CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 192 Tidak Rela Menelan Hal Ini


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Pada saat Reyhan pergi untuk mandi, Kenzie melihat-lihat dapur, berharap ada sesuatu yang bisa dia makan.


Setelah seharian berbolak balik, Kenzie merasa sedikit lapar.


Hello! Im an artic!


Makanan di dapur sangatlah lengkap, di dalam kulkas terdapat begitu banyak buah-buahan dan daging-daging segar. Kenzie berpikir sebentar dan memutuskan membuat mie saus telur ayam yang sederhana.


Setelah Reyhan selesai mandi, hidangan itu sudah tersaji di meja.


Reyhan berjalan keluar hanya dengan sepotong handuk yang melilit di pinggangnya, saat melihat mie itu, ia tersenyum bahagia seperti anak kecil, “Kenzie, kamu sangat mengerti aku, tahu kalau aku sudah lapar, kamu menyiapkan makan malam untukku.”

__ADS_1


Kenzie hanya menatapnya sekilas dan membalikkan tubuhnya, “Kenakan bajumu! Jangan mempengaruhi selera makanku.”


Hello! Im an artic!


Reyhan dengan senang hati memakai bajunya, setelah itu ia menatap Kenzie dan bertanya, “Bagaimana jika besok aku mengajak Ken kemari? Aku akan membawa kalian BBQ di taman.”


Kenzie terkejut dan melebarkan matanya, “besok bukan hari minggu, apakah besok Ken tidak sekolah?”


Reyhan menggoyang-goyangkan tangannya, “hari minggu aku akan melakukan perjalanan bisnis ke kota B, aku tidak bisa membawa kalian jalan-jalan.”


Reyhan seketika merasa khawatir, ia berjalan dan memegang bahu Kenzie, “Kenzie jika aku tidak ada, kamu tidak boleh keluar sembarangan, terlebih lagi, tidak boleh pergi berduaan saja dengan Ken, apakah kamu mengerti?”


Kenzie menganggukkan kepalanya, hatinya diselimuti kabut. Apakah benar Tania akan menyerah semudah itu?

__ADS_1


Diruang tamu keluarga Tania, kota B.


Tania melebarkan matanya, “Ayah, aku sudah ditindas oleh Reyhan, dan kamu menyuruhku untuk berbaikkan dengannya?”


Raphael mengerutkan alisnya, “Benar, kamu harus berbaikkan dengannya terlebih dahulu. Tidak usah permasalahkan masalah dirinya yang suka tebar pesona dan berselingkuh.”


Ibu Tania, Bella, juga merasa sangat terkejut, “Raphael, kenapa harus begini? Reyhan merupakan orang yang tidak tahu balas budi, dan bahkan dengan beraninya menindas Tania, menurutku, lebih baik kamu gunakan koneksimu dan buat perusahaannya bangkrut!”


Raphael menggelengkan kepalanya, “Dasar wanita. Reyhan tidak berasal dari keluarga biasa, ia sendiri juga memiliki fondasi yang kuat, kalian pikir Reyhan bisa semudah itu di jatuhkan? Jika ingin menjatuhkannya, diperlukan perencanaan yang matang. Dan lagi, aku rasa Reyhan merupakan pilihan yang tidak buruk sebagai calon menantuk. Meskipun dia sangat sombong, tetapi sebenarnya dia benar-benar memiliki kemampuan yang hebat, group Realtech sedang berkembang dengan pesat, tidak buruk juga jika Tania menikah dengannya. Pernikahan bisnis seperti ini kedepannya bisa memmpermudah kita untun memperoleh keuntungan.”


Bella merasa marah hingga semua tubuhnya bergetar, “Raphael, bagaimana bisa kamu menganggap kebahagiaanmu putrimu sebagai sebuah candaan! Mereka bahkan belum menikah, tetapi Reyhan sudah mempunyai wanita lain diluar sana, menurutmu apa yang akan terjadi jika mereka menikah?”


Raphael dengan ringan menjelaskan, “ia hanyalah main-main dengan wanita itu! Setelah beberapa hari dia juga pasti akan bosan, Reyhan ada seorang bisnis, bagaimana mungkin dia melepaskan Tania hanya demi gadis kecil itu? Pikirkan baik-baik, maka kamu akan mengerti.”

__ADS_1


Setelah selesai berbicara, dia memutarkan tubuhnya menghadap Tania, “Tania jika kamu menikah dengan Reyhan, menjadi istri dari presdir dari grup Realtech, seumur hidup, kamu akan merasa bahagia, kamu hanya harus bersadar sebentar.”


Tania berpikir sejenak, lalu berkata, “ayah, aku sebenarnya sangat menyukai Reyhan, dan sangat ingin menjadi istrinya. Tetapi aku sama sekali tidak bisa menahan amarah ini!”


__ADS_2