CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 138 Mencintaiku Masih Melepaskanku


__ADS_3

Kenzie terdiam menatap Reyhan, pria yang tadinya memakaikan sepatu dan mencium dia dengan mesra, seketika berubah menjadi pria yang seperti anjing jahat yang begitu tajam.


Ternyata di dalam hatinya, Reyhan tidak benar-benar menghargai Kenzie.


Kenzie mengira Reyhan telah berubah, namun, ternyata itu hanya kepura-puraan belaka.


Dia, benar-benar tidak mencintai Kenzie, di mata Reyhan, Kenzie hanyalah seperti mainan yang kapanpun bisa dimainkan dan dibuang!


Melihat raut wajah Kenzie yang pucat dan terdiam melihat Reyhan dengan ekspresi yang begitu terpukul, hati Steven pun hancur berkeping-keping.


Dengan cepat ia menebaskan tangan Betty, dan menghampiri arah Reyhan dan berkata, “Reyhan, kamu tega sekali mengatakan hal seperti itu kepada seorang wanita! Kamu benar-benar tidak punya moral!”


“Hahahaha… Moral? Aku punya moral atru tidak, itu bukan urusanmu. Steven, kamu selalu memikirkan wanitaku, kamu pikir ini perilaku yang bermoral?” Reyhan dengan sombongnya menjawab.


Mendengar perkataan Reyhan, Kenzie pun langsung tumbang, raut wajahnya semakin pucat, bagaikan secarik kertas putih.


Steven sangat khawatir bahwa Kenzie tersakiti, sorot matanya memandang Kenzie dengan pandangan kosong.


Pandangan penuh rasa putus asa, tanpa harapan.


Begitulah pandangan Steven saat menatap Kenzie, hati Steven seperti dihancurkan dengan sebuah palu, seakan sebilah pisau menancap di jantungnya.


Reyhan hanya memandang dengan dingin, melihat Kenzie dan Steven saling menatap, pandangan mereka seperti menjadi satu.


Hati Reyhan semakin penuh dengan amarah!


“Steven, aku tidak mengerti kenapa kamu masih tidak bisa melupakannya? Apakah karena wajahnya yang polos?” Reyhan dengan kasar memegang dagu Kenzie dan menghadapkan wajah Kenzie padanya.


Muka Kenzie sangat pucat, sedikitpun tidak ingin membalas perkataan Reyhan, dan Reyhan malah sedikit demi sedikit terus menghancurkan hatinya.


“Reyhan, lepaskan dia! Kamu tidak boleh berbuat seperti itu padanya!” Steven menghampiri dan langsung menarik tangan Reyhan, lalu melayangkan tinjuan.


Reyhan menghindari pukulan Steven, matanya penuh dengan amarah yang tajam, membuat Kenzie merasa sekujur tubuhnya seperti seakan dipukul.


Reyhan dan Steven berkelahi, tiba-tiba terdengar teriakan keras dari Betty.


Hati Kenzie berubah menjadi seperti debu yang tertiup angin, ia tidak bisa melihat dan mendengar apapun. Ia seperti tersedot ke dimensi lain.


Kenzie telah lupa bagaimana ia bisa disakiti hingga bercucuran air mata oleh Betty, lupa bagaimana Reyhan dengan kejamnya menampar Betty.


Pikirannya kosong…


Kenzie ditarik oleh Reyhan hingga ke tempat parkir, dan Reyhan memaksanya untuk masuk ke mobil…


Dalam perjalanan Reyhan mengebut, lampu merah pun diterobosnya, ia mengebut layaknya seorang pembalap…


Kenzie bersandar di tempat duduk, melipat kedua tangannya di depan dada, tak berbicara sedikitpun, juga tak memohon kepada Reyhan.


Yang paling parah akhirnya terjadi.


Kenzie sebenarnya ingin memberikan Reyhan satu kesempatan, ia mengira mungkin Reyhan benar-benar sudah berubah, dan dalam satu bulan, dia akan benar-benar mencintai Reyhan.


Namun, dia salah. Reyhan selamanya tidak akan pernah berubah.


Sifat angkuh, dingin dan semena-mena itu tak akan pernah hilang dari kepribadian Reyhan.


Reyhan juga tidak berbicara, Kenzie tidak bisa melihat jelas ekspresinya, tapi dari kedua tangannya yang memegang setir mobil dengan erat, Kenzie tahu dia sangat marah.

