
Luka Reyhan akhirnya membaik. Kenzie pun akhirnya bisa bernafas lega. Di rumah sakit setiap hari bersama Reyhan membuat hubungan mereka berdua semakin dekat.
Kakek Reyhan menyuruh para pelayannya menyiapkan hidangan yang banyak dan enak untuk menyambut Reyhan kembali ke rumah.
“Reyhan, Tuan Holt, walikota kota C, sudah mengurusnya semua. Kamu istirahat sehari lagi, besok kita akan pulang ke kota C, proyek disana harus segera diurus.” Kakek Reyhan meminum anggur putih sambil bicara pada Reyhan.
Pulang? Dua bola mata Kenzie bersinar cerah. Reyhan juga pasti akan menyuruhnya untuk ikut pulang. Kenzie tidak ingin arwah ayahnya tertinggal di kota C, ayahnya bisa merasa kesepian.
“Baiklah, kek.” Reyhan juga tidak suka dengan Chicago, di Chicago ada banyak orang yang tidak ingin ia temui.
“Reyhan, kamu harus memikirkan masalah Nayra, dia sudah dewasa, seharusnya ia mencari pasangan untuk menikah.” Kakek Reyhan menegaskan.
Ia sudah tak bisa lagi mengandalkan anaknya, sekarang ia hanya bisa menaruh harapan kepada cucu-cucunya. Cucu laki-lakinya sudah memberikannya keturunan yang luar biasa, sekarang hanya tinggal mengkhawatirkan cucu perempuan ini.
“Kakek, sekalian bawa perawat itu pulang, aku takut anakku tidak terbiasa saat kita kembali ke kota C.” Reyhan ingin membawa Ken bersamanya.
“Ken akan tinggal disini menemaniku. Kamu saja tidak memiliki wanita yang pasti di sisimu, jika Ken bersamamu, bagaimana nasibnya nanti?” Kakek Reyhan pun menatap serius ke arah Kenzie.
Kenzie tidak menyebalkan, sayangnya Kenzie tidak menyukai Reyhan.
“Kakek!”
“Kakek Reyhan!” Reyhan dan Kenzie membuka mulut bersama. Kenzie juga tidak rela meninggalkan Ken, meskipun Ken bukan anak kandungnya, tetapi kalau harus meninggalkannya, hatinya terasa sangat sakit.
“Maka dari itu, cepatlah menikah, berikan Ken seorang ibu!” Kakek Reyhan menatap Reyhan serta Kenzie sekaligus memberi mereka saran.
Kenzie menundukkan kepalanya, ia bukannya tidak mengerti maksud Kakek Reyhan, hanya saja permintaan ini tak bisa ia penuhi.
Sudah larut malam, besok sudah waktunya untuk pulang. Kenzie duduk di sebelah kasur Ken, melihat wajah kecilnya yang tertidur nyenyak.
Bulu mata bayi itu sudah semakin panjang, seperti deretan bulu-bulu kecil yang halus.
Entah sedang bermimpi apa, bayi itu tiba-tiba tersenyum, benar-benar manis. Kenzie mengusap rambut Ken dengan halus, hatinya sangat tidak rela berpisah dengan Ken.
“Kelihatannya kamu sangat menyukainya, lebih baik kita berdua juga punya satu.” suara Reyhan terdengar di belakangnya.
Kenzie merasakan hatinya pedih, tiba-tiba ia teringat anak perempuannya, air mata langsung mengalir di wajahnya.
“Kenapa menangis lagi?” Reyhan duduk di sebelah Kenzie dan memeluknya: “Orang bilang, ada banyak sekali dimensi di dunia ini, dan setiap dimensi memiliki bumi-nya sendiri, bila mereka datang di bumi ini dan menyadari dirinya tidak menyukai tempat ini, mereka akan pergi, mencoba memulai dunia yang baru, di tempat yang lainnya. Jadi, anak perempuanmu yang meninggal itu, tidak ada hubungannya dengan nasibmu atau takdirmu. Ia sekarang sudah menemukan dunia yang membuatnya lebih nyaman, kamu seharusnya senang karena itu.”
Berkat suara Reyhan yang lembut, dan dagunya yang bersih menempel di atas kepala Kenzie saat menenangkannya, pedih hati Kenzie sepertinya berkurang. Ia mengangkat kepalanya dan mencoba tersenyum kepada Reyhan.
