuk!" sambut Vina.


"Vin, lu masih di Bandung nggak?" tanya Ayu.


"Ya, masih. Ada apa?" tanya Vina.


"Barusan keluarga bosnya Jasmine datang, Vin. Mereka ngancem kita dan mengintimidasi kita. Apa yang mesti aku lakukan. Aku takut Vin!" ucap Ayu sembari menangis. Karena dia memang takut.

__ADS_1


"Ya Tuhan... kok bisa. Bukankah suamiku udah kirim orang buat jagaian kamu. Kamu tenang Yu, aku ke sana sekarang. Jangan takut oke!" ucap Vina sembari menenangkan sang sahabat. Sedangkan Yoga masih setia menunggu duo sahabat itu menyelesaikan masalah mereka.


Bersambung...


__ADS_2