
Hello! Im an artic!
Didalam kedai kopi, Rena mengeluarkan semua kemampuannya untuk menggoda pria di hadapannya, “Tuan Aleksander, jika kamu berbuat seperti ini lagi, aku akan benar-benar marah…”
Dia berkata bahwa ia marah, tetapi pandangan matanya sama sekali tidak mengisyaratkan jika dia sedang marah.
Hello! Im an artic!
Pria yang dipanggil Tuan Aleksander, merupakan playboy terkenal dari kota C, ia sudah pernah bertemu dengan segala jenis wanita, wanita seperti Rena, sangat mudah untuk digodanya. Tangannya perlahan menuju kebagian bawah rok Rena.
Rena meladeninya, memberikan dirinya sendiri kepada Tuan Aleksander, bibirnya bahkan melengking kenikmatan dan mengeluh, “Tuan Aleksander, mengapa kamu berubah menjadi nakal?”
Tuan Aleksander terbawa oleh omongannya, tangannya meremas dengan menggunakan tenaga, “ayo kita pergi ke hotel sebelah!”
Mata Rena memancarkan caya, berpura-pura polos dan tidak tahu apa-apa, “bukankah kamu berkata ingin minum kopi? Untuk apa pergi ke hotel?”
Hello! Im an artic!
Tuan Aleksander menyapukan pandangannya ke sekitar dan mendekat kearah Relinga ena, “gadis kecil, jangan berpura-pura lagi!”
Rena seketika merasa bersemangat, memutarkan tubuhnya dan berdiri, mengedipkan matanya, “Tuan Aleksander, kita akan melihat kamu memiliki kemampuan yang hebat atau tidak!”
Mereka berdua berpelukan dan berjalan keluar kedai kopi, melihat pintu masuk hotel Violet ditempeli banyak lampu berwarna warni, beberapa kartun dan balon tiup, serta terdengan alunan musik selamat ulang tahun, Rena sedikit merasa iri dan melihat kesekitar, “anak siapa yang sedang mengadakan pesta ulang tahun, mengapa terlihat sangat mewah?!”
Tuan Aleksander menyapukan pandangannya sebentar, “siapa yang peduli! Meskipun sangat meriah, dia juga tidak akan mungkin menyewa seisi hotel kan? Kita hanya perlu pergi untuk check-in!”
__ADS_1
Mereka pun berjalan menuju meja resepsionis, manager hotel itu datang dengan senyuman dan memberi tahu mereka, “mohon maaf, pelanggan hari ini telah menyewa seluruh hotel. Silahkan kalian menyewa kamar di hotel lain!”
Nafsu birahi Aleksander sudah sangat tinggi,hatinya merasa sangat tergesa-gesa, dia hanya ingin segera masuk kamar bersama dengan Rena dan melampiaskan nafsu keinginannya itu, setelah mendengar perkataan manager tersebut, dia merasa marah, dan menjatuhkan rak yang berdiri didekatnya sambil berkata kepada managernya, “Hotel ini begitu besar,bagaimana mungkin semua kamarnya di sewa oleh satu orang saja? Siapa yang kamu bohongi? Cepat bukakan kamar untukku, aku tidak akan pergi kemanapun!”
Managernya terlihat sangat tak berdaya, “tuan, saya tidak mungkin berbohong dalam hal seperti ini, kami ini berbisnis, jadi, kami tidak mempunyai alasan untuk mengusir pelanggan! Hari ini sebenarnya presiden group Realtech-lah yang telah menyewa seluruh hotel untuk merayakan hari ulang tahun anaknya.”
Group Realtech? Rena terdiam sejenak, pada saat ingin bertanya lagi, Aleksander meluapkan amarahnya, “aku adalah teman lama presiden Reyhan, anaknya berulang tahun, aku tentu saja harus memberikan selamat kepadanya, cepat kamu bukakan untuk kami kamar, jika nantinya ada masalah, aku yang akan memberikan penjelasan kepada presiden Reyhan!”
“Kenapa begitu berisik? Siapa orang yang berani-beraninya membuat keributan di ulangtahun cicitku?” terdengar suara orang tua dari belakang.
Aleksander dan Rena membalikkan kepalanya, kakek Reyhan sedang memegangi tangan kepala pelayannya, dengan perlahan berjalan menghampiri mereka.
Manager tersebut mengenali kepala pelayan itu, dan dengan cepat memberikan tatapan, “permisi, kakek ini adalah…”
Kepala pelayan itu terlihat tidak senang, dalam nada bahasanya, menunjukkan bahwa manajer telah melakukan kesalahan besar.
