
Kenzie juga merasa ada yang tidak beres dengan dirinya, tubuhnya semakin lama semakin panas, kepalanya juga mulai pusing.
“Tidak!” Kenzie berdiri dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
Sebelumnya baik-baik saja, setelah minum wine dari Reyhan semuanya langsung menjadi seperti ini. Jangan- jangan Reyhan menaruh sesuatu di wine ini?
“Kamu polos sekali! Bagaimana bisa dirimu segampang itu percaya dengan Reyhan! Kamu tahu sendiri seperti apa Reyhan itu!” runtuk Kenzie dalam hati.
Mata Kenzie seolah tertutupi oleh kabut, wajah pucatnya juga sudah memerah seperti buah tomat.
Tenggorokannya terasa sangat kering, rasanya ingin sekali dirinya meminum segelas air es untuk memadamkan api yang membara di dalam tubuhnya. Kenzie berteriak, “Reyhan, apa-apaan kamu ini?Apa yang kamu masukkan ke dalamwine ini?
Setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Kenzie, Reyhan sudah tidak dapat menahan dirinya lagi, dia mendorong bangku itu dan langsung berjalan kearah Kenzie.
Kenzie benar-benar ingin lari dari sini, tapi sekujur tubuhnya terasa lemas,sama sekali tidak bertenaga!
Reyhan sudah tidak bisa menahan diri lagi! Dia langsung mencium bibir merah Kenzie.
Sambil menciumnya dengan intens dan Reyhan berkata, “Kenzie, apa kamu tahu bahwa aku sangat merindukanmu? Aku benar-benar merindukanmu, aku merindukanmu rasanya aku hampir gila.
Perkataannya yang pedas itu terdengar ditelinga Kenzie, “Kenzie, mengapa kamu begitu kejam…Begitu mengatakan bahwa kamu tidak mau melihatku lagi, kamu benar-benar tidak mau melihatku lagi…Dasar iblis kecil…Kamu pasti tidak merindukanku…sedetik pun tidak pernah kan memikirkanku, bukan?
Kesadaran Kenzie sudah mulai buyar, dia sama sekali tidak dengar apa yang dikatakan Reyhan.
Ia hanya bisa merasakan bahwa di dalam suara Reyhan seperti ada perasaan sedih, terkejut dan bahagia, dan suara itu benar-benar tertinggal dilubuk hatinya.
…
Ethan dan Nindi berjalan didepan sambil mengobrol, saat mereka menoleh kebelakang, Kenzie sudah tidak ada.
Nindi pun ketakutan, “Disekitar sini gelap gulita, janga-jangan Kenzie tersesat. Ayok kita cari dia!”
Dengan susah payah baru mendapatkan kesempatan berdua dengan Nindi, pastinya Ethan tidak ingin pergi mencari Kenzie.
“Tidak apa-apa, tempat ini semuanya sudah dipesan oleh perusahaan kita, petugas keamanan disini juga sudah profesional. Kenzie akan baik-baik saja. Apa kamu masih tidak mengerti? Ia tidak ingin menjadi nyamuk di antara kita.” Ethan berkata sambil tersenyum.
“Nyamuk apanya?! Jangan bicara yang aneh-aneh!” Setelah mendengar perkataan dari Ethan, wajah Nindi pun mulai memerah. Untung saja disana gelap, seharusnya Ethan tidak bisa melihat wajah merahnya dengan jelas.
Butiran salju menari-nari dibawah lampu jalan, pemandangan yang sangat indah.
Nindi biasanya agak tomboy dan cuek, tapi kali ini ia tergoda untuk turun ke bawah untuk bermain dan menginjak salju yang ada dibawah papan kayu yang mereka lewati.
__ADS_1
Ethan melihat Nindi dengan pandangan yang lembut, dia turun terlebih dulu ke jalan yang bersalju lalu mengulurkan tangannya kearah Nindi.
Wajah Nindi pun memerah, sambil melototi Ehan ia bertanya, “Kamu mau apa? Mau mencari kesempatan untuk menyentuhku ya?”
Ethan pun tersenyum dan menyipitkan matanya, “Tentu saja, gadis cantik, ayo lompat kebawah dan izinkan pangeran membantumu.”
Mendengar kata-kata Ethan, Nindi ingin sekali memarahinya!
Nindi pun menyingkirkan tangan Ethan, tanpa melirik Ethan sama sekali, ia pun melompat kebawah!
Saat itu ia memakai jubah yang disediakan pihak pemandian air panas, bahan kain jubah itu memang tidak elastis, Nindi malah melompat dengan jarak yang lumayan jauh,ia hampir saja jatuh.
Untung saja Ethan mengulurkan tangannya, Nindi pun terjatuh kedalam pelukannya.
“Wei! Apa yang sedang kamu lakukan?! Lepaskan tanganmu!” Nindi sama sekali tidak menyadari niat baik Ethan! Dari awal dia sudah tahu, bahwa laki-laki ini bukan orang baik-baik!
“Tidak ada! Aku hanya merasa sedikit kedinginan, dan tubuhmu hangat.” Ethan berkata dengan suara manja sambil tersenyum geli dan menatap Nindi.
