
Rey menatap sebuah Undangan di Tangannya, Nama yang dia kenal akan menikah Lusa dan ternyata Yogi merupakan anak dari salah satu rekan bisnisnya.
" Apa Anda akan datang nanti " Ucap Andre
Rey terdiam seakan memikirkan sesuatu,,
" Ya Saya akan datang bersama Istri Saya, Kamu siapkan semuanya."
" Baik Tuan "
Andre berjalan keluar,,
Sementara Rey, dia terus memikirkan Mel, Sudah pasti Sarah memberikan undangan juga kepadanya.
Dia pun berencana untuk mengajak Mel ke acara itu.
********
Di tempat lain terlihat Sarah yang begitu bahagia apalagi hanya tinggal satu hari dia akan menjadi istri dari laki laki yang dia cintai. dia bahkan terus membayangkan ketika mereka hidup bersama nantinya, bersama sama menjaga dan membesarkan anak anak mereka.
" Anak Mami terus tersenyum pasti sangat bahagia Sayang ?" Ucap seorang wanita yang berjalan menghampiri Sarah.
Sarah tersenyum dan mengangguk,,
Kedua orang tuanya sudah berada di rumah, mereka akan menyiapkan pernikahan putri mereka.
" Mami juga bahagia kamu akan segera menikah, jadi kamu ada yang jaga "
" Iya Mi,, Sarah juga sangat mencintai Yogi dari dulu."
" Ya Sudah,, Kamu istirahat jangan sampai di acara nanti kamu kelelahan."
Sarah mengangguk,,
Berbeda dengan Sarah yang sangat menantikan hari pernikahan mereka, Yogi sendiri malah semakin menjadi.
Dia terus mendatangi Bar setiap malam dan akan pulang pagi hari.
Dia pun sudah sering bolos kuliah, hidupnya semakin hancur dengan terus minum minuman.
Baginya ini hal yang sangat buruk untuknya menikahi wanita yang tidak dia cinta.
Andai saja dia bisa pergi meninggalkan semuanya namun dia masih teringat dengan Mamanya, Beliau akan sangat sedih.
Yogi kembali meneguk gelas di hadapannya, memesan banyak minuman yang selalu dia habisnya.
Tidak memikirkan kesehatan tubuhnya sekarang, begadang minum minuman. Yogi yang dulu telah pergi.
Ponselnya berdering,,
Dia hanya meliriknya dan membiarkannya tanpa menjawab telpon.
Ayah nya lah yang terus menelponnya,,
____
Alex langsung berkata kasar saat Yogi tidak menerima panggilan nya,,
Bahkan Sudah dua hari dia tidak bertemu dengan putranya.
Yogi akan selalu mengunci pintu kamarnya jika sampai di rumah dan akan tidur hingga sore,, setelah bangun dia pasti akan langsung pergi.
" Ini semua karena kamu, Kamu tidak becus mendidik Yogi hingga dia bersikap kurang ajar"
" Kenapa kamu selalu menyalakan aku Mas, Selama ini dimana kamu ,, Aku mengurus Yogi hingga sekarang dan kamu menyalahkan aku ?"
" Jika kamu mendidik nya dengan baik, dia tidak akan menghamili anak orang."
Alex selalu saja menyalahkan istri nya, dia tidak pernah berpikir dengan sikapnya sendiri selama ini.
__ADS_1
Hanya rasa egois yang selalu di besarkan olehnya, beliau tidak mau di Cap salah oleh orang lain.
Karena inilah akhirnya mereka bercerai.
*********
Mel membuka tasnya, dia kembali melihat Undangan yang Sarah berikan untuknya.
Apa dia akan datang di Acara pernikahan mereka ?? tapi dia tidak mau membuat Rey kecewa.
Ceklek,,
Pintu kamar terbuka dan Mel langsung menoleh.
Terlihat Rey berjalan masuk dengan senyumannya.
Mel masih memegang Undangan di tangan nya.
" Apa itu Bee " Ucap Rey berjalan mendekat.
Mel memberikan nya,,
" Undangan Pernikahan Yogi dan Sarah ?"
Mel mengangguk,,
Rey tersenyum dan mengusap rambut panjang istrinya.
" Apa kamu akan datang ?"
Mel menggeleng,,
" Kenapa Bee,, mereka bahkan mengundang kamu "
" Aku tidak mau membuat Mas Rey khawatir juga kecewa."
" Mas akan menemani kamu datang ke sana."
" Alessandro salah satu rekan bisnis Mas."
Mel membulatkan matanya kaget,, namun akhirnya dia pun mengangguk setuju.
" Apa masih sakit ?" Ucap Rey menatap wajah sendu istrinya.
