CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 218 Kenangan Satu-Satunya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kenzie memegang ponselnya, mendengar suara telepon terputus di ponselnya.


Perasaan hatinya seakan sedang mengambang, rasa sakitnya itu bercampur dengan rasa manis, sampai dia akhirnya tersadar bahwa dia sudah berdiri di samping jendela selama 30 menit.


Hello! Im an artic!


Hatinya kosong, jarinya bergeser di layar ponselnya, membuka nomor telepon Reyhan tetapi tidak berani meneleponnya.


Kalau Reyhan menjawab teleponnya, apa yang harus ia ucapkan? Apa gunanya ucapan terima kasihnya?


Reyhan juga sudah memiliki Tania. Di dalam dunia percintaan Reyhan, Kenzie tidak ada apa-apanya di banding Tania.


Kenzie mengunci ponselnya, hatinya berantakan seperti kapal diterpa badai, ia duduk di sofa, tapi ia bisa membayangkan Reyhan sedang duduk di sofa, saat Kenzie masuk ke dapur, ia juga melihat Reyhan di dapur, begitupun saat ia merebahkan diri di atas kasur, ia merasa seakan-akan Reyhan ada di sisinya!


Hello! Im an artic!


Reyhan ada dimana-mana, menempati seluruh pikirannya.


Kenzie yang frustasi memegangi kepalanya, jika seperti ini terus, dia benar-benar akan gila!


Kenzie mengambil tasnya dan keluar dari rumahnya, dia perlu udara segar!


Di luar kompleknya, ada jalan yang ramai, Kenzie pergi kesana untuk makan.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, jantungnya pun berdetak kencang, ia cepat-cepat membuka tasnya dan mengambil ponselnya.


Di layar ponselnya, tetera nomor dan nama Steven. Kenzie kecewa, tapi ia mengangkat teleponnya sambil tersenyum, “Senior Steven.. Eh, bukan, Steven, ada apa mencariku?”


“Kenzie, aku saat ini berada di jalan XX kota C, apa kamu punya waktu untuk bertemu denganku?”


Di dalam sebuah restoran di jalan XX, Steven dan Kenzie duduk saling berhadapan.

__ADS_1


“Kenzie, maaf, Betty…Dia menyuruh orang untuk melukaimu, aku baru tau tadi pagi.” ucap Steven dengan susah payah.


Sepasang matanya yang berwarna coklat, penuh dengan sakit hati dan kesulitan, ia menghindar dari pandangan Kenzie.


Kenzie menggelengkan kepalanya, tetapi ia tidak tahu harus bicara apa.


Dia pun terdiam sebentar, lalu bertanya dengan pelan, “Steven, apakah kamu mencintainya? Apakah kamu mencintai Betty?”


Steven seperti terbakar oleh arang, matanya pun gemetar, “Kenzie, kamu seharusnya tahu dengan jelas, siapa yang aku cintai.”


“Steven, kamu…” Kenzie baru hendak bicara, Steven menaikan tangannya dengan maksud menahan Kenzie, “Kenzie, tolong dengarkan aku dulu.”


Steven pun terdiam sebentar, lalu bicara, “aku dan Betty sudah saling kenal selama 10 tahun, dia adalah ibu dari anakku. Kalau aku bilang aku tidak menyayanginya, itu sangat tidak adil baginya. Aku juga tidak dapat membohongi diriku sendiri dan mengatakan bahwa aku mencintainya sebagai seorang wanita, tapi aku menyayangi Betty hanya sekedar sebagai keluargaku sendiri, sebagai orang yang saling membantu ketika yang satunya kesulitan.”


Kenzie menaikkan matanya menatap Steven, air mata membasahi matanya. Stevennya, selalu sopan, lembut, dan menghargai orang, tidak pernah membuatnya kecewa.


Jika dia memberi tahu Kenzie kalau dia sama sekali tidak menyayangi Betty, Kenzie akan sakit hati.


Steven juga menatap Kenzie, matanya penuh dengan rasa sakit, “Kenzie, aku mengerti maksudmu”


Steven mengerti maksud Kenzie.


Kenzie tidak dapat memberikannya cinta yang ia inginkan. Hati Kenzie, dari dulu tidak pernah berhenti pada dirinya.


Kenzie membalasnya dengan senyuman, “Steven, kedepannya, kalau tidak ada sesuatu yang penting, kita sebaiknya jangan bertemu. Ini akan lebih baik untuk kita berdua.”


