
“Reyhan… Jangan sembarangan ya, Aku masih sakit!”
Kenapa nafsu pria ini tinggi sekali? Kenzie benar-benar tidak tahan melayaninya terus menerus!
“Tidak peduli. Kamu yang menyulutkan api, kamu yang harus bertanggung jawab untuk memadamkannya.” Reyhan melanjutkan ciumannya pada bibir Kenzie dengan penuh gairah.
“…” Kenzie pun tidak bisa berkata-kata.
Siapa yang menyulutkan api? Dia sebenarnya tidak melakukan apapun, kan? Pria ini benar-benar aneh!
Untuk apa mempedulikan itu, nanti saja baru dipikirkan.
Kenzie membalikkan tubuhnya , dan dengan nama manja berkata, “Rey, nanti saja ya? Aku lapar!”
Mendengar perut Kenzie berbunyi, Reyhan dengan berat hati melepaskan Kenzie, dan mengecupnya sekali dan berkata, “Ayo kita pergi makan.”
Dua sejoli itu memakai sepatu mereka, saat itu Kenzie membawa tasnya, begitu dia sedikit membungkukkan pinggang, tasnya terjatuh ke bawah. Kenzie membungkuk untuk mengambilnya, dan menaruh tasnya di atas rak sepatu.
Ketika hendak membungkukkan pinggang untuk memakai sepatunya, tumitnya perlahan dan dengan lembut terangkat, Kenzie pun terpana dan melihat bahwa Reyhan sedang jongkok di bawah, dan meletakkan kaki Kenzie di atas lututnya, dan tangannya memegang sepatu Kenzie yang berwarna silver, bersiap unttuk memakaikannya untuk Kenzie.
“Reyhan… Sejak kapan kamu begitu lembut padaku…” ujar Kenzie dalam hati.
Sorot mata Reyhan begitu lembut, dan ia begitu fokus memakaikan sepatu kepada Kenzie .
Sorot mata ini, terasa sangat familiar, Kenzie hanya pernah melihatnya di mata kakak kelasnya, Steven…
Jantung Kenzie pun seketika berdebar begitu kencang. Dia pun terdiam, seperti boneka kayu yang sedang dipakaikan sepatu oleh Reyhan, ketika Ia berdiri, Kenzie memberikan sebuah kecupan di pipi Kenzie dan berkata, “Ayo!”
Kenzie masih belum merespon dan masih termenung. Apakah Reyhan yang sama dengan Reyhan yang dulu selalu semena-mena?
Dia, benar-benar telah berubah…
Perasaan bahagia muncul dari dalam hati Kenzie, ia menggandeng lengan Reyhan dengan senyum indah yang menghiasi wajahnya.
Senyuman Kenzie pun juga membuat Reyhan ikut tersenyum, Reyhan merasa dunianya berubah menjadi sangat indah.
Pria yang begitu tampan, wanita yang begitu cantik, menarik perhatian semua orang yang sedang berjalan di jalanan itu.
Restoran The Malt Afternoon memang sangat terkenal, pelanggan yang ingin makan disana pun sudah berbaris di depan pintu.
“Rey, kita ke tempat lain saja! Di sini terlalu ramai, sampai kapan kita harus menunggu?” Kenzie menarik lengan baju Reyhan.
“Tidak perlu, di sini saja.” Reyhan menunujukkan kartu emasnya kepada seorang pelayan di restoran tersebut. Pelayan yang mengenakan jas tersebut menghampirinya, dan setelah memeriksa kartu emas Reyhan, ia membungkuk memberi hormat dan berkata, “Tuan, Nyonya, mari silahkan.”
__ADS_1
Mereka pun dibawa masuk ke ruang VIP yang di dalamnya hanya ada 2 meja saja. Kedua meja itu dipisahkan oleh layar yang begitu elegan, dan salah satu meja itu sudah terisi.
Masuk ke dalam ruang VIP, Kenzie melirik ke arah wanita di meja sebelah dan ia membeku seketika.
Kenzie tidak menyangka, ternyata wanita itu adalah Betty! Tapi, siapakah pria yang ada di sampingnya? Apakah Steven?
Setelah Betty melihat Reyhan dan Kenzie, raut dan ekspresi wajahnya pun terlihat begitu dingin.
Sejak bertemu Kenzie di bioskop waktu itu, Steven tidak pernah bertemu dengan Kenzie lagi. Meskipun Steven tidak pernah memutuskan hubungan mereka demi anaknya, tapi Betty bisa merasakan bahwa Steven tidak mencintainya.
