CINTA SETELAH MENIKAH

CINTA SETELAH MENIKAH
Bab 102 Mengancamnya


__ADS_3

Narkoba? Mata Kenzie terbelalak!


Lelaki yang sungguh murahan, berani-beraninya mengancamnya dengan narkoba?


“Reyhan, kamu bukan manusia!” Kenzie terlampau marah.


“Kalau kamu sedikit lebih patuh, aku tidak mungkin tega memasukkan narkoba ke tubuh kamu.” Reyhan membuka mata, dalam matanya terlihat iblis yang mematikan, “Kalau kamu berusaha kabur lagi, jangan salahkan aku ya, Kenzie!”


“Reyhan! Aku tidak akan kalah olehmu!” Kenzie sedih bercampur kesal, langsung mendorong Reyhan, kedua tangannya mengepal, dengan kuat memukuli Reyhan.


Jika bukan karena Reyhan, Ayah tidak mungkin meninggal setelah operasi berhasil! Semuanya gara-gara laki-laki ini! Hidupnya, keluarganya, semua dihancurkan oleh laki-laki ini!


“Kenzie, aku peringatkan kamu, jangan melawan!” Reyhan menahan tangan Kenzie yang daritadi sibuk memukulinya, dan memperingatkannya dengan dingin.


Kenzie menatap Reyhan dengan galak: “Reyhan, suatu hari nanti, kamu akan menerima balasan dari semua ini! Kamu akan mendapat karma!”


Reyhan tertawa dengan sombong: “Baik, kita lihat saja nanti, siapa yang akan mendapatkan karma!”


Untuk makan malampun, Kenzie harus makan di dalam kamar.


Ada banyak sekali makanan yang disajikan, Reyhan memintanya untuk menghabiskan semua makanan itu.


“Habiskan semuanya, kalau tidak…..” Matanya melirik, dan melirik kerah baju Kenzie dengan licik.


Kenzie segera membenarkan kerah bajunya, dan terdiam. Ia sama sekali tidak menyentuh makanan itu, tapi juga tidak beradu mulut dengan Reyhan.

__ADS_1


Kenzie hanya terdiam, diam dalam tatapan penuh derita, membuat semua orang yang melihatnya ikut bersedih.


Setelah melihat sikap Kenzie, Reyhan yang tadinya sedang minum sup, tiba-tiba mengerutkan alis tebalnya: “Kenzie, jika kamu pikir ini akan membuat aku marah, kamu sungguh polos!”


Kenzie tetap tidak bersuara, juga tidak memberikan respon apapun.


Reyhan langsung menarik Kenzie, menciumi bibirnya setelah minum kuah panas, dia memegang dagunya dan memindahkan kuah panas ke dalam mulut Kenzie.


Melihat Kenzie menelan kuah itu, Reyhan barulah melepaskan tangan dari dagunya.


Kenzie sontak tersedak:”Reyhan! Kamu sudah gila!”


Reyhan membersihkan mulutnya, seperti belum puas berkata: “Jika kamu tidak makan, aku akan lebih gila lagi!”


Reyhan memang benar-benar liar, Kenzie sedikit ketakutan, tidak tahu apa yang akan dilakukan Reyhan nantinya.


Tidak berapa lama, seorang perempuan muda berjalan masuk.


Kenzie mengerutkan kening, berkata dalam hati: “Apa yang dilakukan Reyhan? Ingin meminta koki menyuapi dia makan ?”


Reyhan melihat koki dengan dingin: “Apa kamu yang memasak makanan hari ini?”


Koki itu terkejut oleh tatapan mata Reyhan, sudah lama ia mendengar bahwa tempramen Tuan-nya tidak baik, tapi hari ini ia melihatnya sendiri.


Spontan dia berlutut di depan Reyhan: “Tuan, hari ini aku yang memasak.”

__ADS_1


Reyhan melihat Kenzie sekilas, dan berkata kepada koki: “Sepertinya masakan kamu tidak enak, karena Nona Kenzie sama sekali tidak memakannya. Menurut kamu, pantaskah aku menghukummu?”


Koki itu terkejut dan bersujud ke lantai: “Tuan, Tuan, kalau makanan tidak enak, aku akan memasak sekali lagi untuk Nona, mohon jangan menghukum aku!”


Mata Reyhan sekilas berbinar: “Masak sekali lagi? Masak sekali lagi pun sepertinya Nona Kenzie tidak nafsu memakannya. Kamu terima hukuman saja, cambuk 30 kali!”


“Tuan, mohon jangan! Tuan, ini salah aku, masakan aku tidak sesuai dengan selera Nona Kenzie, lain kali aku lebih berhati-hati lagi. 30 kali cambuk sungguh mematikan, Tuan!” Koki berkali-kali bersujud di depannya, menangis memilukan.


Melihat Reyhan tidak merespon, koki itu kemudian menuju ke kaki Kenzie, memengang erat ujung roknya dan bersujud pula: “Nona Kenzie, tolong aku, tolong bantu aku minta maaf ke Tuan! Aku kecil dan lemah , tidak akan tahan menerima hukuman 30 kali cambuk! Nona, tolonglah..!”


Dasar lelaki murahan! Beraninya mengancam menggunakan orang lain!


Kenzie berkata sambal menggigit gigi: “Reyhan, selain mengancam kamu bisa apa lagi?”


Reyhan santai duduk menyilangkan kaki: “Benar! Selain mengancam, aku tidak bisa apa-apa lagi. Kamu atur saja, Kenzie! Jika kamu tidak makan hari ini, koki ini akan dicambuk! Saat kamu tidak makan, di saat itulah koki akan dihukum!”


Kenzie hanya bisa terdiam!


Dia mengambil sumpit dan menjepit sayur di atas meja, dengan terpaksa memasukkan makanan ke mulutnya.


Reyhan menunjukkan senyuman bangga, berkata kepada koki yang terus bersujud: “Sana turun!”


Perempuan muda itu seperti mendapat pengumuman kemerdekaan, dengan segera pergi dengan setengah berlari, karena takut jika telat semenit, Tuannya akan berubah pikiran.


Kenzie makan dalam amarah, sedikitpun tidak peduli bagaimana penampilannya saat itu, makannya pun berantakan. Dia sedikitpun tidak memiliki nafsu makan, dia makan hanya karena ia sangat amat marah.

__ADS_1


“Pelan sedikit makannya, nanti tersedak.” Reyhan masih berpura-pura perhatian dan mengambilkan segelas air untuknya.


Kenzie yang sedang kesal memukul tangannya, dan air itu tertumpah ke celana Reyhan!


__ADS_2