CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 86 Kartu Kelembutan


__ADS_3

“Tuan muda, Nona Kenzie, makanan sudah siap!” Bibi Dewi mengetuk pintu kamar sambil memanggil.


Kenzie baru saja hampir terlelap, sekujur tubuh lelah dan sakit sehabis berkali-kali melanyani nafsu Reyhan tadi malam.


Semalam Reyhan seperti orang gila.


Setelah “olahraga” yang begitu ekstrim, ia merasa lapar. Reyhan menepuk pipi Kenzie: “Ayo, makan!”


Kenzie menjawab dengan mata yang masih tertutup: “tidak, aku mau tidur saja.”


Reyhan menatap wajah Kenzie yang memar, dengan mata sinis.


Seandainya gadis ini mau menuruti semua kemauannya pasti dia tidak mungkin menyakitinya.


“Ayo, kamu tidak mau makan, tapi anakmu yang di perut juga harus makan!” kata-kata yang seharusnya memiliki berniat baik, tetapi karena keluar dari mulut Reyhan kedengarannya malah menjadi kasar dan sinis.


Kenzie akhirnya bangun juga setelah ditarik paksa oleh Reyhan.


Dan tiba-tiba Kenzie merasa ada cairan yang mengalir dari tubuhnya dan sewaktu dia melihat, ternyata itu adalah cairan darah!


“Ah.!” jerit Kenzie histeris dan melihat Reyhan: “Darah, ada darah!”


Mengkerut dahinya, Reyhan langsung melepon seseorang: “Cepat panggil dokter.”


Dokter Evan dengan terburu-buru mengambil tas kerja dan pergi dari kliniknya. Karena macet dalam perjalanan, ia tiba sedikit terlambat dan Reyhan sudah sempat menghancurkan beberapa vas dengan harga selangit.


“Hm, ini…” Dokter Evan sambil menaikan kacamatanya yang merosot dan memandang wajah Reyhan yang tanpa senyum.


“Ada apa?! Terus terang saja!” nada Reyhan yang agak tinggi,mungkin lupa kalau dia sedang bicara dengan seorang dokter wanita.


“Tuan Reyhan, istri anda sedang kondisi hamil, sebaiknya hubungan suami istri lebih di batasi.” Dokter Evan melirik kearah Kenzie dengan perasaan iri membayangkan hubungan mereka yang penuh kemesraan dan begitu intim satu sama lain, di satu sisi dia membayangkan suami nya yang tidak sehebat itu dalam hubungan intim,membuat Dokter Evan hanya bisa menarik nafas meratapi nasibnya sendiri.

__ADS_1


Wajah Kenzie yang memar itu berubah menjadi merah tersipu, merasa malu setelah mendengan komentar dokter.


Reyhan sedikit mengkerutkan dahinya, dengan nada tidak sabar: “Jadi sekarang kondisinya parah atau tidak?”


Nada tingginya membuat Dokter Evan sedikit terkejut, dengan suara sedikit gemetar: “Tidak terlalu parah. Aku berikan resep obat herbal yang sudah berbentuk kapsul untuk menguatkan janin bayi.”


Akhirnya, Reyhan dan Kenzie bisa napas lega.


“Kamu berbaring saja dulu. Aku menyuruh bibi Dewi buatkan makanan yang hangat.” Reyhan berbalik badan mengantarkan dokter kebawah.


Kenzie berbaring di ranjang, tapi hilang rasa kantuknya sudah hilang. Pikirannya masih terpaku pada kejadian barusan. Mengapa ia bisa sampai mengeluarkan darah? Bukankah hubungan intim padamasa kehamilan seharusnya aman-aman saja? Atau hanya karena Reyhan yang terlalu brutal, atau karena mereka terlalu sering melakukannya?


Hasrat birahi Reyhan begitu tinggi, dia pasti tidak bisa mengendalikan dirinya!


Demi keselamatan bayiku, aku tidak boleh lagi terus hidup bersama nya!


Kabur, jalan satu-satunya adalah kabur! Kenzie mulai membuat rencana di kepalanya. Tetapi, bagaimana dengan ayah?


Kenzie mengeluarkanponsel dan segera menekan nomor yang sudah ia hafal diluar kepala, hatinya terasa sakit, merasa dirinya bukan anak yang berbakti kepada orangtua, sudah lama ayah dirawat di rumah sakit, tetapi dia baru membesuknya sebanyak 2 kali. Setiap hari ia harus menemani Reyhan sehingga tidak ada lagi waktu untuk dirinya sendiri dan keluarga.