Mengetahui Steven masih menaruh perasaan padanya , Kenzie tidak dapat berpura-pura dan malah dengan sengaja pura-pura tidak tahu, menerima perhatian dari pria ini. itu juga akan sangat tidak adil bagi Betty.


Mata Steven menjadi gelap, dengan muram, dia menundukkan matanya sebentar lalu mengangkatnya kembali, dengan yakin ia menatap Kenzie, “baiklah.”


Daripada saling menyiksa seperti ini, lebih baik saling melupakan dan melepaskan untuk kebaikan bersama.


Tidak bisa menjadi kekasih, jadi teman pun juga tidak bisa. Selama Steven masih menyimpan perasaan terhadap Kenzie, mereka selamanya tidak akan bisa mengatakan kalimat , “kita adalah teman” dengan tegas.

__ADS_1


Setelah itu, mereka makan dalam keadaan hening, Kenzie pun tidak bisa mengatakan apapun, mereka berdua keluar dari restoran, melihat di jalanan orang berlalu lalang, mata Kenzie menjadi sedih.


Sudah saatnya berpisah.


Mereka tinggal di dua kota berbeda, pekerjaan mereka berdua pun tidak saling berhubungan, mungkin, ini adalah pertemuan terakhir mereka.


“Kenzie, aku mendengar tentang Reyhan dari Betty.” Ucap Steven dengan tiba-tiba.


Kenzie dengan cepat meminta maaf, “maaf, aku benar-benar tidak tahu dia bisa berbuat seperti itu pada Betty, aku benar-benar tidak tahu apa-apa.”


Steven menggelengkan kepalanya, “Betty yang terlebih dahulu memulai, tapi aku juga tidak bisa menyalahkannya. Kenzie, aku ingin membahas hal yang sudah berlalu, aku hanya mau mengakui suatu hal, saat itu, tahun itu aku memang salah, aku mengira Reyhan hanya terpesona sesaat padamu , sekarang aku tahu. Dia benar-benar menyayangimu. Kenzie, kamu menyuruhku untuk menghargai orang yang ada di sisi aku, kamu juga harus melakukan hal yang sama.”


Kenzie tersenyum menggelengkan kepalanya, “aku dan dia, sudah tidak dapat kembali seperti dulu. Dia sudah mau bertunangan dengan Tania.”


Steven membalas dengan datar, “Aku juga sudah mendengar tentang hal itu. Saham Group Realtech kemarin itu juga sempat turun derastis, tapi karena hal ini, sahamnya tiba-tiba naik. Aku rasa, ada maksud tersembunyi dari pertunangan ini. Berdasarkan sifat Reyhan, ia tidak mungkin menunggu selama ini. Jika ia benar-benar mencintai Tania, ia tidak mungkin pacaran selama 3 tahun baru melamarnya.”


“Maksudmu?” Kenzie tidak begitu mengerti, dia perlu mendapat kepastian dari mulut Steven, untuk menenangkan hatinya yang bingung.


Steven tertawa, “Di hari itu, setelah aku bertemu kamu, aku melakukan riset tentang Reyhan dalam beberapa hal. Tentang dirinya dan Tania, serta hubungannya dengan dirimu, aku punya pemahaman yang pasti.”


Ah…. Kenzie membelalakkan matanya kaget. Steven, sejak kapan menjadi seperti ini?


“Kenzie, aku bukan dengan sengaja mencari informasi tentang kehidupan pribadimu. Tapi…. aku benar-benar tidak bisa menahan diri untuk mengetahui kehidupanmu sekarang.” Steven dengan cepat menjelaskan, “dari informasi yang aku dapat, pertunangan Reyhan, mungkin hanya strategi untuk menenangkan dan menahan keluarga Tania. Reyhan tidak mungkin menikahi wanita yang tidak ia cintai!”


Kenzie menatap Steven, hatinya pun tergerak.


Pria ini, benar-benar memberikan seluruh hatinya pada Kenzie. Hatinya sangat tidak egois, sangat bersih dan tulus, tanpa debu sedikitpun.


Kenzie pun tergerak dan mengulurkan tangannya, “Steven, aku mengerti, terima kasih!”


Steven ragu sebentar, lalu mendekati Kenzie dan memeluknya dengan erat. Air mata pun turun dari mata mereka berdua.


Mereka berpelukan untuk terakhir kalinya. Pelukan yang akan mereka singat selama sisa hidup mereka.

__ADS_1


__ADS_2