Kebaikan dan perhatiannya membuat Kenzie merasa lebih baik.
“Wanita bodoh.” Reyhan mengelus rambut Kenzie.
Tiba saatnya mereka pulang.
Jet pribadi mendarat di halaman rumah keluarga Reyhan.
Kembali ke kota C yang tidak asing baginya, membuat mata Kenzie sedikit lembab.
Mengetahui bahwa makam ayah ada di rumah pemakaman Kensingna, ia berencana pergi kesana sore nanti.
__ADS_1
“Kenzie, aku ada sedikit urusan di kantor, tunggu aku di rumah.” Setibanya di kota C, Reyhan langsung mengganti pakaiannya menjadi pakaian formal dan bersiap untuk ke kantor.
“Reyhan, boleh berikan aku 5 menit?” Kenzie menatap Reyhan.
“Silahkan.”
“Aku tidak ingin dikurung seperti ini, aku tidak berhutang apapun padamu, aku ingin menjalani kehidupan layaknya orang normal, aku butuh teman, butuh pekerjaan.” Kenzie benar-benar tidak ingin memiliki hubungan apapun lagi dengan Reyhan.
“Kamu ingin bekerja? Boleh saja! Bekerjalah untuk RealTech! Aku akan menyiapkan pekerjaanmu.” jawab Reyhan seakan tak peduli.
“Reyhan, kamu tak mengerti apa maksudku?” Kenzie kesal, “maksudku aku tidak ingin terus bersama denganmu! Kamu tidak memiliki hak apapun untuk membatasi kebebasanku!”
“Tidak memiliki hak? Kontrakmu menjadi simpananku masih belum selesai, bukan? Apa perlu aku memperlihatkan surat kontraknya? Hitam di atas putih, sangat jelas.” Reyhan mengangkat alis dan mentap Kenzie dengan tatapan marah.
Kenzie menatapnya dengan serius dan menjawabnya dengan tegas: “Dalam kontrak itu tertulis, bahwa kamu harus menyelamatkan ayahku dan aku akan menjadi kekasih gelapmu selama setahun. Tetapi, ayahku sekarang sudah meninggal, kamu tidak menyelamatkan ayahku. Jadi aku juga tidak harus melanjutkan kontrak menjadi wanita simpananmu.”
Kenzie menghela napas dan perlahan mengucapkan: “Reyhan, kita akhiri saja hubungan ini!”
Mata Reyhan menatapnya dengan dalam dan berapi-api, wanita ini benar-benar pintar berdalih!
Reyhan kesal: “Alasan ayahmu mati adalah karena kamu yang terlebih dulu melanggar kontrak, kamu kabur! Yang terlebih dulu melanggar kontrak adalah kamu!”
Kenzie menggelengkan kepalanya, jika dia tidak kabur, mungkin di awal dia sudah mati.
Sudahlah, dia tidak ingin lagi menjelaskan apapun kepada pria sombong dan egois ini.
“Kita akhiri saja hubungan ini, Reyhan!” Kenzie sudah merasa kelelahan.
Akhiri? Dia berkata akhiri? Mata Reyhan menatapnya tajam dan berteriak: “Kenzie, jangan coba-coba mengatakannya lagi!”
Kenzie menarik nafas dalam-dalam, tangan kanannya sudah mengepal, ia memberanikan diri berkata: “Reyhan, akhiri lah hubungan ini! Kita sudah berakhir!”
“Kenzie!” Reyhan meneriakkan namanya sambil menatapnya dengan tatapan pembunuh.
“Aku tidak cocok menjadi simpananmu, kita tidak perlu membuang-buang waktu lagi.” Kenzie mengangkat kepalanya, matanya menatap Reyhan dengan tegas: “Kalau kamu terus bersikap sombong dan egois seperti ini, siapa yang sudi menjadi pasanganmu?! Jangan terus menahanku disini.”
Apakah Reyhan bisa menerima hal ini?
Ia adalah presdir Group RealTech, wanita seperti apa yang tidak bisa ia dapatkan? Masih banyak wanita yang lebih baik dari Kenzie, baik secara fisik maupun sifat, tapi kenapa Reyhan tak bisa melepaskan wanita biasa seperti Kenzie?
