
Kenzie menghentikan langkah kakinya didepan pintu, suasanya sangat mencekam, sangat mengerikan, dia sangat ingin membalikan badannya dan pergi dari sana.
Seperti ada sebuah magnet, Reyhan mengangakat kepalanya melihat kearah pintu, ketika menyadari Kenzie yang sedang berdiri disana, matanya tajam seperti seekor elang, menatap Kenzie.
Tatapannya seperti penuh dengan aura membunuh.
Kenzie awalnya sudah takut, ditambah lagi menyadari dirinya ditatap seperti itu oleh Reyhan, ia semakin takut, membuatnya mundur satu langkah.
Reyhan sama sekali tidak bangkit dari duduknya, dengan terus begitu saja menatap Kenzi dingine, tatapan elangnya mengunci Kenzie, melihatnya dari atas kepala hingga atas kaki, tatapan matanya membuat badan Kenzie gemetar, membuatnya memeluk erat Snowball.
Snowball merasakan suasana mencekam tersebut. Tidak berhenti menggongong.
“Pergi kemana kamu?” nada bicara Reyhan datar, tetapi Kenzie bisa merasakan, dibalik nada datar tersebut terdapat isyarat mengerikan. Mengigit erat bibir bawahnya, Kenzie kehilangan nyali untuk berbohong.
Lelaki ini mempunyai kuasa yang sangat besar, sangat menakutkan, jika ketahuan berbohong kepadanya, dirinya akan mati dengan mengenaskan!
“Kenzie, jawab! ” Reyhan berkata satu demi satu kata, tatapannya mengeluarkan aura membunuh yang luar biasa.
Sepertinya tidak mungkin tidak menjawab, Reyhan sudah mendesaknya terus.
Kenzie mengambil nafas dalam, membuat keberanian berjalan kearah Reyhan. Baru saja dia ingin berkata bahwa dia telah dengan selamat kabur dari tangan penculik, tiba tiba dia melihat sebuah foto yang telah diremukkan Reyhan!
Foto yang paling besar dan paling jelas, terlihat dia dan Steven sedang berjalan berdampingan di pantai. Tidak tahu siapa yang memfotonya, sudut foto yang diambilnya sangat pas, membuat foto Kenzie terlihat sangat cantik dan disertai dengan senyuman manis yang terukir pada wajah Kenzie…
Kenzie merasakan hatinya berhenti berdetak. Jika Reyhan bisa mendapatkan fotonya yang saat di pantai pribadi, maka pasti juga ada foto lain Kenzie dan Steven saat di kota.
Sekarang jika dia berkata bahwa dia kabur dari tangan penculik, maka akan terdengar seperti sebuah lelucon, Reyhan akan mengira Kenzie berbohong.
Bagaimana? Bagaimana aku harus menjawabnya! Kenzie merasakan otaknya begitu kacau, tidak tahu ingin membuat alasan apa agar Reyhan mempercayainya.
“Kenzie, ini terakhir kalinya aku bertanya padamu, kamu pergi kemana?” Reyhan menatap dingin Kenzie.
Jawaban dari pertanyaan ini adalah hidup dan matinya! Kenzie mengehembuskan nafasnya dengan berat, dan dengan suara serak menjawab: “aku diculik oleh penculik, lalu diselamatkan oleh Steven, karena syok, dan merasa tidak enak badan, aku tinggal dirumahnya satu malam. ”
__ADS_1
Suara Kenzie terdengar sangat stabil, sangat datar, tetapi sebenarnya Kenzie sudah gugup setengah mati, seperti ada beberapa ratus rusa yang bersiap menabraknya.
“Lalu?” Reyhan menggulurkan foto dari tangannya, dengan dingin melihat foto tersebut.
“Lalu setelah aku merasa baikan, dia mengantarkan aku pulang.” Kenzie melanjutkan bicaranya, seperti mempercayai kata kata yang dia katakan sendiri.
“Kenzie! Kamu pikir aku bodoh?! Bukankah ini adalah pria yang menandatangani cek untuk mengganti gaun di toko waktu itu? Sekarang bagaimana bisa dengan kebetulan lelaki itu lagi yang menolongmu? Dan kamu juga tinggal didaerah terpencil dengannya semalaman?!” Reyhan berdiri dengan begitu marahnya, matanya benar-benar merah, dan ia melemparkan foto tersebut ke kepala Kenzie!
“Ah….” Kenzie tidak melakukan perlindungan, dan gumpalan foto itu mengenainya begitu saja, rasa sakit akibat lemparan itu dengan sekejap menyebar keseluruh tubuhnya.
“Kenzie! Nyalimu semakin lama semakin besar! ” Reyhan mengangkat kakinya, dan menendang meja yang ada disana, membuat suara gaduh yang sangat besar, tetapi polisi dan penjaga yang ada disana hanya saling bertatapan, tidak ada yang berani berbicara.
Muka Kenzie berubah semakin pucat, mata hitamnya menatap Reyhan takut, setiap pria ini marah, Kenzie selalu merasa ketakutan.
“Kenzie! Mengapa kamu tidak menjelaskan apa-apa?! apakah kamu bisu? Mengapa kamu tidak mengatakan apapun?! “Reyhan berteriak marah, berjalan kearah Kenzie, telapak tangan sekeras bajanya itu mencengkram erat leher Kenzie, membuat Kenzie menjerit kesakitan! Kenzie merasa bahwa lehernya akan segera putus!
