
Kenzie dan Reyhan sedang bersiap untuk keluar, tiba-tiba ponsel Reyhan berbunyi.
Reyhan melihat layar ponsel, ia menjawab telepon sambil tersenyum kepada Kenzie. “Ken yang menelepon.”
Supaya Kenzie dapat mendengar suara Ken, Reyhan sengaja mengaktifkan speaker ponselnya.
Suara Ken terdengar sangat jelas ponselnya.
“Halo! Ayah dimana? Tante Kenzie di mana? Ken ingin pergi ke taman hiburan,ayah,boleh tidak?”
Suara khas anak-anak yang lucu itu memohon.
Pada kalimat “Ayah,boleh tidak?” ia terdengar sedikit takut, takut permintaannya akan ditolak, Kenzie yang mendengarnya hatinya merasa sedikit kasihan.
Reyhan dengan suara lembut berkata, “Sayang, ayah sedang di rumah tante Kenzie, kami sebentar akan menjemputmu. Kamu ingin ke taman hiburan ataupun ke aquarium, kemanapun boleh. Hari ini ayah dan tante Kenzie akan menemanimu bermain seharian.”
Ken langsung senang, “Benarkan? Ayah akan menemaniku seharian?”
Reyhan tersenyum kecil, “Benar, kali ini ayah akan menepati janji.”
Kenzie langsung melihat Reyhan sekilas saat ia mengucapkan kalimat , “Kali ini akan menepati janji.”
Pasti sebelumnya ia sering tidak menepati janjinya, bukan? Wajar saja Ken sedikit tidak percaya.
“Ken, apa kamu ingin berbicara dengan tante Kenzie?” Reyhan bertanya Ken sambil menatap Kenzie.
Kenzie langsung terkejut, jantungnya tiba-tiba berdetak kencang.
Setelah terdiam sejenak, Ken dengan sangat lembut berkata, “Tante Kenzie…”
Kenzie panik, lalu menanggukan kepala. “Ya, Ken, pintar…”
Ia binggung harus mengatakan apa. Jantungnya berdegup cepat, hidungnya terasa perih, air matanya seolah ingin keluar.
Reyhan yang melihat Kenzie sedikit kewalahan, merangkul pinggangnya, tersenyum memegang ponsel. “Ken, kamu tunggu ayah dan tante Kenzie di rumahnya, kami akan segera menjemputmu.”
“Iya, bye ayah, byetante Kenzie!” Suara Ken yang jernih dan lembut, membuat siapapun mendengarnya ikut merasa bahagia.
__ADS_1
Kenzie tidak tahu bagaimana menjelaskan perasaan di hatinya, ia sedikit sedih, tapi juga bahagia. Kenapa setiap anak ini mengucapkan sesuatu, itu selalu saja dapat menggerakan hatinya.
Kenzie tersenyum sendiri, mungkin karena pada usia yang semakin tua, ia mulai merasakan rasa keibuan lagi. Apalagi ia pernah menyusui Ken, pasti ia bisa merasakan ikatan batin dengannya.
Mobil SUV Lamborghini yang mewah, terparkir ditengah-tengah parkiran, sangat menarik perhatian orang lain.
Reyhan mengemudikan mobilnya itu dengan cepat. Dalam sekejap, mereka sudah sampai rumah kediaman keluarga Reyhan.
Melihat pintu besi hitam yang begitu familiar, Kenzie mulai memikirkan banyak hal.
Lima tahun lalu, dia pergi dari sini, lima tahun kemudian, dia kembali lagi ke sini. Apakah kehidupannya ini benar-benar seperti berjalan di tempat saja?
Seorang pengasuh membawa anak kecil dan berdiri di belakang pintu, tidak jauh dari bawah pohon, seperti menantikan seseorang.
Itu Ken! Seketika Kenzie bernapas dengan cepat, matanya tidak bergerak dan terus menatap anak kecil itu.
Penuh berharap, tapi sedikit takut juga, apakah Ken akan menyukai Kenzie? Apakah dia masih ingat pada Kenzie? Kini benak Kenzie menjadi sedikit kacau.
Reyhan dan Kenzie turun dari mobil, pelayan memarkirkan mobilnya, dia menarik Kenzie masuk , berjalan ke arah Ken.
Kenzie baru sadar, ternyata pengasuh tersebut adalah bibi Dewi. Barusan ia hanya memperhatikan Ken, tidak melihat bibi Dewi sama sekali.
“Bibi Dewi, lama tidak berjumpa…” Kenzie merasa sedikit kikuk. Lima tahun lalu, ia menolak Reyhan, dan mengabaikan mereka semua, juga bersikat buruk, sekarang ia malah kembali lagi ke rumah ini bersama Reyhan, entah bagaimana bibi Dewi akan memandangnya.
