
Tiba-tiba, seperti telepati, Kenzie mendengar suara bayi menangis, Ken sedang menangis di lantai bawah.
“Reyhan! Dasar kamu binatang! Anakmu sedang menangis di bawah! Kamu masih tega melakukan hal ini!” Tidak tahu kenapa, suara tangis Ken membuat Kenzie merasa sakit di dadanya. Dengan cepat dia mendorong Reyhan.
Ken adalah anak kesayangan Reyhan, mendengar Ken sedang menangis, Reyhan segera mengentikan perbuatannya, menarik telinga panjang-panjang untuk mendengar lebih jelas.
Sepertinya iya! Memang terdengar ada suara tangisan bayi di bawah! Tetapi suaranya sangat kecil, kalau tidak fokus mendengarnya pasti tidak akan mendengarnya, karena kekedapan suara kamar itu cukup baik.
Reyhan melihat Kenzie dengan pandangan aneh, pendengaran perempuan ini tajam juga!
Apa yang terjadi dengan Ken? Bukannya ibu sedang menjaganya? Kenapa dia bisa menangis seperti itu? Reyhan sangat menyayangi putranya, dengan segera, ia melompat keluar melangkahi Kenzie.
“Hari ini kamu aku lepaskan! Tunggu kembali, aku akan mengurusmu!”
Kenzie mengambil beberapa peniti dari atas meja, kemudian memperbaiki gaunnya yang sedikit robek, setelah itu turun ke bawah.
Meskipun itu adalah anak Reyhan dengan perempuan lain, tetapi Kenzie sangat peduli dan khawatir dengan anak ini.
Mungkin anak ini memang berjodoh dengannya! Begitu ia melihatnya, ia langsung menyukai anak ini! Mungkin dia terlalu merindukan putrinya sendiri! Kenzie hanya bisa menjelaskan isi hatinya seperti ini.
“Bibi, kenapa kamu disini? Dimana Ibu?” Reyhan turun ke lantai bawah dan melihat Bibi bersama 2 pembantu sedang membujuk si kecil, Ibunya malah tidak terlihat dimanapun.
Seorang pembantu yang sedang memegang botol susu berkata: “Tuan, Ibu tiba-tiba ada urusan mendadak, mungkin Tuan kecil sedang kelaparan!”
“Lapar? Kalau lapar kenapa kamu tidak memberinya minum susu?” Reyhan mendengar tangisan putranya, hatinya terasa sakit, kemudian mengambil botol susu dan memberikannya ke mulut si kecil.
Si kecil sedikitpun tidak ingin meminumnya, botol minum yang sampai ke mulutnya ditolak dengan lidah, kemudian ia lanjut menangis.
Ken nangis dengan sangat keras, matanya pun sedikit membengkak. Reyhan yang melihatnya menjadi semakin sedih, ia langsung mengangkat kaki dan menendang tubuh pembantu di samping!
“Kalian ini sungguh tidak berguna! Anak lapar pun tidak bisa memberinya minum susu!” Tagisan Ken semakin keras, terlihat sungguh menyedihkan!
Mendengar Ken menangis, Kenzie juga tiba-tiba merasa dadanya sesak, seperti ditimpa dengan dnegan bebatuan.
__ADS_1
Kenzie menunduk dan melihat bagian dadanya, ternyata bagian dadanya sedikit basah, ini sepertinya yang di alami oleh Ibu-Ibu menyusui!
Dia baru melahirkan 2 bulan, tentunya masih ada stok ASI..
Mendengar si kecil menangis, Kenzie merasa hatinya sakit di cabik-cabik! Dengan cepat dia menghampiri Reyhan, menjulurkan tangan dan berkata: “Sini, biar aku coba!”
Reyhan mengira Kenzie ingin menyuapi Ken dengan botol susu, dengan marah dia berkata: “Tidak akan bisa! Tadi kita semua sudah mencobanya!”
Kenzie menunduk melihat si kecil yang sedang menangis, wajahnya yang putih dan lembut, berubah bengkak, dua sudut matanya berlinang air mata, terlihat lucu sekaligus menyedihkan. Kenzie pun merasa sedih melihatnya.
Dia berkata dengan suara rendah: “Aku baru melahirkan 2 bulan, masih ada sedikit ASI, biarkan aku coba dulu!”