Telepon sudah terhubung: “halo, apakah ini Kenzie?”


“Halo, ayah!” terdengar suara Kenzie yang sedikit serak karena menahan diri agar tidak menangis,”Ayah, apakah ayah baik-baik saja? Bagaimana kondisi kesehatan ayah sekarang?”


“Sudah lumayan, lusa akan dioperasi, dokter yang akan mengoperasi ayah adalah dokter yang terbaik di rumah sakit, Kenzie, kamu tidak perlu khawatir ya!”Michael, ayah Kenzie, berusaha menenangkan anaknya dengan perasaan hati yang pilu, uang biaya operasi merupakan pinjaman Kenzie dari temannya. Pasti sekarang anaknya harus kerja siang malam untuk bisa mengembalikan hutangnya itu.


“Ayah, syukurlah kalau ayah baik2 saja. Nanti setelah operasi aku datang membesuk ayah!” jawab Kenzie buru-buru karena dia mendengar suara langkah yang kian mendekat.


Reyhan tidak memperbolehkan dia berhubungan dengan dunia luar, Reyhan ingin menguasai seluruh hidup nya. Maka itu Kenzie sejak lama sudah diisolasikan dari teman-temannya.


“Yah, jaga kesehatan ya, aku tutup dulu.” Telepon baru dimatikan, Reyhan sudah muncul bersama bibi Dewi dan bibi Siti.

__ADS_1


Bibi Dewi membawa meja lipat. Bibi Siti membawa nampan yang berisi bermacam-macam makanan.


Mereka meletakan meja dan nampan, lalu keluar dari kamar.


“Makan.” Nada Reyhan lebih terdengar seperti perintah daripada bujukan. Dan dengan asyiknya Reyhan sendiri mulai melahap makanannya.


Kenzie memang lapar, matanya menatap ke Reyhan, dengan tangannya yang diborgol bagaimana cara makannya?!


Rayhan yang asyik makan sendiri, melihat Kenzie masih terdiam, alisnya berkerut dan ia bertanya: “Tidak mau makan?!” Perempuan ini, mau cari masalah lagi?


“Aku mau makan, tetapi bagaimana pegang sumpit nya?!” Jawab Kenzie dengan sinis.


“Oh!” Sepertinya Reyhan baru sadar tangan Kenzie masih di borgol. Dia meraba2 di kantong baju, tapi tidak menemukan kuncinya, kemungkinan tertinggal di lantai satu.


Menggeser meja nya lebih dekat ke Kenzie, Reyhan menyendokkan sup penyu dan menyuapinya.


Kenzie terkejut, secara spontan tubuh Kenzie bergerak mundur, matanya melotot, apakah Reyhan mau menyuapinya?


“Minum!” Gertak Reyhan dengan tegas. Bagi dia, ini pertama kali dalam hidupnya, ia menyuapi seorang wanita, seharusnya Kenzie berterima kasih bukannya menolak.


Kenzie menggerutu dalam hati, apa orang ini sudah tidak waras? Tadi kasar padanya, nemapmarnya, memborgolnya, sekarang malah menyuapi nya? Pintar sekali bersandiwara.


Sup yang di sendok nulai mendingin. Tetapi Kenzie tetap tidak membuka mulutnya


Reyhan menarik kembali tangannya. Wajahnya dingin tanpa senyuman: “Ok, kamu tidak mau minum? Mau mati kelaparan? Silahkan, di perutmu ada anak haram! Biar ia mati sekalian!”


Kata-katanya menyadarkan Kenzie, ada janin bayi di perutnya yang harus dia jaga, ini bukan saatnya melawan.


“Ok, aku minum supnya!” Kenzie hentikan Reyhan yang sudah hampir berdiri, siap untuk pergi. Kenzie membuka mulutnya. Terlihat sejenak ada cahaya cerah yang terpancar dari mata Reyhan.


Setelah disuapi satu suap per satu suap, Kenzie akhirnya kenyang. Reyhan adalah penjinak yang handal, setiap kali Kenzie melawan dan tidak ingin makan, dengan satu pandangan tajam, Reyhan akan membuat Kenzie tunduk dan menurut.

__ADS_1


Kenzie merasa baru kali ini ia makan dengan puas. Bermacam-macam makanan di habiskan juga. Makanan penutupnya adalah kacang kenari yang paling tidak dia sukai, tetapi akhirnya dihabiskan juga dibawah paksaan Reyhan.


Melihat Kenzie yang hampir muntah kekenyangan, baru lah Reyhan berhenti memaksanya makan.


__ADS_2