__ADS_1


Kenzie terlalu naif! Dengan bodohnya, ia kembali menjadi kekasih Reyhan.


Dengan menggigit bibirnya sendiri, Kenzie dengan nada lelah berkata, “Reyhan, kamu antarkan aku ke tempat Nindi saja, kita putus saja.”


Suaranya terdengar begitu lelah, seperti orang tua yang sudah mengalami banyak cobaan dalam hidup ini.


“Diam kamu! Sekarang bukan waktunya kamu untuk berbicara!” Reyhan dengan gesit memutar balik, kedua tangannya menggertak setir dan berkata, “Kenzie, kamu ini perempuan pembohong! Tidak sangka aku bisa percaya pada omonganmu yang menyatakan bahwa Steven itu cuma tetangga kamu! Aku benar-benar bodoh!


Saat Reyhan berbicara, mobilnya beberapa kali mengerem, mobilnya pun seperti goyang kesana kemari, kepala Kenzie pun terbentur kaca mobil hingga terasa sangat sakit.


Kenzie menutup mata, ia berharap terjadi kecelakaan yang begitu parah pada dirinya! Dia sudah sangat lelah, tidak ingin diikat terus oleh Reyhan.


“Sritttt…” Setelah membelok, Reyhan kemudian mengerem dan berhenti, dan menoleh melihat Kenzie dengan dingin, dengan jelas berkata, “Nama yang setiap kali kamu sebut dalam mimpimu itu Steven, ya?”


“…” Kenzie menutup matanya, tidak ingin melihat Reyhan, dan tidak ingin menjawabnya.


“Jawab!” Tangan Reyhan kemudian menjulur keluar dan mencekik leher Kenzie, “Kenzie, jawab aku!”


Leher Kenzie pun dicekik sampai sakit, sampai dia susah bernafas. Kenzie mulai merasa pandangannya menggelap, tapi dia malah tidak ingin berkata apa-apa.


Reyhan sangat marah, dan langsung melepaskan tangannya dari Kenzie, membenturkan kepala Kenzie ke depan kaca mobil dalam!


Reyhan tidak lagi mempedulikan Kenzie, dia menginjak pedal, dan menyetir dengan begitu cepat, Kenzie menggenggam erat pegangan di kursi mobil agar Ia tidak terpental.


Di dalam mobil begitu sunyi. Tiba-tiba Kenzie dengan nada ringan berkata, “Iya.”


Reyhan seperti ingin memandang Kenzie buat! Steven, kakak kelas Steven itu seharusnya mati!


Lucu sekali, saat Reyhan dengan susah payah mengejar wanita ini, wanita ini malah sedang memikirkan pria lain. Dia merasa sangat terbohongi oleh Kenzie!


Wanita sialan!


Begitu mobil berhenti, Reyhan menarik kepala Kenzie, menariknya masuk ke rumah.


Kepalanya serasa terbelah menjadi dua, Kenzie sangat kesakitan, namun tidak ingin berkata apa-apa.


Dia dan Steven, tidak bersalah. Dia tidak melakukan kesalah apa-apa, dia tidak akan meminta ampun atau meminta maaf pada Reyhan. Tidak akan!


“Kringg…” Ponsel Kenzie berbunyi. Reyhan langsung merebut ponsel Kenzie, dan melihat pesan yang masuk.


“Kenzie, Aku sudah putus dengan Betty. Kembalilah padaku. Aku tahu kamu juga mencintaiku. Aku juga mencintaimu, Aku ingin menikahimu, menjadikanmu istriku!”


Pengirim, Steven.


Raut wajah Reyhan benar-benar mengerikan, “Trittt!” Reyhan langsung membanting ponsel Kenzie hingga rusak.


Kenzie dengan bingung memandang Reyhan. Penyesalan selalu datang terlambat, Reyhan tidak akan melepaskannya. Melihat Reyhan dengan wajah yang mengerikan seperti tiu, dia akhirnya mengakui bahwa dirinya menyesal.


Mata Reyhan penuh dengan api amarah.


Aku tahu kamu mencintaiku… Aku tahu kamu mencintaiku… Bahkan ternyata Steven juga tahu Kenzie sedikitpun tidak mencintai Reyhan. Hanya Reyhan sendiri yang tidak sadar!


“Aku tidak mencintaimu, kamu juga jangan mencintaiku…”


“Aku sudah bilang, tidak cinta…tidak cinta… tidak cinta! Aku sedikitpun tidak mencintaimu!”


