CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 131 Wine


__ADS_3

Melihat Reyhan yang sedikit pun tidak bernafsu sama sekali, Mary pun mulai cemas.


Ia pun menoleh kearah Reyhan dan berkata, “Reyhan, aku ke toilet bentar.” setelah mendapat persetujuan dari Reyhan, ia pun berbalik, obat yang dibawanya masih tersimpan dikamar tamu yang ada di club hotel.


Rencananya ia hendak menggunakan obat ini setelah mereka mandi, tapi melihat situasinya sedikit terdesak, kalau tidak digunakan sekarang, nanti pasti akan terlambat.


Sejak Reyhan melihat Kenzie, dirinya menjadi agak berubah. Jadi Mary harus lebih cepat menjalankan misinya.


Kenzie melihat Ethan dan Nindi yang sedang mengobrol, semakin lama mereka semakin dekat, ia pun tersenyum bahagia. Sepertinya sudah ada kemajuan dalam hubungan Ethan dan Nindi…dia juga tidak mau menjadi nyamuk diantara mereka.


Kenzie pun sengaja memperlambat langkah kakinya, melihat Ethan dan Nindi berbelok ke jalan lain dan perlahan menghilang dari pandangannya, Kenzie berbelok ke sebelah kanan, berjalan kearah yang berbeda.


Salju putih yang terus jatuh dari langit yang hitam ke bawah lampu jalan yang terang, tampak indah sekali, seperti didalam mimpi.


Kenzie berjalan perlahan ditengah salju itu, ia ingin menjernihkan pikirannya yang kacau.


Setelah menyendiri selama tiga bulan, awalnya ia kira ia sudah bisa berhasil melewati dan melupakan masa laluya yang kelam itu, masalah apa pun tidak dapat membuatnya sedih lagi. Dia merasa ia sudah berhasil melewati masa sulit itu dan menjadi lebih tegar.


Tapi, kenapa hanya dengan bertemu Reyhan saja, ia merasa sangat terpukul?


Apakah itu karena wanita yang ada disampingnya ataukah karena pandangan matanya yang sinis itu? Dia dan Reyhan hanya bertukar beberapa kata.


“Kamu sudah punya kekasih baru?”


“Tidak. Yang tadi itu rekan kerja Nindi.”


Tapi mengapa hanya dengan melihat tatapan matanya, Kenzie merasa begitu tertekan. Mengapa ia masih bisa merasakan kehangatan yang dia rasakan saat bersama dengan Reyhan? Jangan-jangan, ia benar-benar jatuh cinta pada Reyhan?


Kenzie, apa yang sedang kamu pikirkan?


Waktu itu bukanya kamu sampai mencoba bunuh diri hanya demi bisa bebas dengan Reyhan, sekarang kenapa malah berpikir seperti itu?!


Kenzie berjalan dalam kebingungan sambil menjambak-jambak rambutnya, ia harus berhenti berpikir yang tidak-tidak.


Toh sekarang Reyhan sudah memiliki kekasih baru yang lebih baik darinya, untuk apa ambil pusing lagi.


Setelah memikirkan model berusia 17 tahun itu, dalam hatinya, Kenzie merasa sedikit risih, laki-laki zaman sekarang, standarnya juga semakin lama semakin tinggi, sekarang bahkan sudah berani mendekati anak remaja!


Disampingnya terdapat halaman kecil, arsitektur bangunan disampingnya juga sangat menarik, Kenzie pun berjalan menuju kearah bangunan itu.


Ethan pernah bilang, semua tempat di pemandian ini terbuka untuk umum. Jadi Kenzie pun tidak perlu khawatir,


Ini adalah tempat pemandian yang lebih kecil, tidak terlalu luas, suasana disini juga sangat tenang dan udaranya sangat sejuk. Tapi sayangnya tidak ada orang disini. Lampu kuning yang hangat itu pun memancar diatas kolam-kolamnya, membuat orang yang berendam disini akan merasa sangat nyaman.


Aneh, kenapa tidak ada satu orang pun ditempat ini. Kenzie pun memanggil beberapa kali untuk memastikan tidak ada orang disini.


Untuk alasan keamanan, lebih baik dia memastikannya sekali lagi, “Hallo, apakah ada orang disini?”


Dikolam yang paling dalam dan gelap, Reyhan sedang berendam dan hanya kepalanya saja yang terlihat, dia sedang tenggelam dalam pikiran dan dunianya sendiri, tiba-tiba ia pun dibuat terkejut oleh suara yang sangat familiar itu!


Kebetulan disamping kolam Reyhan ada sebuah tiang, Reyhan mengangkat kepalanya dan melihat asal suara dari belakang tiang itu, dan ia pun menyadari kalau tubuhnya tertutupi oleh tiang itu dan Kenzie tidak dapat melihatnya.


Reyhan menahan nafasnya, tidak berani mengeluarkan suara. Reyhan takut Kenzie akan pergi jika ia tahu Reyhan ada disini.


Dari kejauhan, ia terus memandang gadis yang mungil itu. Jantungnya berdetak kencang seolah akan melompat keluar dari tubuhnya.