Reyhan melangkah ke depan Kenzie, kedua tangannya memegang erat tangan Kenzie.
Lalu dia memegangnya semakin erat, seperti menjepitnya dengan penuh kebencian.
Tidak perlu membuang waktu? Jangan menahannya? Dia ingin pergi? Apa ia pikir ia bisa perti dengan mudah?
Baiklah. Kenzie berhasil membuatnya jengkel.
“Ok…” Reyhan menatapnya dingin, lalu berkata: “Kenzie, kamu tidak ingin tinggal bersamaku?”
Suaranya terdengar seperti vampire haus darah, membuat orang menjadi gemetar ketakutan.
Kenzie sedikit gemetar, tetapi ia menegakkan badannya. Jika berhadapan dengan Reyhan, ia tak boleh menunjukkan ketakutannya.
__ADS_1
Ia mengigit bibirnya, tangan kanannya sudah mengepal, ia memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan menatapnya dekat: “ya, betul!”
Kenzie masih berani menjawabnya?! Kemarahan menjalar ke sekujur tubuh Reyhan.
Lalu, Reyhan menggenggam erat tangannya dan menyeretnya keluar! Kenzie ingin melawan, “Beng” Reyhan mendorongnya ke mobil yang terparkir di sana!
“Reyhan! Mau apa kamu?!” Kenzie mulai kesakitan.
“Mau apa?” Reyhan berkata, ketampanannya tertutup kabut kemarahan, kedua tangannya menjambak rambut Kenzie, menarik wajah Kenzie ke dekat matanya, menggertakkan giginya berkata: “Kenzie, kamu ingin mengakhiri hubungan ini? Aku beritahu ya, ini tidak mungkin!”
Reyhan menariknya dan menahannya, bibirnya mulai turun ke leher Kenzie, Reyhan mengigit lehernya, dan dengan tenaga menarik gigitannya itu…
“Reyhan! kamu gila!” Kenzie berteriak kesakitan, kedua tangannya berusaha keras memukul bahu Reyhan.
Lehernya terasa perih, Kenzie mulai gemetar.
Pria ini kenapa begitu egois?!
Setiap kali selalu Reyhan lah yang menentukan memilihan. Setiap kali di ajak bicara baik-baik, selalu berakhir kacau. Dari dulu ia tak pernah serius mendengar pendapat Kenzie, selalu melakukan penaklukan dengan brutal.
Kenzie adalah seorang manusia yang memiliki daging dan darah! Bukan seorang boneka yang bisa dipompa! Dia bukan benda yang digunakan untuk memuaskan hasrat pria!
“Lepaskan aku! Reyhan! Aku ingin membunuhmu!” Kenzie sudah sangat marah, kedua kakinya menendang Reyhan.
“Ayo, coba bunuh aku!” Reyhan berteriak sambil menatapnya. Ia menantang ancaman itu.
Kenzie menarik kedua tangannya ke atas.
Reyhan tiba-tiba menjadi kaku, tangannya lemas, satu tangannya memegang dadanya, wajahnya menjadi pucat, seakan kesakitan.
Kenzie dengan cepat merespon: “Reyhan? Kenapa?”
Reyhan menekan dadanya yang sakit sambil menatap Kenzie, sekarang ia sudah benar-benar lemas tak berdaya.
Ini pertama kalinya Kenzie melihatnya tak berdaya seperti ini.
Melihat Reyhan tak bisa berkata apa-apa dengan wajah pucatnya, Kenzie memegang tangannya dan berkata: “sebenarnya ada apa? Apakah dadamu sakit lagi?”
Kenzie bertanya dengan lembut seperti menyentuh hati Reyhan.
Reyhan pun bimbang.
Apakah ucapan Kenzie begitu membuatnya kesakitan seperti ini?
Padahal awalnya dada Reyhan sudah membaik.
Apa Kenzie khawatir akan lukanya?
Wanita bodoh …harusnya ia tidak khawatir seperti ini.
Hati dan perbuatan Kenzie benar-benar tak sejalan.
Ataukah Kenzie sedang bersandiwara di depannya?
__ADS_1
Ingin mengakhiri hubungan mereka tapi kenapa masih khawatir dengannya?!