Setelah mendengar perkataan kepala pelayan, Rena melihat kembali dengan teliti, kakek yang datang tidak terlihat seperti kakek dari Reyhan! Dibandingkan dengan 5 tahun yang lalu, rambutnya telah berubah semua menjadi putih, tulangnya juga terlihat sudah tidak terlalu kuat.
Setelah mendengar perkataan kepala pelayan tersebut, manager tersebut langsung mendorong Aleksander keluar dari pintu, “tuan, sebaiknya anda cepat pergi, kami benar-benar tidak bisa menyewakan kamar untuk anda di hotel ini!”
Aleksander menyipitkan matanya, “apakah kamu tahu siapa kakekku? Beraninya-beraninya mengusirku!”
Kakek Reyhan menatap Aleksander sekilas, tersenyum sinis menatap manajer, “apakah hotel kalian tidak memiliki petugas keamanan? Cepat suruh dia pergi!”
Aleksander merasa sangat marah, kakek ini bahkan tidak menanyakan siapa dirinya, dan langsung menyuruh petugas keamanan untuk mengusirnya pergi!
__ADS_1
“Ia benar-benar berkuasa! Hidup sebagai orang kaya dan memiliki kekayaan yang berlimpah memang sangat menyenangkan, bahkan mereka tidak perlu memikirkan perasaan orang lain.” Manajer memikirkan ini sambil tergesa-gesa berteriak memanggil petugas keamanan.
Pada saat petugas keamanan sedang sibuk dengan Aleksander, Rena dengan perlahan bersembunyi dibelakang boneka beruang yang besar.
Melihat Aleksander yang sudah diusir oleh petugas keamanan, Rena segera berlari mengejar kakek Reyhan, “kakek, apakah anda mengenali saya?”
Kakek Reyhan menatap perempuan yang berada didepannya, tetapi sama sekali tidak bisa mengingat siapa perempuan yang sekarang berada dihadapannya.
Rena melanjutkan bicaranya, dan air matanya jatuh begitu saja, “kakek, apakah anda benar-benar sudah tidak mengenaliku lagi? Aku adalah…aku adalah ibu kandung dari cicitmu!”
Rena sembari berkata sembari membuat perhitungan di hatinya.
Dia sebentar lagi sudah akan berumur 30 tahun, masa mudanya sudah hampir habis, mengikuti playboy seperti Aleksander hanyalah seperti sebuah bisnis baginya, Aleksander sendiri sebenarnya sudah mempunyai kekasih, tidak mungkin Alexksander akan menikahinya, Rena hanyalah sekedar wanita simpanannya saja.
Tetapi keluarga Reyhan tidak-lah sama, menggunakan status sebagai “ibu kandung” cucu keluarga Reyhan yang berharga itu, ia akan mendapatkan uang yang jumlahnya tidak sedikit, yang cukup untuk membuat hidupnya tidak lagi dalam kesusahan. Jauh lebih menguntungkan dibanding menjadi simpanan Aleksander.
Ibu kandung dari cicitnya? Setelah kakek Reyhan mendengar perkataan Rena, di otaknya sudah terlintas gambaran 5 tahun lalu.
Melihat pakaian yang digunakan oleh Rena, ia mengerutkan alisnya, “Apa yang kamu inginkan?”
Rena merasa dirinya mendapatkan sebuah keberuntungan besar, kakek Reyhan tidak langsung memalingkan wajahnya, ini menandakan bahwa ia masih memiliki harapan! Dengan cepat melanjutkan pembicaraan sambil menjatuhkan air matanya, “kakek, pada saat itu aku meninggalkan anakku pada keluarga Reyhan, ini merupakan kesalahan terbesarku, dalam beberapa tahun ini, setiap kali aku memikirkan anakku, hatiku akan terasa sangat sakit. Kakek, anda adalah yang orang baik, tolong izinkan aku melihat anakku!”
Kakek Reyhan menatap Rena, ia bisa melihat jelas bahwa perempuan ini sedang berpura-pura. Perempuan ini benar-benar tidak tahu malu, dulu dirinya sendiri yang merelakan anaknya hanya demi uang, sekarang dia datang dan berpura-pura menjadi ibu yang baik. Sungguh konyol!
“Katakanlah, berapa yang kamu inginkan?” kakek Reyhan tidak takut untuk menghabiskan uang demi menutup mulut seseorang, jika suatu masalah bisa di selesaikan dengan uang, kakek Reyhan bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan mudah.
__ADS_1