CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 92 Kesalahan Terbesar


__ADS_3

Kenzie menoleh ke arah pasangan itu dan langsung tertegun!


Pasangan tersebut sedang berjalan menuju ke arah klinik. Ternyata mereka adalah Betty dan Steven! Betty kelihatan manis dengan baju hamil berwarna pink, dan Steven menggandengnya dengan penuh perhatian.


Perutnya belum tterlalu menonjol. Baju hamil yang modis serasi sekali dengan kulit putih nya. Hidung yang mancung, bibirnya yang mungil kemerahan, mata besar yang penuh kebahagiaan. Kenzie merasa kagum, Betty benar-benar adalah wanita yang sungguh menarik.


Steven mengenakan T shirt warna gading, modelnya simple tetapi kelihatan berkelas di badannya. Paras wajah yang tampan seolah-olah seperti pangeran dalam cerita dongeng. Dia tersenyum sambil merangkul pinggang Betty dan menunduk, membisikkan sesuatu di telinganya.


Mata Kenzie berkaca-kaca. Seandainya waktu bisa berputar ke masa dia tidak bertemu Reyhan. Dan Reyhan tidak muncul dalam hidupnya, maka, yang di rangkul Steven hari ini, pastilah dirinya.


Hatinya terasa sakit seolah-olah tertusuk pisau. Kenzie mengalihkan pandangannya. Dia tidak ingin menyaksikan ini semua.


Mereka perlahan-lahan maju kearah Kenzie. Seluruh tubuh Kenzie menjadi tegang! Seharusnya dia pergi saja dari sini. Jangan sampai Steven melihat keadaannya yang sekarang! Dandanannya hari ini membuat orang merasa jijik!


Tetapi sudah terlambat. Steven yang menggandeng Betty sedang menghampirinya dan duduk di kursi kosong, tepat di sampingnya.


“Betty, apakah kamu sudah merasa lebih baik?” Steven bertanya dengan lembut. Tadi waktu jalan Betty mengeluh perutnya sakit, maka itu Steven mencari tempat kosong supaya dia bisa duduk.


“Em…. Steven, kepalaku pusing!” terdengar suara manja Betty. Banyak pasang mata yang tertuju ke mereka penuh tatapan kagum.


Kenzie melihat dirinya dari refleksi kaca jendela di depannya.


Rambut emasnya berantakan, eye liner yang sudah melebar kemana-mana, bedak di wajahnya sebagian sudah hilang tersapu airmata. Penampilannya kacau dan kampungan.


Kenzie tertawa sendiri. Dia masih perlu ketakutan Steven bisa mengenalinya? Mana mungkin. Walaupun Kenzie menyapanya, Steven juga pasti tidak percaya dia adalah Kenzie.


Betty masih mengeluh pusing. Steven dengan lembut membantu memijat kepalanya.


Betty menyandarkan kepalanya di pelukan Steven. Menutup matanya sambil menikmati pijatan Steven.


Hati Kenzie merasa pilu. Dia sudah menjauhkan diri dan bersembunyi dari mereka semua, mengapa mereka masih saja muncul dalam hidup nya? Pertama Reyhan, sekarang Steven dan Betty!


Apa salah nya? Mengapa Tuhan menghukumnya? Tuhan bahkan membuat dirinya menyaksikan pria yang dia cintai bermesraan dengan wanita lain tepat di depan matanya! Mengapa?


Kenzie ingin beranjak dan pergi, supaya dia tidak perlu menyaksikan adegan mesra mereka. Dan itu akan mengurangi kepiluan di hatinya.


“Nomer 45 dipersilahkan masuk ke kamar 2.” terdengar pengumuman. Kenzie di nomer 48, sudah hampir gilirannya. Kalau sampai terlewat harus daftar ulang lagi


Kenzie duduk kembali.”praakk..!” ponselnya terjatuh. Tadi ia buru-buru beranjak, hingga lupa kalau ponselnya belum dimasukan ke dalam tas.

__ADS_1


Kenzie membungkuk ingin memungutnya tetapi ada tangan halus putih yang sudah duluan mengambil ponselnya.


“Ibu hamil sebaiknya jangan sering membungkuk.” Terdengar suara yang merdu dan lembut. Kenzie buru-buru menutupi wajahnya dengan rambut. Memandangnya dan mengucapkan terima kasih dengan bahasa isyarat.


“Oh, maaf, aku tidak tahu kamu tidak bisa bicara.” Steven minta maaf melihat Kenzie yang membalas dengan bahasa isyarat.


Oh, Steven baru sadar pasti juga dia tidak bisa mendengar. Ia merasa lebih bersalah lagi, ini terlihat jelas di wajah tampan nya. Steven berusaha membalasnya dengan bahasa isyarat dan bahasa tubuh.


Mana mungkin Steven bisa bahasa isyarat?


Tetapi Kenzie mengerti maksudnya yang berarti “Tidak perlu sungkan, aku senang bisa membantumu.”


Pria seperti apa yang disebut pria sejati?


Semua syarat menjadi seorang pria sejati bisa di temukan di Steven. Dan ini tidak ada hubungan dengan latar belakangnya, keluarganya dan juga kekayaannya.


Steven, selalu memberi kesan sopan, lembut dan berjiwa besar. Inilah Steven yang sesungguhnya.


Steven dibandingkan dengan Reyhan, itu seperti langit dan bumi. Kenzie meraba lehernya yang masih terasa pedih itu dengan tangannya yang mungil dan lembut. Kalungnya ditarik paksa dan kasar seperti itu, mana mungkin kulitnya tidak terkelupas dan tergores?


“Steve, aku haus, bisa tolong belikan aku air?” Betty yang duduk disamping menyaksikan mereka berdua saling berkomunikasi dengan bahasa isyarat.


