
Hello! Im an artic!
Reyhan bermain-main dan menatap mata nya, “Jadi aku ingin menemuiku untuk memintaku kembali denganmu?”
Tania dengan cepat mengangguk-anggukan kepalanya, “Benar. Reyhan, aku tidak bisa hidup tanpa dirimu!”
Hello! Im an artic!
Reyhan berkata dengan santainya, “Jelaskan penawaranmu.”
Tania menggigit giginya, “Aku bisa membuat ayahmu menghentikan semua serangannya, dan kedepannya group Realtech tidak akan lagi menemui masalah apapun lagi!”
“Tawaran yang sangat bagus, sangat menarik minat.” Reyhan berkata dengan penuh kepuasan.
Mata Tania berbinar, ia menarik tangan Reyhan, “Reyhan, apakah kamu setuju? Setuju untuk kembali denganku?”
Hello! Im an artic!
Reyhan mengeluarkan senyumannya, membalas pegangan tangan wanita itu, “Kenapa tidak setuju? Keluargamu adalah keluarga terpandang. Dan lagi, keluargamu memiliki kekuasaan yang kuat.”
Reyhan menggunakan akal liciknya, tetapi Tania sama sekali tidak menyadarinya dan malah menggangap apa yang diucapkan Reyhan benar-benar tulus dari hati.
Reyhan adalah seorang pria, mana mungkin ia melepaskan sesuatu yang berharga baginya hanya demi wanita seperti Tania.
Tapi yang sekarang ia butuhkan adalah orang-orang di belakang Tania.
Ia harus merencanakan semuanya baik-baik.
Tania memegang tangan Reyhan dan bertanya dengan ragu, “Reyhan, apa yang akan kamu lakukan dengan Kenzie? Dia selalu saja mengikatmu, benar-benar menyebalkan!”
Reyhan mengeluarkan senyumannya, “bicara soal Kenzie, aku masih memiliki satu syarat.”
“Apa itu?” Tania bertanya dengan tidak sabar.
“Katakan kepada ayahmu jangan pernah menyentuh Kenzie dalam satu bulan ini, ia tidak boleh menyentuhnya sedikitpun.”
Tania merasakan sakit di hatinya, “Kenapa? Bukankah kamu sudah berjanji akan kembali bersama denganku, kenapa masih melindungi Kenzie?”
__ADS_1
Sorot mata reyhan meredup, “karena, satu bulan lagi, aku akan bertunangan denganmu. Sebelum pertunangan itu, aku tidak ingin ada masalah apapun.”
“Bertunangan? Reyhan, kamu berkata kamu akan bertunangan dneganku? Setelah satu bulan kita akan bertunangan?” Raut wajat Tania penuh dengan kebahagiaan, suaranya terdengar begitu bersemangat hingga bergetar.
“Benar.” Jawaban reyhan terdengar begitu meyakinkan.
Dia melihat sekilas Tania, lalu berdiri, “Masih ada masalah di perusahaan yang harus aku urus, aku harus pergi. Kamu pulang sendiri saja dengan taxi.”
Reyhan selalu memperlakukannya seperti ini, ia tidak terlalu memanjakannya, tetapi Tania sudah terbiasa. Dan dengan patuh menganggukan kepalanya, “Baiklah, Reyhan, jaga kesehatanmu!”
Di dalam aprtemen, Kenzie termenung seorang diri sambil menatap kearah luar jendela, melihat pemandangan diluar jendela.
Kehidupan seperti di penjaranya ini, sudah berjalan hampir sekitar seminggu, Kenzie sendiri merasa dirinya sudah seperti binatang yang terperangkap dalam sangkar, kegelisahan didalam hati semakin hari semakin bertambah, semakin lama semakin kuat.
Apakah Reyhan sudah bertemu dengan Tania? Mengapa dia sama sekali tidak menghubungi ku? Apakah hatinya sudah tergerak oleh Tania?
Semua pemikiran-pemikirannya, membuat hatinya menjadi sangat sakit.
Ponsel yang dibuangnya diatas sofa tiba-tiba berbunyi. Kenzie berlari seperti orang gila untuk mengangkat telepon tersebut.
“Halo, Kenzie, ini aku.” Dari telepon terdengar suara Tania.
“Kenzie, satu bulan lagi aku akan bertunangan dengan Reyhan, jika waktunya tiba, kamu harus untuk datang merayakannya ya!” suara Tania terdengar sangat bahagia
Bertunangan? Merayakannya? Kenzie merasa tekanan yang luar biasa. Tenggorokannya kering dan serak, “kamu bilang, kamu akan bertunangan dengan Reyhan?”
“Benar! Reyhan bahkan sudah melamarku.”