Reyhan kaget dan kedua matanya terbuka lebar: “Apa? Kamu punya ASI?”
Setelah dengan tenang memberikan si kecil ke tangan Kenzie, Reyhan berkata ke semua pembantu disana: “Cepat kalian pergi dari sini!”
Semua pembantu keluar dari ruangan itu. Kemudian Kenzie menggendong bayi itu naik ke lantai atas.
“Aku mau ke kamar dan memberinya ASI.” Kenzie melihat Reyhan, memangnya harus di ruang tamu? Ada-ada saja!
“Disini saja!” Reyhan mulai memberikan perintah lagi.
Kenzie tidak memperdulikannya, langsung naik ke lantai atas. Reyhan tidak berdaya, hanya bisa mengikuti dari belakang.
“Jangan ikuti aku! Setelah selesai memberinya ASI, aku akan membawanya turun!” Kenzie tidak ingin Reyhan menyaksikan itu. Kedua matanya sungguh menjijikkan.
“Bagaimana kalau kamu membawa lari putraku? Aku harus mengawasimu!” Reyhan memberi alasan yang sangat kuat.
Kenzie tidak ingin berdebat lebih jauh dengannya, si kecil sepertinya tahu ada orang yang akan memberinya ASI, wajah kecilnya langsung bersandar ke tubuh Kenzie.
Kenzie yang melihat itu seketika menjadi sangat tersentuh. Diciumnya kening si kecil, dan kemudian membawanya ke lantai atas.
Melihat Kenzie menatap Ken dengan pandangan yang sangat lembut, dan menciumnya dengan penuh perhatian, Reyhan merasa sangat tenang, sangat bahagia. Mereka seperti satu keluarga, Ibu sedang membujuk si kecil, dan Ayah membantu.
__ADS_1
Sangat disayangkan, alangkah baiknya jika anak ini adalah anaknya dan Kenzie! Reyhan berpikir dan menyayangkan itu…
Reyhan ikut sampai ke depan pintu, berencana ikut masuk, “Phiang”! Terdengar suara pintu tertutup oleh Kenzie.
Kenzie sedang menggendong Ken, maka tidak berani mendorong pintu dengan kuat, karena takut akan melukai Ken, Kenzie memanfaatkan kesempatan ini untuk mengunci pintu.
Reyhan sudah terkunci di luar, Kenzie menghelaa nafas, akhirnya bisa menyusui si kecil dengan tenang!
Si kecil terlihat sangat lapar, tidak berhenti meminum, dan minum dengan sangat cepat. Kenzie yang melihatnya pun tersenyum, dengan pelan mengelus kepala si kecil: “Sayang, pelan-pelan ya.. jangan buru-buru.. yang patuh ya..”
Si kecil seperti mengerti perkataan Kenzie, kecepatannya segera diturunkan.
Melihat muka si kecil yang berubah tenang, mata Kenzie tiba-tiba basah. Dalam hatinya terasa kasih Ibu yang sungguh dalam. Timbul keinginan untuk membawa lari anak ini!
Tentunya, ini tidak mungkin. Ken adalah anak emas keluarga Meng, begitu banyak mata mengawasinya, bagaimana mungkin dia bisa membawa anak ini keluar?
Kenzie merasakan bahagia bercampur sedih. Jika saja putrinya masih hidup, pasti akan sama lucunya dengan Ken!
“Phia!” Pintu terbuka! Reyhan masuk ke kamar itu.
Kenzie terkejut! Ingin berteriak keras tapi takut si kecil kaget. Hanya bisa berbicara pelan: “Bagaimana kamu bisa masuk?!” Jelas-jelas Kenzie sudah mengunci pintu itu!
Reyhan menaikkan alis, memperihatkan kunci di tangannya: “Ini adalah rumah aku, bagaimana bisa kamu mengunci aku di luar?”
Mata Reyhan langsung tertuju pada si kecil.
Kenzie sontak merasa malu, dengan cepat dia membenarkan bajunya.
Tetapi si kecil tidak setuju, nampaknya dia belum kenyang, si kecil pun merengek tanda bahwa ia tidak senang.
Kenzie merasa sakit di hati, dengan segera membuka baju dan kembali memberi si kecil ASI.
Reyhan melihat Ken minum dengan sangat kelaparan.
__ADS_1