
" Sayang kata dokter kita sudah boleh pulang" Ucap Reza.
" Yang bener mas?! Wahhhh aku kangen rumaaaah" Ucap gembira Riyani.
***
Diperjalanan Manda terus bercanda dengan anaknya. Sedangkan Reza terus fokus menyetir. Sesampainya dirumah, Riyani langsung menidurkan Rafa dikamar mereka. Sedangkan Reza berjalan menuju ruang kerjanya.
" Nah sayang tidur diranjang yang imut ini yah, mama mau nyiapin makanan buat papa. Gak boleh bandel yah..." Ucap Riyani pada anaknya yang sedang tertidur.
Riyani menutup pintu kamar dan berjalan menuju dapur untuk membuat kopi dan juga cemilan untuk Reza.
" Bi, Mas Reza dimana yah?" Tanya Riyani pada bi siti.
" Oh kalau gak salah non, ada di Ruang kerja" Jawab bi siti sambil membereskan peralatan dapur.
" Oh iya makasih bi" Riyani membawa nampan yang berisikan kopi dan cemilan.
" Eh non biar saya aja, kasihan non baru beres lahiran" Ucap bi Siti.
" Gak usah bi biar saya aja" Riyani berjalan meninggalkan bi Siti didapur.
Riyani menaiki lift yang ada dirumah. Reza menyediakan lift untuk Riyani agar tidak terlalu capek menaiki tangga saat hamil. Saat sampai pintu ruang kerja Reza terbuka, Riyani ingin masuk tapi karna Reza sedang menelepon seseorang jadi ia menunggu diluar.
" Ia aku dulu memang tidak mencintai dia, tapi aku sekarang tidak bisa kehilangan dia!! kamu harus ngerti itu!!" Ucap Reza.
__ADS_1
Riyani terus mendengarkan Reza menelepon seorang wanita.
" Deaaa aku janji akan memberika sumsum tulang yang cocok untukmu!! Tapi tidak sumsum tulang anakku!!" Teriak Reza.
" Ya memang sebelum aku menikah dengan Riyani aku memang berniat memberika sumsum anakku untukmu!!!..." Ucap Reza.
Riyani kaget dengan ucapan Reza, Ternyata selama ini Reza sangat melindungi ia saat hamil. Itu karna ia menginginkan sumsum tulang anaknya.
Tega kamu mas!! Batin Riyani.
Riyani berbalik dan pergi meninggalkan Reza diruangan kerjanya. Riyani membawa kopi dan cemilan yang sudah ia buat kedalam kamarnya. Ia mengunci pintu, ia menangis tanpa suara agar Reza tidak mendengarnya. Riyani menatap wajah anaknya yang masih kecil dan polos, betapa kejamnya Reza selama ini terhadapnya.
Tiing... (Notif Ponsel Riyani)
Kak Rai: "Dek Maafin kakak yah gak bisa hadir saat kamu lahiran. Karna kak sibuk banget akhir akhir ini... Kakak tidak bisa bertemu karna kakak akan kembali ke korea besok pagi. Kamu baik baik disini, jika kamu ingin meninggalkannya kamu bisa bicara dengan kakak atau kak Rama"
Riyani mengetik dengan penuh linangan air mata. Ia sangat sakit hati dengan semua yang Reza lakukan terhadapnya.
Riyani: "Kaaaak... bawa aku bersamamu!!"
Rai yang melihat balasan adiknya langsung menelepon Riyani.
'Telepon'
Rai: "Kamu kenapa Riaa?!!"
__ADS_1
Riyani: "Kaaak bawa aku bersamamu... hiks..hiks..."
Rai: "Ada apa sebenarnya dek?! mana Reza kakak ingin bicara dengan dia!!!"
Riyani: "Jangan kaaaak aku hanya ingin ikut denganmu!! itu sajaaa!!!"
Rai: "E... baiklah besok pagi pukul 9 kakak akan menjemputmu tanpa sepengetahuan Reza"
Riyani: "Terima kasih kaak" Riyani cecegukan.
Rai: "Jangan menangis lagi Riaaa!! kakak tidak ini kamu menangis seperti ini yah. Yasudah kakak matikan dulu"
" Kurang ajar kau Reza aku sudah membantumu menghapuskan masalah itu!! Tapi apa balasanmu!!!" Ucap marah Rai.
***
Pukul 10:08 WIB
Reza memasuki kamar dengan mambawa ipadnya. Ia melihat Riyani tertidur pulas, sambil memegangis ranjang anaknya.
Aku akan membahagiakan kamu dan anak kita selamanya sayang. Batin Reza, Reza mengecup puncuk kepala Riyani dan tertidur sambil memeluk Riyani.
Semua akan berakhir diesok hari... Semua... Batin Riyani. Riyani menitihkan air matanya.
Fby...
__ADS_1