Tania bicara dengan sangat jelas, tetapi Kenzie tidak mendengar apa yang ia katakan dengan jelas. Semua pendengarannya sudah ditutupi oleh kata “bertunangan”.
Beberapa minggu yang lalu, Reyhan baru saja bersumpah, tiga bulan yang akan datang, ia akan menikahi Kenzie.
Sekarang ia malah kembali ke sisi Tania, dan dalam waktu satu bulan dia akan bertunangan dengan Tania!
Antara keuntungan dan Kenzie, apakah Reyhan masih tetap akan memilih keuntungan?
Kenzie dengan segera memutuskan telepon Tania dan segera menelepon Reyhan.
__ADS_1
Kali ini, akhirnya bukan sekretaris lagi yang mengangkat teleponnya.
Setelah mendengar suara Reyhan , air mata Kenzie tidak bisa ditahannya lagi.
Kenzie berusaha menahan air matanya, berusaha agar suaranya terdengar biasa saja, “Reyhan, baru saja Tania meneleponku, dia berkata kamu akan bertunangan dengannya. Apakah benar?”
“Benar. Satu bulan lagi , aku akan bertunangan dengan Tania. Pada saatnya aku akan mengirimkan undangan untukmu.” Reyhan seperti berubah menjadi orang lain, nada bicaranya pun berubah menjadi begitu dingin.
Kenzie akhirnya tidak bisa menahan isakannya, “Reyhan, bagaimana bisa kamu merubah keputusanmu begitu cepat? Apakah karena ayah Tania yang mengancammu? Apakah karena permasalahan di kota H yang tidak bisa diatasi?”
“Kenzie, tidak ada mengancamku. Aku sendiri juga sudah memikirkannya matang-matang, sebagai seorang pria, bisnis lebih penting dari segalanya.” Suara Reyhan terdengar sangat jahat, “Kenzie, jika kamu tidak bisa melepaskanku, kamu bisa tetap menjadi selingkuhanku. Aku rasa, Tania tidak akan mempedulikannya.”
Seperti disiram dengan seember air es, Kenzie merasa kedinginan, “Reyhan, kamu benar-benartidak punya hati!” berteriak kepada Reyhan, “Biarkan aku pergi! Aku tidak ingin lagi tinggal di rumahmu, kamu benar-benar membuatku merasa jijik!”
“Kamu bisa membuka pintunya dan langsung pergi. Aku sudah berkata kepada penjaga, untuk tidak lagi membatasi kebebasan pribadi kamu lagi.” Reyhan berbicara dengan sangat enteng, setelah selesai berbicara, dia langsung menutup teleponnya.
Kenzie mendengar suara telepon terputus, merasakan hatinya hancur berkeping-keping.
Benar-benar sangat konyol! Dia mengira cinta benar-benar bisa memenangkan semuanya! Ternyata Kenzie terlalu naif!
Melalui percobaan ini, ia melihat menunjukkan wujud asli Reyhan!
Di dalam hatinya, kekuasaan dan manfaat mempunya posisi yang jauh lebih penting dibandingkan apapun, cinta sama sekali tidak penting!
Pada akhirnya, Kenzie yang akan di tinggalkan.
Kenzie membuka pintunya, dan menertawai dirinya sendiri. Dia sempat mengira Reyhan tidak akan membiarkannya pergi, ternyata itu hanyalah khayalannya saja!
Baru saja dia keluar dari lift, ponsel nya berbunyi lagi. Ini adalah nomor asing. Kenzie mengerutkan alisnya, meninbang-nimbang mau mengangkatnya atau tidak,setelah berdebat dengan dirinya sendiri, akhirnya dia memilih untuk mengangkat teleponnya.
“Tante Kenzie!” terdengar suara girang anak laki-laki diseberang sana, suaranya yang lembut membuat orang merasa tenang mendengarnya, “tante,tebak aku siapa?”
Kenzie ingin tertawa, tapi malah air matanya yang jatuh, “Ken, anak baik, ini kamu kan?”
Ken kecil tertawa dengan riang, “benar, ini aku! Tante Kenzie kamu sangat hebat! Bisa langsung menebak dengan benar!”
Hati Kenzie merasa sudah sedikit lebih membaik karena mendengar suara tawa dari Ken, “sayangku, bagaimana kamu bisa tahu nomor telepon tante? Apakah kamu merindukan tante?”
__ADS_1
“Ayahku yang memberi tahuku! Tante Kenzie, aku sangat merindukanmu! Bagaimana jika kamu menemaniku bermain?” Ken berkata dengan sangat manis, membuat Kenzie merasakan manisnya hingga kedalam hati.