“Apa? Tubuhmu lebih hangat dari tubuhku!” Kenzie berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Ethan dan mendorong-dorong Ethan.
“Lihat saja, kamu sangat hangat! Jelas-jelas tubuhmu lebih hangat dari tubuhku!
Ethan tertawa terbahak-bahak didalam hatinya, si perempuan ini kenapa bisa sepolos ini?
“Hei, apa kamu sabar dengan apa yang sedang kamu lakukan?” Ethan bertanya.
“Ah!” Nindi langsung mengangkat kepalanya, melihat maksud dari pandangan mata Ethan, dia baru sadar kalau dia sudah masuk ke dalam perangkap Ethan!
“Kamu ini! Dasar laki-laki nakal! Cepat lepaskan aku!” Nindi berusaha untuk melepaskan dirinya dari pelukan Ethan.
“Siapa yang nakal? Barusan yang mengambil kesempatan dakam kesempitan itu dirimu!” Ethan sangat suka menggoda Nindi, beradu mulut dengannya terasa sangat meyenangkan, “Kasihan tubuhku yang sudah aku jaga baik-baik selama 27 tahun, kesucian tubuhku! Semuanya hancur karenamu! Kamu harus bertanggung jawab!”
Ethan membuat ekspresinya yang tidak berdaya, tapi di dalam matanya, masih terlihat ekspresi bahagianya.
“Kamu…!” Nindi tidak tahu harus bicara apa.
Di kolam pemandian air panas VIP
Bukannya Kenzie sudah pernah mengatakan bahwa ia tidak mau berhubungan dengan laki-laki ini lagi? Kenapa sekarang malah jadi seperti ini?
Tidak! Tidak mau! Ini bukan apa yang ia mau!
__ADS_1
Menggunakan kesadaran terakhir yang ia miliki, Kenzie menggunakan tangan kecilnya untuk menghalangi Reyhan, “Jangan!”
Reyhan tersenyum dan berkata, “Jangan apa? Kenzie, jangan membohongin dirimu sendiri!”
Wajah kecil Kenzie yang awalnya sudah memerah, sekarang menjadi semakin memerah.
Ia berusaha untuk mempertahankan kesadarannya, dia membuat suaranya sendiri terdengar seolah sedikit dingin, “Reyhan, kamu tahu dengan jelas, kita berdua tidak saling mencintai, kita tidak bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh sepasang kekasih yang saling mencintai.”
Reyhan langsung berkata, “Siapa bilang kita tidak saling mencintai?”
Reyhan melihat gadis yang ada didepannya, hatinya terasa seperti tertusuk pisau setelah mendengar Kenzie mengucapkan “Kita tidak saling mencintai.”.
Dalam saat itu juga, ia sangat yakin, ia masih mencintai Kenzie. Dia mencintainya, dulu, sekarang, dan selamanya. Selamanya ini tidak akan pernah berubah.
Tapi gadis kecil ini malah berani berkata bahwa ia tidak mencintai Reyhan!
Sekali demi sekali, Kenzie pergi meninggalkannya. Membuat Reyhan merasa sangat terpukul. Tidak! Ia tidak bisa menahan rasa sakit yang ia rasakan saat Kenzie pergi meninggalkannya lagi! Dia ingin Kenzie menjadi miliknya! Dia menginginkan Kenzie sekarang juga!
Reyhan meletakkan tangannya yang hangat itu di pundak Kenzie yang putih bersih, dengan suara halus, seperti sedang membujuk anak kecil, Reyhan mengatakan dengan sangat lembut, “Kenzie, aku mincintamu. Jangan menolak aku, tolong ya?”
Tersadar oleh suara Reyhan yang lembut dan dalam, Kenzie dengan terkejut mengangkat kepalnya.
Di dalam pupil mata Reyhan terlihat ungkapkan perasaannya yang sangat dalam, begitu dalam hingga hati Kenzie terasa sedikit sakit.
Jantung Kenzie tidak tahu kenapa pun mulai berdebar. Senar hatinya pun dibuat luluh oleh pandangan mata Reyhan yang lembut itu.
Waktu itu juga, Kenzie pun tersadar lagi.
Cinta dari Reyhan?
Cinta Reyhan terlalu angkuh, terlalu dalam, Kenzie tidak bisa menerimanya! Dia adalah wanita yang mandiri,bermartabat dan berkepribadian, ia tidak bisa menerima cinta Reyhan [adanya yang seperti cinta seseorang pada bonekanya atau binatang peliharaanya.
Reyhan Ingin mengurungnya, menjadikan Kenzie kekasihnya?
Ini tidak mungkin boleh terjadi!
Ia pun menarik nafas dalam-dalam, ia pun menatap Reyhan, “Reyhan, kamu pikiran baik-baik, aku tidak bisa menjadi kekasihmu!”
Reyhan memeluk Kenzie dengan erat, “Siapa bilang aku ingin kamu menjadi kekasihmu? Aku ingin menikahimu. Kenzie, menikahlah denganku!”
Kenzie terkejut sampai sekujur tubuhnya pun bergetar. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Reyhan, Reyhan tidak berbicara apa-apa lagi.
__ADS_1
Reaksi obatnya sudah bekerja penuh, kepala Kenzie terasa kosong…