
Kenzie menelepon ke kantor Presdir Realtech.
Suara yang terdengar dari telepon adalah suara sekretaris Lestari, Kenzie menghela napas lega.
“Halo sekretaris Lestari, aku adalah Kenzie dari perusahaan Cavern Co., hari ini saat kami mengunjungi Realtech, ada berkas proyek perencanaan yang tertinggal di kantor Presdir Reyhan, boleh aku meminta tolong untuk menitipkan berkasnya di resepsionis di lobi lantai 1? Nanti aku akan kesana untuk mengambilnya.”
Sekertaris Lestari agak sedikit terkejut, tapi dia tetap menerima permintaannya, “Baik, aku akan mencari berkasnya dan menitipkannya di lobi, anda bisa langsung mengambil nya disana.
Kenzie dengan sopanberkata, “Terima kasih, maaf telah merepotkan anda.”
“Tidak masalah, ini bukan masalah besar.” Kata sekretaris Lestari, menutup telepon.
Oh yeah! Rencana berhasil! Dia bisa langsung pergi lobi lantai 1 untuk mengambil berkasnya, jadi ia tidak perlu bertemu Reyhan lagi!
Kenzie masih tersenyum senang, telepon di mejanya tiba-tiba berbunyi.
“Halo!” Kenzie yang sedang bahagia langsung mengangkat telepon.
Suara sekretaris Lestari langsung masuk ketelinganya, “Nona Kenzie, Presdir Reyhan meminta anda secara pribadi ambil langsung di kantornya.”
Kenzie terdiam kebingungan, dia dengan langsung gugup, “Kamu barusan bi… bilang, di… Presdir Reyhan meminta aku untuk ambil berkasnya di kantornya?”
“Iya, Direktur berkata masih ada beberapa pertanyaan yang ingin ia bahas secara mendetail dengan anda.”
Bahas secara mendetail? Apanya yang perlu di bahas?! Kenzie sangat emosi, rasanya ia ingin memaki orang!
Dia menutup teleponnya, Kenzie menggerutu geram sambil mengacak rambutnya.
Bagaimana ini?! Bagaimana caranya agar Kenzie tidak perlu pergi ke kantornya?
Dia memikirkan segala cara, tapi tetap saja tidak menemukan caranya.
Ia tidak bisa menunda sampai waktunya pulang kerja, karena berkasnya harus hari ini perbaiki, file itu diperlukan untuk pertemuan besok pagi.
Kenzie dengan langkah kaki yang berat pergi menuju kantor Reyhan. Dia berharap semoga Rehyan sudah pulang kerja! Amin, Tuhan memberkati!
Sesampai di kantor pintu, kebetulan ia bertemu dengan sekretaris Lestari, Kenzie dengan ragu bertanya, “sekretaris Lestari, Presdir Reyhan sudah pulang ya?”
Sekretaris Lestari kebingungan melihat Kenzie, “Presdir Reyhan berkata ada yang mau ia bahas dengan anda, bagaimana mungkin dia sudah pulang krja?”
Melihat wajah Kenzie memucat, sekertaris Lestari mengira bahwa Kenzie tegang, sekretaris Lestari tersenyum untuk menenangkannya, “Nona Kenzie tidak perlu khawatir, suasana hati Presdir sedang sangat bagus, mudah diajak berbicara.”
Suasana hati Presdir Reyhan sedang bagus? Tapi suasana hatinya sedang tidak bagus!
Kenzie hanya bisa menghela napas di dalam hati, dia mengulurkan tangan untuk mengetuk pintu kantor.
__ADS_1
Dari dalam terdengar suara Reyhan, “Masuk.”
Pintu terbuka, Kenzie berdiri di depan pintu, dia merasa kakinya sangat berat.
“Kenapa kamu diam saja disana? Masih mau ambil berkasnya tidak?” Reyhan sedang duduk di belakang meja,awalnya ia tersenyum, tapi karena melihat sikap Kenzie, dia menjadi dingin.
Kenzie tidak masuk ke dalam, dia hanya berdiri di luar dan menahan pintu agar tidak tutup, “Presdir Reyhan, berkas proyek perencanaannya ada di mana? Bisakah kamu memberikannya padaku? Maaf merepotkan.”
Reyhan menatap Kenzie yang sedang menahan pintu itu dengan pandangan geli, ia berkata, “Di Realtech, kamu adalah orang pertama yang berani memerintah aku!”
Kenzie dalam hati meringis.
“Masuk! Kalau kamu tetap berdiri di depan pintu, akan kubakar semua berkas proyek perencanaan itu!” Reyhan memegang berkas proyek perencanaan milik Kenzie dengan satu tangan, dan tangan yang lainnya memegang korek api, hendak membakar berkasnya.
“Ei! Jangan!” Kenzie panik, Orang seperti Rehyan berani melakukan apapun!
Dia panik dan berlari kearah Reyhan, pintu yang di belakangnya pun tertutup.
“Presdir Reyhan, kembalikan berkasnya.” Kenzie memohon.
Reyhan tersenyum licik, “Kembalikan padamu? Apa untungnya untukku?”
Dia mulai lagi! Kenzie ingin mengigit dia sekuat-kuatnya!
Kenapa setiap kali bertemu Reyhan, Reyhan selalu saja mencoba mencari masalah dengannya?! Reyhan melihat wajah Kenzie yang memerah, ini membuat hatinya kembali baik.
“Kenzie, kamu hanya punya waktu 10 detik untuk menjawab pertanyaanku.” Reyhan akan menyalakan korek api.
“Satu, dua, tiga… ” Reyhan mulai menghitung.
