
Seusai menyelesaikan pembicaraan, Nindi kembali ke ruang tamu dan menyadari bahwa Kenzie tidak ada di ruang tamu. Lalu Nindi pun bergegas mencari di kamarnya, tapi Kenzie tidak ada di kamarnya.
Aneh, sudah jam segini, Kenzie pergi kemana? Nindi memanggil namanya beberapa kali,tapi tidak mendapat respon apapun. Lalu Nindi pun segera mengambil ponselnya dan menelepon Kenzie.
Dibawah tumpukan baju yang berantakan dibelakang kursi itu, terdengar dering ponsel Kenzie.
Setelah mendengar bunyi ponselnya, Kenzie yang sekujur tubuhnya terasa panas itu, baru mulai tersadar dari mimpinya.
Kenzie mencoba untuk mencari ponselnya dengan menjulurkan tangannya kedalam tumpukan pakaiannya itu.
“Seharusnya tadi aku mengabarinya dulu, pasti Nindi cemas karena dia tidak bisa menemukanku.” pikir Kenzie dalam hati dan sedikit menyesali perbuatannya.
“Jangan diangkat!” Reyhan berkata dengan nada memerintah sambil menghalangi tangan Kenzie.
“Ini telepon…dari…Nindi.” Kenzie berkata dengan nada yang bergetar.
Wajah bersih Reyhan mulai memerah, nafasnya juga terdengar semakin berat dan dengan dahi yang dikerutkan itu ia berkata, “Jangan diangkat!”.
Nindi semakin ketakutan karena tidak dapat menghubungi Kenzie.
“Sudah selarut ini, Kenzie pasti membawa ponselnya jika keluar, kenapa ia tidak menjawab telepon dariku? Jangan-jangan sesuatu terjadi padanya?”
Nindi pun segera menghubungi Ethan setelah teringat bahwa pada saat makan siang tadi, Ethan merampas ponselnya dan menyimpan nomornya diponsel ini.
Ethan baru selesai mandi. Melihat telepon dari Nindi, Ethan pun tersenyum.
“Ada apa Nindi, apa kamu sudah rindu padaku? Kita kan baru berpisah.” Ethan berkata dengan suara angkuh.
“Siapa yang rindu padamu! Jangan bermimpi!” Nindi menjawab dengan nada ketus, “Ethan, coba kamu hubungi Reyhan, lalu tanyakan apakah Kenzie sedang bersamanya!”
Ethan terkejut, “Tadi malam bukannya kita sudah mengantar kalian ke rumah?”
“Iya, Kenzie tadi pulang bersamaku. Tadi aku pergi ke balkon untuk menelepon sebentar dan waktu aku kembali, Kenzie sudah tidak ada!” Nindi berkata dengan nada yang khawatir, “Aku mencoba meneleponnya, tapi tidak di angkat. Aku takut sesuatu terjadi padanya.”
Senyuman di wajah Ethan semakin mengembang,pantas saja tadi malam setelah mengantarnya dia pulang, Reyhan keluar lagi, saat itu Ethan masih mengira kalau Reyhan masih ada urusan, jadi Ethan tidak bertanya apa-apa.
Sepertinya, Reyhan kembali ke rumah tempat tinggal Nindi untuk mencari Kenzie.
Dasar, laki-laki ini, apa ia tidak bisa menahan diri untuk satu minggu saja? Sebenarnya jimat apa yang digunakan Kenzie, hingga Reyhan begitu tergila-gila padnaya?
Ethan tertawa lalu berkata, “Tidak usah khawatir, Kenzie pasti baik-baik saja. Bisa jadi…sedang menikmati waktu berduaan bersama Reyhan!”
Kata- kata yang diucapkan Ethan terlalu terus-terang dan membuat wajah Nindi memerah dalam sesaat.
“Apa maksudmu?! Berikan aku nomor telepon Reyhan, aku ingin menghubunginya!” Nindi sangat khawatir kalau sesuatu terjadi pada Kenzie.
__ADS_1
“Sudah, jangan marah lagi. aku akan mengirimkanmu nomor ponsel Reyhan.” Ethan menutup teleponnya,
Ethan tersenyum kecil saat memikirkan bahwa Nindi besok akan bekerja di kantornya. Ethan sangat menantikan hari esok.
Suasana didalam mobil terasa pengap, di bawah tumpukan pakaian, ponsel Reyhan berbunyi.
“Sial!” Reyhan sangat kesal, walaupun itu adalah telepon dari Raja Surgawi sekalipun, Reyhan tidak akan mengangkatnya!
Reyhan mengarahkan tangannya ke tombol turn off di ponselnnya dan mematikan ponselnya. Reyhan pun melanjutkan “makan malam”-nya yang nikmat.
Aroma tubuh Kenzie membuat Reyhan tergila-gila.
Ponsel Kenzie tidak di angkat, ponsel Reyhan tidak aktif. Nindi sangat khawatir dan tidak bisa berhenti berjalan kesana kemari, dia takut sesuatu terjadi pada Kenzie.
Di dalam mobil, Reyhan memeluk Kenzie erat-erat, menopangkan kepalanya di atas bahu Kenzie dan mencium aroma tubuh Kenzie yang lembut.
“Cepat biarkan aku pulang, Nindi pasti sangat khawatir…”
Kenzie mendorong tubuh Reyhan. Dia sangat malu, mengapa setiap kali selalu seperti ini?