" Sudah lebih baik,, Kenapa Mas ?"
Rey tersenyum penuh arti, Mel sudah tidak merasakan sakit yang bisa di artikan jika mereka bisa kembali melakukan nya.
********
Sarah berada di rumah Yogi, setelah beberapa hari dia terus menghubungi nya namun tidak ada jawaban membuat nya langsung mendatangi rumahnya tetapi tetap saja Yogi tidak ada di rumah nya.
" Jadi Yogi tidak menemui kamu ?"
" Tidak Tante,, Bahkan Sarah terus menelpon nya tapi tidak sama sekali Yogi angkat."
" Benar benar itu anak, Sifatnya sangat keras seperti Ayahnya, Tapi kamu tenang aja ya Sayang Yogi sudah setuju dengan pernikahan kalian. Yang penting sekarang kamu jangan kelelahan atau bahkan stres Tante gak mau terjadi sesuatu dengan cucu Tante."
Sarah tersenyum dan mengusap perutnya,,
Untuk sekarang dukungan dari kedua orang tua Yogi sudah cukup membantunya bisa dekat dan mendapatkan Yogi, Setelah menikah dan melahirkan nanti Dia yakin Yogi akan berubah dan bisa menerimanya.
" Bagaimana keadaan Cucu Tante, Apa dia sering nakal ?"
" Tidak Tante,, Dia sangat nurut walau sering rewel ingin makan sesuatu."
" Seharusnya di saat seperti ini, Yogi ada di samping kamu dan menuruti keinginan anak kalian."
" Gapapa Tan, Setelah menikah nanti Sarah kan tinggal bersama Yogi."
__ADS_1
" Maafin Yogi ya Nak,, "
Sarah tersenyum dan mengangguk,,
Tiba tiba terdengar suara mobil,,
Sarah sangat tau jika Yogi lah datang, Dia pun segera beranjak.
" Yogi " Ucap Sarah tersenyum.
Yogi menatapnya,,
Untuk apa Sarah berada di rumah nya, jika saja dia tau dia tidak akan pulang ke rumah saat ini.
" Yogi kamu mau kemana, Sarah sudah menunggu kamu "
" Aku Capek Ma, mau tidur."
" Tapi anak Kita kangen sama Papanya " Ucap Sarah sengaja bahkan sampai membuat Yogi muak.
" Ubah dong sikap kamu Yogi, Sarah mengandung anak Kamu,, Sekarang kamu temani Sarah membeli Vitamin juga susu Hamil."
" Tapi Ma,-
" Tidak ada penolakan."
Yogi menghela napas,,
Sarah sendiri merasa menang saat ini Yogi sudah pasti akan menurut.
" Tante Sarah pergi dulu ya " Ucap Sarah saat melihat Yogi keluar.
" Iya Sayang hati hati ya "
Sarah mengangguk dan berjalan Keluar,,
Yogi sudah menunggu di dalam mobil,, Sebenarnya dia sangat malas pergi apalagi menemani Sarah.
" Sebenarnya Lo kemana, Kenapa pesan atau telpon gue sama sekali tidak Lo angkat."
" Bukan urusan Lo."
" Kita akan menikah Yogi dan gue mengandung Anak Lo."
" Terserah gue,, Lo jangan pernah atur hidup gue."
" Yogi,, Kenapa sih Lo gak bisa terima gue, Lo sudah melakukan itu sama gue Lo harus tanggung jawab."
Yogi menatap tajam Sarah, selalu saja dia ungkit kejadian yang sangat membuatnya menyesal seumur hidupnya.
" Jangan pernah Lo ungkit kejadian itu, bagi gue Itu hari tersial dalam hidup gue."
Jleb..!!
Ucapan Yogi sungguh sangat menyayat hatinya , Sedikit pun tidak ada tempat di hati untuknya .
Semua yang sudah dia lakukan, semua pengorbanan nya sia sia namun bukan Sarah namanya jika hanya dengan seperti ini dia akan menyerah.
Mobil mereka sampai di sebuah Supermarket, Yogi langsung turun dan meninggalkan Sarah.
" Yogi Tunggu."
Sarah mencoba mengejarnya masuk,,
" Mending Lo langsung beli semua keperluan dan kita pulang." Ucap Yogi dengan tanpa Menatap nya.
Sarah mengepalkan tangannya kuat,, dia akan melakukan sesuatu agar Yogi mengubah sikap terhadapnya.
Yogi langsung mengambil troli saat melihat Sarah yang hanya berdiri.
__ADS_1
Dia pun mengambil beberapa Susu Hamil,, Namun langkahnya terhenti saat dia melihat seseorang yang juga sedang berada di sana..