Tidak disangka bibi Dewi meneteskan air mata. “Nona Kenzie,syukurlah kamu sudah pulang. Beberapa tahun ini, tuan selalu memikirkan…”
“Bibi Dewi, kembali bekerja!” Reyhan tiba-tiba memotong pembicaraannya.
Bibi Dewi dengan sedikit kikuk menghapus air matanya, lalu memberikan Ken kepada Reyhan, lalu tersenyum kepada Kenzie, membalikan badan lalu pergi.
Terlihat sekali, tadi Reyhan sengaja memotong pembicaraan bibi Dewi, apa yang tadi ingin bibi Dewi sampaikan?
Rasa penasaran terlintas di kepala Kenzie sebentar, pikirannya langsung teralihkan oleh Ken.
Wajah kecil yang putih bersih, mata besar hitam berbinar, terlihat sedikit bingung.
Kenzie langsung berjongkok, menyetaraankan pandangannya dengan Ken, dengan suara lembut bertanya, “Sayang, apa kamu masih ingat tante?”
__ADS_1
Wajah yang bulat itu sangat menggemaskan, rasanya Kenzie ingin sekali mencubit-cubit pipinya.
Ken menghindari tatapannya, dengan malu-malu bersembunyi di belakang kaki Reyhan, tapi karena rasa penasarannya, dia mengeluarkan kepalanya, mencuri-curi pandang ke arah Kenzie.
Anak kecil ini sungguh menggemaskan dan polos, Kenzie merasa hatinya sangat lemah terhadap anak ini, ia tersenyum mengeluarkan tanganya, “Sayang, jangan takut, tante menyukaimu. Apakah kamu mau bergandeng tangan denganku?”
Wajah Kenzie tersenyum penuh lembut kasih sayang, seperti matahari di musim semi yang penuh kehangatan. Reyhan menatap Kenize, hatinya merasa sangat bahagia dan puas.
Selesai Kenzie berbicara, Ken tetap saja bersembunyi di belakang kaki Reyhan, tapi wajahnya mengeluarkan senyum, senyuman malu-malu.
Reyhan merasa sedikit malu, di mengeluarkan lengannya, mendorong Ken ke depan. “Ken, kamu ini anak laki-laki, kenapa seperti anak perempuan, kenapa malu? Ini tante Kenzie, cepat beri salam!”
Suara sedikit keras, Ken melihatnya sekilas, senyum di wajahnya menghilang. Tatapan matanya sedikit sedih.
Kenzie sedikit kesal dan sedikit kasihan, Reyhan, orang ceroboh ini, sekali lihat saja orang bisa tahu ia bukan ayah yang baik, mana ada ayah yang berbicara seperti itu? Ini bisa melukai hati anak kecil!
Dia ingin melototi Reyhan, tapi karena ada Ken, dia masih menahan diri untuk tidak gegabah.
“Ken, tidak apa-apa, kalau nanti kamu mau, baru bergandengan tangan dengan tante ya?” Kenzie berusaha menghentikan beban Ken kecil yang disebabkan oleh Reyhan.
Senyumnya yang lembut dan tulus, suaranya juga sangat indah, membuat Ken merasa mendapat dukungan, ia dengan cepat menganggukan kepala.
“Wah! Ken hebat! Dengan menganggukan kepala ke tante, ini artinya kamu sudah memberi salam kepada tante!” Kenzie terus memujinya, melihat wajah Ken yang indah, ia tidak dapat menahan diri untuk tersenyum kepadanya.
Begitu mendapat pujian, Ken langsung senang. Ia melihat ke atas, ke arah Reyhan, matanya yang besar seakan berkata, “Ayah lihat, tante memuji aku!”
Puji Ken! Cepat puji Ken! Kenzie dalam hati berkata.
Seolah dapat mendengar suara hati Kenzie, Reyhan membungkuk, mengangkat Ken tinggi-tinggi, wajahnya penuh dengan senyuman, “Kamu memang hebat! Sampai-sampai tante Kenzie saja bisa memujimu!”
Ken yang digendong tinggi-tinggi itu pun tertawa, Kenzie melihatnya Dengan wajah penuh senyuman.
Bibi Dewi melihat mereka dari belakang teras, di dalam hati berpikir, lebih baik nona Kenzie dan tuan besar kembali bersama. Setelah dilihat-lihat, mereka terlihat seperti sebuah keluarga bahagia.
Sedangkan Tania, terlihat jelas tidak menyukai Ken, tapi selalu berpura-pura seolah ia sangat menyayangi Ken.
Nona Kenzie berbeda, dia benar-benar sayang pada Ken, tulus dari dalam hati. Begitu melihatnya semua orang juga akan langsung tahu.
__ADS_1