Walaupun sebelumnya dia dan Reyhan sangat cocok, tapi didalam hati Kenzie, ia sadar bahwa sebenarnya Reyhan tidak cocok dengannya, Kenzie tidak mungkin menjalani sisa hidupnya dengan laki-laki seperti ini.
Jelas- jelas sudah memutuskan untuk melepaskannya, tetapi mengapa mereka masih bisa melakukan hal yang seharusnya hanya dilakukan oleh sepasang kekasih?
“Aku tidak akan melepaskanmu…Kenzie, aku tahu kamu menyukaiku. Jangan membohongi dirimu sendiri.” Reyhan berkata dengan suara yang sedikit bosan dan dengan posisi kepalanya tetap bertopang dibahu Kenzie.
“…”
“Kenzie, apa kamu benar-benar tidak menikmati apa yang baru saja kita lakukan?” Reyhan bertanya sambil mengangkat kepalanya, senyum tipis menghiasi wajahnya.
“…”
Kenzie terdiam sejenak, berpikir dalam hati,Itu hanya reaksi biologis saja, secara biologis hanya terjadi begitu saja, itu tidak berarti Kenzie mencintai Reyhan.
Reyhan tetap bersandar pada Kenzie. Lalu dengan perlahan mengambil kotak kecil yang ada didepan mobil.
Reyhan menarik Kenzie dan mendudukannya diatas pangkuannya, jarak antara mereka sangat dekat. Reyhan mengeluarkan sebuah kotak kecil yang sangat mewah.
“Buka dan lihat apakah kamu menyukainya.” Reyhan membisikkan ini dibelakang telinga Kenzie, dengan ujung lidah yang sedikit menyentuh telinga Kenzie yang sensitif.
“Maaf, aku tidak bisa menerimanya.” Kenzie berkata sambil menundukkan kepalanya.
Kenzie melihat tubuhnya yang tanpa busana sedang bersentuhan dengan tubuh Reyhan. Seperti sepasangan kekasih yang romantis.
Jadi apa ini sebenarnya?
__ADS_1
Ia dan Reyhan bukan lagi sepasang kekasih, tetapi mereka juga bukan hanya sekedar teman biasa, jadi kenapa Kenzie tidak bisa menerima hadiah dari Reyhan?
“Kenzie!” Reyhan yang tenang tiba-tiba marah setelah mendengar kata-kata dari Kenzie.
Apa yang sebenarnya sedang di pikirkan perempuan ini?
Dengan mata yang melotot Reyhan berkata, “Buka! Kalau tidak, jangan berharap kamu bisa pulang malam ini!”
Kenzie melihat keatas gedung dari kaca jendela dan melihat lampu kamar Nindi masih menyala, sudah selarut ini, Nindi masih belum tidur, apakah dia sedang menungguku? Apakah Nindi khawatir?
Dengan perlahan Kenzie membuka kotak itu, Kenzie terbengong sejenak!
Didalam kotak itu terdapat sebuah karakter kartun yang terbuat dari berlian. Pengerjaannya sangat detail, dibawah cahaya lampu jalan diluar mobil, berlian itu memancarkan sinarnya.
Karakter kartun itu terlihat sangat familiar, Kenzie mengeluarkannya dari kotak dan melihatnya dengan teliti.
Oh Tuhan, karakter berlian itu telihat sama persis dengan dirinya sendiri! Karakter itu memiliki dua buah mata yang sangat besar dan hidung yang tidak terlalu mancung, ditambah dengan dua buah mata yang berbinar-binar, kalau bukan dia, siapa lagi?
Apakah berlian ini…adalah berlian yang Reyhan pesan secara khusus untuk dirinya?
Dipenuhi dengan berlian sebanyak ini, ditambah dengan pengerjaan yang begitu detail, pastinya sangat mahal, bukan?
Reyhan mengeluarkan uang sebanyak ini, hanya untuk membuat berlian yang sama persis dengan dirinya? Agar Kenzie senang?
Dalam seketika Kenzie merasa terharu dengan apa yang dilakukan Reyhan.
Tiba-tiba terlintas dikepala Kenzie…
Hari itu mereka pergi berbelanja bersama di mall, Kenzie melihat sebuah permata kartun terus menerus karena Kenzie sangat menyukainya. Tidak disangka Reyhan masih mengingatnya…
Kenzie mengangkat kepalanya dan melihat kearah Reyhan dengan matanya mulai berlinang air mata.
Melihat ekspresi Kenzie, amarah Reyhan pun mulai memudar. Dari ekspresi wajah Kenzie, dapat dilihat bahwa dia sangat menyukai berlian kartun ini.
“Bagaimana? Apa kamu terharu” Reydan bertanya dengan suara yang berkarisma dan mendekatkan bibirnya ke leher Kenzie.
Kenzie binggung, dalam keadaan seperti ini, ia tidak tahu harus berbuat apa!
Haruskah ia menerima Reyhan?
Tapi dengan karakternya yang kasar dan angkuh, berapa lama Kenzie bisa bersabar? Satu hari, dua hari, atau seumur hidupnya?
Haruskah ia menolaknya?
Melihat ekspresi Reyhan yang manja seperti ini, Kenzie tidak sampai hati untuk menolaknya.
__ADS_1