Betty akhirnya dapat mengerti, Steven ternyata masih belum melupakan Kenzie! Dia masih mencintai Kenzie, hanya mencintai Kenzie seorang.
Ketika melihat musuhnya itu, mata Betty pun memerah dan penuh kemarahan, namun bagaimanapun juga disana masih ada Reyhan. Melihat sikap Reyhan kepada Kenzie, tampaknya mereka berdua adalah sepasang kekasih.
Kenzie membuat hidupnya menderita, jadi Betty akan memastikan hidup Kenzie juga menderita.
Reyhan juga melihat Betty, dan kemudian menyapanya.
Bagaimanapun juga sama-sama orang dari kota C.
Betty malah tidak berniat bersikap baik sama sekali , Ia pun berdiri, dan dengan nama menyindir mengatakan, “Presdir Reyhan, Kenzie, lama tak berjumpa.”
Mendengar nama Kenzie, Steven pun terkejut, dia kemudian membalikkan tubuhnya.
Itu Kenzie! Tak disangka itu benar-benar Kenzie. Dia terlihat sangat pucat, tapi wajahnya terlihat bahagia. Tangannya sedang menggandeng erat tangan Reyhan, mereka terlihat sangat bahagia.
Hati Steven hancur, sorot matanya juga penuh dengan kepedihan, hatinya penuh dengan rasa cemburu.
Melihat Steven berbalik ke arahnya dengan wajahnya yang begitu terlihat pucat dan terlihat sakit hati, hati Kenzie pun merasa sangat tidak nyaman, dengan nada ringan, Ia memaksakan diri untuk berkata, “Kak Steven, lama tak berjumpa!”
Kak Steven? Reyhan mulai mengerutkan kening. Panggilan ini, sepertinya tampak familiar.
Belum sempat memikirkannya, Betty sudah berkata dengan nada penuh sindiran, “Kenzie, ternyata kamu masih mengingat kakak kelasmu, Steven ya? kamu bahkan tidak menyapaku, apakah menurutmu ini adalah hal yang sopan?” Sindiran ini ditujukan kepada Kenzie, namun sorot matanya malah memandang kearah Reyhan. “Tapi iya juga, putri dari keluarga rendahan seperti kamu ini, bagaimanapun mungkin memiliki didikan moral yang baik?”
Sorotan mata Reyhan seketika berubah menjadi sangat tajam, tangannya menarik Kenzie ke dalam dekapannya dan berkata pada Betty, “Betty, wanitaku tidak butuh didikan darimu!”
Melihat Reyhan menarik Kenzie dalam dekapannya dengan tampak begitu penuh kasih sayang, Steven duduk terdiam di sana, mata hanya bisa memandang ke arah Kenzie, Betty pun berkeringat dingin dan gemetar.
“Wanitamu? Haha, bagaimana bisa kamu begitu yakin bahwa Kenzie adalah wanitamu? Kalau Kenzie adalah wanitamu, kamu harus mengajari dia menjadi wanita yang baik, jangan menggoda calon suami orang lain!”
Reyhan mulai mengerutkan keningnya lagi, apa maksud Betty ?
Melihat ekspresi Reyhan, Betty menyadari Reyhan sama sekali tidak mengetahui hubungan Kenzie dan Steven. Ia semakin menyindir, “Lihatlah Presdir Reyhan, apa kamu masih belum paham? Kenzie dan Steven, dulunya adalah sepasang kekasih!”
__ADS_1
“Steven juga pernah membelikan villa untuk Kenzie, di dalamnya ada sebuah kamar, seluruh dindingnya penuh dengan gambar Kenzie!” semakin Betty bicara, ia semakin marah, dengan sorot mata yang begitu penuh amarah, ia menatap Steven.
Kenapa? Kenapa Steven tidak bisa melihat hati Betty, dan memikirikan Kenzie malah setiap hari?
Jika berbicara mengenai keluarga, penampilan, bentuk tubuh dan asal usul serta pendidikan, Betty jauh lebih baik dari pada Kenzie! Tapi kenapa Steven begitu cinta mati dan tidak mau melepaskan Kenzie?
Perasaan marah membuat Betty semakin meledak, “Reyhan kamu masih tidak paham? Dulu Kenzie pernah menghilang selama sehari, hari itu, dia menginap di villa itu! Dia menginap di tempat calon suamiku!”
