
Hello! Im an artic!
Setelah telepon pada hari itu, Reyhan tidak pernah lagi menelepon dirinya.
Kenzie sudah beberapa kali mencoba menghubunginya, tetapi semua teleponnya dijawab oleh sekretaris Reyhan yang berkata bahwa presidennya sangat sibuk, tidak bisa mengangkat telepon, dan dia nanti akan memberitahukan kepada presiden Reyhan bahwa Kenzie menelepon.
Hello! Im an artic!
Tetapi Reyhan sama sekali tidak pernah menghubunginya.
Sepertinya dia benar-benar sangat sibuk…Masalah yang begitu berat seperti ini bukanlah masalah sepele, maka dari itu Reyhan pasti sibuk.
Kenzie menyemangati diri sendiri, Reyhan tidak bisa mengangkat teleponnya karena terlalu sibuk.
Hari minggu tiba, Kenzie sudah bangun pagi-pagi sekali, lalu membereskan rumah, mencoba baju seharian, dan akhirnya memilih untuk mengenakan gaun model Sabrina.
Hello! Im an artic!
Pada saat mereka hanya berdua, Reyhan lebih suka jika Kenzie memakai pakaian yang lebih seksi.
Kenzie terus menunggu telepon dari Reyhan, tetapi Reyhan sama sekali tidak menghubungi dirinya, Kenzie tidak bisa lagi menahan diri lagi dan menelepon Reyhan.
Tetapi lagi-lagi sekretaris-nya yang mengangkat teleponnya. Kenzie benar-benar merasa tenggelam hingga dasar laut.
__ADS_1
“Halo, nona Kenzie, hari ini presiden Reyhan tidak akan pulang ke kota c. karena masih ada beberapa masalah yang masih belum diselesaikan di Kota H , presiden Reyhan berada disini untuk sementara waktu.”
“Sampai berapa lama?” Kenzie menanyakan pertanyaan yang ditunggu-tunggunya.
Suara sekretais terdiam sejenak, “Jangka waktunya masih belum jelas. Presiden Reyhan belum mengatakan berapa lama ia akan menetap.”
Setelah memutuskan teleponnya, Kenzie merasa sangat kecewa, karena mengira Reyhan akan pulang hari ini, Kenzie sudah membuat rencana untuk membawa Ken dan Reyhan untuk keluar bersama!
Setelah sibuk memikirkan hal yang tidak-tidak, ponselnya berbunyi lagi, Kenzie melihat ponselnya, dan itu adalah telepon dari Tania.
Dengan ragu, Kenzie mengangkat teleponnya, suara Tania terdengar sangat gembira, “Kenzie, terima kasih! Hari ini Reyhan mengajakku bertemu!”
Reyhan mengajaknya bertemu? Bukankah dia sangat sibuk? Sibuk hingga sekretarisnya-lah yang selalu mengangkat teleponnya? Bagaimana bisa ia memiliki waktu untuk bertemu dengan Tania?
Kepala serta hati Kenzie seperti sedang ditusuk oleh benda tajam, sakit hingga dia tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Suara Tania pemuh kebahagiaan, “dia akan menyempatkan waktu untuk kembali ke kota C dan bertemu dengan ku. Kenzie, terima kasih!”
Menyempatkan waktu untuk pulang ke kota C…hal ini begitu familiar
Ternyata, Reyhan bukan melakukan hal seperti itu untuk dirinya saja, tapi untuk wanita lain juga.
Tania sudah tiga tahun bersama dengan Reyhan, mau bagaimanapun, pasti mereka memeliki perasaan terhadap satu sama lain, bukan?
__ADS_1
Terlebih lagi, demi Reyhan, Tania sampai rela melakukan aborsi sebanyak tiga kali…
Kenzie merasakan kehampaan yang luar biasa, ia jatuh terduduk diatas sofa, dia merasa bahwa cinta yang ia percayai, sebenarnya tidak sekuat yang dia kira.
Di kedai kopi kota H, Tania sedang duduk sambil melihat kearah pintu.
Dia sudah duduk disana selama dua jam lebih, tetapi Reyhan masih juga belum muncul!
Akhirnya, dari balik pintu kaca terlihat bayangan tinggi seorang pria yang mengenakan kemeja simple berwarna abu-abu, celana panjang hitam, tetapi tetap mengeluarkan aura gagahnya.
Itu adalah Reyhan! Tania sibuk menlambai-lambaikan tangannya.
Reyhan mempunyai kaki yang panjang, dalam beberapa langkah, ia sudah sampai dihadapan Tania, dan duduk dihadapan Tania, tanpa sungkan sama sekali berkata, “Apa yang ingin kamu katakan? Aku hanya bisa memberimu waktu tiga puluh menit.”
Tiga puluh menit…Tania mencekram erat taplak meja dibawahnya, hatinya merasa sangat terhina, air mata sudah membasahi seluruh wajahnya, “Reyhan, kenapa kamu begitu dingin?”
Mata elang Reyhan menatap Tania, “Dingin? Aku rasa aku sudah bersikap baik, aku tidak memiliki keharusan untuk bersikap ramah.”
Air mata Tania seketika mengalir, “Reyhan, aku tahu, kamu masih marah kepadaku, aku tidak seharusnya bicara sembarangan padamu, tidak seharusnya aku mengancammu. Ketika aku melihat kamu menggendong Kenzie, aku begitu marah hingga hampir gila! Reyhan, apakah kamu mau memaafkanku? Aku sangat patah hati, karena aku sangat mencintaimu, sangat menyayangimu!”
Tania berkata dan mengubah suara dan ekspresinya menjadi seperti bunga sakura yang sedang bermandikan hujan.
Reyhan menatapnya dengan tatapan aneh, mengeluarkan senyum sinis kepadanya, “Tania, kamu pikir akan ada gunanya kalau kamu berpura-pura menyedihkan seperti ini? Jangan bilang kamu tidak tahu apa yang dilakukan oleh ayahmu, jangan bilang kamu tidak tahu apapun, kamu pasti mengetahui segalanya, pokoknya aku sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi denganmu!”
__ADS_1
Tania merasa terkejut, bagaimana bisa ayahnya sudah turun tangan? Bukankah ia masih akan menunggu untuk sementara waktu?
Tania dengan terburu-buru melebarkan matanya, lalu sekali lagi memberikan tatapan menyedihkan, “Reyhan, aku memberitahukan permasalahan jika kamu ingin meminta putus denganku kepada ayahku. Mungkin karena itu juga ayahku merasa marah dan melakukan sesuatu yang menyulitkanmu! Tetapi percaya padaku, aku sama sekali tidak mengetahui hal ini! Jika aku mengetahuinya, bagaimana mungkin bisa aku duduk diam saja? Reyhan, kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu, apakah kamu tidak bisa merasakannya?”