
🦋LIKE, VOTE, KOMEN, AND JADIKAN FAVORIT 🦋
Rumah Kusuma~
" Assalamualaikum, mah pah" Ucap Riyani seraya masuk ke dalam rumah orang tuanya itu.
" Ya ampun kalian udah dateng, mama belum selesai masak kalau mau nunggu?" Tanya Mama sambil melepas sarung tangannya.
" Nggak apa apa mah, sini biar Ria bantuin" Ucap Riyani sambil menaruh tasnya di sofa.
" Mah tapi Lafa Lapel" Rengek Rafa seraya menggoyangkan ujung baju Riyani.
" Iya sayang sebentar yah mama mau masak dulu sama nenek, Rafa minta ke papa gih ambil biskuit Rafa di tas mama" Ujar Riyani sambil berjongkok menyamakan tingginya dengan Rafa.
" Lafa nggak mau biskuit mah, Lafa maunya mie goleng" Pinta Rafa.
" Itu nggak boleh sayang, kamu masih kecil gak boleh makan mie goreng sering sering" Omel Riyani dengan lembut.
" Tapi Lafa mau nya makan itu!! selain itu Lafa nggak mau makan!!" Ancam Rafa sambil mengepalkan tangannya di dada.
" Sayang... huff... sana gih minta izin kek papa dulu baru mama bikinin" Titah Riyani.
Rafa menggelengkan kepalanya "Lafa takut sama papa" Nyali Rafa menciut jika disuruh meminta izin pada Reza.
" Yuuk sama mama ke sananya" Riyani menuntun Rafa untuk berjalan kearah Reza.
Saat di depan Reza dan Papa Riyani, Rafa malah berlindung dibalik kaki Riyani. Mungkin karna saking ia takut pada Reza.
" Sayang kok malah di sini? ayo katanya mau ngomong sama papa" Tanya Riyani sambil mengelus puncuk kepala Rafa.
__ADS_1
" Mama takut" Ucap Rafa seperti suara berbisik.
" Gak papa ayo" Riyani mengangkat tubuh mungil Rafa kedalam gendongannya.
" Mas" Panggil Riyani.
" Hmm?"
" Ini" Riyani menunjukkan Rafa yang menyembunyikan wajahnya.
" Ada apa anak papa ini?" Reza mengambil alih tubuh Rafa.
" Em papa halus janji dulu bilang boleh" Ucap Rafa dengan suara pelan.
" Iya boleh apa dulu?" Tanya Reza sambil merapihkan rambut Rafa.
" Em papa jangan malah yah... Lafa pengen makan mie goleng" Ucap Rafa sedikit mengeluarkan air matanya.
" Tukan mama... kata Lafa juga papa gak boleh" Ujar Rafa di sela sela tangisannya. Rafa mengeulurkan tangannya ingin di gendong oleh Riyani.
" Sayang jangan nangis mulu ih kayak cewek gak boleh!!" Ledek Riyani agar anaknya tidak menangis lagi.
" Lafa bukan cewek maaa!!" Tangis Rafa makin menjadi jadi karna ia di sebut sebagai cewek.
Reza bangkit dari duduknya dan mengelus punggung Rafa "Kali ini papa bolehin Rafa makan mie goreng, tapi Rafany gak boleh nangis" Ucap Reza pada anaknya.
" Benelan?" Tanya Rafa cecegukkan.
" Iya" Di bibir Rafa terlihat ada senyum bahagia.
__ADS_1
" Mama ayo bikin mie goleng" Rengek Rafa sambil menunjuk tunjuk dapur.
" Iya sayang ayo kita bikin" Riyani berjalan kearah dapur dan mendudukkan Rafa di kursi makan.
tidak butuh waktu lama mie goreng yang dinanti nanti oleh Rafa pun hadir di meja makannya. Rafa langsung menglahapnya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
•••
Drrt... Drrt...
" Bunyi telepon siapa?" Tanya Mama.
" Bukan aku" Jawab Riyani.
" Ini telepon aku mah" Ujar Reza.
" Aku angkat telepon dulu" Reza menjauh dari ruang makan agar tidak terdengar oleh keluarganya.
Telepon 📲
Reza: "Ada apa?"
Kevin: "Begini tuan, perusahaan XX1V mengajukan kerja sama pada perusahaan kita"
Reza: "Haha ingin bermain lebih jauh ternyata, terima kerja samanya atur pertemuan untuk besok dengan pemilik XX1V"
Kevin: "Baik tuan, maaf mengganggu anda"
Reza: "Terus pantau semua tak tiknya,jangan sampai dia mendekati keluarga ku lagi. Ah ya cari tahu siapa pemilik perusahaan xx1v sebelum bertemu kita harus menyediakan hadiah yang sangat besar"
__ADS_1
Fby...