Kenzie panik berkata, “Tunggu tunggu! Keuntungan apa yang kamu inginkan?!”
Reyhan dengan sengaja melempar berkas itu ke atas meja, wajahnya yang tampan tapi membawa hawa jahat itu tersenyum kepada Kenzie, “Malam ini, temani aku makan.”
Jangan harap! Hati Kenzie emosi, tapi tidak berani menunjukkan amarahnya, “Hari ini aku harus lembur, bukannya tadi kamu bilang hari sabtu? Makan bersama hari Sabtu saja.”
Mendengar Kenzie membahas kencan hari Sabtu, Reyhan semakin bahagia.
Senyumnya semakin melebar, dalam matanya seperti ada api kecil membara, “Hari ini kamu menurut sekali ya, bahkan masih mengingat bahwa kita ada kencan hari Sabtu ini.”
Nada bicaranya begitu mesra, seolah kejadian lima tahun lalu tak pernah terjadi.
Dan mereka seperti baru berkenalan lagi dan memulai semuanya dari awal.
Tapi Kenzie tidak merasa seperti itu. Sekarang dia menyadari, pilihannya untuk pulang ke negara sendiri, pulang ke kota C, mungkin adalah pemilihan yang benar-benar salah.
__ADS_1
Melihat Kenzie yang termenung tak bersuara, Reyhan menggerak-gerakkan jari telunjuknya ke arah Kenzie, “Kemarilah.”
Kenzie langsung waspada, “Kamu mau apa?”
Reyhan mengerutkan alisnya dengan tidak sabar, “Kenzie, kamu bisa tidak, jangan seperti landak, tanpa alasan langsung menegakkan duri diseluruh tubuhmu? Lima tahun tidak ketemu, aku hanya mengingatkanmu kepada sesuatu,apa tidak boleh?
Kenzie sedikit tenang, “Mengingat apa? Katakanlah, aku akan mendengarkanmu dengar.”
Kata-katanya membuat Reyhan terhibur, Reyhan tersenyum, saat dia akan bicara, ponsel di mejanya berdering.
Reyhan melihat layar ponselnya, segera ia mengangkatnya.
“Halo, Ken! Ya, ayah masih bekerja…Baik, setelah pulang kerja akan ayah belikan…ayah juga rindu kamu! Anak pintar, dengarkan kata-kata bibi Dewi ya, cium ayah dulu…bye bye!”
Ken? Di benak Kenzie langsung muncul wajah anak kecil yang tampan dan kalem itu, hatinya menjadi hangat. Tapi dipikir aneh juga, selama 5 tahun di luar negeri, dia sering bermimpi bertemu dengan Ken!
“Apa Ken yang meneleponmu itu Ken? Dia pasti sudah besar ya?” Kenzie tidak bisa menahan diri untuk bertanya tentang Ken.
Wajah Reyhan penuh dengan rasa sayang. “Iya, Ken yang menelepon. Dia minta belikan mobil mainan!”
Kenzie tidak bisa menahan tawa, hatinya terasa lembut. “Apa kamu punya foto Ken? Bolehkah aku melihatnya?”
Sudah lima tahun, waktu itu Kenzie menggendong anak itu dalam pelukannya, menyusuinya, entah bagaimana rupanya sekarang.
Reyhan melihat Kenzie tersenyum lembut, matanya menjadi lebih hangat, dia mengambil ponselnya, membuka galeri, dan diberikan ke Kenzie. “Semuanya ada di sini,coba lihat, apa kamu masih bisa mengenalinya?”
Kenzie dengan tidak sabar mengambil ponselnya, menundukan kepalanya untuk melihat satu persatu foto itu.
Ken sangat imut! Matanya bulat dan jernih, mulut merah mudanya membuat orang ingin mencium, wajahnya putih, senyumnya menawan, dan ia memiliki sepasang lesung pipi kecil.
Tanpa sadar Kenzie tersenyum, menunjuk lesung pipi foto Ken dan berbalik kearah Reyhan lalu berkata, “Kamu lihat kedua lesung pipinya, benar-benar mirip sekali denganmu!”
Dia sama sekali tidak menyadari bahwa Reyhan sudah berdiri disampingnya, melihat foto Ken bersamanya, jarak mereka berdua hanya jarak satu inci.
Reyhan melihat foto-foto itu dan menatap Kenzie, seketika ia menyadari, ternyata Ken sangat mirip dengan Kenzie!
Dahi, bentuk mata, garis-garis lunak antara pangkal hidung dan rahang, semuanya mirip!
Jantung Reyhan berdetak lebih cepat.
“Reyhan, apa jangan-jangan kamu jarang menemani Ken? Kenapa Ken jarang tersenyum?” Kenzie yang merasa kasihan pada Ken tak bisa menahan diri untuk bertanya pada Reyhan, Ken baru umur 5 tahun, tapi wajahnya selalu terlihat murung.
Reyhan awalnya tidak merasa seperti itu, tetapi begitu Kenzie berkata seperti itu, dia merasa sedikit bersalah. “Aku terlalu sibuk, aku memang tidak mempunyai banyak waktu menemani dia, tapi aku sudah memberikan mainan yang sangat banyak untuknya! Di rumah ada 3 kamar yang penuh dengan mainannya!”
Kenzie menjadi kesal. “Reyhan! Kamu sebenarnya mengerti atau tidak caranyamenjadi seorang ayah?! Memangnya mainan bisa menggantikan cinta ayah ibunya?”
__ADS_1
Reyhan terlihat sedikit lesu. “Aku bisa memberikannya cinta seorang ayah secara semaksimal mungkin, tapi Ken tidak mempunyai ibu. Aku tidak dapat memberikannya cinta seorang ibu…”