CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 233 Keromantisan Lainnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kenzie tersenyum licik, “Aku hanya asal bicara, kamu jangan terlalu memikirkannya.”


Ethan juga datang dan melindungi Nindi dalam pelukannya. Kenzie dan Reyhan memang sedang beradu mulut, tetapi mereka terlihat bahagia, Tania menatap mereka, amarahnya memuncak.


Hello! Im an artic!


Kemarahan dan kebencian yang merasuk ke dalam tulang, membuat nya seperti orang gila, ia dengan garang datang menghampiri mereka, memukul Kenzie dengan ganas, “Kenzie, dasar kamu wanita murahan! Dasar murahan! Aku ingin makan dagingmu, minum darahmu!”


Reyhan menatap Tania yang berada di ambang kehancuran. Wajahnya yang cantik menjadi kusut dan mengerikan, Reyhan merasa sangat jijik, ia menarik Kenzie ke belakangnya dan memutar lengan Tania, “Tania, jangan gila! Lebih baik kamu menggunakan kekuatanmu untuk memikirkan caranya menenangkan ibumu, memikirkan cara menghadapi berita utama di surat kabar besok! ”


Ketika dia selesai berbicara, dia melambaikan tangannya ke penjaga keamanan untuk mengusir Tania.


Di aula hanya tersisa Ethan, Nindi, Reyhan, dan Kenzie.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Ethan menatap Reyhan dan Kenzie, lalu menuntun Nindi keluar, “Nindi, ayo, jangan jadi nyamuk diantara mereka berdua!”


Nindi tersenyum dan hendak mengikuti Ethan..


“Jangan pergi, tunggu sebentar.” Reyhan memanggil mereka, “Aku ingin mengatakan sesuatu kepada Kenzie, aku ingin kalian tetap disini dan menjadi saksi.”


Saksi? Jantung Kenzie berdebar cepat dan menatap mata Reyhan yang serius dan penuh kasih sayang, wajahnya tanpa sadar memerah.


“Cepat! Apakah kamu mau melamarnya? “Nindi berkata dengan girang .


Reyhan tersenyum dan meliriknya, “Ethan, tolong kontrol istrimu, jangan biarkan dia merusak suasana dan menghancurkan kejutan yang kupersiapkan untuk Kenzie!”


Reyhan mengeluarkan kotak beludru merah kecil dan perlahan membukanya, menatap dalam ke Kenzie, berlutut dan berkata dengan serius, “Kenzie, maukah kamu menikah denganku?”


Di dalam kotak kecil itu ada sebuah cincin yang dihiasi berlian berbentuk hati dengan merah muda yang berkilau, cincinitu elegan dan indah.


“Hei! Ini berlian ‘Marry me’! Cincin ini sangat mahal! Reyhan, kamu benar-benar hebat!” Ethan berteriak kaget.

__ADS_1


Kenzie menatap cincin berlian di dalam kotak, air matanya mengalir, kebahagiaan luar biasa mengisi hatinya, jari-jarinya bergetar dan hampir tidak dapat memegang kotak tersebut dengan benar.


Reyhan berjongkok di depannya, menatapnya dengan lembut, senyuman menghiasi wajahnya, “Kenzie, apa kamu menerima lamaranku?”


Kenzie memandang mata Reyhan dan menyeka air matanya sendiri yang terus menerus mengalir, setelah beberapa saat, dia tersenyum lebar dan mengangguk.


Reyhan berdiri dan memeluk Kenzie, mencium keningnya, “Mengapa kamu berpikir lama sekali, kakiku sampai hampir kesemutan.”


“Ha ha …” Suasana romantis ini dihancurkan oleh kata-katanya, Nindi dan Ethan tidak bisa menahan tawa.


Kenzie juga tertawa dan mencubit lengan Reyhan, “Seharusnya aku membiarkanmu berlutut lebih lama!”


Reyhan memandangi wanita di pelukannya yang tersenyum malu dan berkata, “Ya, kamu bahkan tega membiarkan orang lain memukul suamimu dengan vas bunga! Apa lagi yang tidak bisa kamu lakukan?!”


Walau kata-kata ini terdengar kasar, tapi di telinga Kenzie ini, kata-kata ini malah terasa lembut dan manis.


Ia tersenyum lebar sambil menatap mata Reyhan.

__ADS_1


Reyhan mengagumi penampilan Kenzie yang menawan, ia berkata dengan lembut dan manja, “Kenzie, aku masih punya kejutan lain untukmu.”


__ADS_2