CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 72 Hancur Berantakan


__ADS_3

Kenzie merasa bahwa ini adalah hal lelucon terlucu yang pernah dia dengar: “Karena aku mencoba gaun itu, dan kemudian gaun itu menghilang. Apa itu artinya, aku yang mencuri gaun itu?”


Petugas toko yang memegang lengan Kenzie dan mendorong Kenzie: “Pasti kau yang mencuri gaun itu! Jika tidak, mengapa kamu tidak membuka tas dan membiarkan kami memeriksanya?”


Lantainya sangat licin, dan Kenzie tidak menyangka dirinya akan didorong, ia tiba –tiba terjatuh, dan tulangnya menghantam tanah dengan keras, sangat sakit.


Kenzie sangat terkejut hingga wajahnya pucat, anaknya, bayi di perutnya! Tidak boleh terjadi apapun pada anaknya!


Dengan cepat ia menghelus perutnya, Kenzie sangat cemas hingga air matanya berlinang. “Sayang, apa kau baik-baik saja? Apakah kamu tidak apa apa? Maaf, Ibu tidak hati-hati! Sayang, kamu tidak boleh sampai kenapa-kenapa”


Kenzie menangis dan berbicara dengan bayi di perutnya. Petugas toko yang berada di sebelah petugas itu ketakutan! Ups! Wanita ini sedang hamil!


Petugas yang mendorong Kenzie tidak berhenti berteriak: “Sandiwara apa yang kau mainkan?! Ayo serahkan pakaiannya, atau jangan bermimpi bisa keluar dari pintu besar ini!”


Kenzie mengabaikannya, hanya membelai perutnya dengan tangannya, menatap perut yang sedikit besar, dan menyalahkan dirinya sendiri, karena takut, air mata terus mengalir.


“Disini berisik! Steven, ayo kita pindah toko!” Suara wanita lembut tiba-tiba terdengar.


Nama “Steven” seperti mantra. Kenzie sangat terkejut sehingga dia menoleh ke arah suara itu.


Steven berdiri di pintu toko! Tangan Betty masih di genggamannya.


Tidak! Dia tidak ingin senior melihatnya di situasi memalukan seperti ini! Dia tidak ingin memberi tahu Steven bahwa dia hamil!


Kenzie dengan cepat menoleh dan tidak ingin Steven melihat wajahnya.


Tapi sudah terlambat.


Steven melepas tangannya dari Betty, dan melangkah menghampirinya. Lengan yang kuat itu dengan lembut mengangkat Kenzie. Suara magnetik itu penuh dengan kepedulian dan hasrat: “Kenzie, apa yang terjadi padamu? Siapa yang mengganggumu?”


Kenzie buru-buru menghapus air mata dari wajahnya dan menggelengkan kepalanya: “Tidak ada, aku baik-baik saja.”


Hati Betty berdebar, siapa wanita ini, mengapa Steven begitu gugup?


Ketika Betty mendekatinya, ia sadar bahwa wanita itu terlihat familier, tetapi ia tidak bisa mengingat di mana ia pernah melihatnya.


Betty menarik lengan Steven, dengan tenang memisahkan Steven dari Kenzie. “Steven, wanita ini siapa?” Suara Betty masih lembut, ia dididik dengan baik, walau marah juga harus menjaga penampilan di depan umum.


“Betty, ini adalah Kenzie. Kenzie, ini dia, tunanganku, Betty.” Steven memperkenalkan keduanya. Kata tunangan itu sangat sulit di ucapkannya.


Dia kemudian mengingat saat Steven hilang lebih dari satu jam dari bangsalnya, perawat mengatakan bahwa Steven pergi ke bangsal temannya.


Pria dan wanita tetap bersama selama lebih dari satu jam, tidak mungkin tidak ada yang terjadi.


Apa ini wanita yang di rumah sakit itu?


Melihat Steven yang sedang menatap Kenzie, Betty tahu bahwa masalah besarnya akan datang! Intuisi wanita mengatakan kepadanya bahwa hubungan antara Steven dan Kenzie, tidak sederhana!


Dengan sedikit senyum, Betty mengulurkan tangannya kepada Kenzie: “Nona Kenzie, senang sekali bertemu denganmu!” tetapi ada tatapan waspada di matanya itu.