__ADS_1


Sudah tiga bulan ia tidak melihat Kenzie, Reyhan menatapnya dengan pandangan serakah.


Wajah yang putih, hidung yang mancung, bibir yang merah merona, tubuh yang ideal, semuanya yang dimiliki Kenzie, di dalam mata Reyhan tampak sempurna.


Mendengar tidak ada balasan dari siapapun, Kenzie yakin bahwa tidak ada orang lain di tempat ini. Dengan tenang dia melepas jubahnya.


Untuk apa datang ke pemandian air panas jika tidak berendam?


Melihat Kenzie melepas jubahnya, nafas Reyhan terasa semakin sesak. Ia pun perlahan mengangkat kepalanya.


Kenzie selalu puas dengan apa yang di dapatkannya.


Air hangat yang berayun-ayun dikolam itu pun sudah bisa meningkatan susasana hati Kenzie.


Tapi setelah melihat Kenzie melepas jubahnya, Reyhan malah benar-benar kecewa.


Ternyata didalam jubah itu Kenzie masih mengenakan kaos, tubuhnya yang bagus pun tertutup kaos tersebut.


Kenzie menangkat kedua tangannya, bersiap-siap untuk membuka kaosnya, Reyhan menyipitkan matanya, hasratnya pun telihat jelas dimatanya.


“Reyhan! Kamu haus tidak? Aku membawakan minuman untukmu!” suara nyaring itu pun terdengar dengan jelas, di tangannya Mary membawa dua buah gelas dan sebotol bir.


Setelah saling bertatapan, Kenzie dan Mary pun sama-sama terkejut.


Mary bertanya dengan suara yang marah, “Ini tempat pemandian pribadi, kenapa kamu bisa berada disini?!” Amarahnya terlihat berapi-api di dalam matanya. Dasar Kenzie ini, berani-beraninya ia mencari kesempatan dalam kesempitan seperti ini! Mencoba menggoda Reyhan saat Mary tidak bersamanya.


Kenzie terdiam karena jeritannya itu, ternyata Reyhan juga ada disini! Tapi kenapa tadi KEnzie tidak melihatnya?


Kenzie tidak tahu harus menjawab apa, dengan panik ia membalikkan tubuhnya, matanya mencari bayangan Reyhan disekitar sana.


Reyhan beranjak dari kolam itu dengan jubahnya yang basah kuyup dan masih terpasang ditubuhnya, memperlihatkan jelas tubuhnya yang berotot dengan sangat.


Ia langsung berjalan ke hadapan Mary dan langsung merampas bir dan gelas yang ada ditangannya. Ia berkata dengan nada rendah, “Keluar!”


Disaat itu juga air mata Mary pun turun.


Apa hebatnya perempuan itu! Dia-lah pasangan yang dibawa Reyhan kesini, Kenzie ini hanya perempuan liar yang tiba-tiba muncul, sekarang Reyhan malah mengusirnya keluar demi perempuan ini!


“Reyhan, aku…” Mary masih berusaha membujuknya.


“Pergi!” Reyhan berteriak dan tidak membiarkan Mary berbicara sepatah kata pun.


Melihat Reyhan seperti ini, Mary juga tidak berani mengatakan apa-apa, dan keluar dengan terpaksa.


Kenzie menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan berdiri di samping, terbengong melihat sikap Reyhan yang sangat kasar saat mengusir Mary. Bibirnya pun melontarkan senyuman marah kepada Reyhan.


Ini adalah Reyhan yang ia kenal, Reyhan sedikit pun tidak berubah. Sikapnya pada wanita hanya baik jika perasaan hatinya sendiri sedang baik dan dia akan memanjakan wanita itu, tapi saat perasaan hatinya sedang tidak baik, ia akan langsung berbalik wajah seperti tidak mengenal wanita itu sama sekali.


Ini memang Reyhan, dingin, sombong, tidak tahu cara menghormati wanita sedikit pun!


Hatinya yang tadinya mulai tergerak, sekarang malah merasa kalau hatinya tidak pantas tergerak untuk orang seperti ini. Dia tidak mungkin jatuh cinta pada laki-laki seperti ini!


Mary sudah pergi, Kenzie juga sudah melihat semuanya, ia memungut jubahnya dari lantai, memakainya dan bersiap-siap untuk pergi.


Reyhan menghalangi jalannya.

__ADS_1


“Kenzie.” suara yang lembut tiba-tiba memasuki telinganya.


“Maaf, tadi aku tidak menyadari bahwa kamu disini, maaf sudah mengganggu. Aku pergi dulu.” Kenzie melewati Reyhan dan pergi, ia ingin cepat-cepat pergi dari situ.


Ini adalah waktu yang sangat tepat, Reyhan ingin sekali berduaan sebentar dengan Kenzie. Tidak melakukan apa-apa juga tidak masalah, hanya dengan ngobrol dengannya, Reyhan sudah merasa sangat puas.


“Kenzie, sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?” Reyhan menggunakan tubuhnya untuk menghalangi pintu keluar, dan bertanya dengan nada lembut.