“Ya. Tunggu sebentar.” Steven mengangguk-angguk pada Kenzie dengan sopan dan pergi.


Tidak seperti makhluk yang satu itu, Reyhan, manusia yang tidak mengerti sopan santun dan tidak mengerti cara menghormati orang lain.


Saat Steven sudah jalan agak jauh, Betty berpaling dan menatapnya dengan dingin.


Tatapan Betty yang tajam membuat Kenzie terkejut. Ada apa, apa wignya terlepas? Apa bulu matanya terlepas? Buru-buru Kenzie memeriksanya dan semuanya masih ada, berarti Betty tidak mungkin bisa mengenalinya!


Kenzie hanya bisa mengira, mungkin Betty cemburu karena tadi Kenzie dan suaminya berkomunikasi? Buat apa cemburu pada wanita kampungan yang berpenampilan jelek begitu? Berarti diaBetty tidak percaya diri.


Kenzie tersenyum pahit, lebih baik dia menutup mata supaya tidak bertatapan langsung dengan Betty.


“Kenzie, kamu tidak perlu bersandiwara!” seruan Betty yang langsung menyebut namanya, hampir membuat Kenzie terjatuh dari kursinya, saking kagetnya!


Mata Kenzie terbuka lebar menatap Betty dengan penuh rasa heran. Mana mungkin Betty bisa mengenalinya?


Betty mendekat dan berbisik di telinganya,”Apakah kamu merasa heran mengapa aku bisa mengenalimu?”

__ADS_1


Kenzie sebenarnya masih ingin bersandiwara, tetapi karena penasaran mengapa dia bisa tahu, Kenzie menatap matanya,”Bagaimana kamu bisa mengenali aku?”


Betty menjawab dengan nada sinis,”Tadi aku melihat formulir pendaftaran kamu yang tertulis Yulia.”. Yulia memang nama palsu yang Kenzie buat untuk mengelabui Reyhan kalau sampai dia mencari tahu ke klinik kandungan, tetapi mengapa Betty bisa tahu itu adalah Kenzie?


“Terus bagaimana kamu bisa tahu kalau Yulia itu aku?” Kenzie bertanya karena dia masih bingung.


“Karena didepan nama palsu mu itu, ada tulisan “Kenzie” yang dicoret tapi masih terbaca olehku.” Betty menjelaskan dengan sombong karena dia merasa menang


“Kenzie, aku kira kamu sudah mati didalam kamar gelap! Tidak menyangka kamu ternyata masih hidup! ”


“Kamar gelap?” Kenzie balik bertanya. Bagaimana Betty bisa tahu tentang masalah kamar gelap?


“Kenzie, mungkin kamu tidak tahu kalau aku satu kelas dengan Nayra, hubungan kita berdua seperti saudara kandung!” Betty menjawab dengan nada girang.


Oh! Pantas saja! Kenzie langsung mengerti dan menyadari semuanya!


Kenzie selalu beranggapan kalau Nayra seharusnya hanya seorang gadis manja yang suka bertingkah tetapi tidak jahat. Selama Kenzie tidak berselisih dengannya, tidak mungkin juga Nayra begitu membencinya sehingga dia minta Reyhan mengurung Kenzie dalam kamar gelap itu.


Ternyata, selama ini ada Betty di belakang ini semua! Betty adalah penghasut!


Kenzie menatapnya dengan penuh kebencian. Kenzie mengira wanita yang bisa sampai tertarik pada pria sebaik Steven ini, pasti juga wanita baik-baik. Sekarang baru menyadari kalau Betty adalah wanita licik yang tidak bermoral.


“Kenzie, kamu sebaiknya jauhi Steven!” Betty melolot mendekatinya sambil mencubit lengan Kenzie dengan kukunya yang panjang.


“Aduh!” Kenzie menjerit karena sakit. Pasien-pasien lain menoleh kearah mereka. Dari jauh, Kenzie melihat Steven yang datang membawa air minum.


Betty sengaja menutupi pandangan orang-orang dengan badannya dan pura-pura bertanya,”Ada apa ? Sakit ya? Kamu masuk saja ke dalam?” tetapi tangan yang mencubit tambah keras.


Kenzie diam-diam mengeluarkan pisau kecil dari tas nya. Dan berbisik di telinganya dengan nada mengamcam,”Lepas atau aku akan memutuskan urat nadi kamu!”


Steven sudah mendekat, Betty melepaskan tangannya,”Kenzie, kamu tunggu saja tanggal mainnya.”


Kenzie juga sudah menyimpan pisaunya, dia berbisik dengan suara pelan,”Betty, apa kamu tidak takut kalau Steven tahu sifat aslimu, dia pasti akan tinggalkan kamu?”


Selama ini dia sudah salah menilai wanita ini, kiranya Betty adalah wanita yang cocok buat Steven, Kenzie dengan tulus mengharapkan Steven hidup bahagia dengan Betty, tetapi sekarang, setelah terbongkar semua topeng Betty, dia tidak mau berdiam lagi.


Wanita jahat bagaikan ular berbisa ini, tidak pantas buat Steven.


Suatu saat, pasti dia akan membuka topengnya, agar Steven lihat wajah Betty yang sebenarnya.

__ADS_1


Langkah Steven kian mendekat. Dia bertanya sambil tersenyum,”Betty, pasti sudah haus sekali ya?” Ia membuka tutup botol dan memberikan botol itu kepada Betty.


“Steven, disini ada bau yang tidak enak, kita kesana saja!” Saat Kenzie masih ragu apakah dia harus bongkar topeng wanita jahat ini, tiba-tiba Betty berdiri dan menggandeng Steven pergi meninggalkan tempat itu.


__ADS_2