Kenzie dengan enggan tersenyum pada Betty. Dia khawatir tentang bayi di perutnya dan tidak dalam suasana hati yang baik juga juga.

__ADS_1


“Kak Steven, Nona Betty, aku akan pergi. Silahkan melanjutkan jalan-jalan kalian!” Kenzie dengan lembut mengelus perutnya dan bersiap untuk pergi ke luar pintu.


“Jangan pergi! Kamu tidak bisa pergi tanpa membayar pakaian itu!” Petugas yang galak menghentikan Kenzie.


“Apa yang terjadi?” Suara lembut Steven menjadi keras, dan pergi ke depan Kenzie menariknya ke belakang punggungnya, melindunginya.


“Dia mencuri pakaian di toko kami!” Petugas yang galak itu menunjuk ke hidung Kenzie.


Betty datang dan menarik lengan Steven: “Steven, ini masalah pribadi orang lain. Kita tidak pantas ikut campur kan?”


Dia tidak ingin membantu masalah Kenzie! Dia sebenarnya tidak sabar untuk melihat hal memalukan yang akan terjadi pada Kenzie! Namun di depan orang, masih perlu berpura-pura.


Steven mengabaikan Betty, dan nadanya sangat tegas. “Wanita ini tidak mungkin mencuri pakaian. Jika kalian benar-benar merasa ia pencuri, panggil polisi!”


Momentum Steven mengejutkan petugas itu. Pria yang lembut ini, begitu amarahnya keluar, sangat mengerikan.


Tapi dia masih tidak ingin membiarkan Kenzie pergi: “Kenyataannya memang hanya dia yang mungkin mencurinya , masih ingin lapor polisi? Suruh dia membuka tasnya! Pakaian itu pasti ada di dalam tas!”


Steven masih ingin mengatakan sesuatu lagi, Kenzie mengangkat tangannya dan menghentikannya.


Kenzie merasa sangat lelah, sangat lelah, tubuhnya lelah, begitupun hatinya, hanya ingin mengakhiri lelucon ini dengan cepat.


Ia mengangkat tangan, menyerahkan tas itu kepada staf toko: “Periksalah!”


Petugas itu melihat ke dalam tas dengan harapan penuh, dan akhirnya, ia melotot karena terkejut! Tidak ada barang lain di dalam tasnya kecuali dompet kunci ponsel dan sebagainya!


Steven menatap Kenzie yang lelah dengan tatapan tertekan. Dia berkata kepada petugas itu dengan dingin, “Bisakah kamu membiarkan wanita ini pergi sekarang?”


Petugas itu bergerak dan memegang dengan kuat lengan Kenzie: “lagipula pakaian itu hilang setelah dia mencobanya, pakaiannya hilang, ia harus tanggung jawab!”


Kenzie tertegun, bagaimana mungkin ada orang yang tak tahu malu seperti ini di dunia ini?


Steven menarik petugas itu dari Kenzie. Ada sedikit rasa jijik di matanya, dia terlalu malas untuk berbicara dengan wanita yang tidak masuk akal ini!


Ia mengeluarkan dompet, sambil menulis beberapa angka pada cek, dan dilemparkannya ke petugas itu : “Ambil! Uang ini cukup bagi Anda untuk mengganti rugi pakaian itu sebanyak dua kali lipat!”


“Hei!” Suara keras dan dipenuhi amarah terdengar..


Semuanya menolah ke belakang, seorang pria jangkung dan tampan, tidak tahu sejak kapan berdiri di belakang.


Itu adalah Reyhan! Mengapa ia datang? Situasi sekarang sudah cukup rumit!


Kenzie menatap Steven dan menatap Reyhan lagi. Dia merasa badai akan datang!


Reyhan berjalan mengahampiri petugas itu, mengambil cek di tangannya dengan perlahan, dan merobek cek itu!


Petugas itu terkejut setengah mati.


Reyhan menarik Kenzie ke dalam pelukannya dan berkata dengan dingin, “Tidak ada orang lain selain diriku yang boleh membayar ganti rugi untuk kekasihku!”


Matanya memandang Steven dengan penuh permusuhan.

__ADS_1


Steven tersenyum sopan pada Reyhan, dan suaranya lembut: “kamu siapa?”


