
Hello! Im an artic!
Reyhan memang tak tau malu! Saat Kenzie melepas pakaian Ken dan membawanya ke bak mandi, Reyhan telah mengambil inisiatif untuk menanggalkan pakaiannya, berbaring di bak mandi dan bersiap-siap untuk menikmati gelembung busa bersama putranya.
Kenzie terdiam. Meskipun mata Ken masih belum bisa melihat dengan jelas, tapi mata Kenzie bisa ! Hal yang dilakukan Reyhan ini adalah polusi bagi matanya!
Hello! Im an artic!
Cara terbaik untuk menghadapi orang yang bermuka tebal adalah dengan mengabaikannya dan membuatnya merasa bosan, jadi Kenzie benar-benar mengabaikannya.
Dia mengambil sabun di tangannya dan menggosokkan keduatangannya hingga keluar gelembung busa dari sabun itu. Dia memijat rambut Ken dengan lembut, membuat kumpulan busa di atas kepalanya. Ken tertawa dan mengoles sedikit busa ke ujung hidung Kenzie, merekapun tertawa lepas.
Kenzie berkonsentrasi membantu Ken mandi dan mengobrol dengannya, sama sekali tidak menggubris Reyhan.
Reyhan mulai memamerkan otot-ototny,tapi setelah melihat Kenzie terus mengacuhkannya, wajahnya menjadi dingin. Dia berdiri dari bak mandi, mengambil jubah mandi dan dengan kesal memakai jubah itu, lalu pergi ke shower di sebelah.
Hello! Im an artic!
Kenzie tersenyum ketika dia mendengar suara air dari pancuran air kamar mandi.
__ADS_1
Haha, dasar pria bodoh! Ingin beradu dengannya? Tentu saja tidak bisa!
Setelah selesai memandikan Ken, Kenzie menyadari bahwa piyamanya Kenzie. Dia membawa Ken ke tempat tidur dan mencium wajah kecilnya, “Sayang, pakaian ibu basah, ibu harus mengganti pakaian ibu. Anak baik, ibu tinggal sebentar ya, ibu segera kembali menemanimu.”
Ken mengangguk dengan patuh, “Baiklah. Gantilah pakaian ibu, aku bisa bermain pusar.”
Kenzie tertawa, bermain pusar, permainan apa ini? Orang dewasa benar-benar tidak dapat memahami dunia anak-anak.
Kenzie masuk ke ruang ganti dan memilih sebuah piyama. Saat Kenzie sedang melepas piyama basahnya, pintu di ruang ganti tiba-tiba ditutup.
Reyhan yang hanya ditutupi handuk, berjalan masuk dengan santai.
Kenzie segera menutupi tubuhnya menggunakan piyama, dengan lembut memohon kepadanya, “Reyhan, jangan membuat onar, Ken masih di luar!”
Kenzie mengulurkan tangannya dan mendorong dadanya, wajahnya merah, “Akibatnya akan sangat parah! Aku akan menyuruh anakku membalaskan dendamku!”
Reyhan menyeringai, “Benarkah? Kalau begitu aku akan mencobanya.”
“Reyhan …” Kenzie menatapnya dengan memohon. Anak mereka masih di luar, bagaimana bisa mereka melakukan ini disini?
__ADS_1
Reyhan tidak melepaskannya, ia menarik pinggang Kenzie dengan tangannya yang kuat, berbisik, “Berkonsentrasilah.”
Di dalam matanya seperti ada percikan kembang api, ia menekan Kenzie ke dinding, menciumnya dalam, kemudian berbisik di telinganya, “Kamu benar-benar tidak memiliki sesuatu yang ingin kamu katakan kepadaku?”
“Apa yang harus kukatakan?” Pikiran Kenzie kosong, wajahnya binggung, pipinya merah bagaikan buah persik, dia sangat menawan, membuat orang terus ingin menatapnya.
“Mengatakan bahwa kamu telah menungguku selama tiga masa kedihupan, mengatakan bahwa kamu tidak akan melepaskan tanganku dalam hidup ini, akan selalu mengikutiku dalam kehidupan ini. Pria lain tidak akan melirikmu lagi …” Reyhan memperlambat suaranya di telinga Kenzie.
Pria ini masih saja mengungkit hal ini! Kenzie membuka matanya, tersenyum geli dan mencium ujung hidungnya, “Reyhan, mengapa kamu begitu kekanak-kanakkan?!”
“Kamu mau mengatakannya atau tidak?” Reyhan menggigit telinga kecilnya.
Kenzie bergemetar, dan tidak bisa berkata apa-apa. Wajah putih itu memerah.
Reyhan berhenti, mengelus pipinya, dengan lembut berkata padanya, “Katakan kamu mencintaiku, katakan kamu mencintaiku, dan aku memenuhi keinginanmu.”
Pupil matanya terasa sangat lembut dan penuh kasih sayang. Wajahnya benar-benar menawan, seperti kelopak bunga yang mekar sepenuhnya.
Kenzie mengangkat kepalanya dan dengan lembut mencium mata Reyhan, “Reyhan, aku mencintaimu …”
__ADS_1
Pada saat ini, dia telah melupakan posisinya sebagai ibu. Pada saat ini, dia hanyalah seorang wanita kecil yang bahagia, yang sedang jatuh cinta dan sedang dicintai.
Tidak ada celah antara dI antara mereka berdua, mereka hanya berharap cinta mereka abadi selamanya, dua hati itu pun bersatu.