“Reyhan, kamu ini pecundang. Aku selamanya tidak akan pernah mencintaimu!”

__ADS_1


Perkataan Kenzie tiba-tiba terbesit di benak Reyhan. Waktu itu Reyhan mengira itu hanya perkataan yang dipicu amarah saja, ternyata benar,Kenzie tidak pernah mencintainya!


Amarah itu benar-benar membakar Reyhan! Reyhan dengan kejam memandang Kenzie, dan berkata, “Kenzie, Aku sudah berkorban banyak untukmu!”


Setelah Reyhan selesai berbicara, dia menaikkan kakinya, dan menendang kaki Kenzie!


“Aaaaa!” Kenzie berteriak. Setelah ditarik selama perjalanan tadi oleh Reyhan, kedua kakinya sudah terluka, sekarang ditendang lagi oleh Reyhan, kakinya benar-benar sakit seperti mau patah.


Ia tidak bisa menahan sakitnya, Kenzie seketika itu merasa pandangannya ditutupi kabur dan Ia jatuh pingsan…


Ketika Kenzie sadar, pagi sudah tiba.


Dia masih terbaring di kamar kosong. Di kamar itu tidak ada apapun, terlihat seperti tidak ada kehidupan.


Kenzie bangkit dengan susah bayaha, ia berjalan ke arah pintu dan membukanya, dia harus keluar dari sini!


Tapi pintu itu tidak bisa terbuka!


Reyhan menguncinya di dalam!


Pikirannya penuh dengan keputusasaan, Kenzie berjalan ke arah jendela, di luar jendela terlihat ada dua orang yang berdiri untuk berjaga, mereka memperhatikan Kenzie seperti burung hantu.


Reyhan menutup semua jalan keluar Kenzie.


Reyhan telah mengatur ini semua…


Di dalam kamar juga tidak ada jam, ponsel Kenzie pun sudah dihancur oleh Reyhan, Dia hanya bisa menunggu waktu.


Siang hari tiba, terdengar bunyi kunci bergerak.


Bibi Dewi dan satu orang pembantu lagi membawakan makanan untuk Kenzie.


“Nona Kenzie, ayo makan.” Bibi Dewi pun melihat raut wajah Kenzie dengan begitu hati-hati.


Kedua anak muda ini, kemarin Kenzie saat pulang untuk pertama kalinya setelah 3 bulan, ia terlihat begitu ceria, tapi setelah pergi makan, wajahnya menjadi seperti ini.


Presdir Reyhan kemarin sangat marah, setelah mengantar Kenzie yang pingsan, Ia pergi lagi. Dia baru kembali saat subuh, dengan bekas luka di kepalanya, entah apa yang sudah terjadi.


Ini benar-benar mengkhawatirkan


Kenzie hanya duduk di pojok kasur, seluruh tubuhnya sekaan menyusut, kepalanya seperti tergantung, rambutnya tergerai, hanya terlihat dagu kecilnya yang putih.


“Nona Kenzie, ayo makan.” Kata Bibi Dewi.


Kenzie mengangkat kepalanya hanya tersenyum ke bibi Dewi, dan dengan suara kecil berkata, “Aku tidak lapar, kamu bawa kembali saja makanannya.”


“Nona Kenzie, Presdir Reyhan sebenarnya… sangat mencintaimu.” Bibi Dewi mengucapkan hal ini setelah berpikir lama.


Presdir Reyhan membenci orang membohonginya. Dulu dia juga pernah mengalami hal serupa, tapi wanita-wanita itu langsung dibuangnya, tidak pernah ada yang masih diberikan kamar dan makanan seperti Kenzie.


“Mencintaiku? Haha.” Kenzie mendengar itu seperti sebuah lelucon.


Dalam suara tawa itu, sama sekali tidak ada rasa bahagia, yang ada hanya sindiran yang dingin.


“Kalau dia mencintaiku, akankah dia membuat aku begini? Kalau dia mencintaiku, akankah dia membuatku malu di depan orang banyak? Kalau dia mencintaiku, dia seharusnya melepaskanku !” Kenzie menjulurkan kakinya untuk menunjukkan ke bibi Dewi.


Bibi Dewi menggelengkan kepala dan menghela nafas. Presdir Reyhan memang keterlaluan, bagaimanapun juga Kenzie adalah wanita yang lemah!

__ADS_1


__ADS_2