Reyhan sama sekali tidak menggubris Steven. Seperti elang , matanya menyapu tajam ke semua orang yang hadir. Dua pegawai itu tiba-tiba ketakutan dan bergetar.


Awalnya mereka berpikir bahwa pria itu mengerikan, tapi ternyata pria ini tidak hanya mengerikan, ia seperti kerasukan setan!


Reyhan melepaskan Kenzie, pergi menghampiri petugas jahat itu, berdiri tegak, dan menatapnya tajam. Tidak ada ekspresi di wajahnya, tetapi matanya semakin memerah, menunjukan bahwa ia marah


Petugas itutidak berani menatap Reyhan, dan berbisik: “Aku… aku terpaksa …… dia, dia mencuri…”


Sebuah kata “mencuri” baru saja jatuh, sebuah pukulan keras, dengan cepat mendarat di wajahnya, petugas wanita itu tiba-tiba jatuh ke lantai.


Sesuatu mengalir dari mulutnya, dia menyentuh mulutnya dan mulai memohon: “Tolong! Jangan pukulku! Rahangku, rahangku…”


Reyhan berdiri di sampingnya, tangannya dengan lembut terangkat, “bang” suara letusan seperti petir, sebuah etalase kaca jatuh dan hancur berkepint-keping.


Setiap kali petugas berteriak, Reyhan akan menghancurkan sesuatu.


Seluruh etalase yang megah di toko itu telah hancur dibuatnya.


Betty melihat toko berantakan seperti medan perang. Karena seseorang menganggu Kenzie, Reyhan begitu marah sampai menghancurkan segalanya, hati Betty agak iri. Meskipun pria ini dingin dan jahat, tapi ia benar-benar sangat melindungi Kenzie!


Hanya saja, wanita ini adalah Kenzie. Seorang wanita yang membuatnya semakin jijik.


Reyhan, presiden Grup, pria paling tampan dan berkuasa di kota C, tak disangka menjadi pacar Kenzie.


Kemungkinan, dia harus mencoba berteman dengannya. Lagipula, kekayaan Reyhan banyak, dan jika ada dukungan dari Reyhan, karier Ayah-nya akan lebih lancar.


Betty berjalan menuju Reyhan dan berkata dengan lembut, “Tuan Reyhan, sudahlah, pegawai toko ini sudah cukup menderita, ayo pergi, aku traktir, ayo kita berempat makan bersama.”


Reyhan berbalik, dan sepasang mata elang yang tajam itu mengejutkan Betty.


“Aku sedang memberi pelajaran pada petugas itu, bukan giliranmu untuk menginterupsi!” Nada bicara Reyhan sedingin dan sombong seperti sebelumnya.


Wajah Betty tiba-tiba wajahnya, menatap mata Kenzie lebih dingin dan tajam. Gadis kecil yang miskin ini, demi dirinya Reyhan benar-benar membuatnya malu di hadapan Steven!


“Tuan Reyhan, harap bersikap sopan.” Steven sikapnya dingin, dan wajah tampannya sedikit pucat.


Nama Reyhan sudah lama dikenal banyak kalangan, dia sangat berkuasa dan banyak ikut campur tangan di bidang bisnis, dia sangat agresif dan tegas.


Katanya ia playboy, setiap wanita hanya akan bertahan di sisinya selama 7 hari sebelum diganti, bagaimana Kenzie bisa bersama pria seperti itu?


Lengan baju Kenzie ditarik Reyhan : “Reyhan…” Kenzie hanya ingin pergi dari sini dengan cepat, dan ia merasa malu.


Lalu ia melirik Steven, dia memegang Betty dan menepuk punggungnya dengan lembut.


Ada sedikit rasa sakit di hatinya, dan Kenzie mengambil napas panjang. Pada saat ini, dia sadar bahwa Steven adalah tunangan Betty, Kenzie bukan siapa-siapa.


Sekarang hubungan mereka berdua semasa sekolah, hanyalah sebuah memori, sebuah memori yang tidak lagi dapat kembali.


Reyhan melemparkan vas ke arah cermin hingga cermin itu pecah berkeping-keping, Reyhan menarik pinggang Kenzie, dan langsung pergi!

__ADS_1


__ADS_2