Melihat perkataan Betty yang semakin sembrono, Steven berdiri dengan wajah dan senyum kosong, wajahnya memandang Betty dan berkata, “Betty, omong kosong apa yang kamu bicarakan?”
“Omong kosong? Aku bicara omong kosong? Apa kamu berani mengatakan bahwa kamu tidak pernah bermalam bersamanya? Benar-benar tidak tahu malu! Saat itu Kenzie sedang menjalin kasih dengan Reyhan! Saat itu kamu adalah kekasih Reyhan, tapi kamu masih saja menggoda calon suamiku! Aku tidak pernah bertemu wanita seperti dirimu ini!”
Tidak disangka Steven bukannya membelanya, malah membantu wanita itu, hati Betty pun hancur berkeping-keping! Ini adalah pria yang ia cintai selama 3 tahun! Tapi ternyata laki-laki itu benar-benar tidak pernah mencintai dia!
Terdengar bunyi teriakan, “Reyhan, kamu tanyakan sendiri saja pada Kenzie! Tanyakan apakah Steven adalah kakak kelasnya! Tanyakan apakah mereka pernah berpacaran! Dan tanya, ketika dia menghilang apakah dia tinggal bersama Steven!”
Reyhan sejenak terdiam, pandangannya tajam bagaikan neraka. Dengan sorot mata dingin, ia memandang Kenzie, dan berkata, “Kenzie, beritahu aku, apakah yang dikatakan Betty itu benar?”
Dengan raut wajah yang pucat itu, Kenzie menatap wajah Betty yang penuh dengan kebencian, di lain sisi juga ia melihat sorot mata Steven yang begitu khawatir, hatinya pun sejenak menjadi sakit.
“Ya benar. ” dengan tenang Kenzie menjawab. Kenzie sangat kagum terhadap dirinya sendiri, dalam keadaan seperti itu, dia masih dapat mengakui semuanya dengan jujur, dan dia juga dapat mengatakan kepada Reyhan bahwa apa yang dikatakan Betty itu benar.
Ya, apa yang dikatakan Betty itu benar, dia dan kak Steven, saling menyukai sejak kuliah. Yang dikatakan Betty benar, ketika Kenzie menghilang, Ia pergi mencari dan tinggal bersama Steven.
Apa yang dikatakan Betty benar sepenuhnya.
Reyhan memandang Kenzie, hati seperti ditusuk oleh sebuah pisau, hingga tangan pun bergemetar.
Tadinya saat Kenzie memanggil calon suami Betty dengan sebutan “kak Steven”, ia merasa nama itu terdengar sangat familiar.
Reyhan baru ingat, berkali-kali di dalam mimpi, Kenzie sering mengucapkan “Kak Steven” ternyata, kak Steven yang dia panggil adalah Steven, calon suami Betty! Reyhan mengira Kenzie hanya mengigau saja.
Melihat sorot pandangan mata Reyhan yang begitu mematikan, Steven khawatir Reyhan akan melakukan sesuatu yang buruk pada Kenzie, Ia pun segera menghampiri dan hendak menarik Kenzie dari dekapan Reyhan.
“Steven! Apa yang kamu lakukan?!” Betty pun menarik Steven. Hatinya begitu hancur seperti tertelan ombak. Steven ternyata masih mencintai Kenzie, sampai detik ini, dia masih menyayangi Kenzie.
Tidak rela, Betty benar-benar tidak rela! Betty menggigit bibirnya hingga berdarah.
Melihat Steven menghampiri ingin melindungi Kenzie, dan dihentikan oleh Betty, Reyhan pun tersenyum dan menyindir, “Aku benar-benar merasa sangat terhormat. ”
Dengan senyuman dingin, Reyhan pun melanjutkan dengan sangat dingin, “Wanita yang telah aku tiduri, ternyata tidak pernah dilupakan oleh Steven!”
Steven dan Betty pun terkejut dan segera menoleh kearah Reyhan. Mereka memandang Reyhan dengan begitu kebingungan.
__ADS_1
Steven tidak menyangka Reyhan bisa menyakiti hati Kenzie di depan umum, Betty pun tidak menyangka, perkataanya dapat membuat Reyhan mengatakan hal tersebut.
Bibirnya pun penuh dengan senyum kemenangan, tampaknya selanjutnya Kenzie yang akan tersakiti!