“Aku baik-baik saja. Terima kasih atas perhatiannya.” Kenzie sedikit mengerutkan alisnya.


Apa sebenarnya yang diinginkan laki-laki ini?!


Ditempat gelap seperti ini, hanya ada dia dan Reyhan, Kenzie tidak boleh berlama-lama disini!


Melihat ekspresi Kenzie yang sudah tidak sabar untuk pergi dari sini, amarah dalam tubuh Reyhan pun terpancing lagi. Sebenci itukah perempuan ini kepada dirinya?


Hari ini dia tidak berbuat apapun padanya, hanya menanyakan sebuah pertanyaan saja, memangnya itu sudah membuat dia sampai semarah ini?


Kerutan di alisnya pun terlihat semakin jelas, ia pun bertanya, “Kenzie, sebenci itukah kamu padaku? Atau jangan-jangan kamu sama sekali tidak punya nyali untuk menghabiskan waktu denganku? Takut kalau sudah lihat wajah tampanku, hatimu akan tergerak lagi?”


Haha, Kenzie yang tadinya sangat gugup, setelah mendengar perkataan Reyhan, ia malah tertawa sejenak. Orang ini terlalu percaya diri. Masih berani-beraninya menyebut wajahnya sendiri tampan! Dasar tidak tahu malu!


“Iya benar sekali, wajahmu terlalu tampan, aku takut terpesona melihatnya, jadi tidak inginmelihatmu! Jadi sekarang, aku ingin cepat-cepat keluar dari sini.”


“Kenzie, kamu ini pecundang! Kamu tidak berani bertemu denganku!” Reyhan mulai menggunakan nada yang tinggi. Dia sangat mengerti Kenzie, ia tahu semua kelebihan dan kelemahan Kenzie, dan bagaimana cara mendapatkannya.


Dan, Kenzie pun masuk dalam perangkapnya.


Sepasang mata yang indah itu pun langsung menatap kedalam matanya dan berteriak, “Siapa bilang aku tidak berani?”


Mata Kenzie langsung terbuka lebar, Reyhan pun langsung tersipu pada pandangannya. Dengan perlahan, ia berjalan mendekati Kenzie, suaranya semakin lama semakin kecil, nafas laki-laki itu semakin lama semakin dekat dengannya.


Tidak tau mengapa, jantung Kenzie pun mulai berdebar kencang. Tapi ia sudah menerima tantangan Reyhan, sekarang ia juga tidak bisa menolaknya lagi.


Melihat sebotol bir ditangannya, Kenzie sedikit ragu dan bertanya, “Yang ada ditangan kamu itu wine ya?”


Reyhan tersenyum dan duduk dikursi yang agak rendah, menuangkan dua gelas bir dan menyodorkannya kepada Kenzie, “Ini wine merah nomor 1, cobalah.”


Kenzie sebenarnya sedikit keberatan, ia pun mengigit bibirnya, ia awalnya berpikir untuk mengganti topik dan langsung pergi dari sini, ia tidak nyangka Reyhan malah mengajaknya untuk minum.


Melihat Kenzie yang ragu-ragu, mata Reyhan tampak semakin berbinar, dia lansung bertanya kepada Kenzie, “Kenapa? tidak berani? Takut aku memakanmu?”


“Cihh…!” Kenzie langsung duduk disampingnya. Siapa takut! Hanya segelas wine saja tidak akan membuatnya mabuk!


Dia pun mengambil wine yang disodorkan Reyhan, ia meminumnya seteguk demi seteguk.


Kenapa rasanya sedikit pahit? Apa wine yang mahal rasanya memang seperti itu?


Reyhan juga merasa ada yang salah dengan wine ini, rasanya agak aneh. Tapi perempuan pujaannya ada didepannya, jadi Reyhan sama sekali tidak mempedulikan hal itu. Yang ada dipikirannya hanyalah bagaimana caranya supaya Kenzie bisa duduk lebih lama disini.


Dia tidak mau memaksa Kenzie, apa yang dilakukan Kenzie waktu itu sudah cukup membuatnya terkejut. Dia takut dengan rasa kehilangan seperti itu. Kalau memang pada akhirnya Kenzie tidak bisa menjadi miliknya, dan Reyhan tidak bisa bertemu dengannya lagi, dia juga berharap Kenzie mendapatkan yang terbaik. Tidak masalah jika Kenzie tidak menerimanya.


Setelah menghabiskan wine itu, kepala Kenzie terasa edikit pusing. Aneh sekali, biasanya segelas wine tidak akan membuat dirinya mabuk.


Kenzie beranjak berdiri, ingin cepat-cepat kemnbali ke kamarnya. Dia merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, tubuhnya mengeluarkan signal berbahaya.

__ADS_1


Reyhan juga merasa tubuhnya semakin lama semakin panas, ada sesuatu yang tidak beres, ada yang salah dengan wine ini! Mary-lah yang tadi membawa Wine ini, jangan-jangan ia memasukkan obat ke dalamnya?


__ADS_2