“Aku….dia….dia hanyalah seorang tetangga lamaku, tidak seperti yang kamu bayangkan…” Kenzie menjelaskannya dengan ketakutan, tubuhnya menyusut ketakutan.
“Tetangga? Kalau begitu kenapa kamu tidak menangkat teleponmu? Kamu sebenarnya sedang melakukan apa dengan dia?!” Wajah Reyhan mendekat hingga hanya berjarak beberapa centi, hidungnya sudah bersentuhan dengan hidung Kenzie.
Kenzie ditamparnya hingga jatuh ke atas sofa, telinganya berdengung hebat, hidungnya gatal seperti sedang ada sesuatu yang mengalir, setelah dia mengelapnya, panas dan juga lengket, darah!
Seperti merasa belum puas, Reyhan menarik dengan keras rambut panjang Kenzie, memaksa Kenzie untuk menatapnya.
“Kenzie, kamu sedang mencari mati! ” Reyhan berkata sambal menggigit bibirnya, terlihat sangat mengerikan.
Dia menggunakan semua jaringan internet yang ada, polisi, orang bayaran, apa yang bisa dilakukannya semua telah dilakukannya, hasilnya hanya bisa menemukan jepitan rambut yang berada dibelakang gunung, dan bekas darah yang sudah membekas di tanah.
Dia mengira Kenzie sudah disakiti seseorang, dia semalaman penuh tidak tidur, membawa orang pergi mencarinya dengan menggunakan tangannya sendiri, dan akhirnya wanita itu pulang seperti tidak ada masalah.
Dia sangat khawatir, khawatir hingga tidak bisa tidur, dan tidak bisa makan, tetapi Kenzie malah bersantai dengan pria lain pantai!
Jika benar teleponnya sudah tidak memiliki baterai, mengapa dia tidak meminjam telepon lelaki itu untuk meneleponnya? Sebenarnya Kenzie menganggap dirinya ini apa?
__ADS_1
Di dalam hati Kenzie, Reyhan bukanlah siapa siapa, Kenzie sama sekali tidak pernah menaruh Reyhan didalam hatinya!
Dia dengan Steven, apakah benar benar tidak melakukan apa apa?
Reyhan tiba-tiba merasa sangat marah.
“Pergi!” dia mengusir semua polisi dan penjaga yang ada disana.
Beberapa orang itu dengan cepat pergi meninggalkan ruang tamu, sebelum kemarahan Reyhan dilampiaskan kepada mereka.
Menunggu hingga ruang tamu tidak ada orang lagi, Reyhan mendekatkan dirinya kepada Kenzie, dan merobek baju Kenzie!
“Ah! Apa yang kamu lakukan?!” Kenzie merasakan terkejut yang luar biasa! Orang gila ini, orang jahat ini, apa yang ingin dia lakukan? Dia tidak akan mungkin memperkosanya diruang tamu, kan?
Reyhan tidak memperdulikan rontaan Kenzie. Dengan menggunakan semua kekuatanya, ia merobek semua pakaian Kenzie, Kenzie merasakan malu hingga mukanya berubah menjadi merah padam, berusaha memberontak.
Reyhan dengan kejam menahan kedua tangan Kenzie dibelakang tubuhnya, dan lagi-lagi melakukan kekerasan, air mata Kenzie mengalir begitu saja.
Mata Reyhan menatap tubuh Kenzie dengan kejam, melihatnya seperti sebuah barang, hanya sebuah barang, bukanlah seorang manusia yang memiliki nyawa, Kenzie mengigit bibirnya dan menutup matanya.
Lihatlah! Cepat lihat! mau bagaimanapun Kenzie juga hanya seorang simpanan rendahan! Ketika tuan rumah meminta pelayanan, dia hanya bisa menurutinya dan memberikan pelayanan. Dia tidak bisa memberontak, dan terlebih lagi tidak boleh memiliki emosi isyarat tidak setuju.
Setelah melihat Kenzie dengan teliti, Reyhan sedikit rileks. Dengan dingin ia berkata: “Untungnya aku tidak melihat tanda apapun, jika tidak, Kenzie, kamu akan mati dengan mengenaskan!”
Kenzie tiba tiba tersadar, ternyata Reyhan ingin melihat apakah ada tanda ciuman disekujur tubuhnya, dia mencurigai jika dia dan Steven meiliki hubungan spesial, maka dari itu dia ingin melihat, apakah ditubuh Kenzie terdapat bekas ciuman!
Tersenyum dingin melihat Reyhan: “Reyhan, kamu adalah seorang pria brengsek, selalu menganggap orang lain sama brengseknya dengan dirimu.”
Mendengar apa yang Kenzie katakan, Reyhan pun menarik wajah Kenzie, agar Kenzie bisa menatap wajahnya, nafas hangatnya mengenai wajah Kenzie, bola mata hitamnya menatap Kenzie.
Reyhan merasakan dirinya aneh, jika itu adalah wanita lain, sudah dari awal dia akan merancuninya, tetapi karena ini Kenzie, dia tidak bisa membunuhnya!
Ditubuh Kenzie tidak ada bekas apapun, dia dengan lelaki itu kemungkinan benar benar tidak ada hubungan apapun…Reyhan terus terusan meyakinkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Kenzie sudah menutup matanya erat erat, membuat suatu persiapan. Pukul saja, pukul saja aku sampai mati, lagi pula aku sudah puas hidup di dunia ini!
Tetapi menunggu begitu lama, dia tidak merasakan adanya tamparan. Dengan takut Kenzie membuka matanya.